
..."Bukan berarti tidak butuh yang memiliki yang berlebih atau memenuhi kriteria, bila adayang membuat hati dan pikiran mu tenang disaat semuanya memberikan bimbang pada dirimu" Rendra....
Azlan masih memikirkan apa yang pernah terucap dari mulut kakeknya, hingga disela-sela menyelesaikan tugasnya di rumah dinas dia termenung.
"Jangan bengong.." sapa rekan Azlan yang mengejutkan Azlan.
"Hai..." balas Azlan menyapa dengan pura-pura tidak melamun.
"Bujangan ko..banyak bengong..banyakin tuh gebetan.." canda rekan Azlan dengan menepuk pundak Azlan.
"Sok..tahu.." ujar Azlan membalas.
"Sana..liat di luar..ramai tuh..cuci mata..biar ga bengong.." usir rekan Azlan yang masih ingin menggodanya.
"Udah..loe aja..gue..banyak tugas dari kampus.." usir Azlan pada rekannya agar keluar dari rumah dinasnya.
"Serius ga nyesel..." goda rekan Azlan yang berharap ada teman buat cuci mata yang saat ini ramai di lapangan sore ini banyak anak-anak berolah raga sore.
Memang sore ini lapangan ramai banyak orang berolah raga terutama anak-anak dari perwira maupun jendral yang hanya sekedar jalan kaki atau jalan santai gitu.
Tidak dengan Azlan yang kembali melanjutkan memeriksa tugas anak didiknya yang menumpuk di meja kerjanya.
Di tempat lain Andika yang sibuk membantu chef di dapur toko kue Nasyauqi karena ada pesanan yang besok harus di ambil, Nasyauqi sendiri juga membantu tapi tidak boleh terlalu lelah sebab kehamilannya makin bertambah besar.
Abi dan uma sudah Andika beritahukan soal kehamilan Nasyauqi yang disambut dengan suka cita sebab menurutnya akan ada Andika junior yang jadi penerus berharap tidak seperti dirinya yang belum di ijinkan memiliki keturunan yang akan jadi penerusnya untungnya mereka memiliki Andika yang sholeh walaupun bukan anak kandungnya.
Hampir menjelang malam Andika dan Nasyauqi masih berada di toko yang membuat Andika berpikir untuk menginap saja malam ini di toko, bagian lantai atas toko sudah Rendra rombak habis di buat senyaman mungkin untuk putri tercintanya dengan cucu kembarnya nanti.
Sebenarnya Rendra tahu Andika pasti tidak tidak enak hati tapi Rendra menyakinkan Andika bahwa semua ini hanya hadiah buat keduanya yang selalu saja menolak bila di berikan fasilitas yang Rendra berikan, Andika juga mempertimbangkan keadaan Nasyauqi yang sudah hamil besar agar aman di toko jadi menerima maksud baik Rendra.
Setelah merapikan pesanan Andika membersihkan toko dan membersihkan diri, juga memenuhi tugasnya memberikan vitamin serta susu untuk Nasyauqi yang sudah bersantai duduk di depan layar tv di lantai atas toko yang sudah berubah terlihat bukan hanya nyaman tapi lebih dari rumah dinas.
"Ayo...di minum susunya.." pinta Andika yang melihat Nasyauqi masih tertawa melihat tontonan di tv.
"Terimakasih...mas.." ucapnya dengan manja memeluk satu tangan Andika.
__ADS_1
"Sama-sama...ruhi.." balas Andika dengan menatap wajah ayu Nasyauqi yang semakin cantik menurut Andika di kehamilannya.
"Ih..apaan sih..mas.." ujar Nasyauqi malu di pandang Andika.
"Cantik.." seru Andika dengan mengusap pipi Nasyauqi.
"Ih...mas.." Nasyauqi malu di pandang Andika.
Nasyauqi merubah posisi duduknya karena tidak bisa terlalu lama untuk duduk di posisi sekarang dia duduk.
"Kenapa..cape.." tanya Andika yang cukup mengerti keadaan istrinya.
"Iya..." ujar Nasyauqi yang terdengar manja buat Andika.
Andika mengambil kasur lantai yang cukup tebal juga empuk untuk duduk Nasyauqi agar nyaman dan tidak mudah cape di posisinya saat ini yang sudah tidak bisa berlama-lama duduk maupun berdiri.
Setelah di posisinya yang cukup nyaman Andika memijat kaki Nasyauqi yang sudah mulai lelah bila lama berdiri.
"Gimana..enakan.." tanya Andika dengan tangan masih memijat kaki Nasyauqi.
Andika malah tertawa melihat tingkah istrinya yang makin berisi, tapi membuat Andika makin gemes sebab bukan makin cantik saja tapi juga imut.
Andika sendiri sudah mulai membaik kondisinya tidak separah diawal kehamilan Nasyauqi, yang penciumannya sangat sensitif terhadap bau dan perut yang susah di kontrol bila sudah mencium bau yang menurutnya menyengat yang menimbulkan pusing juga mual.
