
"Bersyukurlah...jika kelak kau disandingkan dengan pria yang soleh, mapan dan humoris, itu artinya kamu dapat bonus dari Allah" Candy.
Kepindahan Candy dan Rendra membuat mas Dimas galau, sebab Candy bukan hanya adik tapi juga teman berbagi dalam segala hal begitu juga dengan Candy tapi apa daya sekarang yang jadi prioritasnya adalah suaminya.
Ajudan sibuk membantu kepindahan Rendra dan Candy di rumah dinasnya, tidak banyak barang yang di bawa dari rumah ayah hanya keperluan Candy saja.
"Siang...Kapt " sapa Alfa yang baru saja sampai dari rutinitas dinasnya.
"Siang...yang lain mana?" Rendra menerima salam dan hormat dari Alfa.
"Sebentar...lagi sampai..Kapt " ujar Alfa yang matanya mencari seseorang.
"Apa...?" tanya Rendra ke Alfa dengan penasaran melihatnya.
"Mba...mana?" tanya Alfa yang masih mencari Candy yang belum nampak.
"Saya suruh istirahat...kasihan dia kecapean" Rendra memberikan alasan.
"Makanya...Kapt jangan diajak ronda terus" ucap Panji yang baru nongol dengan memberi salam ke Rendra, hanya balasan senyum yang Rendra berikan.
"Memang nggak aman di rumah mertua Kapt" ujar Alfa yang ikut duduk dengan serius menanggapi ucapan Panji.
"Aman...hanya maling ayam itu mah jamak" ucap Rendra asal jawab.
"Serius....bro" Farel yang melepas sepatunya yang baru datang.
"Gitu...deh" Rendra dengan ketawa mengingat ayah Candy yang salah mengartikan ucapan mas Dimas.
"Cari gara-gara tuh..maling apa ga tahu kalau di situ ada Kapten" ucap Ifan menyalami Rendra yang duduk.
"Memang mau maling harus tahu dulu ada siapa aja gitu" ujar Panji santai sambil menikmati cemilan yang disiapkan ajudan Rendra yang masih merapikan rumah dinasnya.
"Tapi malam pertama...sukses,sukses kan.." goda Farel yang sok tahu.
"Apa yang Kapten ga sukses...setiap misi aja lancar apalagi ini cuma menaklukkan si imut " ujar Ifan ikut menggoda Rendra.
"Apaan...sih pokoknya cepat nikah...enak tahu" ucap Rendra yang tidak mau membicarakan hal yang sifatnya pribadi.
"Jangan menabur garam di atas luka Kapt " ujar Panji dengan muka betenya.
"Maaf...info apa nih yang aku ketinggalan...bro" Rendra merasa bersalah dan mencari tahu.
"Biasa bocah perawan...menolak untuk di ajak serius ya...udah mending cari yang pasti-pasti aja deh" ujar Panji menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.
__ADS_1
"Oh...sabar jodoh pasti ada jalannya" Rendra menenangkan Panji dengan menepuk bahunya.
"Kapt...Mba Can,mana?" ucap Ifan yang datang paling akhir menanyakan keberadaan Candy
Rendra masuk ke dalam mencari Candy yang tertidur sangat pulas karena lelah merapikan rumah dinas Rendra, di usapnya lembut wajahnya tidak lupa mencium keningnya dan menyelimuti tubuh mungilnya, Rendra keluar untuk bergabung kembali bersama kawan satu timnya.
"Maaf...honey ketiduran"ujar Rendra menjelaskan dengan mendekat ke kawannya.
"Persiapan nanti malam Kapt..." ucap Farel usil ke Rendra.
"Iya...lah kejar target...selama ada kesempatan kenapa tidak" Rendra menjelaskan tampah malu yang sebenarnya hanya menggoda.
"Serius..Kapt.." Alfa ikutan ngomong yang dari tadi jadi pendengar.
"Serius lah..mana ada urusan kaya gitu main-main" ucap Ifan yang sudah merasakan berumah tangga.
"Ha...ha...makanya cepetan nikah" ucap Ifan lagi dengan tawanya.
"Ngomong gampang..memang kaya mau beli kambing tinggal datang pilih bawa pulang...ini anak orang" balas Panji yang tahu susahnya mencari pendamping.
"Di jodohkan...aja pada mau ga" ujar Rendra yang hanya iseng saja.
"Kalau klop yang ga nolak lah " ucap Alfa yang biasanya diam.
"Serius loe.." ujar Farel yang paling bisa memilih cewek, maklum penakluk wanita.
"Kalau yang itu...mana ada yang nolak coy...." balas Panji ke Alfa dengan tepukan di pundak Alfa.
