
"Terkadang kita menyalahkan diri sendiri dalam ujian yang kita hadapi tapi sebenarnya mengikhlaskan itu lebih menenangkan"Candy.
Kepulangan dinas Rendra sedikit terlambat membuat Ainun bertanya-tanya kemana Papanya pergi dengan merengek Ainun bertanya ke Candy yang berusaha menenangkan dan menjelaskan kemana Rendra meminta ijin pulang terlambat.
"Ma...Ainun ga mau di cium Papa" protes Ainun marah ke Candy yang hanya tersenyum melihat sikap konyol anaknya.
"Bener...nih ga mau di cium Papa" ucap Rendra yang sudah mencium pipi Ainun dengan gemes dan mendekap tubuh kecilnya dan Ainun tertawa serta meronta karena merasa geli di cium oleh Rendra dari belakang.
Candy hanya tersenyum memperhatikan tingkah keduanya yang begitu dekat, seakan mengingat masa kecilnya sangat dekat dengan Ayah yang sangat di dikaguminya.
"Papa...kemana sih...Ainunkan pengen main sama Papa" ucap Ainun protes dengan caranya manja ke Papanya.
"Sayang Papa harus kerja dulu...Mamakan ada sama Ainun" ujar Rendra menjelaskan keadaan yang sebenarnya ke Ainun.
"Sayang...Papa membersihkan diri dulu ya..." rayu Candy agar Ainun melepaskan tangannya dari pelukan Papanya.
"Pa...nanti temani Ainun main ya..." ucap Ainun yang melihat Papanya melangkah ke kamar mandi.
Rendra memberikan tanda jempolnya ke Ainun, Candy mengekor di belakang Rendra membawakan handuk dan baju ganti Rendra sesaat akan memasuki kamar mandi mata Rendra melihat Ainun yang sibuk dengan bonekanya, kesempatan ini tidak mau di sia-siakan oleh Rendra mendekap tubuh mungil Candy untuk imut untuk ikut masuk dalam kamar mandi, Candy menolak dengan mata terbelalak menandakan menolak tapi seperti biasa Rendra sebenarnya hanya ingin mengoda Candy dan memberikan ciuman di bibir seperti biasanya hingga membuat Candy sesak napas.
"Mas..." ucap Candy sedikit takut ketahuan Ainun yang masih asyik dengan mainannya.
Rendra hanya tersenyum puas membuat Candy malu seperti biasanya, terlihat sekali muka memerah Candy tunjukan.
Rendra menghabiskan waktunya dengan memenuhi janjinya ke Ainun hingga menjelang makan malam.
"Can...boleh Ainun tidur dengan Mama malam ini "pinta Mama ke Candy yang masih menyuapi Ainun di meja makan, menikmati makan malam bersama.
"Boleh...boleh...Ma.." ucap Rendra dengan semangatnya terdengar oleh semuanya.
"Duh...ini yang ditanya siapa, dia yang paling semangat banget..."goda Papa ke Rendra dengan senyum jailnya.
"Ga..Pa..maksud dra biar Mama puas-puasin sama Ainun gitu Pa..."Rendra membela diri yang malu ketahuan ada maksud terselubung.
"Awas...Can..kamu bakal di habisin" Papa dengan memberikan code ke Candy yang mengerti apa maksud candaan Papa.
Ainun yang ikut mendengar tidak mau Mamanya di jailin Papanya protes dengan caranya.
"Papa...Mama jangan di nakalin" ucap Ainun dengan gaya mengambek tidak boleh menyakiti Mamanya.
"Oh...tidak...sayang Mama akan Papa manjain dan di bikin enak"Rendra berucap dengan sedikit menjelaskan ke Ainun.
"Ainun mau dong Pa..." ucap Ainun meminta ke Papanya yang kena batunya saat ini, Rendra bingung dengan apa yang di ucapkan anaknya.
__ADS_1
"Ainun sama Nenek dulu, Kakek pintar mendongeng loh...dongeng kancil yang pintar ya...kek" ujar Mama dengan mata melotot ke Rendra yang asal ngomong saja bikin anaknya meminta perlakuan yang sama dengan Mamanya.
Candy yang merasa senang Rendra terjebak dalam situasi yang dibuatnya sendiri, terlihat tersenyum menundukkan mukanya.
Setelah makan malam Ainun masih memainkan mainan khas anak perempuan dengan berceloteh sendiri, Candy sendiri ikut merapikan meja makan dengan asisten rumah tangga Mamanya.
"Pa...dra mau tanya...Papa kenal orang tuanya Tazkia?" tanya Rendra ke Papanya yang melihat acara TV yang terlihat lucu menghibur.
