Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
18


__ADS_3

Di kota Penempatan Dinas


Sudah beberapa hari yang lalu Candy berada di kota baru ini, Candy tidak datang sendiri diantar ayah, mas Dimas dan Rahma saat ini.


Untuk tempat tinggal sudah disediakan oleh pihak rumah sakit, yang letaknya tidak terlalu jauh sehingga memudahkan Candy untuk panggilan darurat.


Jadwal harian Candy dinas seperti biasa di rumah sakit dengan mengikuti jadwal jaga seperti yang lain,yang berbeda ada jadwal mingguan yang harus Candy jalani yaitu kunjungan ke daerah yang tidak terjangkau oleh petugas kesehatan, itupun berpindah-pindah tempatnya di tiap minggunya dan hanya di temani dua orang perawat satu cowok dan satu cewek juga sopir dan mobil ambulan dengan peralatan dan obat-obatan yang cukup lengkap .


Pagi ini Candy akan menjalankan tugas mingguan untuk pertama kalinya, untuk tempatnya sudah Candy dapatkan, berikut data dan kondisinya dari jumlah penduduk dewasa, lamsia, remaja, anak-anak, balita sampai penyakit apa yang sering di derita pokoknya datanya seakurat mungkin yang Candy minta kepada kepala desa itu.


♡ Ya....Rabb Penguasa jagat raya ini,hamba mohon memudahkan langkah ku untuk membantu dan menolong sesama hanya Engkau sebaik -baiknya penentu, sebaik - baiknya pengatur dan sebaik-baiknya penetap, aaamiiin " do'a Candy sebelum berangkat ke tempat tujuan.


Di Tempat Dinas Mingguan


Kedatangan Candy di sambut baik dan kepala desa daerah itu menerima dengan tangan terbuka, begitu juga Masyarakatnya.


Tidak butuh beberapa lama pemeriksaan rutin itu dilakukan dengan lancar tampa ada hambatan dan dapat di simpulkan Masyarakat di daerah ini sadar akan kebersihan dan kesehatan baik untuk diri maupun keluarganya.


Hari pun menjelang sore, Candy dan rekan dinas melanjutkan perjalanannya kembali ke Rumah Sakit.


Di tengah perjalanan pulang tanpa diduga ban mobil ambulan kami bocor, mau ga mau harus di tambal, sedangkan arah ke Rumah Sakit masih jauh cuma ada warung kecil di pinggiran jalan yang cukup sepi tapi perut Candy minta di isi.


"Dok...sebaiknya tunggu di warung itu aja, biar saya cari tempat untuk mengisi atau mengganti ban ini dulu" ucap sopir ambulans dan akan pergi ditemani perawatan cowo.


Candy tidak sendiri di temani suster (anna), di warung Candy memesan teh manis hangat dan cemilan, begitu pun anna memesan makan untuk mengganjal perut sementara.


Tidak beberapa lama ada bis yang berhenti mendadak dan dari bis ke luar dua orang laki-laki yang satu hanya memegang tas sedangkan yang berbadan tegap menggendong seorang wanita.


"Tolong...bisa bantu saya" ucap lelaki tegap dengan suara tegas dan formal.


"Apa...yang bisa saya bantu pa" jawab pemilik warung sedikit takut.


"Sepertinya ibu ini mau melahirkan " ucap lelaki tegap dengan tegas terdengar serius.

__ADS_1


"Tolong...is..tri saya" dengan suara memelas sambil mengusap punggung istrinya yang sudah kesakitan.


"Anu...pa, istri saya baru saja pulang, bagaimana ya..." jawab pemilik warung masih dengan rasa takutnya, melihat lelaki yang berbadan tegap walaupun tidak menggunakan seragam dinas kesatuannya.


Lelaki tegap melihat ke dalam, ada dua wanita didalam warung yang sedang menikmati makanannya dam berbincang santai.


Langkah panjang lelaki tegap itu mendekat ke arah Candy dan Anna yang tidak memperhatikan apa yang terjadi di luar.


"Maaf...apa anda bisa membantu saya" ucap lelaki tegap yang berdiri dibelakang Candy dan Anna.


Seketika Candy dan Anna membalikkan badan, ke arah lelaki tegap itu, bukan Candy yang terkejut tapi lelaki tegap itu.


♡♡♡Ya...Rabb ini bukan mimpikan, mata itu♡♡♡ ucapnya dalam hati.


"Anda perlu bantuan saya" ucap Candy lembut tapi tapi terdengar tegas.


