Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
183


__ADS_3

..."Keluarga tempat terbaik kita mereka menerima kita apa adanya walaupun dengan kekurangan dan kelebihannya" Candy....


Rendra meminta cuti pada kedinasan untuk keperluan Ainun tanpa sepengetahuan kawan timnya, kondisi Ainun sudah membaik tapi di tahap ini Rendra sebagai seorang papa lemah sebab dia bingung bagaimana memulainya untuk menjelaskan bahwa kondisi wajahnya rusak parah hingga tidak terlihat lagi kecantikan yang dulu dia miliki.


Candy yang duduk di ujung tempat tidur Ainun memberikan buah yang baru saja di kupasnya, Rendra sendiri baru saja selesai sholat dhuha.


"Pa..kapan Ai..bisa pulang.." tanya Ainun masih menikmati buah.


"Sayang...sebenarnya ada hal yang Ai..harus tahu.." Rendra sesaat diam belum melanjutkan ucapannya.


"Pa...Ai..siap ko mendengar apapun keadaannya.." Ainun begitu pasrah sebab dia dapat merasakan ada bekas luka di wajahnya.


"Mba..papa mama ingin melihat mba baik seperti dulu lagi mba mau kan melakukan yang mama papa mau..." Rendra sangat hati-hati berkata sebab Ainun yang lebih merasakan sakit itu sendiri.


"Pa..boleh Ai..tahu..proses apa yang mau lakukan untuk Ai.." tanya Ainun ingin tahu.


"Operasi..mba.." jawab Candy yang sebenarnya juga tidak ingin melakukan itu andaikan saja tidak parah tapi ini sangat parah keadaannya.


Ainun meminta cermin untuk meyakinkan dirinya kalau memang harus melakukan prosedur operasi itu, walaupun ada sedikit rasa takut yang dia sendiri saat akan melihat wajahnya.


Candy memberikan cermin kecil miliknya, Rendra sedikit merapat dari posisi semula untuk mengantisipasi reaksi dari Ainun.


Ainun berlahan mengarahkan cermin kecil milik mamanya untuk melihat gambar wajahnya betapa terkejut Rendra melihat reaksi Ainun yang melihat gambar wajah ayunya berubah drastis jadi sedikit menyeramkan hampir dirinya tidak mengenali wajahnya sendiri.


"Ya...Allah..ini..kah..aku..ma.." Ainun terlihat begitu tegar hanya sedikit terisak terlihat air matanya menetes tapi tidak ada teriakan histeris yang seperti yang dibayangkan kedua orang tuanya.


"Sabar..ya..sayang.." peluk Candy yang sudah menangis melihat ketegaran anak gadisnya.


"Ma..jangan nangis..Allah yakin sayang..Ai.." ucapnya menenangkan Candy mamanya.


"Sayang..maafkan..papa tidak bisa menjaga Ai.." Rendra menangis dengan memeluk keduanya.


"Pa..papa sudah yang terbaik buat..Ai..terimakasih sudah menjaga Ai.." Ainun menenangkan papa mamanya.

__ADS_1


"Ai..papa bangga..sama..Ai..terimakasih ya..Allah yang sudah menitipkan Ainun pada kami berdua" Rendra makin menangis sekaligus bersyukur.


"Pa..ma..Ai..yang harus banyak berterimakasih sebab Allah sudah menitipkan Ai..sama papa juga mama yang selalu ada buat..Ai.." ucapnya mengusap air mata kedua orang yang sangat dicintainya.


"Ai..kami..berdua sayang Ai.." Candy makin memeluk anak gadisnya yang begitu ikhlas menerima ujian ini.


Yang Rendra pikir Ainun akan histeris tidak menerima keadaannya yang dulu cantik, sekarang siapapun yang mengenalinya akan tidak percaya kalau dia Ainun yang dulu di kenalnya.


"Sayang..mau ya..mengikuti prosedur itu.." pinta mamanya dengan seperti memohon.


"Ma..apakah..kalau Ai..seperti ini..mama akan malu.." tanya Ainun dengan polosnya.


"Papa..akan bangga dengan apapun keadaanmu sayang..hanya papa tidak akan kuat bila ada orang yang menyakitimu sayang..lewat ucapan mereka yang tidak tahu seperti apa Ainunku bisa seperti ini.." Rendra makin menangis sebegitu menerimanya Ainun pada keadaan wajahnya tidak terlihat sedikit pun rasa penyesalan dengan sesuatu telah menimpanya.


Rendra yang yang ditakuti dan kuat juga disegani entah hilang kemana, saat ini yang terlihat Rendra yang rapuh, melo bahkan terlihat sangat cengeng melihat orang tercintanya begitu kuat menerima beban yang cukup berat yang bukan dari kesalahannya.


"Ai..ikhlas..seperti ini..tapi Ai..ingin melihat papa mama bahagia dan bangga memiliki..Ai, Ai..ikut apapun kata mama papa saja..yang terbaik buat Ai.." Ainun menerima pelukan erat kembali dari kedua orang yang dicintainya.


"Sayang..." ucap keduanya bersamaan yang membuat dokter yang masuk mengurungkan niatnya.


Menurut Rendra Ainun anak hebat dia tidak terlihat penyesalan dari semua kejadian yang telah menimpanya dan tidak menyalahkan siapapun dari kejadian ini.


