Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
33


__ADS_3

"Ada Rindu yang terpendam dalam setiap do'a di keheningan malam " Rendra.


Sepeti biasanya sebelum melakukan aktivitas di dinasnya Rendra ada apel pagi, setelah selesai masih ada waktu dia lebih memilih sholat dhuha terlebih dahulu"Ya...Rabb mudah kan langkah ku untuk menuju ridho Mu " sebaris do'a yang terucap dari Rendra dengan kesungguhan penuh keikhlasan.


Rendra sudah dalam kantor dinasnya,namun belum masuk ke ruangan kerjanya seorang ajudannya mengatakan bahwa Rendra harus menghadap atasanya, dengan langkah tegapnya Rendra menuju ruangan atasannya, dengan mengucapkan salam dilanjutkan memberikan hormat dan siap menerima tugas.


Entah berapa Rendra berada di ruangan yang tanpa ada penolakan tiap instruksi yang di dikeluarkannya, setelah meminta ijin dan memberikan hormat Rendra keluar dari ruangan itu.


Melihat roman muka Rendra ada rasa kecewa dan kesedihan yang dalam, tapi ini bentuk ujian perjalanan hidupnya harus di hadapi tanpa penolakan, dengan rasa tanggung jawab dan keikhasan .


Setelah sampai dalam ruangannya, Rendra menjelaskan bahwa ada tugas baru yang harus di laksanakan tepatnya tiga hari dari sekarang lamanya tugas Satu bulan mengawal tamu negara yang ada kepentingan kerja sama, tempat yang akan mereka kunjungi beberapa daerah yang mempunyai potensi di bidang pariwisata .


"Siapkan diri kalian tiga hari dari sekarang,ada tugas mengawal tamu negara, untuk ijin ke keluarga saya ijinkan, tapi besok sudah ada di markas tanpa terlambat " Rendra


memerintahkan dengan suara tegas.


"siap..laksanakan " jawab keempatnya tegas.


Rendra seorang diri dalam ruangannya,sepertinya memikirkan sesuatu, tidak beberapa lama dia mengambil kunci mobilnya Rendra melangkah ke tempat di mana mobilnya berada.


Tanpa beberapa lama Rendra sampai di dalam rumah sakit tepatnya dalam ruangan dinas Candy, si empunya ruangan sendiri saat ini dengan tugasnya berada di ruangan operasi.


Setelah lebih dari dua jam lamanya, Candy kembali ke ruangannya dan betapa terkejutnya Candy mendapati Rendra tertidur pulas di kursi kebanggaannya (Candy).


Candy bingung mau membangunkan atau membiarkannya, akhirnya Candy membiarkannya.Candy hanya memperhatikan wajah tampan mirip model yang mulus milik Rendra tampa berkedip hanya kagum yang Candy rasakan dan tidak percaya kalau pemiliknya seorang yang berkecimpung di dunia militer bukan model, tanpa disadari oleh Candy pemilik wajah yang di diperhatikannya membuka mata tapi perlahan seakan tahu saat ini wajahnya di perhatikan Candy.


"Nikmat Allah yang nama yang kau dustakan " Rendra berucap lembut, pas di depan wajah Candy .


Dengan terkejut Candy berdiri hampir terjatuh namun tangan cekatan Rendra dengan cepat menarik tangan Candy sehingga posisi Candy merapat saling berhadapan.


Dengan muka merah merona Candy menunduk " maaf....." ucapnya malu.

__ADS_1


Rendra hanya tersenyum dan memberikan jarak untuk Candy yang masih malu.


"Honey...masih ada jam...dinas" Rendra bertanya dengan lembut tanpa membuat Candy canggung.


"Ga...sudah setengah jam yang lalu sudah jam kepulangan Can" jawab Candy masih malu.


" Mau ada yang Mas omongin sama Honey " Rendra dengan suara formalnya tapi lembut.


"Can...juga" Candy dengan merapikan barang - barangnya sebab akan pulang.


"Dimana...." ucap Rendra menatap Candy, yang ditatap makin malu jadi salah tingkah deh...


"Yu...pulang Mas"Candy melangkah keluar ruangannya diikuti Rendra dari belakang.


Rendra merasa sangat bersalah kepada Candy yang belum bisa menepati janjinya untuk melakukan lamaran bersama keluarga besarnya.


