
"Bahagia itu kita yang merasakan, bukan orang lain yang mengatakan biarlah orang menilai menurut cara pandangnya yang pasti kita nyaman dengan jadi diri sendiri tidak menurut orang lain agar tenang hidupmu" Candy.
Minggu-minggu ini keluarga besar ayah Candy sibuk dengan persiapan acara pernikahan anak pertama mas Iqbal dan mba Salma yang tidak lain adalah Habibi Al Rahman yang akan menikah dengan kawan masa kecilnya Rindu mawarni nama gadis yang akan dinikahinya, memang jodoh tidak dapat kita prediksi dengan siapa ataupun orang mana itu rahasia tuhan yang maha sebaik-baiknya mengatur.
Rendra tidak tinggal diam dia memberikan yang terbaik dia miliki untuk membantu keluarga besar Candy dan keluarga besar Candy mempercayakan Rendra yang mengatur semua acara pernikahannya dari lokasi sampai dengan segala yang berhubungan dengan pestanya.
Seperti biasanya Rendra mengerahkan pihak WO miliknya menyiapkannya dan mengerahkan segala sesuatunya yang terbaik untuk memberikan kesan yang dalam kepada sepasang pengantin yang akan di kenang seumur hidupnya dan akan terus mengingat momen itu.
Karena tamu yang di undang tidak cukup banyak dan keingin pengantin wanita di luar ruangan dan pihak WO hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keponakan dari Candy.
Akhirnya atas kesepakatan bersama untuk dekorasi pernikahan didesain cukup unik menurut sebagian orang.
Lebih berkesan menyatu dengan tamu undangan dan alam, kebetulan juga bukan musim penghujan jadi aman untuk momen sakral ini.
Begitu juga tempat bersanding kedua pengantin di bikin senyaman mungkin untuk tamu undangan juga keluarga kedua mempelai yang akan memberikan ucapan selamat kepada pengantin.
Memang terlihat sederhana tapi elegan, maklum saja keluarga mas Iqbal hanya ingin sederhana dia lebih mementingkan hikmatnya dan tidak banyak juga tamu yang diundang sebab dia hanya seorang dosen.
Akan berbeda ceritanya bila acara ini terjadi pada keluarga Rendra yang banyak mempunyai kolega dalam bisnis juga kedinasannya hingga pusat.
Hampir semua anggota keluarga di akibatkan hingga terlihat anggota keluarga ayah Candy sekarang telah bertambah, yang paling terlihat senang ayah sebab dimasa pensiunnya masih bisa menyaksikan cucunya mengarungi rumah tangga dengan orang pilihannya yang baik dalam didikan agamanya.
"Kapan..nih nyusul..punya mantu.." goda salah satu teman mas Iqbal ke mas Dimas yang juga dikenalnya.
"Waduh...kena juga..masih..sekolah anaknya.." balas mas Dimas ke teman mas Iqbal dengan ramah.
"Gampang...kalau masalah sekolah..jangan-jangan udah banyak yang antri..ya..habis cantik" ucapnya lagi membuat mas Dimas tersenyum.
"Ah..mas bisa saja.." ujar mas Dimas menenangkan situasi.
"Apa..mau besanan nih.." pintanya yang membuat mas Dimas bingung menjawab.
"Saya..gimana anaknya saja.." balas mas Dimas yang tersenyum ramah.
"Udah..punya calon..ya..siapa sih yang bakal nolak sudah cantik..baik lagi.." ucapnya menjelaskan sepertinya tahu banyak.
"Calon..apa..mas, semuanya juga masih calon..sebab belum ijab kabul..benarkan.." balas mas Dimas dengan candaan agar tidak mengarah kearah yang serius.
"Bener juga...ya.." ujarnya dengan tertawa yang membuat suasana jadi akrab.
Ditempat lain terlihat keakraban keluarga ayah Candy yang saling bincang santai dengan diiringi alunan musik dari band yang jadi penghibur di acara pernikahan Habibi dan Rindu yang juga mengundang teman sekolah juga rekan kerjanya.
"Mba..kita suruh papa sumbang suara yuk..." ajak Ainun ke Nisrina yang sepertinya setuju.
"Sama..ayah..dek..pasti..mau.." ucap Nisrina yang tahu ayahnya sangat bucin.
"Ayo..mba..." dengan semangat keduanya menghampiri seorang lelaki yang pertama kali memberikan rasa cinta yang tulus.
__ADS_1
Dengan cara membujuknya hingga keduanya mau tidak mau, keduanya harus memberikan suaranya yang pas-pasan sebab biasanya hanya bernyanyi dikamar mandi.
Rendra dan mas Dimas memilih lagu yang akan dinyanyikannya sebagai ucap selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai, dan lagu yang akan dinyanyikannya mencerminkan kebucinan keduanya dan terdengar lirik yang dinyanyikan keduanya.
~♡ Melamar mu ♡~ Badai
Di ujung cerita ini
Di ujung keinginanmu
Ku pandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh meminta mu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tahu
Ku ingin melamar mu
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh meminta mu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Rahma dan Candy dihampiri keduanya yang kebetulan tidak jauh dari keduanya bernyanyi hingga membuat seluruh pasang mata yang kebetulan hadir bertepuk tangan, dengan posisi seperti orang yang melamar Rendra bersimpuh di hadapan Candy dan seperti memohon di terima lamarannya.