"Ya,...ada wanita yang akan melahirkan" ucapnya dengan posisi setengah sadar dengan melihat mata itu dan dengan detak jantung yang sudah tidak seirama lagi tidak menentu.


"Sepertinya...anda perawatan " ucap lelaki tegap memberanikan diri dengan melihat Anna yang menggunakan seragam dinas dan masih dengan jantung yang terkendali.


"Oh...jadi dia seorang Dokter " dalam batinnya lelaki tegap itu bergumam.


"Dimana pasiennya " ucap Candy melangkah meninggalkan lelaki tegap itu yang masih dalam bingung, untuk mengambil tindakan selanjutnya.


Candy memeriksa secara seksama, ternyata benar wanita ini sudah mau melahirkan bayinya.


Candy yang meninggalkan alat-alat pemeriksaan di mobil ambulan, akhirnya Candy melakukan pemeriksa dengan kondisi seadanya saja, tidak menunggu mobil ambulan datang terlebih dahulu.


Pasien sudah bermandikan keringat, dan dengan rasa sakit yang sangat dia rasakan tapi tetap kuat.


"Sakit...mas..." teriak wanita itu yang terdengar kami semua yang ada di situ.


Candy meminta ijin kepemilikan warung untuk meminta warungnya untuk tempat bersalin sementara.

__ADS_1


"Na....mintakan air hangat, juga teh manis jangat untuk ibu ini" perintah Candy.


Candy sudah mencucinya terlebih dahulu dan wanita itu di beri minum teh manis hangat.


Setelah pembukaan lengkap dan kesiapan wanita ini untuk melahirkan, dengan cekatan dan sigap Candy melakukan tidakan untuk proses kelahiran si kecil.


"Aku minta semua yang ada di sini berdo'a untuk kemudahan bu dan bayinya " semua terdiam mengikuti perintah Candy dan terdiam sesaat Candy berdo'a agar semua sesuai harapan semuanya yang menyaksikan.


Candy memberikan semangat dan mengarah kan apa yang harus di lakukanya wanita itu dan tak lama tangisan bayi terdengar cukup kencang.


owa....owe....owe....


"Alhamdulillah, selamat ya....ibu dan anaknya cowo bu..."ucap Anna mudahan sholeh dan jadi anak yang kuat, cerdas " ucap Candy yang menyerahkan bayi ke ibunya dan senyum terlihat dari kedua pasangan itu.


Tampa menunggu beberapa lama mobil ambulance datang, Candy menerangkan dengan singkat bahwa pasien harus di bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut agar tertangani lebih baik.


"Maaf saya bawa pasien ini ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya " ujar Candy di sampaikan kepada lelaki tegap juga suami pasien.


"Pa...ini saya bayar makanan yang saya makan" Candy memberikan uang kepemilik warung.


"Terimakasih...pa, sudah menolong istri dan anak saya" ucap suami dari wanita itu dengan tangan menyalami lelaki tegap itu.


Pasien sudah dalam ambulance yang diangkat lelaki tegap yang membantunya dengan senang hati.


"Terimakasih, pasien saya bawa" ucap Candy debgan melangkah masuk ke dalam ambulance di ikurti suami pasien, anna juga perawatan cowo yang duduk samping supir.


Tidak beberapa lama mobil bergerak dengan suara khas ambulance, menanggalkan Rendra dan pemilik warung.


Lelaki tegap itu seorang Rendra yang kebetulan ada keperluan penanganan kasus didaerah itu, timnya sudah terlebih dahulu pergi sedang Rendra baru menyusul karena ada keperluan yang harus di urusannya terlebih dahulu.


Untuk kedua kalinya Rendra tidak bisa mendapatkan sesuatu apapun dengan pemilik mata indah itu, untuk saat ini tidak mungkin Rendra mengatakan apa yang akan disampaikan kepada pemilik mata indah itu.


Rendra masih termenung duduk di tempat pemilik warung itu, pandangannya kosong yang dirasakan saat ini susah dimengerti oleh hatinya, mau marah kepada siapa, kesal juga kepada siapa mungkin diam sesaat akan lebih baik baginya untuk menenangkan jiwanya.

__ADS_1


"Ya....Allah.....apa rencanaMu untukku, apa belum cukup waktu yang telah terlewatkan selama ini..."


Dalam diam Rendra berdo'a kepada pemilik hidup dan pengatur hidup dengan segala keparahannya dia tunjukkan.


__ADS_2