Rendra berpamitan pada kedua orang yang di dicintainya untuk menemui beberapa dokter yang menangani Ainun dan Candy tahu dokter apa saja yang akan terlibat untuk mengembalikan kondisi Ainun yang jelas dokter bedah plastik.


"Ma..gimana keadaan keluarga di tanah air.." tanya Ainun yang masih bisa memikirkan keadaan keluarga yang jauh di sana.


"Mereka baik..sayang..mereka selalu mendo'akan mu sayang..semua rindu Ai.." balas Candy mengusap tangan Ainun.


Tidak begitu lama Rendra datang bersama beberapa dokter dan perawat yang hari ini juga akan melakukan pengecekan awal sebelum melakukan tindakan selanjutnya.


Ainun terlihat pasrah dengan apapun tindakan yang akan dilakukan tim dokter dan setahu dirinya papanya meminta yang terbaik untuknya, terlihat dari tim dokter yang di libatkan bagi Ainun dan Candy yang tahu seperti apa dunia medis.


Tujuan Rendra bukan dendam pada pihak yang membuat anaknya celaka tapi ingin membuktikan bahwa anaknya gadis terbaik yang dia miliki baik secara fisik juga kepribadian.

__ADS_1


Keluarga besar pun turut gembira Ainun mau melakukan prosedur operasi untuk kesembuhan dirinya, sebab mereka tahu siapa Ainun dan bagaimana pribadinya jadi tanda tanya saja kok bisa ada orang yang berniat jahat padanya yang selalu menjaga perasaan pada orang lain.


Prosedur operasi Ainun sudah beberapa tahap dilaluinya tinggal menunggu operasi yang di dijalaninya.


Rendra sudah tahu seberapa tingkat keberhasilan dari operasi ini, begitupun dengan tingkat kegagalan yang pihak dokter mengusahakannya agar mendekati sempurna.


Rendra sudah punya banyak rencana di otaknya selepas keberhasilan operasi Ainun nanti, yang jelas Rendra menginginkan Ainun untuk sementara waktu tinggal dulu di jerman untuk pemulian fisikisnya dalam artian kejiwaan Ainun harus sudah siap bertemu dengan orang banyak yang di kenalnya tapi mereka tidak mengenalnya yang jelas itu yang tersulit buat Ainun dan itu sudah Rendra pikirkan jauh sebelum prosedur operasi.


Pemikiran Rendra sudah tiga langkah kedepan maklum saja seorang Rendra tidak bisa diremehkan untuk hal apapun.


Candy yang selalu mendampingi Ainun terlihat tidak begitu tenang saat ini, Ainun sendiri begitu terlihat santai yang sudah mengunakan pakaian operasi dan terlihat beberapa dokter dan perawat menghampiri Ainun untuk melakukan pembiusan.


Ainun menghampiri kedua orang tercintanya dan dengan tersenyum seperti biasanya Ainun mengharapkan do'a terbaiknya untuk dirinya.


"Mama..Ai..mohon..do'a untuk kelancaran operasi Ai..semoga lewat do'a mama..Allah juga ridho untuk kebaikan Ai..kedepan.." pinta Ainun dengan lembut meminta.


"Sayang mama selalu do'akan yang terbaik..buat Ai.." dengan memeluk Ainun.


"Jangan khawatir papa selalu ada di dekat Ai.." Rendra juga mengusap kepala Ainun yang tertutup.


Ainun perlahan memasuki ruang operasi dan meninggalkan kedua orang tercintanya yang terlihat makin menjauh darinya.


Ainun sudah terbaring tidak sadarkan diri entah apa yang dilakukan tim dokter yang Ainun sendiri tidak tahu berapa dokter yang ada di dalam ruangannya.


Berbeda dengan Candy yang memeluk satu tangan Rendra dengan mulut serta hati dan pikiran mendo'akan putri tercintanya yang terbaring tidak sadarkan diri dan berharap proses operasi berjalan lancar sesuai harapannya.


Keluarga besar di tanah air juga sama mereka berharap-harap cemas dan mendo'akan Ainun agar operasinya lancar sesuai harapan.


Operasi berjalan sangat lama sebelum prosedur operasi berlangsung tim dokter meminta foto Ainun sebelum kejadian yang meninpah Ainun betapa terkejutnya dokter melihat wajah cantik Ainun dan mendapat pujian tapi dilihat wajahnya yang sekarang dokter menggelengkan kepala ikut prihatin.


Rendra dan Candy menghampiri dokter yang membuka pintu ruang operasi dan dokter memberikan penjelasan bahwa operasi berjalan sesuai rencana dan kondisi Ainun juga stabil dan akan dipindahkan ke ruangan lain oleh beberapa perawat.


Rendra dan Candy yang sudah berada di ruangan perawatan terlihat Ainun yang belum sadarkan diri terlihat wajah Ainun tertutup perban dan dengan selang infus melekat di kedua tangannya.

__ADS_1


Rendra dan Candy berharap Ainun baik-baik saja setelah melihat hasil operasinya nanti dengan harapan semua akan berjalan seperti biasanya dimana seperti Ainun yang dulu ceria, mandiri dan ramah kepada siapapun.


__ADS_2