Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
63


__ADS_3

"Jarak yang memisahkan bukan halangan bagi benih cinta untuk lebih subur dari sebelumnya"Candy.


Mentari pagi ini begitu cerah secerah hati Candy yang menyambut kedatangan suami tercinta datang dari penugasan di negara yang berkonflik, senyum yang tak lepas dari bibir mungilnya ada rasa kegembiraan di dirinya yang membuat Ayah ikut senang sebab selama penugasan Rendra, Candy hanya menyibukkan dirinya dengan dinas dan kuliahnya untuk melupakan sesaat akan sosok Rendra suami tercintanya.


"Duh...yang mau ketemu yayangnya" goda mas Dimas ke Candy yang masih sibuk di dapur.


"Apaan...sih..mas" balas Candy yang malu digoda Mas Dimas.


"Udah mulai cinta..nih"mas Dimas masih menggoda Candy yang masih malu.


"Mas...ih..jahat deh" balas Candy cemberut ke mas Dimas karena malu.


"Bener nih...belum cinta" goda mas Dimas lagi pada Candy yang masih bergulat dengan perabotan dapur.


"Ih...mas,masalah" ujar Candy makin malu di goda mas Dimas.


"Ga...cuma kenapa itu senyum ga mau ilang dari tadi" mas Dimas masih juga menggoda Candy.


"Mas...biarkan adikmu,ayah lihat dari tadi di goda terus"ucap ayah sebenarnya senang melihat keakraban adik kakak ini tapi Candy harus bersiap menjemput kepulangan Rendra dari tugasnya.


"Iya...yah mas jail deh" Candy terlihat senang mendapatkan pembelaan dari ayahnya.


Candy sudah berada di Lanud untuk menyambut kedatangan Rendra setelah beberapa lama akhirnya orang yang ditunggu datang juga dari jauh sudah terlihat senyumnya terlihat senang melihat orang yang di cintanya menyambut kedatangannya.


"Honey...."Rendra langsung mencium kening dan memeluknya ingin rasanya berlama-lama dalam pelukannya tapi ada ayah Candy yang turut serta menyambut kepulangannya.


"Assalamualaikum...yah...sehat" ucap Rendra dengan mencium punggung tangan ayah mertuanya dan dipeluknya dengan rasa sayang dan hormat.


"Waalaikum salam...alhamdulillah sehat...ko terlihat kurus" ujar ayah dengan memperhatikan tubuh Rendra.


"Maklum...yah ga ada yang merawat ku" ujar Rendra dengan tatapan mata ke Candy dengan senyumnya.


"Honey...maaf mas,ga langsung pulang sebab ada sedikit upacara penyambutan dan memberikan laporan terlebih dahulu di tempat kedinasan mas..." ucap Rendra menjelaskan ke ayah dan Candy.


"Terus Can...harus gimana?" Candy masih bingung dengan penjelasan Rendra.


"Sebaiknya honey pulang bareng ayah yang akan diantar ajudan mas..ok" Rendra mengusap lembut kepala Candy yang tertutup hijab yang senada dengan gamisnya yang sangat anggun terlihat di mata Rendra.


"Mas...."ucap Candy singkat tapi Rendra paham apa maksud pertanyaan Candy.


"Mas...akan pulang setelah selesai tugas mas...hati-hati" ucapnya dengan senyumnya yang tak ingin lepas karena senang bertemu orang yang dicintainya.


Candy hanya tersenyum malu dan menunduk tapi Rendra memanfaatkan momen itu, membisikan sesuatu di telinga Candy.

__ADS_1


"Tunggu mas di rumah...ga ada tamu kan?" ucapnya menggoda Candy yang malu sebagai balasan dan sedikit mencubit pinggang Rendra.


"Awww.....honey..."sedikit menggoda Rendra membalas dengan mengusap lembut pipi Candy dan tersenyum senang.


"Yah...maaf Rendra belum bisa pulang sekarang sebab memberikan laporan terlebih dahulu dan ajudan Rendra yang akan mengantar pulang"tangan Rendra menyalami mertuanya dan meninggalkan Candy yang sudah di temani ajudannya.


Ajudan Rendra memasukkan barang-barang bawaan Rendra ke dalam mobil dan mengantarkan ayah dan juga Candy pulang ke rumahnya.


"Rendra...mana ?"tanya Rahma yang mencari Rendra yang tidak terlihat.


"Biasa mba...masih milik negara" ucap Candy merasa di nomor duakan oleh Rendra.


"Sabar...nanti juga pulang" ujar ayah yang membantu ajudan Rendra membawa masuk bawaan Rendra.


Sore menjelang malam Candy yang sedang membersihkan diri di kamar mandi setelah memasak untuk makan malam, terkejut mendengar suara pintu kamar mandinya ada yang membukanya.


