Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
123


__ADS_3

"Akankah kita akan selamanya bersama...ya asalkan selalu berjalan dalam ajaran tuhanku yang selalu mengajarkan kebaikan agar selalu bersama di kehidupan abadi nanti" Rendra.


Pagi menjelang siang ini Nisrina sudah berada di rumah dinas Rendra untuk meminta ijin mengajak Ainun menemaninya bertemu Indra hanya sebatas pertemanan dan terimakasih telah menolongnya.


Nisrina sudah meminta Ainun untuk menemaninya dan kebetulan juga Ainun tidak ada acara keluar di hari libur ini.


Nisrina saat ini sedang meminta ijin ke Candy dan Rendra yang sedang bersantai diruang keluarga seperti biasanya saat ada di rumah.


"Mba..nanti diantar sama ajudan om..ya.." Rendra sebenarnya khawatir sebab dua gadis kesayangannya akan keluar rumah.


"Siap..om..hanya ke taman kota saja ko..om" ucap Nisrina menjelaskan kemana tujuannya akan bertemu seseorang.


"Ih..papa..tenang apa.." ujar Ainun yang tahu papanya mengkhawatirkan keduanya.


"Sayang mau ditunggu apa..nanti dijemput" tanya Candy Nisrina yang lebih bertanggungjawab dalam hal ini.


"Nanti..Nis..kabarin lagi ya te..takutnya kita ada rencana lain..iya ga dek.." ucap Nisrina ke Ainun yang suka saat bersama walaupun ada perbedaan usia tapi Nisrina sangat menyayanginya lebih dari adik buatnya.


"Siap komandan.." balas Ainun yang tersenyum senang diajak keluar oleh Nisrina.


Tanpa perlu lama ajudan Rendra sudah siap mengantar dua gadis cantik kesayangan kaptennya sebagai atasannya.


Setibanya di taman betapa terkejut Ainun teman yang akan ditemui Nisrina adalah mas Indra yang tidak lain adalah mas sepupunya dari papanya.


Indra yang juga tidak tahu kalau sepupu yang akan di ajak Nisrina adalah Ainun yang sangat disayanginya.


Muncul ide jail Ainun untuk menjailin Nisrina yang tidak tahu kalau Indra adalah saudara sepupunya dari papanya, Ainun memberikan kode ke Indra dan yang diberi kode mengerti.


"Dek...kenalkan..ini teman mba.." ucap Nisrina yang Ainun yang hanya jadi anak manis saat ini.


"Ainun.."ucap Ainun dengan singkat.


"Indra..cantik ya..adiknya sama seperti mbanya.." ujar mas Indra dengan tersenyum.


"Apa..an..sih..mas" ujar Nisrina yang tidak mau Ainun digoda orang yang baru dikenalnya.


"Benarkan..kalian..berdua cantik..apa..saya..salah" goda mas Indra yang membuat Nisrina tidak suka.


"Maaf..mas..sebaiknya cukup di sini saja saya kenal mas..saya tidak suka cara mas..mempermainkan wanita..saya ga menyangkah..ternyata..mas.." sebelum Nisrina makin emosi karena perlakuan dari Indra yang sebenarnya masih wajar tapi tidak dengan Nisrina yang dibesarkan oleh keluarga yang hampir menghormati wanita lebih tepatnya bucin tingkat dewa.


Ainun yang tidak mau mas Indra jadi sasaran kemarahan mba Nisrina akhirnya menyudahi kejailannya dengan polosnya Ainun menjelaskan.


"Mba..maaf..mas Indra itu anak bude Ayu sama pade Rudi..jadi dia masku loh.."Aini dengan tawanya menjelaskan.


"Ade...kamu..jail..sih.." ucap Nisrina dengan muka malu bukan kepalang sudah marah-marah ke Indra.

__ADS_1


"Udah..dek..kasihan mbanya jadi malu tuh.." Indra berharap Ainun menyudahi tawanya.


