
"Terkadang aku rapu bila seorang diri menghadapi banyak hal tapi tuhan menghadirkan kamu disisiku, genggaman tanganmu yang selalu menguatkanku untuk terus bangkit menghadapi semua itu " Rendra.
Sudah seminggu ini Ainun dan Azlan berlibur ke negeri yang terkenal dengan bunga sakuranya bersama papa dan mama Rendra, Candy merasa sangat kesepian hingga banyak menyibukkan diri baik dirumah maupun di rumah sakit bila Rendra berdinas.
Hal ini membuat Rendra merasa kasihan sebab Candy selama ini tidak pernah jauh dari anak-anaknya yang sangat di cintanya.
Rendra ingin membuat Candy sedikit melupakan rasa rindu akan anak-anaknya, dia berencana menjemputnya di rumah sakit sepulang dari dinasnya.
"Cie..cie..rapi amat..Kapt.." goda ajudan Rendra yang kebetulan lewat rumah dinas Rendra, Rendra sendiri sudah berdiri didepan mobil mewah miliknya.
"Iya..lah..mau jemput yang tersayang.." balas Rendra dengan terlihat sangat senang.
"Aromanya...jadi pengantin baru lagi nih..." ajudan Rendra masih ingin menggoda Rendra.
"Sssttt...berisik..he..he..maunya..sih begitu.." dengan tertawa Rendra membalas godaan ajudannya.
"Aku..tinggal dulu ya.. kasihan..Honey..nungguin.." dengan membuka pintu mobilnya Rendra berpamitan.
"Selamat..menikmati momen berduaan..hati-hati..Kapt" ujar ajudan Rendra yang di tinggal oleh Rendra yang memberikan suara klakson mobilnya sebagai tanda berpamitan yang mulai melaju.
Tanpa menunggu lama Rendra sudah berdiri di depan ruangan Candy berdinas, dan sambutan assisten Candy yang menyapa Rendra ramah.
"Sore..Kapt..dokter sebentar lagi..keluar.." ucapnya suster ke Rendra sopan.
"Sore...ya..terimakasih..boleh saya masuk.."tanya Rendra ke assisten Candy sopan seperti meminta ijin terlebih dahulu.
"Silakan..Kapt.." jawabnya dengan tangan yang sibuk merapikan meja.
"Assalamualaikum...Honey.." ucap Rendra terdengar mesra di telinga.
"Waalaikum salam..masuk..mas.." jawab Candy dengan tidak memandang Rendra sebab sedang membersihkan tangannya.
Dari belakang Rendra mendekap tubuh Candy dan mencium tengkuk dan leher Candy lembut hingga terdengar suara protes Candy.
"Mas..kita ada dimana..ini.." Candy berharap Rendra menyudahi ciumannya.
"Maaf.." ucap Rendra dengan senyum tipisnya terlihat.
"Wangi..banget..mau kemana..mas.." tanya Candy yang sudah membersihkan tangannya dan melepaskan jas dinasnya.
"Mau..kencan..sama yang tersayang..dong" jawab Rendra dengan jail menyentuh hidung Candy.
"Oh..kenalin..dong yang tersayangnya..mas.." pinta Candy dengan menggoda.
"Siap...kapan..." ujar Rendra dengan merangkul pundak Candy yang sudah bersiap keluar dari ruangan dinasnya.
"Secepatnya..ya..biar..Can..tahu lebih dari Can..atau.." belum juga Candy melanjutkan ucapannya, Rendra sudah menutup mulut Candy dengan mulutnya yang berarti menciumnya dengan lembut tapi dia cepat sadar saat ini dimana dirinya berada.
__ADS_1
Maksud dari ciuman Rendra sebenarnya agar Candy tidak melanjutkan ucapannya yang menurutnya sebagian dari do'a apapun yang kita ucapkan tanpa kita menyadarinya.
"Maaf...maaf..ih..suka terbawa suasana...Honey.." Rendra malu sendiri hanya senyuman malu Candy berikan ke Rendra.
Rendra merapikan hijab Candy yang sedikit berpindah posisi karena ulahnya dengan tawa kecilnya dia tunjukan merasa bersalah.
Tangan Rendra mengengam tangan Candy saat akan keluar dari ruangan Candy seakan tidak ingin jauh dari istri tercintanya.
Terdengar sapaan orang yang cukup di kenalnya menggoda keduanya yang akan keluar dari rumah sakit.
"Gue..tahu..loe..udah halal tapi jangan yang lain di suruh mengontrak juga kali.." ujar mas Rudi dengan tersenyum menggoda.
"Ga..lah mas..belum pulang..mas" Rendra bertanya ke mas Rudi dengan tangan masih menggandeng tangan Candy.
"Sebentar lagi..pulang...kapan anak-anak pulang.." tanya mas Rudi kepada keduanya.
"Papa..sama mama belum kasih kabar dan anak-anak masih libur mas.." Rendra menjelaskan ke mas Rudi.
"Mau...kemana..nih..rapi betul.." tanya mas Rudi yang seakan tahu rencana Rendra.
"Biasa..mas..selagi ada kesempatan ya...di manfaatkan iya..ga mas.." ujar Rendra dengan memandang Candy yang menunduk malu.
"Balas..Can..jangan kasih kendor.." seru mas Rudi menggoda Candy yang makin malu.
Didalam mobil Rendra tidak melepaskan genggaman tangan Candy merasa nyaman dan ada kehangatan saat bersamanya.
Hingga Rendra menghentikan mobilnya di pantai yang menurutnya cukup membuat keduanya menikmati momen berdua, seperti mengingat momen baru menikah dulu.