"Awww...." teriaknya namun tangan seseorang terlebih dahulu menutup mulutnya hingga tak terdengar lagi.


"Tenang...ini mas" ucap Rendra yang melihat Candy sudah selesai mandi dan sudah berbalut piyama mandinya.


"Can...kaget" ucapnya masih terlihat dari mukanya terkejut juga rasa takut.


"Habis...mas ucap salam ga ada balasan mas takut honey kenapa-kenapa" ujar Rendra masih berdiri memandang Candy dengan kerinduan.


"Mas...masih kangen" ucap Rendra dengan manja ke Candy.


"Can..juga tapi mas bau asem" Candy menutup hidungnya pura-pura mencium aroma tubuh Rendra.


"Ok,siap...mas mandi yang wangi terus kangen-kangenan gitu ya"goda Rendra pada Candy yang mendengarkan hanya malu.


"Ih...mas...apaan sih" Candy meninggalkan Rendra yang akan membersihkan diri.


Candy sudah merapihkan diri dan sudah menyiapkan baju santai untuk Rendra yang masih membersihkan diri di kamar mandi.


"Mas..baju sudah disiapkan Can,mau ke dapur dulu" ucap Candy ke Rendra di depan pintu kamar mandi.


"Ya...honey..." jawab Rendra dari dalam kamar mandi.


Candy keluar dari kamarnya menyapa keponakan cantiknya yang sedang bermain di temani bundanya.


"Cantik...main apa tuh..ante ikut ya.." ucap Candy mendekat ke arah keduanya.


Anggukan kepala Nisrina yang diberikan sebagai jawaban untuk pertanyaan tantenya, tidak berapa lama Rendra menyusul dan duduk didekat istri tercintanya.

__ADS_1


"Om...ikutan ya..."Rendra berusaha mengakrabkan diri tapi Nisrina menghindari Rendra dan duduk dipangkuan bundanya.


"Cantik...lupa sama om ya..."ucap Rahma yang mendekap tubuh Nisrina yang masih memandang ke Rendra.


"Ini...omnya ante Can..."Candy memeluk Rendra agar Nisrina mengingat Rendra lagi.


"Dangan...ante..na.."ucap Nisrina dengan suara khas anak kecilnya melarang Candy memeluk Rendra.


"Om...Rendra ini cantik"ujar Rahma ke anaknya agar mengingat Rendra.


Nisrina memandang tanpa berkedip ke Rendra, dan langkah kaki mungilnya bangkit dari pangkuan bundanya mendekati Rendra dan duduk di pangkuan Rendra dengan manja sudah tidak takut lagi.


"Hu...malu,malu tapi disamperin juga" ujar Rahma menggoda putrinya.


"Hai..dra..gimana kabarnya" tanya mas Dimas yang baru keluar dari kamar sehabis membersihkan diri sepulang dari kerjanya.


"Alhamdulillah..sehat, makasih ya mas udah menjaga honey" ucap Rendra ke mas Dimas yang menghampirinya.


"Apaan sih...santai, gimana nih...mau kejar target" goda mas Dimas ke Rendra.


"Pengennya si gitu mas...tapi terserah honey" Rendra memandang Candy tapi tangannya mengusap lembut kepala Nisrina yang duduk di pangkuannya.


"Mau kapan lagi Can..." Rahma ikutan ngomong dengan menepuk pundak adik iparnya.


"Apaan sih..mas..emang harus di omongin"ujar Candy menjawab dengan malu.


"Haruslah...kapan lagi sebentar lagi sudah persiapan skripsi loh" ujar mas Dimas menjelaskan ke Candy.


"Tenang honey...mas tunggu kapan siapnya ko"ucap Rendra yang tidak ingin Candy merasa tertekan.


"Dra..waktu kebersamaan kalian yang susah jadi jangan di tunda "ucap mas Dimas menjelaskan ke Candy dan Rendra.


"Tenang mas aku dapat libur dari tempat dinas"ucap Rendra dengan semangat dan ingin membuat Candy senang untuk bisa menghabiskan waktu bersamanya.


"Pas dong Can...juga mau libur sehabis ujian" Rahma berkata seakan turut senang memberikan dukungan.


"Jadi...ini mah, ponakan baru..hajar dra jangan kasih kendor" mas Dimas seakan ikut senang.


"Siap..mas..tunggu aja kabar baiknya" ucap Rendra tanpa malu-malu.


"Ok...ditunggu kabar baik itu " mas Dimas memberikan tanda jari jempol ke Rendra.


Candy hanya tertunduk malu melihat tingkah ketiganya yang seakan saling memberikan dukungan, dalam hati kecil Candy pun mengharapkan sosok mungil itu cepat hadir di antara keduanya.

__ADS_1


__ADS_2