
"Tuhan maafkan diri ini yangg tidak bisa menjaga amanahMu dengan baik, tidak sebaik diriMu menjaganya" Rendra.
Sudah beberapa bulan berlalu secara fisik luka Candy sudah membaik tapi tidak dengan ingatan Candy yang diingatnya hanya memori saat belum mengenal sosok Rendra.
Bila Rendra di dekatnya Candy selalu saja malu dan tidak mau hanya berdua menurutnya tidak baik berduaan, selalu saja seperti itu sehingga membuat Ayah ikut sedih, dengan sikap Candy ke Rendra menguji kesabaran seorang Rendra menurut Ayahnya.
"Yah...sebaiknya Mas...Rendra jangan sering ke rumah tidak baik di lihat tetangga" ujar Candy ke Ayahnya yang semakin membuat Ayahnya sedih.
"Cantiknya...Ayah...Mas...Rendra sudah jadi suamimu bukan lagi orang lain Cantik" ucap Ayah entah untuk keberapa kalinya mengingat kan Candy kalau Rendra adalah suaminya.
"Ayah...kenapa Ayah berbohong sih...Can belum menikah dan Can...ga kenal ko sama dia" ucap Candy menjelaskan ke Ayahnya apa yang diingatnya.
"Cantik...tidak ada untungnya buat Ayah kalau harus berbohong" ucap Ayah agar Candy sedikit mengingat siapa Rendra.
Candy hanya diam seperti berusaha mengingat dan saat ini Candy tinggal di rumah Ayah agar ada orang terdekat merawatnya karena Rendra harus tetap berdinas hanya malam hari Rendra datang untuk menginap itupun tidur di ruangan lain tidak dengan Candy yang selalu mengatakan dirinya bukan istri Rendra.
Rendra saat ini berada di kedinasannya seperti biasa menjalankan kewajibannya sebagai abdi negara yang tidak ingin meninggalkan tugas dalam keadaan apapun.
"Apa sebaiknya aku risent saja biar fokus menjaga Honey..." ucap Rendra ke kawan satu timnya yang saat ini ada di dalam ruang kerjanya.
"Ga...harus seperti itu juga...bro" ucap Ifan yang melihat Rendra tidak terurus dengan muka selalu murung.
"Kapt...mudah-mudahan akan ada momen yang membuat Mba mengingat sesuatu tentang perjalanan kalian berdua" ucap Alfa yang ikut sedih melihat Rendra tidak bahagia.
"Iya...coba loe ingat-ingat momen apa yang bikin Mba ingat kembali saat berduaan bersama"ujar Panji menambahkan ke Rendra.
Tidak terbersit sedikit pun Rendra ingin meninggalkan Candy, malah makin tumbuh rasa sayang dan cintanya ke Candy yang menurutnya segalanya buat seorang Rendra dalam keadaan lupa akan dirinya Candy tidak mau berdekatan dengan lelaki lain yang menurutnya bukan muhrim dan itu sudah bukti buat Rendra kalau Candy dapat menjaga harga diri sebagai wanita yang takut akan dosa dan tuhan.
"Tapi aku takut merepotkan Ayahnya..." ucap Rendra yang masih duduk memikirkan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.
"Bro...bukankah itu juga masih tanggung jawabnya juga" ujar Farel santai tapi membuat Rendra sedikit marah untuk komentar yang di ucapkan Farel yang terdengar menyepelekan.
"Hai...bang...ga gitu juga kali..." ucap Alfa yang sangat menyayangi Rendra dan Candy ikut ga terima.
"Ga...gitu gimananya..." ujar Farel yang datar ga terima di protes Alfa yang seakan membenarkan dirinya.
"Ayahnya...memang masih berhak menjaganya tapi saat ini...aku yang wajib menjaganya bukan Ayahnya lagi...ingat ya...mana yang hak dan mana yang wajib" ucap Rendra menjelaskan agar kawan satu timnya ga terpecah dalam masalah yang di hadapinya.
"Kapt...gue acungin jempol buat kesabaranmu"ucap Ifan yang tahu Rendra sangat sayang dan mencintai Candy wanita pertama dalam hidupnya.
"Ah...biasa aja...masih banyak di luar sana yang lebih sabar lagi menjaga istrinya" ucap Rendra yang sebenarnya masih sedih.
