
..."Setiap napas baru yang Allah izinkan untuk kita ambil bukan hanya berkah tapi juga pertanggung jawaban pada-Nya itu yang harus kita ingat" Rendra....
Flesback Gladis.
Semakin disakiti semakin Gladis mencari tahu siapa saja orang terdekat Rafiq, hingga Rafiq lulus dari sma dan melanjutkan kuliah sampai lulus dari jenjang karir di Akmilnya yang dia tahu lewat orang suruhannya dia tidak menjalin hubungan dengan siapapun.
Rasa sakit itu tumbuh kembali pada saat Rafiq mulai ingin mengenal sosok Ainun yang lembut, tegas serta ramah, tapi sayang Rafiq bertepuk sebelah tangan dari Rafiq yang suka berkunjung ke asrama putri dan tanpa disengaja juga bertemu Ainun.
Andika yang mendengar jadi tahu banyak ternyata Rafiq begitu serius menaruh rasa pada Ainun, yang dia tahu hanya candaan biasa saat pernikahan Indra ternyata dia serius, dan ternyata Rafiq suka berkunjung ke asrama putri yang menandakan Rafiq lebih dulu sebelum dirinya mengenal Ainun, dan Andika kembali mendengarkan Gladis menceritakan kisahnya.
Sebenarnya Ainun tidak memiliki rasa pada Rafiq, Gladis tahu itu sebab Ainun tidak pernah menemui Rafiq seorang diri ada sahabatnya yang selalu menemaninya begitu pun di tempat lain, ada saja orang-orang terdekat Ainun yang menemaninya hingga tidak ada kesempatan buat Rafiq jangankan untuk mengutarakan isi hatinya sekedar untuk berbincang berdua saja tidak bisa sebab Ainun tidak pernah sendiri.
Ainun sebenarnya orang baik menurut Gladis tapi Rafiq sangat mencintainya ini yang menjadi dasar bagi Gladis yang tidak menginginkan siapapun dekat Rafiq, jangankan untuk menjadi pasangannya berteman dekat saja sudah jadi larangan buat Gladis.
Begitu juga dengan putri Farel yang menurut Gladis dia terlalu agresif terhadap Rafiq hingga menggangu Rafiq menurutnya.
Soal istri Rafiq Gladis menjelaskan dia tidak terlibat sebab dia ada perjalanan keluar negeri bersama kakaknya begitu pun orang suruhannya tidak melakukan apapun tanpa perintah darinya.
Hingga detik ini Rafiq sendiri tidak tahu jika seseorang menyukainya sampai sedemikian rupa hingga menghalalkan segala cara untuk dekat dengan orang yang dicintainya tanpa tahu seseorang itu miliki rasa yang sama atau tidak pada dirinya.
Rasa sakit yang mendalam pada diri Gladis sempat membuatnya ingin mengakhiri hidupnya sendiri itupun tanpa orang terdekatnya tahu, Gladis bercerita dengan air mata yang tidak berhenti berderai.
Sosok Gladis bukan anak yang nakal sebenarnya dia hanya butuh orang terdekatnya mengerti dunianya yang saat itu masih terlalu muda untuk mengerti cinta yang sebenarnya itu seperti apa, sosok yang tenang dan pendiam itu sosok Gladis remaja.
Begitu juga dengan Rafiq remaja yang terlihat masih terlihat apa adanya belum seperti sekarang yang telah memiliki karir.
Rafiq adalah sunny yang merupakan sosok yang sempurna di mata Gladis yang menurutnya tidak memiliki kekurangan, dia yang supel, aktif di sekolah dan berkawan banyak.
Hingga Gladis pernah bertanya pada dirinya sendiri "apakah sunnynya merindu seperti dirinya merindukan sunny..".
Kembali Gladis menjelaskan soal Ainun, dia sosok yang selalu di keliling orang baik dan sebenarnya susah untuk menyentuh Ainun sebab dia tidak pernah sendiri dan tidak pernah kemana-mana selalu dalam lingkungan yang baik bersamanya, dan kesempatan dimana sebelum kejadian pun Ainun masih dikelilingi orang yang baik bersamanya.