Saat ini mereka sudah berada di taman yang sangat asri yang di sediakan pemerintah daerahnya dengan fasilitas mainan anak dan olahraga , banyak orang yang menikmati taman sore ini.


Hanya anggukan kepala Rendra yang dia berikan dengan mata menatap lembut lawan bicaranya.


"Mas...bulan depan Can...sudah mulai aktif di kampus lagi jadi Residen (pendidikan sebagai dokter spesialis)" ucap Candy dengan rasa takut Rendra kecewa.


"Alhamdulillah...selamat Honey " ucap Rendra dengan senyum ikut bahagia.


Candy hanya diam dalam batinnya "Aku kirain bakalan marah,ini malah seneng gimana sih...aneh aku mah..sama ini orang" .


"Ko...bengong..ada yang salah" Rendra dengan suaranya mengagetkan Candy.


"Ga...apa - apa kok...Mas" Suara Candy terdengar gugup.


"Kalau Mas mau ngomong apa ya...Mas" pertanyaan Candy untuk menghilangkan kegugupannya.

__ADS_1


Rendra diam sejenak mengatur napasnya dan membuat sesantai mungkin agar Candy tidak salah paham tentang perkatanya yang akan disampaikannya nanti.


"Honey...maafkan Mas belum bisa ajak keluarga besar Mas datang menepati janji kepada Ayah dikarenakan kesibukan Mas" Rendra dengan suara yang tegas namun lembut dan menunjukkan rasa bersalahnya.


"Oh...itu ga masalah,soal Ayah...Can...yang akan jelaskan " ucap Candy santai tapi membuat Rendra makin cinta plus kagum akan pengertiannya.


"Honey...Maafin Mas ya...." Rendra makin merasa bersalah.


Candy mengaggukan kepalanya dengan senyumnya tapi malu dan menundukkan kepalanya.


"Aduh...ini Ayahnya buatnya pakai apa sih.... udah imut,manis,pesona matanya plus rasa malunya itu bikin jadi ngegemesin pengen di figurain " batin Rendra .


"Honey...dua hari lagi Mas akan ada perjalanan dinas, lamanya mungkin satu bulan, mungkin akan bertambah lama lagi Mas datang memenuhi janji Mas, bagaimana Honey....?" ujar Rendra masih dengan rasa bersalahnya .


"Mas...udah berusaha mengerti Can...sekarang gantian Can...mengertiin Mas adilkan, ga masalahkan? " Candy mengatakan dengan sungguh-sungguh agar Rendra yakin.


Rendra makin yakin ingin menjadikannya istri yang bukan hanya cantik, pinter, mandiri, pengertian dan plus support ke pasangan, entah apalagi yang akan di perlihatkan Candy kepada Rendra.


"Mas...tenang aja dengan tugas Mas,Can...juga akan sibuk dengan tugas Rumah Sakit dan Program Pendidikan Dokter Spesialis ( PPDS ) lamanya delapan semester atau lamanya empat tahun tapi Can...usahakan secepatnya selesai" ucap Candy berusaha membuat Rendra fokus pada tanggungjawabnya.


"Honey...terimakasih sudah mau mengerti kerjaan Mas" sebenarnya Rendra ingin memeluk Candy karena senang sudah dimengerti.


"Honey...Mas tapi boleh meminta ga..?" Rendra dengan suara memohon.


"Kalau belum wisuda Mas meminta mendampingi Mas mau...?" Rendra menunggu jawaban Candy dan takut jawaban yang di kasih bakal penolakan.


"Kapanpun Mas minta Can...siap " jawab Candy santai dengan senyum malunya.


"Apalagi ini...tuhan...jangan biarkan aku bangun kalau ini mimpi" Rendra menepuk jidatnya.


Kebersamaan mereka selalu di isi dengan mendiskusikan hal-hal yang santai bahkan terkesan yang lucu sebab kerjaan mereka sudah banyak menyita waktu untuk fokus dan serius.

__ADS_1


meraka ingin seperti ini dalam hubungan pernikahan, tampa mencampur adukan hingga tidak ada persoalan yang tidak dapat meraka selesaikan bersama dengan pikiran tenang dan di diskusikan dengan baik tanpa emosi yang akan melukai satu dan lainnya, kita berbeda tapi untuk jadi jiwa yang satu dan satu tujuan juga satu keinginan bersama selamanya, aaamiiiin.


__ADS_2