Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
48


__ADS_3

"Mencintai itu fitra tetapi terkadang cinta hadir sebagai ujian , dengan adanya rasa cinta itu menuntunmu dengan ketaatan atau kemaksiatan " Candy.


Candy sudah meminta ijin dalam dua minggu ini untuk tidak dapat hadir di kampusnya sedangkan di Rumah Sakit masih harus memenuhi jadwal dinasnya sebelum mengambil masa cutinya untuk persiapan pernikahannya.


"Cie...cie...manten masih kerja terus" goda Rena ke Candy yang baru datang dari kamar pasien.


"Ya...nih...biar ga..bosen dirumah terus" jawab Candy yang mulai sibuk.


"Semua udah beres" Rena bertanya ke Candy.


"Alhamdulillah...Mas Rendra yang mengurus semuanya" ucap Candy apa adanya.


"Serius loe..enak bener..gue juga mau" ujar Rena yang mendengar penjelasan Candy.


"Ya...aku hanya di suruh mengurus diriku sendiri itu saja" Candy hanya tersenyum.


"Maksudmu...ga ngerti " Rena ga mengerti maksud Candy.


"Ya...itu luluran, perawatan cewe gitu" ucap Candy malu.


"Ya..gue ngerti itu mah... makin enakin....dong" Rena merangkul Candy.


Candy juga bingung kenapa harus selalu di bikin seistimewa ini oleh Rendra yang belum begitu lama di kenal nya, semua barang-barang keperluan Candy di siapkan oleh Rendra yang semuanya berharga sangat mahal dan desainer terkenal yang dipilihnya.


Bukan hanya Candy keluarganya pun di perlakukan seistimewa mungkin oleh Rendra dari seragam sampai segala keperluan yang berhubungan dengan pernikahannya di siapkan oleh Rendra.


Untuk urusan pernikahan Rendra menyerahkan semuanya ke pihak WO yang dimilikinya tanpa melibatkan keluarga Candy maupun keluarga Rendra.


Waktu dinas Candy sudah berganti, sekarang Candy berjalan di lorong ruangan Rumah Sakit untuk keluar Rumah Sakit untuk beranjak pulang, seseorang yang dikenalnya dengan sedikit berteriak memanggil namanya, suara itu cukup di kenalnya sebagai kakak ipar dari calon suaminya siapa lagi dia Dokter Rudi yang terkenal ramah.


"Masih...kerja...Can" seru Dokter Rudi ke Candy yang di balas dengan senyuman ramah Candy.

__ADS_1


"Iya...Dok..biar ga terasa bete di rumah " ujar Candy terdengar akrab.


" Nikmati...aja jangan di bawa bete"Dokter Rudi menasehati ke Candy yang terlihat resah.


"Ya...maunya Dok...tapi susah" ucap Candy menerangkan rasa yang ada dihatinya.


"Komunikasikan...dengan Rendra dia...bisa menenangkanmu...Can" Dokter Rudi menepuk pundak Candy menenangkan.


Mereka menyudahi pembicaraannya dan berpisah untuk urusannya masing-masing.


Rumah adalah tempat pulang terbaik untuk semua orang sebab keluarga adalah yang terbaik untuk menghilangkan segala beban dan penat dari rutinitas harian yang cukup membebani begitu juga Candy.


Dan kasur teman curhat terbaik yang tidak akan ember ke siapapun tentang kita yang punya rahasia yang tanpa jaim untuk menumpahkan resah dang gelisa hati tertuang dengan bebas itu juga berlaku untuk seorang Candy, dalam kamarnya Candy memeluk bantalnya, pikirnya menerawang jauh memikirkan akan masa depannya yang hanya menunggu waktu beberapa hari lagi akan mengakhiri masa sendirinya untuk jadi seorang istri seseorang.


Ketukan pintu menyadarkan dari lamunannya, langka kaki malasnya menuju pintu untuk melihat siapa yang ingin menemuinya.


"Hai...cantik..."teriak Candy ke Nisrina yang di gendong ibundanya Rahma, senyumnya bengembang seakan tahu siapa orang yang menyapa dan membalas dengan senyumnya.


Candy tidak memberikan jawaban tangannya memainkan tangan Nisrina yang mengapai-gapai tangan Candy.