"Maafin..Ai..deh.." ujar Ainun yang menutup mulutnya agar menghentikan tawanya.


Tapi Nisrina mengejar Ainun yang menghindar hingga Indra membantunya tapi apa yang didapat saat Ainun akan di tangkap bisa mengelak ujung-ujungnya tangan Indra dan Nisrina saling menyatu sebab Nisrina saat akan menangkap Ainun membuka kedua tangannya dengan malu Nisrina menundukkan matanya.


"Maaf..mas.." ucap Nisrina yang malu melihat Indra yang tersenyum.


"Cie..cie..mas.." Ainun mengoda Indra yang memang suka sama Nisrina.


"Kita..mau duduk dimana..nih.." tanya Indra yang menggandeng tangan Ainun, agar Nisrina nyaman saat ini dan menyudahi kejailan Ainun.


"Di..situ aja ya..mba.."pinta Ainun yang lebih dulu menuju tempat yang dimaunya.


Indra dan Nisrina hanya menuruti maunya Ainun yang terlihat senang melihat taman kota siang ini ramai dengan adanya pertunjukan live musik anak muda.


"Mau..minum dan makanan apa nih.."tanya Indra pada dua gadis manis yang bersamanya.


"Apa..saja..mas yang penting bikin seger dan ga bikin kenyang iya..kan..mba.."Ainun yang paling berkuasa saat ini sebab dia yang paling muda jadi dia yang harus dituruti apa maunya.


"Gimana..mba..ada permintaan lainnya.." tanya Indra ke Nisrina mengikuti gaya Ainun memanggil Nisrina membuat Nisrina memanyunkan bibirnya sebagai tanda protes.


"Oh..ga mau di panggil..mba ya..maaf..apa dong.." goda Indra yang sangat ingin melihat Nisrina tersenyum.


"Apaan..sih..mas..Nis..aja sudah cukup.." ujar Nisrina dengan malu mengucapkan namanya.


"Ga..gitu juga mas..cukup Nis.." ucap Nisrina dengan muka sudah memerah kalau saja dirinya bisa melihatnya.


"Ok..Nis..bener nih ga mau nambah yang lain.." pinta Indra dengan serius berucap saat ini.


"Kapan mau..jalannya kalau terus nanya.."Nisrina yang sekarang terlihat serius berucap membuat Indra sedikit kaget.


Tanpa menunggu Nisrina mengeluarkan jurus yang lain mendingan Indra lekas pergi ke tempat penjual makanan dan minuman ke kinian untuk memesan.


"Dek..kenapa ga kasih tahu..mba sih.." Nisrina berbicara ke Ainun yang asyik menikmati musik live.


"Aku..ga tahu kalau teman yang mau mba temui..mas Indra..mba.." Ainun menjelaskan yang sebenarnya ke Nisrina.


"Kemana..saja sih..dia hingga mba baru bertemu sekarang.." Nisrina meminta Ainun menjelaskan tentang Indra.


"Yang Ai..tahu mas..sekolah di pesantren modern dari SMP hingga SMA lanjut kuliah di universitas dan sekarang lagi lanjut ambil master mba.."Ainun menjelaskan ke Nisrina yang hanya jadi pendengar.


"Oh..gitu..ya pantas kalau ada acara di keluarga om..mba..ga pernah ketemu.." Nisrina seperti mengerti sekarang.


"Gimana..mba..tipe..mba..bukan"tanya Ainun yang masih bocil tapi ingin jadi mak jombang.

__ADS_1


"Apa..an sih..dek..mba..masih harus kuliah dulu ga mikir kesitu dulu..masih jauh kali dek.." ujar Nisrina yang bener belum ada rasa apapun ke Indra.


Sesaat Nisrina diam hanya mendengar musik live yang lagunya mendukung suasana yang lagi santai.


"Silakan tuan putri..dinikmati.." ucap Indra ke Ainun dan Nisrina yang mendengar hanya terbengong.


