
"Tiap jiwa yang memberikan kebaikan sebenarnya akan kembali kepada pemberi ke baik itu sendiri diwaktu yang kita sendiri tidak mengetahuinya, itulah cara tuhan menolong dirimu sendiri dari kesulitan karena itu yakinlah semuanya akan bermuara pada diri kita.." Rendra.
Siang ini Rendra ada pertemuan penting di kantor pusat dengan pembahasan yang sangat serius yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan keamanan negara sebab ditemukannya senjata ilegal yang di jual bebas dipasaran hal ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan seluruh angkatan yang ada karena itu diadakannya pertemuan yang penting saat ini.
Ada sesuatu yang sangat membuat Rendra takjub dalam pertemuan kali ini sebab bukan hanya para senior saja yang hadir tapi dari junior yang di minta sumbangsihnya untuk keberhasilan penanganan misi ini.
Sebab dalam penyelesaian misi ini banyak di butuhkan ide dari anak muda, yang masih memiliki kemampuan stamina fit dan ide yang cemerlang sebab dalam pelaksanaannya terkadang berubah-ubah disesuaikan dengan medan yang ada dan jelas-jelas ada warga sipil yang harus di lindungi keselamatannya itu salah satu prioritas mereka.
Dia dari angkatan muda yang memiliki segudang prestasi akademik di tambah pengalaman medan yang dapat di acungi jempol dia yang baru beberapa bulan berdinas di kantor pusat yang berpangkat sama dengan Rendra menjadi perwakilan untuk memimpin misi yang sangat berbahaya ini karena banyak melibatkan negara lain ikut dalam perdagangan senjata ilegal ini dan terkaget sasaran mereka adalah kalangan berduit tebal yang ingin bermain tanpa ada hukum di negara ini dalam artian main hukum sendiri.
Dari caranya menyampaikan misi yang akan di jalankan hingga tahapan-tahapan menyelidikinya tertata secara berencana membuat seluruh peserta pertemuan memberikan acungan jempol.
Pertemuan ditunda beberapa saat karena sudah masuk sholat ashar itu permintaannya, dengan alasan libatkan tuhan untuk keberhasilan misi yang akan dilaksanakan nanti, ini membuat Rendra takjub.
Ada satu lagi yang membuat Rendra benar-benar mengaguminya saat ini, dia dipercaya untuk menjadi imam dalam sholat ashar ini, bacaan dengan lafad yang terucap sangat sesuai dengan hukum bacaannya ditambah suara murotal hampir sama seperti kita mendengar pelaksanaan sholat di masjidil haram.
Ada rasa keinginan Rendra menjadikan dirinya bagian dari keluargannya sebab menurut dia tidak hanya bagus dalam karir tapi juga dalam pemahaman agamanya.
Tapi itu hanya keinginan dalam angan Rendra tidak lebih sebab Rendra tahu tidak mungkin juga memaksakan kehendaknya pada putrinya yang mungkin sudah memiliki seseorang yang special di usianya yang sudah di bilang bukan remaja lagi yang memiliki kebebasan menentukan pilihan dan pendapatnya.
Yang jelas dia sangat sopan dan menjunjung tinggi ketimuran dalam bertutur kata baik dalam menyampaikan pendapat maupun penjelasan dalam pertemuan ini, dia seperti orang yang bisa menempatkan diri walaupun secara jabatan dirinya tidak bisa direndahkan tapi kenyataannya dirinya masih bisa menghormati orang lebih rendah dalam jabatannya namun secara usia lebih dewasa bahkan dapat diartikan mampir sama seperti orang tuanya.
Tapi sayang Rendra tidak dapat mengenalnya secara dekat untuk saat ini sebab dia tidak dilibatkan dalam misi secara langsung, dalam artian dirinya di tugaskan bukan dibagian yang sama dengannya Rendra dibagian yang lain yang jelas semua sesuai dengan kesepakatan untuk menduduki tempat masing-masing sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki.
Berhubungan Rendra memiliki latarbelakang pendidikan hukum baik ditata negaranya juga hukum internasional jadi dia memegang di bagian hukum tersebut agar mempermudah proses kerja itu intinya
Untuk seseorang yang di kagumi Rendra yang lulusan akademik Mechanical Engineering (sistem persenjataan) dan Chemical Engineering (kimia) yang sekarang dia mengambil jenjang masternya, jadi pantas bila dirinya diterjunkan langsung dilapangan untuk misi ini.
Tapi tidak hanya Rendra yang mengaguminya hampir semua senior yang mengenalnya tidak hanya sebatas rekan kerja yang satu misi saat ini, rekan kerja yang bersamanya dalam keseharian juga sama mengaguminya.
Sebenarnya dia bukan yang menjadi komandan utama dalam misi ini tapi dia komandan lapangan misi ini, kepiawaiannya dalam menyampaikan ide-ide yang cemerlang itu sangat menarik semua peserta rapat pertemuan ini.
__ADS_1
Hingga banyak yang berdecak kagum pada sosok muda yang bertalenta apalagi saat ini dibutuhkan sosok generasi yang dituntut harus memberikan ide dan inovasi baru dalam penyelesaian suatu misi yang serba digital ini.