Dalam batin Rendra hanya bisa berkata putriku tidak akan keluar dari lingkungan bila tidak ada kepentingan yang mengharuskan dia keluar dia akan nyaman bersama orang terdekatnya.
Begitupun Andika makin cinta pada Ainun yang sekarang dikenal Nasyauqi ternyata dia gadis rumahan yang cenderung lebih nyaman bersama orang terdekatnya.
"Om..saya akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan saya.." ucap Gladis dengan memegang tangan Rendra.
__ADS_1
"Saya..pribadi tidak ada sedikitpun ingin meminta nak..Gladis untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nak Gladis, saya sudah lebih dulu memaafkan, tapi untuk yang lain om tidak tahu.." Rendra menjelaskan dengan sesuai apa yang sudah dia lakukan pada Gladis sebagai bukti dia mau memberikan darahnya dengan sukarela.
"Tapi..om sudah kehilangan anak..om.." Gladis menyampaikan fakta yang sebenarnya.
"Kalau om boleh..kasih masukkan buat Gladis, berhentilah terobsesi dengan sosok Rafiq..sebab siapapun yang akan jadi jodohmu kelak adalah cermin dari dirimu..mulai sekarang perbaiki saja dulu diri nak Gladis akan tiba..waktunya yang lebih baik dari Rafiq yang tuhan kirim yang tulus mencintai nak Gladis.." Rendra dengan tersenyum berkata.
"Om..kenapa om..tidak marah pada saya.." Gladis meminta Rendra menjelaskan.
"Sebab prinsip saya..kuatkan dirimu untuk melepaskan dan cukup bijaksana untuk menunggu apa yang pantas kamu dapatkan.." Rendra memberikan perumpamaan.
"Penjelasannya saya harus kuat untuk melepaskan apa pun milik saya kalau memang itu harus saya lepaskan, tapi saya juga harus bijaksana dalam menunggu jawaban dari tuhan apa yang pantas yang saya dapatkan dari semua do'a..saya dan ini..jawabannya nak Gladis cukup mengerikan penjelasan dari..om.." Rendra kembali tersenyum.
"Om..bangganya Ainun memiliki orang tua seperti om.." Gladis dengan tertunduk menangis.
Lelaki paru baya yang di panggil papi oleh Gladis merasa bersalah setelah mendengarkan semua pernyataan dari putrinya yang telah membuat celaka orang lain terutama putri Rendra yang telah menolong putrinya.
"Mas..saya akan bertanggungjawab untuk semua ini.." dengan gemetar lelaki paru baya itu meminta pada Rendra.
"Saya..tidak berkewenang untuk itu..pak..soal putri saya..saya sudah ikhlas.." dengan mengusap punggung lelaki paru baya itu yang terlihat terpukul begitu juga dengan istrinya.
"Saya..harap nak Gladis bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini..itu saja..buat saya..soal yang lain..saya tidak ingin melibatkan diri terlalu jauh sebab saya sudah tenang dengan hidup seperti ini.." terdengar bijak ucapan Rendra untuk lelaki paru baya itu yang terpukul.
"Saya mohon udur diri..sebab istri saya pasti menunggu.." pinta Rendra dengan sopan.
"Sama-sama..pak..kita akan jadi bijak bila kita pernah melewati ujian itu..sabar ya..pak.." ujar Rendra sebelum meninggalkannya.
Rendra dan ajudan saling berpamitan pada Andika yang masih terlihat bingung menyikapi semua sikap Rendra yang tanpa segurat dendam dalam dirinya, tapi tidak dengan ajudan yang lebih dulu mengenal Rendra yang tidak pernah menaruh dendam pada siapa pun.
Andika yang mengendarai mobil hadiah dari Rendra masih mengagumi sosok Rendra yang makin terlihat jiwa kebaikannya dan bersyukur hidup dengan putrinya yang lebih menunjukkan apa adanya bukan ada apanya.