Sepulang dari kedinasan Rendra kerumah dinasnya terlebih dahulu untuk sekedar melihat selebihnya ajudan Rendra yang merapikannya.
Selepas sholat isya di masjid kedinasan Rendra akan ke rumah Ayah Candy seperti biasanya untuk lebih dekat dengan Candy.
Saat Rendra tiba di rumah Ayah Candy, beliau meminta Rendra menjaga Candy sebab Ayah harus menghadiri acara keluarga yang tidak dapat di wakilkan, sedangkan Mas Dimas sudah dua hari ini harus menginap di rumah mertuanya karena ada kepentingan dari keluarga Rahma yang tidak mungkin tidak hadir didalam keluarga mertuanya.
__ADS_1
Candy sendiri saat ini sudah tertidur dikamarnya selepas dia sholat isya tadi, Rendra hanya bisa melihatnya dari luar kamar takut Candy semakin tertekan biarlah berjalan sesuai alur tuhan saja menurut Rendra walaupun dari segi medis Candy masih menjalani pengobatan agar memorinya sedikit kembali.
Rendra masih duduk di ruang tamu dan lampu tiba-tiba mati, terdengar suara teriakan dari dalam kamar Candy yang membuat Rendra berlari menuju kamar dimana Candy berada.
Rendra masuk ke kamar Candy dengan membawakan lilin dan betapa terkejutnya Rendra, begitu pintu Rendra buka Candy langsung memeluknya dengan tangan dan tubuh gemetar, Rendra membalas pelukan Candy dengan satu tangannya.
"Tenang...Honey..ada Mas...di sini" ucap Rendra menenangkan Candy yang masih ketakutan karena lampu mati.
Candy hanya diam tapi dalam jiwanya berkata kenapa pelukan ini seperti menenangkan dan terasa menghangatkan hatinya.
Tidak lama Candy melepaskan pelukannya dengan rasa malu menghindari tatapan mata dari Rendra.
"Maaf..." ucap Candy seperti biasa menunjukkan rasa malu ke Rendra dan menundukkan wajah imutnya.
"Tak...apa Honey..." ujar Rendra senang melihat Candy yang sedikit ada perubahan menurutnya.
"Ini lilinnya...jangan takut Mas ada di luar ko..." ucap Rendra yang meninggalkan Candy di kamarnya.
"Bisakah...Mas disini sampai Ayah pulang...Can...takut.." ucapnya denga tangan memegang tangan Rendra, terasa dingin tangan Candy yang Rendra rasakan menandakan Candy gugup berada berdua dengan laki-laki.
Rendra hanya mengangguk dan tersenyum senang bisa sedekat ini lagi bersama dengan Candy setelah beberapa bulan selalu melarangnya ada di dekatnya.
"Istirahatlah...Mas ada di sini" ucap Rendra yang duduk di ujung tempat tidur Candy.
Ingin rasanya Rendra mengusap lembut kepala Candy sebagai tanda sayang dan menenangkan tapi takut Candy akan makin menjauh darinya, hanya aroma tubuh Candy yang khas tercium oleh Rendra cukup menenangkan dirinya.
Tanpa terasa Rendra ikut tertidur di samping Candy karena rasa kantuk yang tidak tertahankan, hingga Ayah yang pulang tidak Rendra ketahui.
Ayah yang melihat Rendra tertidur disamping Candy merasa senang dan tidak membangunkannya, dengan hati-hati Ayah menutup pintu kamar.
Tengah malam Candy merasa haus dan betapa terkejutnya saat membuka mata, perutnya merasakan ada sesuatu yang menindihnya yaitu tangan Rendra memeluknya ingin rasanya berteriak tapi kenapa dirinya seakan nyaman dalam pelukan itu tapi dalam benaknya siapa laki-laki ini, Candy terbatuk hingga membangunkan Rendra yang ada disisinya.
"Honey...kenapa...Honey.." tanya Rendra yang panik mendengar Candy terbantuk-batuk.
Candy tidak menjawab, Rendra seperti biasa sangat tahu apa yang harus dilakukan tangannya mengambil gelas berisi air yang selalu saja Candy siapkan sebelum tidur.
"Minumlah..."dengan sabar Rendra memberikan minum ke Candy yang matanya memandang penuh cinta ke Candy.
"Terimakasih...Mas" ujar Candy yang seperti biasanya menunjukkan sikap malunya.
