
Di Rumah Sakit
Ada hati yang akan kosong kembali setelah beberapa saat yang lalu ada bunga-bunga kecil yang menghiasi relung hati dengan adanya kehadiran Candy yang mengisi hari-harinya beberapa hari ini.
Itu yang kini di rasakan Rendra, nanti sore sudah di ijinkan pulang dari Rumah Sakit dan besok sudah harus mulai masuk dinas di kesatuannya seperti biasanya.
Dengan berat hati harus meninggalkan sesuatu yang telah lama di carinya, sesuatu yang sudah dalam genggaman harus di lepaskan lagi dengan harapan sang pemilik hati tidak tersakiti dengan prinsip dan keyakinannya yang melarang kedekatannya sebelum berstatus Halal sesuai harapan dan keinginannya.
Rendra sudah meminta beberapa ajudannya untuk mencari informasi yang akurat dan sedetil mungkin siapa Candy "Pemilik Mata Indah Itu".
Semua data sudah didapatkannya dan diketahui oleh Rendra berkat ajudannya, dan semakin yakin ingin menjadikannya Halal secepatnya dengan dirinya.
Candy masih dalam tugas jaganya dan mengetahui sore nanti Rendra sudah diperbolehkan pulang, hanya sesekali cek up bila ada keluhan yang dirasakannya di karena kan luka bekas operasinya.
Candy berjalan di lorong Rumah Sakit, sekembalinya dari ruangan dokter Radiologi, sedangkan Rendra berniat bertemu dengan Candy untuk menyampaikan apa yang di minta Candy tentang siapa seorang Candy.
"Bisa minta waktumu " Rendra langsung tampa basa basi ke Candy yang kebetulan bertemu di lorong rumah sakit.
"Bisa tapi ga sekarang selesai saya off gimana ?" Candy menjelaskan dengan bahasa yang sangat formal tidak basa basi juga.
"Baiklah, aku tunggu, soal tempat dimana? " Rendra ingin memberikan Candy nyaman saat bersamanya.
"Ga...disini tapi jangan juga di tempat yang sepi juga "Candy masih jaga jarak setelah tahu Rendra ada rasa dengannya.
"Emang kenapa kalau sepi,takut ya.."Rendra ingin menggoda Candy.
Candy terjebak dengan omongannya, dengan malu dan muka merah,Candy hanya terdiam tidak berani melihat Rendra.
"Aku tunggu di parkiran " Rendra tersenyum melihat Candy malu.
Rendra sudah mengurus administrasi ke pulangnya, dan melarang teman satu timnya untuk menjemputnya, Rendra memilih membawa mobilnya sendiri yang sudah di antar oleh ajudannya beberapa jam yang lalu.
Rendra sudah menunggu dengan tidak sabar dalam mobil di parkiran, Candy sendiri baru saja menyerahkan laporan tugas jaganya dan merapikan diri sebelum menemui Rendra yang telah menunggu nya.
__ADS_1
"Maaf...nungguin lama..ya"ucap Candy merasa bersalah.
"Ga ini mah baru sebentar ,nunggu honey mengingat ku saja aku sanggup "Rendra ga bermaksud menggombal tapi fakta.
Candy yang masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah kiri Rendra malu di buatnya.
Pilihan tempat mereka untuk bertemu di rumah makan yang seperti sawung, jadi terbuka dan antara sawung yang satu dengan yang lain bisa terlihat, walaupun kami berduaan tapi bisa di liat yang lain.
"Honey,mau makan apa? "Rendra dengan senyum manisnya.
"Samain aja deh..."Candy masih dengan malunya yang dirasakannya.
Setelah memesan makanan Rendra, langsung mengutarakan maksudnya dan mengapa mengajak Candy ke tempat ini.
"Apakah tidak masalah Mas panggil kamu Honey " hadap Rendra meminta persetujuan.
"Ga,sih...cuma belum terbiasa aja"Candy menunduk karena malu.
"Boleh Mas langsung menyampaikan yang Honey mau beberapa hari yang lalu"Rendra dengan suara tegas tapi lembut terdengar di telinga Candy.
"Terserah...aku ikut aja" Candy pasrah dengan apa maunya Rendra.