"Mau...pindah ke kamar.." tanya Andika dengan menghentikan pijatannya.
"Iya..tapi males jalannya.." ucapnya dengan posisi bangun dari duduknya yang sudah susah untuk berdiri.
Andika membantunya dan tanpa bertanya Andika menggendong Nasyauqi yang terkejut tapi harus bagaimana lagi bila berontak dirinya akan jatuh ke bawah membuat dirinya bahaya sebab ada bayi di dalam rahimnya yang akan terluka juga.
Setibanya di kamar Andika membaringkan Nasyauqi di kasur yang sangat nyaman juga empuk ditambah sangat luas bila untuk berdua sebab ukurannya yang benar-benar besar yang disiapkan untuk kehadiran si kembar.
"Istirahatlah mas..ada di sini..jangan lupa berdo'a.." pinta Andika dengan mencium kepala Nasyauqi yang sudah membuka hijabnya.
Tidak lupa Andika mengusap perut Nasyauqi dengan lembut dan berkata seorang diri "anak ayah..bobo yang tenang..ya..biar bunda bisa istirahat ya..sayangnya ayah..berdo'a dulu ya.." ucap Andika dengan lembut dan membacakan do'a sebelum tidur dan memberikan sholawat serta menciumnya, yang membuat Nasyauqi tersenyum terlihat tingkah lucu Andika berbicara dengan si kembar masih didalam perutnya, Andika begitu tulus membantu dan merawat Nasyauqi.
__ADS_1
Sementara Nasyauqi sudah berbaring walaupun masih belum bisa memejamkan matanya karena merasakan pinggangnya yang mulai sering merasa sakit.
Andika yang masih memeriksa file kerjanya yang sesekali melihat Nasyauqi yang merubah posisi tidurnya, Andika tersenyum melihat Nasyauqi yag tidak nyaman karena posisi tidurnya sehingga membuatnya susah memejamkan matanya.
Andika menyegerahkan menyelesaikan sisa filenya agar bisa menemani Nasyauqi sebab terlihat matanya sudah ingin beristirahat tapi merasakan tidak nyaman pada pinggangnya.
"Boleh mas..bantu..." pinta Andika dengan sabar Andika mengusap pinggang hingga punggung Nasyauqi.
Dan tidak beberapa lama Nasyauqi bisa tertidur dengan posisi miring ke kanan dan Andika mendekapnya dengan tangan mengusap pinggang juga punggungnya.
Andika merasa iba pada Nasyauqi yang harus susah tidur dalam posisi hamilnya, belum lagi bila menjelang malam merasakan kegerahan walaupun sudah di pasang pendingin udara.
"Ya..Rabb tolong jaga dia bersama buah hati kami.." pinta Andika dalam memandang Nasyauqi yang tertidur pulas.
"Mas...tidur..besok..harus dinas.." ucap Nasyauqi dengan mata terpejam sepertinya dia tahu suami tercintanya belum tidur masih memandang wajahnya.
"Iya..ruhi..." Andika mencium pipi Nasyauqi.
Tapi Andika masih terus memandang wajah Nasyauqi banyak hal yang Andika yang kagumi dari anak sultan ini, mungkin diluar sana banyak lelaki yang serba ada dengan fasilitas yang dia punya untuk memiliki anak sultan ini tapi dia lebih memilih dirinya lelaki yang tidak ada apa-apanya pikir Andika.
Sepertinya tidak akan habis kata untuk memuji dirinya yang bisa di bila sempurna itu pikir Andika, dari fisik dia sudah terbilang diatas rata-rata yang orang bilang dengan wajah cantik, kulit putih dengan tinggi badan terbilang tinggi dengan senyum manis yang dia miliki apalagi mata indahnya yang membuat orang sedikit terbius karena pesonanya.
"Mas..sudah tidur..." pinta Nasyauqi yang membuat Andika malu mati gaya ketahuan memandang dirinya.
Hanya suara orang bergumam yang Andika berikan sebagai jawaban pada Nasyauqi, beruntungnya diriku dalam benak Andika berkata seorang diri masih dengan memandang Nasyauqi.
Sikap tulus dan tidak memandang apa yang Andika miliki ini poin buat Andika sebab mana ada anak sultan yang bergelimang harta mau dipersunting oleh Andika yang hanya seorang perwira yang hanya memiliki gaji yang cukup untuk makan sederhana belum bisa untuk memenuhi yang namanya hidup yang mewah.
Tapi selama bersamanya tidak ada sedikit pun Nasyauqi mengeluh baik soal kebutuhan hidup maupun sikap Andika dalam memperlakukan dirinya.
Yang Andika rasakan Nasyauqi sosok istri sholeha yang taat dan hormat baik kepada dirinya juga pada orang tua baik dari orang tuanya maupun orang tua dari Andika, beruntung itu kata yang tepat yang pantas diberikan pada Andika yang sudah memiliki Nasyauqi.
~Note~
Mohon maaf terlambat up, dan saya ucapkan terima sudah tetap setia mendukung karya saya.🙏💕
__ADS_1