Dia tidak setampan orang yang baru dikenalnya dilingkungan dinasnya tapi sosok ini memiliki kharisma yang tidak dimiliki sosok-sosok yang sudah pernah dikenalnya di kedinasan Rendra juga di kantor pusat ini, ini sosok yang pertama yang telah membuat Rendra begitu mengagumi sosok pemuda di lingkungan dinasnya.
Hingga menjelang magrib pertemuan berlangsung, ajudan yang setia masih dengan sabar mengikuti kemana kaki Rendra melangkah dengan tanpa bosan.
Hingga kumandang suara adzan terdengar membatalkan niat Rendra untuk langsung pulang, dia memilih melakukan sholat berjamaah terlebih dahulu, dan untuk kesekian kalinya sosok ini yang menjadi imam sholat dia pemuda yang Rendra kagumi.
Sapaan seseorang yang sudah dikenal Rendra mengurungkan niatnya untuk bergegas pulang ke rumahnya untuk bertemu orang yang dicintainya.
"Masih..belum pulang.." tanya seseorang pada Rendra yang sudah lama dikenalnya yang kebetulan juga tinggal di rumah dinas kantor pusat.
"Ya..sholat dulu..dari pada telat.." balas Rendra dengan merangkulnya.
Keduanya saling berbincang sekedarnya, sapaan ramah dari seseorang membuat Rendra ingin mencari tahu siapa dirinya.
"Assalamualaikum..mampir dulu..pak.." sapanya sopan walaupun dia sudah berganti dari dinasnya menjadi baju sholat, lebih terlihat sholeh pribadinya.
"Waalaikum salam..ya..terimakasih.." balas Rendra dengan rekannya bersamaan.
"Ya..silakan.." balas Rendra yang semakin mengaguminya.
Tidak lama Rendra berpamitan pada rekannya, untuk melanjutkan perjalanan pulang dan dalam hatinya juga sudah merindukan istri tercintanya yang sudah menatinya dengan setia dirumah.
Dalam perjalanan pulang ajudan Rendra banyak bertanya pada Rendra yang berhubungan dengan perwira yang masih muda itu.
"Let..hebat..ya..masih muda tapi karirnya..bisa di diacungi jempol.." puji ajudan Rendra pada perwira yang sangat muda yang berpangkat sama dengan Rendra.
"Ya..mana punya kepribadian yang bagus pula.." Rendra menambahkan.
"Bagaimana orang tuanya Let.." ujar ajudan Rendra lagi.
__ADS_1
"Yang jelas pasti bangga.." ucap Rendra yang terlihat lelah.
Tanpa terasa keduanya sudah sampai di gerbang kedinasan, berhubung Rendra tidak ada kepentingan Rendra tidak ingin mampir dia memilih langsung pulang.
Dan tidak beberapa lama Rendra sudah tiba dirumah dan memilih langsung membersihkan diri terlebih dahulu.
Candy yang melihat suaminya yang terlihat sangat lelah walaupun tidak ingin di tampak kan pada orang tercintanya.
"Mas.." Candy memanggil Rendra yang duduk di kursi malasnya dengan memejamkan matanya sesaat.
"Hmmm..ya..honey.." dengan lembut Rendra membalas ucapan Candy.
"Cape..ya.." tanya Candy dengan memangku kepala Rendra lalu memijatnya.
"Sudah hilang capenya ..liat bidadari..turun dari langit ke tujuh.." goda Rendra menatap Candy dengan tersenyum.
"Mana ada..mas bidadari sudah punya anak gadis.." balas Candy masih dengan memijat kepala Rendra.
"Ada..nih..nyata lagi.." Rendra langsung mencium bibir Candy dengan lembut.
"Ya..bidadarinya ternodai.." balas Candy yang membuat Rendra memberikan ciuman lagi lebih lama, hingga Candy memprotesnya.
"Mmmmm.." Candy menunjukkan dadanya yang berarti sesak tidak bisa bernapas.
"Oh...maaf..maaf.." ujar Rendra dengan mengusap bibir Candy.
"Ih...mas..Can..ga bisa napas.." Candy merengek yang membuat Rendra memeluknya.
Saling menggoda begitulah keduanya bila bersama tapi yang jelas harus ditempat yang privasi sebab Rendra tahu bagaimana reaksi yang akan Candy tunjukkan, dan Rendra tidak mau Candy jadi malu karena ulahnya dan Candy adalah segalanya bagi dirinya.
Candy sendiri sangat nyaman bila ditempat privasi bersama Rendra, baginya Rendra segalanya apalagi setelah kejadian dimana dirinya harus kehilangan Rendra yang mulai dicintainya.
__ADS_1
Memang Rendra bucin terhadapnya tapi menurut Candy mungkin itu cara Rendra menunjukkan rasa cintanya pada dirinya, memang terkadang membuatnya malu tapi ada rasa senang juga yang Candy rasa bila Rendra bucin, ya..sudahlah yang jelas tiap pasangan punya caranya sendiri untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang pada pasangannya itu yang Candy tahu sebab Rendra orang pertama yang sudah meyakinkan dirinya ada lelaki yang mencintainya setelah ayahnya dengan sangat tulus tanpa meminta balasan dari dirinya.
Dan rasa nyaman yang selalu Rendra tunjukkan bila bersama dengan Candy dimana dan kapanpun, begitupun sebaliknya Candy adalah gadis pertama yang telah mencuri hatinya hingga kini, keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang selalu melekat dalam satu benda tapi dua sisi yang berbeda yang selalu melengkapi.