Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
132


__ADS_3

..."Sehangat mentari pagi senyumanmu yang ku rasakan, seluas samudra kesabaranmu, pintu maafmu seluas angkasa raya, angga dan harapanmu setinggi langit untuk anakmu" ibu" nama yang indah namun sederhana yang sering didengar sangat berperan dalam hidup kami anakmu, muliakan dirinya dimanapun berada..ya rabb.." Rendra...


Sebulan bukan waktu yang singkat buat Allea yang semua aktivitasnya masih mendapatkan bantuan dari Candy, dari menyiapkan menu makannya hingga keperluan Mika putranya.


Itu baru untuk keduanya belum lagi kakek nenek Azlan juga bergantung pada keberadaan Candy, betapa mulianya wanita ini pikir Allea yang baru dikenalnya belum lama.


Dimata Allea, Candy sosok wanita sempurna di usianya yang sudah memiliki cucu dia masih terlihat cantik, ibu yang hangat dan sabar cenderung pendiam bicara seperlunya saja kepada siapa pun.


Dia lebih banyak bicara bila bersama suami tercintanya itupun disaat tidak banyak orang bersamanya, walaupun suaminya sering menggodanya tetapi dia lebih menunjukkan sifat malunya.


Allea merasa bersyukur tuhan memberikan seorang mertua seperti dirinya, walaupun dilain sisi Allea malu sudah sering merepotkan dirinya, sering kali Allea mengutarakan ucapan terimakasih serta maaf sudah membebani dirinya hanya balasan lembut dari dirinya " selama mama biasa dan mama ada jangan sungkan " itu yang selalu dia ucapkan.


Begitupun dengan Rendra bila di rumah dia tidak sungkan mengantikan peran Candy menjaga Mika baik dari memberikan susu hingga mengantikan popok juga memandikannya, layaknya pada putranya sendiri dengan penuh kasih sayang.


Ingin rasanya Allea seperti kedua orang yang dimata Allea malaikat tak bersayap itu sebab selalu ada untuk dirinya dan tanpa ada ingin balasan yang terlihat hanya ketulusan dari keduanya walaupun dalam statusnya keduanya seorang mertua buat Allea.


"Sudah mandi.." tanya Azlan yang datang mengejutkan Allea yang sedang memperhatikan pasangan yang terlihat saling berbincang santai dengan memperhatikan cucu tercintanya.


"Sudah..mas..kapan sampai.." tanya Allea pada Azlan yang masih menggunakan seragam lengkapnya.


"Baru..hanya ibu (panggilan asisten rumah) yang menjawab salam ternyata semua ada disini.." ujar Azlan yang ikut memandang kedua orang tuanya yang asyik menggoda Mika.


"Akankah kita seperti mereka mas..?" tanya Allea pada Azlan yang memeluk dari belakang istrinya.


"Ya..kita akan seperti mereka..tulus mencintai..pada siapapun.." jawab Azlan seperti tahu maksud pertanyaan Allea.


"Mama papa terlalu baik pada Al..Mika.." ucap Allea dengan masih memperhatikan keduanya.


"Papa terlalu mencintai mama qalbii..menurutnya mama adalah dunianya karena itu papa sangat di jaganya.." Azlan menjelaskan yang dia tahu.


"Oh..ya..bisa mas ceritakan bagaimana papa bertemu mama.." Allea mengharapkan Azlan menceritakan masalah lalu Rendra dengan Candy.


Azlan menceritakan bagaimana papanya bisa bertemu mamanya dari awal hingga menikah, dan beberapa ujian dalam pernikahan keduanya yang harus dilalui hingga seperti sekarang ini.


Allea dibuat menangis dengan alur cerita yang Azlan ceritakan sebab ujian untuk keduanya belum seberapa dibandingkan keduanya yang satu sama lain saling menguatkan, rasanya pantas keduanya terlihat saling menyayangi karena ujian yang keduanya lalui tidak mudah untuk bisa membayar momen-momen yang seharusnya keduanya lewati tapi harus hilang karena ujian yang menimpa keduanya, tapi terlihat keduanya begitu memaknai hidup hingga tidak merasakan hidup ujian hidup yang telah dilaluinya.