Rendra akan meninggalkan kamar Candy karena lampu sudah menyala, Rendra berpamitan ke Candy saat akan ke luar kamar tubuh Rendra tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri membuat Candy menangis memanggil nama Rendra berulang-ulang dengan tangan menggoyangkan tubuh gagahnya.
"Mas...Mas Rendra...bangun Mas..."saat Candy memanggil nama Rendra ingatan Candy berangsur kembali sedikit demi sedikit hingga dia ingat lelaki yang ada di hadapannya adalah suaminya.
"Mas....bangun...jangan tinggalkan Can..." teriak Candy yang membangunkan Ayah yang ada di kamarnya.
"Ada apa cantik..." tanya Ayah yang terkejut melihat Rendra masih tergeletak di bawah karena Candy tidak mampu mengangkat tubuh gagah Rendra.
__ADS_1
Rendra sudah di baringkan di tempat tidur Candy dan Candy mengambil perlengkapan dokternya untuk memeriksa Rendra, betapa terkejutnya Candy yang terdiam memandang tubuh gagah suaminya.
"Kenapa...Cantik.." tanya Ayah yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Yah sejak kapan Mas Rendra seperti ini..." tanya Candy ke Ayahnyabuang masih bingung.
"Kurang lebih enam bulan sejak...cantik sakit" ucap Ayah yang membuat Candy bersedih.
"Kenapa cantik..." tanya Ayah lagi yang masih bingung dengan keadaan yang dilihatnya.
"Yah...Can...ingat semua...maafkan Can...yang selalu saja merepotkan Ayah" ucap Candy ke Ayahnya yang sudah mulai menerima penjelasan dari Candy.
"Terus gimana nak...Rendra, cantik" ujar Ayah yang masih melihat Rendra belum sadar.
"Mas Rendra hanya pingsan Ayah karena terlalu lelah" ucap Candy yang masih membantu menyadarkan Rendra.
"Mas...sudah baikan " tanya Candy yang melihat Rendra yang sudah membuka matanya, Rendra hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban.
Ayah meninggalkan keduanya untuk saling melepaskan kerinduan yang selama ini terpisah dalam jiwanya.
"Ainun dimana...Mas.." tanya Candy mengingat anaknya yang membuat Rendra memeluk Candy dengan erat.
"Honey...jangan tinggalkan Mas lagi ya...janji ya..." ucap Rendra seperti anak kecil merengek.
"Mas...Can ga kemana-mana ko..."ucap Candy dengan mata menatap Rendra penuh kerinduan.
"Ainun...sehat ada sama Mama Papa.." ucap Rendra menenangkan Candy yang masih memandang Rendra.
"Mas...kangen..Honey" Rendra tanpa berpikir dulu langsung mencium Candy tanpa memberikan jedah hingga membuat Candy susah bernapas.
"Mas..." ujar Candy mengatur napasnya yang masih belum teratur.
"Iya...Honey..." balas Rendra dengan senyum termanis diberikannya.
"Can..juga kangen sama Mas.." dengan malu Candy mengatakan yang membuat Rendra langsung ******* bibir Candy dengan lembut hingga cukup lama seperti melepaskan semua kerinduan yang selama ini dipendamnya.
Candy hanya mengikuti irama permainan yang Rendra mainkan tapa perlawanan, Candy ikut larut dalam permainan itu hingga akan mencapai sesuatu yang di diinginkannya Rendra mengurungkan niatnya sebab Candy masih dalam kondisi belum nyaman betul.
"Maafkan...Mas belum bisa memenuhi kewajiban Mas...tapi Mas janji akan memuaskan Honey...di lain waktu...ok" ucap Rendra dengan mengusap bibir Candy yang basa karena ulahnya.
Candy hanya tersenyum malu menundukkan wajah imutnya, Rendra yang berniat ke kamar mandi di larang oleh Candy.
"Mas...istirahatlah dulu untuk saat ini Mas masih lemah"Candy menjelaskan kondisi Rendra, tapi apa jawaban Rendra mengejutkan Candy.
"Mas..sehat ko..ga percaya...ayo...mau berapa kali Mas lari keliling lapangan" dengan tersenyum Rendra menjawab agar Candy tidak khawatir.
Keduanya memang saling melengkapi sehingga tanpa berkata sudah dapat dimengerti oleh pasangannya, semoga ke depan tidak ada lagi jurang pemisah keduanya.
__ADS_1