Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
189


__ADS_3

..."Matahari berpasangan dengan bulan walaupun tidak berjalan beriringan tapi saling melengkapi begitu juga dengan dirimu melengkapi hidupku itu yang tuhan mau dan bersediakah menjadi pelengkap hidupku yang tidak sempurna" Rendra....


Sesuai janji Andika pada keluarga Nasyauqi akan melamar secara resmi tapi satu permintaan Rendra hanya keluarga inti demi keamanan Nasyauqi dan Andika menyanggupi itu baginya Nasyauqi hidupnya jadi tidak masalah.


Rendra sebenarnya sedih anak gadisnya akan menikah tapi tidak dengan perayaan yang meriah seperti orang pada umumnya hanya pernikahan sederhana dan dihadiri keluarga besar saja tidak lebih, tapi apa mau di kata keselamatannya lebih utama.


Keluarga Andika yang sangat sederhana harus datang kedalam keluarga Nasyauqi yang berada merasa minder terlihat dari status saja berbeda menurut orang tua Andika.


"Mas..ora salah..ini..umah..calon bojomu.." tanya uma pada Andika setelah memasuki gerbang.


"Insyaallah..uma.." jawab Andika dengan tersenyum menyakinkan umanya.


"Abi..iki umah wong sugi..ra salah.." tanya uma Andika pada suaminya.


Abi Andika hanya tersenyum yang dia pikirkan bagaimana anaknya akan diterima oleh orang kaya sedangkan mereka berasal dari keluarga sederhana dari kampung pula.


Tapi dugaan mereka salah Rendra yang sudah bersiap menyambut sangat senang menyambut kedatangan keduanya yang ternyata sudah di kenalnya.


"Assalamualaikum.." ucap keluarga pak kyai yang sudah didepan pintu utama rumah mewah juga mega.


"Waalaikum salam.." jawab Rendra sedikit terkejut menyambut tamunya.


"Pak.." ucap pak kyai juga sama terkejutnya.


"Pak..kyai.." balas Rendra memeluk dengan erat karena rindu sudah lama tidak jumpa.


"Terimakasih sudah berkenan berkunjung.." ujar Rendra yang salah mengartikan.


Dan dipersilahkan duduk keluarga dari pak kyai, Andika sendiri masih di mobil untuk membawakan oleh-oleh untuk keluarga Nasyauqi.


"Kebetulan sekali anak saya hari ini mau lamaran..mohon di do'akan.." Rendra masih belum tahu siapa keluarga Andika.


"Maaf sebelumnya..kami sebenarnya yang mau melamar anak bapak.." pak kyai menjelaskan bersamaan Andika masuk.


Rendra langsung memeluk Andika tanpa tahu apa yang terjadi, Rendra selama ini belum pernah bertemu orang yang pernah menolongnya dan sudah berjanji dalam hatinya bila suatu saat bertemu ingin memeluknya dan membantu apa keperluannya tapi rahasia tuhan berbeda, orang yang menolongnya ternyata Andika akan jadi menantunya.


"Terimakasih..tuhan memang mengirimkan kamu untuk jadi bagian keluargaku.." Rendra masih memeluknya dan menangis dipelukkan Andika yang masih bingung.

__ADS_1


Setelah di jelaskan Andika baru mengerti, dia sendiri telah lupa sudah pernah menolong seseorang orang sebab saat dia juga harus cepat kembali ke tempat kuliahnya.


Semua terjadi diluar skenario yang harusnya lamaran menjadi langsung pernikahan agar keduanya lebih baik dalam pengenal pribadi masing-masing sudah dalam ikatan pernikahan yang halal bila terjadi sentuhan tidak menimbulkan fitnah dan hal itu telah disetujui kedua keluarga.


Andika sendiri jadi lebih berhak menjaga dan melindungi Nasyauqi tanpa ada rasa bersalah bila menyentuhnya sebab sudah halal.