__ADS_1


"Pantas ya..mas mama papa sangat saling menyayangi..karena dari rasa kehilangan itu.." ucap Allea yang memeluk satu tangan Azlan.


"Kita bisa mengambil pelajaran dari semua itu qalbii..manfaatkan waktu selagi masih bisa bersama sebab kita tidak tahu..rencana tuhan.." seru Azlan yang membuat Allea sedikit mengingat kejadian yang sudah dilewatinya.


"Iya..mas..maafin Al..ya kemarin ga mau mendengarkan perintah mas.." Allea menatap Azlan yang hanya tersenyum.


"Ga..ada yang perlu dimaafkan sebab ga ada yang salah.." Azlan mengusap lembut kepala Allea.


Allea ditinggalkan oleh Azlan untuk membersihkan diri, Candy masuk bersama Rendra juga Mika yang semakin bikin gemas.


"Mau..ikut.." tanya kakek buyutnya yang baru saja keluar dari kamar.


"Uh..jagoan tambah pinter ya.." sapanya pada Mika yang sudah digendongnya.


"Iya..pa..sudah bisa diajak ngobrol.." Rendra menambahkan dengan menggoda Mika.


"Cepat gede biar ada yang mengantikan kakek.." candanya pada Mika yang membuat Azlan protes.


"Mau menggantikan apa sih..kek.." tanya Azlan yang turun bergabung.


"Jadi penerus Wijaya pastinya.." balas kakeknya dengan mengangkat tubuh Mika tinggi-tinggi.


Di lain tempat Candy yang seperti biasa menyiapkan makan malam dengan menyibukan diri di dapur dengan bantuan asisten rumah tangga mama Rendra.


"Mba..ini sudah cukup.." tanyanya pada Candy yang masih memasak.


"Ya..sudah bawa ke meja ya..bu.." pinta Candy dengan sopan.


Suasana rumah besar selalu hangat membuat penghuni baru nyaman seperti Allea tidak merasakan perbedaan kalau dirinya penghuni baru sebab kakek nenek sangat sayang apalagi mama papa Azlan tidak pernah menganggap dirinya menantu tapi sudah seperti anak baginya, mba Nasyauqi juga sama tidak menganggapnya adik ipar dia lebih sayang dan perhatian pada Allea dari pada Azlan sendiri.


Kehadiran Mika juga tidak ada pembeda perhatian bagi keluarga Azlan semua sayang pada Mika, si kembar apa lagi sekarang keduanya sering berkunjung ke rumah besar keluarga besar Azlan.


Biasanya seorang menantu merasa enggan pada mertuanya di keluarga Azlan tidak seperti mama Rendra memperlakukan Candy layaknya anak sendiri, begitupun sebaliknya Candy yang saat ini memperhatikan tiap keperluan mama dan papa Rendra yang sudah mulai banyak keluhan pada kondisi fisiknya, hingga tidak terlihat adanya jarak antara mertua menantu.


Begitupun Candy dalam merawat Allea dan Mika tidak merasa terbebani, lebih cenderung merasa kasih sayang pada keduanya apalagi pada Allea yang baru saja kehilangan eyang bagi Candy kehilangan orang tercinta adalah pukulan terberat dalam hidup perlu seseorang yang bisa memberikan semangat untuk kembali bangkit dari keterpurukan itu.

__ADS_1


"Kenapa sendirian..mana Mika.." tanya Rendra pada Candy sambil memeluk dari belakang.


"Tidur..mas di kamar bersama Allea.." Candy menjelaskan pada Rendra, Candy masih memandang jauh keluar dari atas balkon kamarnya.


"Ada..yang honey pikirkan..?" tanya Rendra yang ingin tahu sebab tidak biasanya Candy menikmati malam berdiri memandang ke luar.