"Terimakasih..masku..sayang.." ucap Ainun yang menerima minuman dan makanan dari mas Indra.


"Terimakasih...mas.." ucap Nisrina dengan tersenyum ke Indra yang ikut duduk diantara keduanya.


"Sama-sama.." dengan tersenyum manis Indra tunjukan.


Tidak banyak yang mereka bincangkan hanya banyak melihat keceriaan Ainun berlari kesana-kemari memainkan kamera di benda pipinya berpose.


"Dek..pulang yuk.." ajak Nisrina yang menurutnya sudah lama main diluar rumah.


"Baru..juga sebentar..Nis.." ujar Indra yang masih ingin berlama-lama berada di dekat Nisrina walaupun tidak banyak yang di bincangkan duduk didekatnya saja sudah lebih dari cukup menurutnya.


"Ga..gitu mas..saya sudah janji sama om juga tante hanya sebentar.."Nisrina menjelaskan ke Indra.


"Oh..gitu ya..sudah tapi saya antar ya..pulangnya..biar saya lebih tenang" ucap Indra yang tidak berani berlama-lama memandang Nisrina.


"Ga..usah..mas..ajudan om yang akan menjemput.."ujar Nisrina agar tidak merepotkan Indra.


"Kenapa harus ajudan om yang mengantarkan pulang...bukannya ada saya di sini orang kalian kenal juga.."ucap Indra yang merasa tidak mampu menjaga kedua bidadari yang saat ini ada di dekatnya.


"Tapi..saya sudah janji..sama om..terus.." belum selesai Nisrina menjelaskan Indra sudah lebih dulu mengeluarkan penjelasannya yang cukup masuk akal menurut Nisrina.


"Soal..om biar mas yang jelaskan..yang penting kalian aman sampai rumah"Indra terlihat cukup menyakinkan Niarina.


Saat akan masuk kedalam mobil sports milik Indra kedua gadis manis memilih duduk di belakang hingga Indra dibikin gemas.


"Jadi..mas..jadi sopir..nih ceritanya.." ujar Indra yang sebenarnya menyindir.


"Maaf..mas..saya belum terbiasa..untuk hal ini.."ucap Nisrina sedangkan Ainun hanya tersenyum jail memandang keduanya.


"Ok..untuk hari tapi tidak untuk lain kali.." ujar Indra tersenyum tipis.


Akhirnya Nisrina terlebih dahulu diantar pulang oleh Indra tapi ada hal bikin Indra jadi makin yakin Nisrina adalah calon pendamping yang harus diperjuangkan.


"Mas..maaf...saya tidak bisa mempersilahkan mas mampir..sebab ayah saya galak dan tidak mengijinkan laki-laki ke rumah..sebab belum waktunya dan hanya laki-laki pemberani yang akan masuk ke rumah ayah saya.."ucap Nisrina yang sebenarnya hanya alasan tapi bagi Indra, Nisrina gadis yang baik tidak semua orang boleh dipersilahkan masuk ke rumahnya.


"Dek..terimakasih sudah temani..mba, dan tolong sampaikan ke om dan tante maaf ga mampir dulu..dah..." Nisrina mencium pipi Ainun sebelum turun dari mobil sports mewah milik Indra.


"Sekali lagi terimakasih...mas.." ucap Nisrina yang sudah berada di gerbang rumahnya.

__ADS_1


Hanya lambaian tangan dari Ainun dan Indra berikan ke Nisrina yang terlihat anggun berbalut gamis santai menutupi tubuhnya, Nisrina memandangnya hingga menjauh dari posisinya berdiri saat ini.


Hari ini cukup berkesan bagi Indra yang akan meninggalkan tanah airnya untuk menunaikan studynya tapi bagi Nisrina hanya pertemuan yang biasa tanpa ada kesan mendalam dalam pikirannya hanya study prioritasnya saat ini.


__ADS_2