Hidup laksana putri sultan tapi hati dan kepribadian laksana bidadari berutungnya dirinya, sudah cantik budi pekerti dan kepribadian yang sangat baik, mungkin hanya dirinya yang menerima kebaikan ini pikir Andika yang sudah sampai di depan toko Nasyauqi cake.
Terlihat bidadari surganya sudah tersenyum dengan ke datangan Andika, Nasyauqi dengan tangan yang di rentangkan dia berpikir dirinya akan di peluk Andika ternyata tidak, Andika malah berjalan ke belakang dirinya tapi dia memeluk dan menggendongnya untuk di bawa masuk kedalam yang membuat Nasyauqi malu sebab pegawainya semua menggodanya.
"So sweet..mau dong.." ucap salah satu pegawainya dengan menggoda.
Nasyauqi hanya malu bersembunyi di dada Andika yang masih menggendongnya, hingga kedalam ruangan kerjanya miliknya.
"Mas..aku..kan jadi malu.." rengeknya manja pada Andika.
"Tapi mau..kan.." Andika menciumnya dengan lembut kepala Nasyauqi.
__ADS_1
"Ko..lama sih..janjinya..kan.." ujar Nasyauqi manja meminta penjelasan dari Andika.
"Tadi ketemu papa..ruhi jadi ngobrol dulu.." Andika menjelaskan pada Nasyauqi.
"Bohong.." Nasyauqi pura-pura ngambek.
"Cie..cie tambah manis deh kalau lagi ngambek.." goda Andika dengan menyentuh hidung mancung Nasyauqi.
"Mas.." rengek Nasyauqi lagi membuat Andika gemas dibuatnya.
"Iya..ruhi mas disini..mau apa.." pinta Andika dengan menangkup wajah cantiknya.
"Mas.." ucapnya lagi yang membuat Andika makin gemas.
"Iya..aku disini..ruhi.." jawab Andika lagi yang makin memandang bola mata indah milik Nasyauqi.
Terlihat gambar dirinya di bola mata Nasyauqi dirinya yang tidak sempurna tapi memiliki wanita sempurna dengan kerendahan hati dan kelembutan, entah dengan cara apa dia membalas kebaikan dan ketulusan wanita di depannya saat ini.
Andika meneteskan air mata bahagia dia bisa memiliki wanita sesempurna ini yang tepat duduk di depannya yang sekarang dipandangnya dengan penuh cinta.
"Mas..." sedikit berteriak Nasyauqi memeluk Andika yang meneteskan air mata bahagia.
"Mas..maafkan..Nasya..bila menyusahkan mas.." dalam pelukan Nasyauqi meminta.
"Mas..yang harus minta maaf..karena belum memberikan yang terbaik buat ruhi..maafkan..mas ruhi.." pinta Andika masih dalam harunya.
"Mas..segalanya bagiku..mas mau menerima kekuranganku.." dengan menangis Nasyauqi berucap.
"Ruhi..sudah lebih dari sempurna buat mas..mas yang banyak kekurangannya dan belum membahagiakan ruhi..maafkan mas.." keduanya menangis bersama.
"Mas..sudah memberikan kebahagia dengan yang mas punya..ko.." Nasyauqi makin memeluk Andika.
"Benarkah..apa buktinya.." tanya Andika yang sudah lebih tenang.
"Mas..selalu membuat aku tersenyum disetiap harinya itu sudah lebih dari cukup buatku.." Nasyauqi memberikan penjelasannya.
"Memang dengan dengan tersenyum sudah lebih dari cukup..ruhi.." tanya Andika masih ingin Nasyauqi makin terbuka padanya.
"Harta bukan ukuran kita bahagia..mas..kita bisa cari bersama tapi senyum tulus bahagia itu susah..mas.." seru Nasyauqi dengan bersandar di dada Andika.
Andika makin bersyukur istri tercintanya makin menyayanginya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
__ADS_1
Begitu pun dengan Nasyauqi, sosok Andika adalah lelaki yang berani melakukan apa saja untuk membuat dirinya bahagia tanpa menghilangkan kodratnya sebagai suami yang mau membantu dirinya dalam kesulitan apapun dan membuat dirinya nyaman ada di dekatnya.