"Jangan di simpan sendiri...loe nga percaya gue.." ujar Rahma yang memandang Candy iba.


" Aku...pantas nga...sih jadi istrinya..." suaranya terdengar tidak percaya diri seorang Candy.


"Kenapa...loe...ngomong seperti itu?" ucap Rahma yang nggak percaya dengan apa yang baru didengarnya.


Candy diam tidak menjawab pertanyaan Rahma sibuk dengan Nisrina yang terus tersenyum membalas senyum Candy.


"Hai...cantiknya Ayah.." sapa Mas Dimas yang masuk ke kamar Candy yang mengoda Nisrina, balasan senyum dari Nisrina ke Ayahnya dan tangannya mencapai tangan Ayahnya tanda minta di gendong sang Ayah.


"Manten...kangen...sama Mas nya... ya" goda Mas Dimas yang sudah menggendong Nisrina yang mulai mengoceh bahasa babynya.

__ADS_1


"Nga...tuh..."jawab Candy terdengar judes


"Masa...bener...nih" Mas Dimas masih menggodanya.


"Mas...bener...Can..akan menikah" ucap Candy yang merasa tidak ingin cepat meninggalkan keluarganya.


Mas Dimas memberikan Nisrina ke istrinya Rahma, dan mendekat ke Candy mengusap lembut pundak Candy dengan ingin menjelaskan.


"Kesayangan Mas...kita harus menyempurnakan separuh agama kita dengan menikah agar terhindari dari godaan setan, dan banyak pahala dalam pernikahan itu, apa yang di takutkan " Mas Dimas memdekap pundak Candy untuk menyakinkan Candy.


Dimas tahu Candy hanya mengenal sosok laki-laki hanya keluarganya saja, Rendra sosok yang baru di kenal nya walaupun menurut Rendra dia yakin Candy akan jadi teman hidupnya tapi untuk seorang Candy yang belum banyak tahu tentang Rendra ada rasa yang hanya Candy yang tahu.


"Yakin...lah Rendra sosok yang baik...yang akan memberikan kasih sayang tanpa di minta" Mas Dimas memandang kedua mata Candy.


"Mas...yakin...Rendra tulus mencintaimu...Kesayangan Mas" Candy memeluk Mas Dimas seperti meminta di yakinkan.


Rahma mengusap punggung Candy yang masih dipeluk Mas Dimas, menenangkan Candy.


Menikah adalah babak baru untuk kedua pasangan jadilah diri sendiri itu harus tapi tidak untuk jadi egois, ada waktunya untuk menggala bukan untuk disalahkan tapi memberikan ruang hati untuk tidak tersakiti, memahami bukan berarti harus terus mengerti tapi memberikan pengertian apa yang di mau, memaafkan jadi hal yang harus ada sebab kita tidak sempurna, belajar tidak harus bersekolah tapi menjadi lebih baik dari pasangan itu kuncinya.


Candy mengerti apa yang Mas Dimas jelaskan, ada rasa lega dalam hati Candy dengan sedikit senyumnya Candy mengangkat kepalanya dari pundak Mas Dimas yang lama dalam dipelukan Mas Dimas.


"Terimakasih...selalu ada buat Candy " Candy sudah dalam keadaan tenang.


"Jangan ada terimakasih...Mas akan ada selalu...untuk kesayangan Mas" ujar Mas Dimas yang senang melihat Candy yang sudah tenang.


"Jangan sungkan...kalau..butuh teman cerita..Can" Rahma yang masih di dekat keduanya dengan Nisrina yang sudah tertidur di pangkuan Rahma.


"Jadikan kami teman terdekatmu...untuk berbagi" Rahma yang masih belum tega melihat Candy sahabat dan adik iparnya.


Candy membalas dengan senyumnya menyakinkan Mas Dimas dan Rahma bahwa dirinya sudah baik-baik saja saat ini, telah berkurang beban hatinya dan siap untuk jadi istri dari seorang Rendra dan akan belajar mencintainya walupun tidak harus Rendra tahu untuk hal yang satu ini, biarkan seorang Candy yang akan berjuang untuk ngisi relung hatinya dengan lebih banyak tahu siapa seorang Rendra dengan Segala yang berhubungan dengan dirinya yang seorang Kapten dan segala kesibukanya yang belum banyak Candy tahu baik kesehariannya dan kehidupan dengan keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2