"Loh...ko..bawa-bawa Honey...sih.." Rendra pura-pura sewot.
"Masih ada ga yang stoknya Kapt..." tanya Farel ikutan bertanya ke Rendra.
"Pasti ada...cuma yang dapat ga tahu...siapa" jawab Rendra dengan candaan.
"Kita serius Kapt...minta di cariin" Panji dengan muka memohon.
"Kenapa harus aku...kalian tahu aku selalu dekat kalian mana ada teman wanita, hmm...coba aku minta tolong honey" Rendra seperti orang berpikir.
"Bener...itu Kapt " jawab Alfa dengan semangatnya berucap.
"Bener-bener aku yang harus merayu honey" Rendra dengan sedikit malas.
"Ya...elah...Kapt balasannya pahala" ujar Panji menyakinkan Rendra dengan tangan memohon.
__ADS_1
"Pahala-pahala kalau udah ada terus kalian ga cocok nanti dicampakan...honey marah nanti aku yang rugi" Rendra berucap penuh ketegasan yang di mengerti oleh rekannya.
Semua diam seakan-akan mikir apa yang di ucapkan Rendra ada benarnya sebab belum tentu selera mereka yang akan dikenalkan.
"Kapt...apa salahnya dicoba...ga bakalan Kapt rugi deh..." ujar Alfa yang jawab dengan apa adanya.
"Bener...ga bikin aku rugi" ucap Rendra santai minta kepastian.
"Dari tadi rugi mulu sih...emang jualan apa sih.." tanya Alfa dengan bahasa polosnya.
"Dari tadi juga loe..ga tahu apa rugi" Panji kesel dengan bertanya balik ke Alfa
"Itu..loh ga di temenin bobo manis" ucap Farel menjelaskan ke Alfa.
"Alah...Kapt...biasanya juga bobo sendirian kenapa harus ada untung ruginya..kaya jualan aja" jawab Alfa masih dengan polosnya.
"Dasar....bocil..." tonjok Ifan ke Alfa tepat di tangannya.
"Wadauh....sakit...bang..bener gue ga tahu makanya nanya dari pada sesat di jalan" Alfa masih dengan muka polos bocah.
Mereka masih becanda ria di teras rumah dinas Rendra, hingga di kejutkan dengan teriakan Candy dari dalam rumah dinas.
"Mas........." teriak Candy yang mengejutkan mereka yang masih belum pulang, Rendra berlari ke dalam di susul yang lain dari belakang.
"Ya...honey...ada apa" Rendra mencari sumber suara dengan perasaan khawatir.
Candy masih berdiri dengan rasa takut, dan tangan Candy memeluk Rendra yang datang.
"Itu...Mas..." tangan Candy menunjukan kecoa di kamar mandi yang terbalik tidak bisa jalan.
Rendra melepaskan tangannya dan melangkah masuk ke kamar mandi untuk memusnahkan kecoa yang di takuti Candy, Rendra keluar dan membisikkan sesuatu yang dilihat oleh kawan-kawannya.
"Sereman mana sama punya Mas..." Candy bingung dengan apa yang di tanyakan Rendra, hanya cubitan kecil dipinggang Rendra dan ucapan manja Candy.
"Mas..." Candy membalas Rendra yang malu di lihat kawan Rendra.
"Maaf...Kapt...nanti aja di lanjutnya pas kita pulang" ujar Farel dengan santai melihat Rendra dan Candy mesra.
"Oh...itu pasti...tanpa kamu perintah" balas Rendra dengan tersenyum ke Candy, Candy sendiri masuk ke kamar mandi karena malu di perhatikan kawan Rendra.
"Kapt...boleh gue..jujur..gue suka kalau mba Candy lagi malu...cewe banget gitu" Alfa ngomong polos ga di bikin-bikin terlihat dari mukanya.
"Untung...kamu yang ngomong kalau Farel udah gue tembak" balas Rendra dengan muka serius penuh penekanan tanpa main-main seakan menerkam musuh.
__ADS_1
Semua terdiam kecuali Alfa yang memang bocah polos dari segi usia pergaulan Rendra tahu dia anak kampung banget hanya punya semangat hingga lulus Akmil dia junior beda hampir lima angkatan cuma kemampuannya hebat hingga karirnya melesat jauh di banding kawan-kawan angkatannya.
Candy memang sangat spesial buat Rendra tanpa terkecuali dia adalah segalanya dalam hidup Rendra, dia tidak mau ada orang menjelekan dirinya, memujinya saja dia melarangnya, yang boleh melakukan itu hanya dia seorang oh....Rendra bucin, pengaruh cinta memang luar biasa.