Berhubung semuanya serba mendadak jadi semuanya serba apa adanya tapi apa yang mustahil buat keluarga Rendra yang hanya meminta waktu tiga jam untuk menyiapkan acara sakral ini menjadi sesuatu yang berkesan untuk putri tercintanya baik dari gaun, cincin, dekorasi semuanya tinggal di hubungi tanpa harus di bikin susah, begitu juga dengan kepengurusan registrasi urusan agama yang langsung bisa di urus dan pihak kantor urusan agama siap menikahkan putri Rendra.


Seperti ruangan akad nikah sudah terlihat siap di gunakan walaupun sedikit sederhana menurut Rendra yang jelas tahu mega itu seperti apa.



Begitu juga cincin yang akan di gunakan kedua pengantin sudah datang lewat kurir yang mengantarkan tanpa harus datang ke tempatnya terlebih dulu.



Semuanya serba cepat menurut keluarga Andika tapi mereka sedikit maklum sebab apa yang tidak bisa, semua juga bisa buat Rendra seperti secepat kilat dengan uang dan koneksi, tapi bagi mereka itu terlihat aneh.


Tepat selesai sholat zuhur acara pernikahan berlangsung dengan hikmat dan haru biru yang keluarga Rendra rasakan.


"Bismillah ( dalam hati Nasyauqi berucap) papa..dengan ridho Allah saya Carmera Marhel Ainun Anindya mohon ijin untuk dinikahkan dengan Andika Satria Bimantara yang akan menjadi suami mba dan pilihan mba sendiri, dengan setulus hari mba meminta maaf selama ini belum jadi putri yang baik dan selalu menyusahkan papa.., papa dengan tulus mba ucapkan berterimakasih sudah membimbing mba dengan baik, menjaga dan selalu ada buat mba..papa maafkan mba..belum bisa membanggakan papa..dan mba minta papa selalu do'akan mba walaupun sudah menikah nanti..papa.." Nasyauqi menangis dengan memeluk papanya dan tidak kalah sedihnya Rendra yang biasanya tegas hari tidak dia lebih terlihat orang yang melo.


"Sayang..Calmera Marhel Ainun Anindya putri papa, papa akan menikahkan mba dengan Andika Satria Bimantara orang yang papa yakin bisa membimbing dan menjaga mba dengan baik, papa tidak merasa mba jadi beban papa..papa yang beruntung mba hadir dalam kehidupan papa mama, mba sudah jadi kebanggaan buat keluarga besar wijaya juga hidayat dan kami menyayangi mba setulus hati tidak sedikit pun mba beban buat kami, mba kebahagiaan buat kami..do'a papa mama dan keluarga besar selalu menyertai langkah mba..papa sayang mba " Rendra sudah dalam tangis haru hingga semua yang hadir tidak kalah haru mengingat bagaimana perjuangan Rendra menyelamatkan putri cantiknya tanpa memikirkan bahaya yang ada di depannya saat itu.


Dan kini Rendra dengan menanggalkan pangkatnya meminta pada Andika dengan kesungguhan hati Rendra berkata.


"Ananda Andika Satria Bimantara saya Rendra Himawan Wijaya dengan kesungguhan hati memohon jagalah putri kecilku yang masih manja dan mohon dibimbing untuk jadi lebih baik lagi sebab putriku masih miskin ilmu bersediakah ananda melanjutkan tugas ku.." ucap Rendra dengan sedikit haru yang ditahan.


"Dengan kesungguhan hati saya Andika Satria Bimantara akan melanjutkan tugas bapak untuk menjaga dan membimbing putri bapak seperti saya menjaga diriku sendiri dan bila saya ingkar bapak boleh hukum saya.." balas Andika membuat yang mendengar sedikit terkejut sebab ini bukan kedinasan Andika pikir semuanya.


Tidak beberapa lama proses ijab kabul akan di lakukan dengan hikmat, Rendra sudah berhadapan dengan Andika sesuai ketentuan agama dengan saksi kedua belah pihak dan mahar yang telah disiapkan berupa satu set perhiasan emas.



Rendra sudah menggenggam tangan Andika untuk membaca ijab kabul begitu juga Andika akan mengikrarkan ijab kabul.