"Ok..Perkenalan kan,Nama saya Rendra Himawan Wijaya, lulusan AKMIL, Universitas...,dan Universitas..., jabatan Kapten (Batalyon....), Anak dari Maher Zein Wijaya dan Rahayu Widiastuti dan adik dari Ayudias Putri Wijaya dan ipar dari Rudi Bagaskara dan Om dari Indra Pramudya Bagaskara, Jabatan Kapten, Status akan jadi suami seseorang, alamat rumah dinas batalyon....
"Mohon berkenalan dengan Nama Candy Nur Aini, putri dari Ahmad Hidayat dan Nia Nur Fitria, adik dari Iqbal kusuma dan ipar dari Salma Istiqomah dan tante dari Habibi Al Rahman, dan adik dari Dimas Kurniawan dan ipar dari Rahma Salsabilah, lulusan kedokteran Universitas..., Jabatan Dokter, status calon istri seseorang, alamat jl....kota (rumah orang tua ). demikian informasi yang saya dapat seakurat mungkin.
Candy terkejut tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, yang jelas ini orang sampai sebegitu seriusnya informasi tentang dirinya dan keluarga besarnya hingga sedetail mungkin dia dapat.
"Gimana Honey..masih ada yang belum jelas" Rendra masih memandang Candy menunggu jawaban dari mulut Candy.
"Mas...boleh ga kalau saya egois " ucap Candy dengan menundukkan kepalanya tanda malu.
"Maksudnya apa ga ngerti "Rendra bingung dengan apa yang Candy ucapkan.
__ADS_1
"Ok...dengerin penjelasan saya, saya tidak terbiasa dengar semua ini, saya harus menyelesaikan tugas PTT ini, biarkanlah semua mengalir seperti biasanya saja ya..sebelum saya tahu siapa Mas....maaf..ya..."Candy memohon pengertian Rendra.
"Mas tahu...maksudnya dan mau mu" Rendra berusaha menenangkan Candy .
"Honey mau aktivitas seperti biasa tanpa ada komunikasi dari Mas, kalau pun ketemu ya...ketemu aja,gitu.."Rendra menjelaskan maunya Candy.
Candy langsung mengangguk kepada nya tanda setuju dengan apa yang Rendra sampaikan.
Rendra yang tepuk jidat, apa ga tahu ya rasanya kangen, rindu yang selama ini Rendra rasakan.
"Ok...Mas ngerti tapi boleh dong kalau mau ketemu Honey" Rendra mengatakan apa yang dirasakan dalam hatinya.
"Terus...kapan Mas datang untuk melamar Honey "Rendra sudah kepalang di bikin galau langsung tembak aja.
"Mas...mohon aku selesaikan dulu tugas PTT yang tinggal beberapa bulan lagi" Candy makin tersudut.
"Jaminannya apa buat Mas" Rendra yang bener-bener minta kepastian.
"Akan aku jaga hati ku untuk Mas, dan ku titipkan kepada pemilik hidup ku agar di jaga hingga waktu itu tiba"
ucap Candy dengan kesungguhan, dan ini bikin Rendra menunduk menahan haru dengan mendengar ketulusan Candy gadis "pemilik mata indah itu" ini sudah membuat Rendra yakin bahwa Candy menerima lamarannya hanya untuk saat ini biarkan bunga-bunga itu tumbuh dan berkembang sewajarnya tanpa di paksakan.
Rendra semakin kagum sama Candy dari informasi yang didapat, Candy tidak menjalin hubungan dengan siapapun selama menempuh pendidikan hingga saat ini.
Seandainya Waktu dapat di beli mungkin Rendra orang akan membelinya, untuk bisa menikmati kebersamaan ini.
Sebaliknya waktu terasa cepat bergulirnya, membuat sang penikmat menolaknya untuk beranjak dari sisinya.
Rendra dan Candy bersepakat menjalani semua ini seperti seperti sediakala, namun ada yang berbeda Candy sudah mengingat Rendra dan membiarkan Rendra untuk mempunyai rasa yang Candy tahu.
Rendra mengantar Candy pulang sampai rumah dinasnya, dengan berat hati Rendra meninggalkan Candy, Candy tahu itu.
"Honey tolong...sebut namaku tiap sujud mu " Rendra berucap dengan nada berat.
__ADS_1
Candy hanya mengangguk dengan mata mengikuti langkah kaki Rendra, hingga masuk ke dalam mobil.
"Ya...Rabb ...tolong jaga calon belahan jiwaku, selalu dalam jalan yang baik dan selalu dalam lindung Mu" do'a Candy sepeninggal Rendra.