Banyak orang seperti dibuat iri dengan keduanya yang sangat serasi dan seperti biasa Rendra tidak mau melepaskan tangan Candy dari genggamannya seperti menujukan Candy adalah miliknya.
Memang setiap kali pasang muda berpapasan dengan keduanya mereka merasa tersaingi dengan kemesraan Rendra yang memperlakukan Candy dengan manja walaupun hanya perlakuan yang wajar tapi membuat yang melihat baper dan menimbulkan kesan Rendra bucin tapi itu tidak masalah dengan Rendra.
"Mas..Can..haus.." pinta Candy ke Rendra yang duduk di sebelahnya.
"Honey...mau apa..ayo..kita ke tempat makan yang disana..sepertinya makanannya enak.." Rendra memberikan pilihan ke Candy dan Candy setuju dengan apa yang ditawarkan Rendra.
Keduanya memesan makanan serta minuman dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati suasana pantai yang menjelang senja.
Seakan terbawa suasana keduanya saling bercerita tentang apapun, menunggu pesanan yang dipesannya.
"Mas..Can..kangen sama Ainun dan Azlan..sedang apa ya..mereka" ucap Candy ke Rendra yang menggenggam tangan Rendra dan sesekali mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
"Mas..tahu..Honey mengkhawatirkan mereka tapi mereka ada bersama mama papa..Honey tenang..saja..mungkin mama papa ingin kita berdua sesekali..Honey" Rendra mengusap lembut kepala Candy yang tertutup hijab.
"Mas..paling bisa deh..biar Can..ga sedih.." rengek Candy manja ke Rendra yang senang mendengarnya.
"Minumlah..katanya haus.." Rendra menawarkan minuman yang di pesan Candy dengan tangannya Rendra memegang gelas minuman yang diminum Candy.
"Terimakasih...mas" balas Candy yang akan mengambil makanan yang telah di siapkan oleh pramusaji.
Saat Candy mengambil salah satu menu siput salah satu jari Candy tertusuk hingga Candy mengadu kesakitan karena tusukannya.
"Auw..." Candy melihat salah satu jarinya mengeluarkan darah, dengan cepat Rendra menggecupnya dengan mulutnya hingga berkurang rasa sakitnya.
"Gimana..Honey...masih sakit" tanya Rendra dan hanya gelanggan kepala yang Candy berikan.
"Honey..biar mas yang suapin..ok.." Rendra tidak ingin Candy terluka lagi.
"Mas..biar..Can..makan sendiri.." protes Candy ke Rendra tapi seperti biasa Candy tidak bisa menolak keinginan Rendra yang menyangkut kebaikan Candy.
Candy pasrah hanya bisa menurut dengan sangat telaten Rendra menyuapi Candy yang sesekali jadi perhatian orang yang ada di dekatnya, tapi seperti biasa Rendra yang sebodoh amat penilaian orang terlihat santai hanya sesekali tersenyum melihat Candy protes karena malu di perhatikan orang.
Senja semakin menuju keperaduannya terlihat indah dipandang, melihat matahari yang akan tenggelam sangat berkesan bila di lihat dari pinggir pantai seperti yang sekarang Rendra dan Candy lakukan keduanya berdiri berdua bermain pasir pantai.
Keduanya menikmati sebagian ciptaan tuhan yang maha sempurna dengan segala detailnya hingga tidak terlihat sedikit pun celah lebih terlihat sangat sempurna.
"Mas..akankah kita selamanya seperti ini.." tanya Candy dengan memandang jauh laut yang tidak terlihat ujungnya.
"Inshaallah..Honey..kita akan menua bersama mungkin..hingga maut yang memisahkan.." ucap Rendra yang juga memandang laut yang jauh nampak perahu nelayan sangat kecil.
"Seandainya..Can..yang harus pergi dulu..mas iap..melepaskan dengan ikhlas.." tanya Candy yang masih melihat air laut yang bertaburan ombak.
"Kalau bisa meminta biar..lah mas terlebih dulu..sebab cukup sudah mas..melewati pencarian dulu, hingga mas dipertemukan kembali dengan Honey.." Rendra makin menggenggam tangan Candy.
"Bila..mas terlebih dahulu akan banyak yang kehilangan mas.." ujar Candy yang sudah menahan sesak didadanya.
"Mereka akan kuat..seiring waktu tapi bila harus..." Rendra tidak dapat melanjutkan tiap baris kata yang hanya dirasakan didalam dadanya.
Hanya isak yang terdengar dari bibir yang biasa tegas terdengar oleh kawan dinasnya saat ini hanya isakan yang terdengar dengan hangat mendekap tubuh mungil istri tercintanya.
Candy tak kalah lebih melelehkan air matanya sebegitu besar dan tulus Rendra kepadanya hingga tidak ingin ditinggalkan olehnya.
Dalam tangisnya Candy terucap kata yang konyol terdengar ditelinga Rendra tapi karena ucapannya menyudahi tangis keduanya.
"Mas...kenapa..kalau mas bareng kawan mas ga ada melo-melonya tapi kalau bareng Can..gampang banget..meleleh.." tanya Candy yang langsung di balas Rendra dengan kecupan sayang di kedua mata indah Candy yang tertutup.
"Karena..Honey segalanya buat mas.." jawab Rendra mendekap Candy didadanya.
__ADS_1
Tiap momen dalam hidup pasti akan terus meninggalkan segurat rasa baik sedih, suka, duka tapi itulah hidup harus terus berjalan seiring matahari yang akan kembali menampakkan sinarnya memberikan kehangatan dan manfaat kesemesta alam.