Setelah pihak dari KUA membimbing Andika untuk beristigfar dilanjutkan dengan syahadat dan kini ikrar ijab kabul dan Rendra yang akan menikah sendiri putrinya.

__ADS_1


"Aku nikahkan engkau Andika Satria Bimantara bin Kusuma dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Calmera Merhel Ainun Anindya dengan mahar satu set perhiasan emas dibayar tunai" Rendra.


"Saya Andika Satria Bimantara terima nikah dan kawinnya Calmera Marhel Ainun Anindya bin Rendra Himawan Wijaya dengan mas mahar satu set perhiasan emas di bayar tunai" Andika.


Dan semua sepakat menyetujui pernikahan keduanya yang berarti sah, dan sebaris do'a pun terucap dari pihak urusan agama.


Kedua pengantin di pertemukan dan saling bersalaman Andika memberikan do'a pada pada Nasyauqi "Allahumma inni as'aluka min khairihaa, wa khairimanjabal tahaa 'alaihi wa audzubika min syarrihaa wasyarrima jabaltaha 'alaiha", "ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan darinya dan kebaikan yang Engkau tentukan darinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukannya yang Engkau tetapkan atas darinya" , "Ya..Robb jadikan kami saling menyejukkan, jadikan saling mengingatkan kebaikan dan jadikan kami berdua selalu menenangkan dan jadikan kami seling menyenangkan.." Andika mencium ujung kepala Nasyauqi dengan lembut dan semua yang hadir bertepuk tangan ikut bahagia.


Dan kini kedua jari manis keduanya sudah terpasang cincin indah sebagai tanda keduanya sudah ada ikatan suci yang halal dimata tuhan dan negara.


Tidak hanya orang tua dari kedua mempelai yang memberikan do'a dan restu tapi juga keluarga besar yang hadir ikut mendo'a kan.


Keduanya terlihat serasi dengan mengunakan baju yang tidak disiapkan terlebih dahulu tapi cukup membuat keduanya nyaman dan sangat pantas untuk keduanya yang terlihat seperti cauple.



Indra sangat senang sebab adik kecilnya mendapatkan orang yang tepat yang menurutnya dia pantas mendapatkan orang yang baik itu, Andika sosok yang sederhana tapi dari keilmuan dia sangat pandai jadi tidak ada rasa khawatir dari Indra untuk adik kecilnya itu.


"Selamat ya..gue..titip adik gue..tolong jaga seperti gue menjaganya..jangan sekali-kali loe menyakitinya..bakal gue bunuh loe..kalau sampai menyakiti adik gue.." pinta Indra dengan serius.


"Terimakasih..tidak ada niat sedikitpun untuk itu..pasti aku jaga dengan sepenuh jiwa.." balas Andika dengan membalas pelukan Indra.


Berikutnya Indra memberikan selamat pada Nasyauqi dengan mata berkaca-kaca Indra berucap " Nasyauqi (dirindukan) sayang..selamat, semoga selalu Allah lindungi dimanapun Nasyauqi berada.." ucap Indra dengan memeluk Nasyauqi.


Do'a terucap dari seluruh anggota keluarga yang hadir acara terasa sangat hikmat hingga sholat ashar, semua yang hadir menikmati hidangan yang telah disediakan dan berlanjut obrolan santai.


Nasyauqi sendiri masih berbincang dengan Nisrina yang menemani akhtar yang sudah berlari tidak mau diam.


"Mba..aku..malu.." ucapnya dengan berbisik.


"Apaan..sih..dek..santai aja..kali..nanti juga terbiasa ko.." Nisrina menjelaskan, Nisrina mengerti dirinya juga sama sebab keduanya sama-sama mengenal pasangan setelah dalam ikatan pernikahan.


Yang jelas hari ini hari bahagia tidak hanya untuk keduanya saja tapi juga seluruh anggota keluarga besar keduanya.


✩✩Note✩✩


Panggilan Nasyauqi hanya untuk panggilan saja nama tetap Ainun sebagai pengalihan saja.

__ADS_1


__ADS_2