"Tidak ada mas..hanya ingin menikmati malam saja.." Rendra seperti tahu istrinya butuh penyegaran memang rutinitas rumah terlihat sepele tapi jangan ditanya bikin orang merasa bosan dan jenuh dengan aktivitas rutin itu.


Rendra seperti memutar otaknya untuk mencari ide cemerlang agar Candy mendapatkan penyegaran di situasi yang cukup membuatnya penat.


Rendra keluar kamar menemui asisten rumah tangga mamanya, Rendra menjelaskan keinginannya untuk mengajak Candy jalan-jalan malam sekedar penyegaran saja, Rendra tidak ingin pasangan hidupnya merasa tidak diperhatikan oleh dirinya.


Asisten rumah tangga mamanya hanya di minta Rendra memenuhi kebutuhan dari Mika saja seperti susu atau bila terbangun nanti dijaganya itupun bila tidak di jaga oleh Azlan, Rendra tidak lupa juga meminta ijin terlebih dahulu pada Azlan dan disetujui oleh Azlan.


Kalau mama dan papanya Rendra sendiri sudah di siapkan keperluannya seperti obat untuk papanya yang harus meminum obat yang harus diminumnya secara rutin.


Gemerlap lampu malam menambah suasana romantis keduanya yang melewati jalan malam ini, hanya menikmati jajanan pinggir jalan yang Candy mau.


Suara musisi jalan yang beraksi dengan menyuguhkan lagu-lagu kekinian yang sedang buming dimasanya menghibur penikmatnya.


Candy dan Rendra menikmati makanan yang dijajakan dipinggir jalan dengan sajian khas berselera di malam hari yang tidak kalah dengan restoran dengan peminat yang cukup banyak hingga mengantri.


Candy senang bisa jalan berdua dengan suami tercintanya walaupun hanya sekitar taman kota baginya ini sudah lebih membahagiakan dirinya yang tidak mengharapkan lebih, baginya bisa jalan berdua seperti ini sudah menyenangkan dan ini salah satu bentuk perhatian Rendra ke dirinya itu yang Candy rasakan.


Bagi Candy, Rendra seorang yang perhatian dalam hal apapun tanpa Candy memintanya terlebih dahulu.


Keduanya seperti memiliki telepati yang tidak semua pasangan miliki, apa karena Rendra terlalu bucin hingga kepekaan dirinya pada Candy terlampau tinggi hingga bisa merasakan apa yang di inginkan Candy tanpa harus mengutarakan maksudnya langsung dapat Rendra realisasikan dalam bentuk nyata.


Seperti malam ini Candy hanya butuh jalan santai berdua berbagi cerita dan melihat-lihat suasana lain, dia tidak pernah meminta lebih pada Rendra yang telah memiliki segalanya.


Bagi Candy tidak harus jauh dan mahal menikmati momen bersama Rendra, hanya bisa menikmati makanan kaki lima di tambah musik jalanan sudah jadi momen istimewa buatnya.


Berbeda dengan Rendra baginya Candy segalanya dalam hidupnya, sifat sederhana, sabar, perhatian dan yang paling dirasakan Rendra malunya itu yang tidak berubah hingga kini.


Di usianya seperti sekarang ini pesona pemilik mata indah ini masih tetap seperti yang dulu, menghipnotis siapapun yang melihatnya dengan pesonanya yang indah dan menenangkan.

__ADS_1


Seperti itulah keduanya saling mengagumi pasangannya bagi keduanya pasangan adalah semangat dan inspirasi hidupnya yang tiap hari ingin selalu di lihat oleh matanya untuk mengawali pagi hingga menutup mata di malam hari terlelap bersama.


Dimata keduanya kekurangan keduanya tidak ada, yang ada hanya rasa memiliki serta mengagumi itulah yang keduanya rasakan dan bagi keduanya pasangan adalah penyempurnaan dalam kehidupan keduanya, hingga kekurangan yang dimilikinya di hempaskan jauh-jauh dari keduanya.


__ADS_2