Histeria tamu undangan membuat suasanaserasa milik Rendra, entah dari mana Rendra mendapatkan bunga yang sudah ada di tangannya membuat Candy malu sekaligus terharu juga senang.
__ADS_1
Sorak para undangan berharap Candy menerima bunga dari Rendra yang membuat Candy bingung bukanya dirinya sudah jadi istrinya, dengan malu Candy menerima bunga dari Rendra dan memberikan anggukan kepalanya tanda menerima bunganya sebab dirinya sudah jadi istri Rendra.
"Mas...mas..paling bisa bikin orang..senang" batin Candy dengan tersenyum diberikan ke Rendra dan apa yang Rendra lakukan, memberikan ciuman di kepala Candy tanda cinta dan sayangnya dan tepuk tangan meriah di berikan semua undangan yang hadir.
"Selamat...mama..." ucap Ainun yang senang mamanya di berikan kejutan.
"Mba...bikin malu..mama aja.." bisik Candy yang menerima pelukan dari Ainun.
"Ih...papa..genit deh.." ucap Azlan dengan memeluk satu tangan Candy yang masih jadi perhatian para undangan.
Rendra hanya tersenyum membalas ucapan Azlan yang masih belum mengerti menyayangi pasangan.
"Gue...kira beneran melamar..sampai gue..baper.." ujar salah satu tamu undangan mungkin salah satu dari teman kedua mempelai sebab masih muda.
"Ih...habis keduanya sama-sama serasi..gue juga mau..dilamar gitu..ih bikin ngiri.." balas yang lain, yang di dengar oleh Rendra dan Candy yang hanya tersenyum tipis dan saling memandang.
"Nis...beri hormat..deh buat om.., tante..gimana romantisnya dulu waktu dilamar..om" tanya Nisrina menepuk punggung tangan Candy.
"Ga..ada..yang romantis..sayang..susah mendapatkan hati tante mu, entah berapa kali om di tolaknya.." Rendra menjelaskan dan hanya senyuman malu yang Candy tunjukan.
"Ko..gitu..pa.." Ainun ikut mendengarkan dan duduk diantara mereka.
"Menurut mama, mama ga..pantas buat papa sayang waktu itu..papa terlalu sempurna buat mama sayang.." giliran Candy menjelaskan.
"Bukan mas yang sempurna tapi Honey yang menyempurnakan mas.." Rendra tanpa malu memuji Candy didepan kedua gadis kesayangannya.
"Ih..om..tante..bikin jiwa jomblo..meronta..tahu..ga..sih.." ujar Nisrina yang masih muda alias generasi milineal.
"Terus..terus akhirnya diterima gitu.." tanya Ainun yang ga kalah masih ingin tahu.
"Ga..semudah itu..sayang...papa harus meninggalkan mama dulu untuk dinas..tapi itupun setelah meminta ke kakek terlebih dahulu baru..mama terima lamaran papa.." ucap Rendra dengan tersenyum diberikan ke Candy semanis mungkin.
"Terimakasih..Honey sudah menerima mas dengan segala kekurangannya.." ucap Rendra mendekap tubuh Candy yang duduk disampingnya, Candy hanya membalas dengan menepuk punggung tangan Rendra.
"Ternyata jual..mahal juga..ya..te..., atau ada yang lain..te" tanya Nisrina penasaran.
"Ga..ada yang lain..cinta pertama tante..adalah.." Candy memeluk ayah yang kebetulan lewat didepan Candy.
"Ini..cinta..pertama..ku" Candy mencium pipi ayah dengan sayang.
"Terimakasih cinta pertama..yang tidak pernah di putusin dan tidak bikin patah hati.." ucap Candy, balasan ayah hanya mengusap lembut pipi Candy dengan sayang yang dirasakan Candy tangan ayah menghangatkan.
"Terimakasih..yah sudah membesarkan Honey dengan penuh cinta.." ucap Rendra ikut memeluk ayah yang tersenyum.
"Oh...jadi kakek yang ternyata ketua gangster kebucinan...ini" ujar Nisrina yang membuat kakeknya tertawa.
Semuanya tertawa karena mendengar ucapan Nisrina yang terdengar mengada-ada, tapi bisa jadi sebab ayah selalu memperlakukan anak maupun menantu tidak ada beda dan ayah sangat lembut memperlakukan wanita yang ada di dekatnya yang sekarang dirasakan oleh Nisrina yang tinggal bersamanya, tidak pernah terdengar dari bibirnya terucap kata yang menyakitkan sedari kecil Nisrina bersamanya.
Kata yang lemah lembut yang sering terucap dari bibirnya walaupun dalam keadaan Nisrina salah, begitu juga ayahnya (Dimas) dalam kondisi apapun selalu memperlakukan Nisrina dengan lembut sebab menurutnya hati wanita seperti kaca bila telah retak susah untuk menjadi utuh lagi walaupun sudah disatukan tiap kepingnya akan tetap terlihat kepingan yang rusak itu.
__ADS_1
Dan wanita itu mahluk paling kuat tapi bila satu kata saja melukai hatinya dia akan jadi yang paling rapuh, hargailah wanitamu maka akan ada banyak kebahagiaan dikeluargamu sebab kehangatan dan semangat anggota keluarga sumbernya berasal dari dirinya.