"Oh...orang tua Kia, dia rekan bisnis kita dra, memang ada apa?" tanya Papa yang tidak melihat Rendra masih fokus ke acara TV.
"Alfa kayaknya suka sama anaknya Pa.." ujar Rendra santai hanya ingin tahu saja.
"Bagus...lah biar ada yang jagain, toh...dia juga tinggal wisuda sebentar lagi" ucap Papa yang juga santai menjelaskan.
"Menurut Papa orang tuan Kia, seperti apa...ya Pa" tanya Rendra masih ke ingin tahu siapa orang tua Kia.
"Dia...baik sama siapa saja, intinya orangnya hangat juga ramah" ujar Papa dengan tersenyum ke Rendra.
"Udah...cocok tuh sama Alfa yang anaknya baik polos lagi" ucap Mama menambahkan yang dari tadi hanya jadi pendengar saja.
"Iya...sih tapi Alfa minder sepertinya...melihat keadaan orang tua Kia" ucap Rendra hanya menyampaikan apa yang Alfa bilang.
"Kenapa harus minder...kalau sampai ga diterima Papa yang maju minta langsung sama Prasetyo (Ayah Tazkia)" ujar Papa yang mendukung Alfa yang menurutnya anak baik.
"Mau mantu seperti apa...ini yang sudah jelas anak baik ga mungkin dia tolak apalagi dia yang menyelamatkan anaknya"ucap Mama denga penuh keyakinan mendukung Alfa.
Di kamar yang berbeda Candy yang tidak terbiasa terpisah dari anaknya susah memejamkan matanya walaupun sudah berusaha tapi tetap saja susah.
"Kenapa...Honey..." tanya Rendra yang kebetulan masih memeriksa beberapa berkas dari kedinasannya.
"Ga tahu nih...Mas susah banget mata ini di tidur kan" ucap Candy mengusap mukanya kasar.
Rendra menyudahi memeriksa berkas kerjanya ikut merebahkan diri disamping Candy, dan tangan Rendra mengusap lembut kepala Candy berharap bisa menyamankan Candy dengan obrolan ringan khas suami istri.
"Honey...boleh Mas...tanya.." ucap Rendra dengan santai terdengar di Candy.
Candy hanya mengangguk dan menghadap ke posisi Rendra hingga keduanya berhadapan dan kedua saling memeluk bantal guling.
"Honey ga mau kasih ade buat Ainun" tanya Rendra dengan santai tapi sedikit mengejutkan Candy.
"Mau...sih Mas..tapi ga dalam waktu dekat ini" ucap Candy dengan malu menghadap ke Rendra yang tersenyum senang.
"Oh...gitu ya...tapi kalau prosesnya boleh dong sekarang " ujar Rendra to the poin yang membuat Candy memukul Rendra dengan bantal gulingnya.
__ADS_1
"Loh...ko malah Mas dipukul sih..." balas Rendra yang menutup mukanya dengan bantal guling miliknya.
"Kirain mau ngomong apa ujung-ujungnya minta jatah...Mas...Mas"ujar Candy yang masih memukul Rendra dengan bantal gulingnya.
"Honey...maukan..." rengek Rendra dengan muka masih tertutupi bantalnya.
"Paling pinter deh kalau lagi mau"ucap Candy yang menyudahi memukul dengan bantalnya.
"Mas..kapan kita ke rumah dinas" tanya Candy yang sudah di dekap oleh Rendra hingga tak berjarak diantara keduanya.
"Minggu depan Honey biar Mas rapikan dulu kamar buat Ainun" ujar Rendra yang semuanya ingin nyaman untuk kedua bidadarinya.
Seperti biasa Rendra sebelum melakukan kewajibannya sebagai suami selalu berwudhu dan sholat begitu juga Candy yang mengikuti dari belakang.
Keduanya memang selalu mengikuti aturan agama tanpa sedikitpun terlewati, menurut Rendra aturan tuhan itu mengajarkan kebaikan bukan membuat kita terkekang didalamnya.
Begitu juga saat akan menyentuh tubuh Candy Rendra akan berdo'a terlebih dahulu begitu juga Candy, hingga saat akan menyudahi hubungan Rendra akan terlebih dahulu menanyakan ke Candy, sebab Rendra tidak ingin hanya terpuaskan dirinya tapi tidak dengan pasangannya, semua itu sudah diantur oleh agama, bila akan menyudahi Rendra terlebih dahulu berdo'a agar tidak ada campur tangan setan di dalamnya, dan tidak pernah terlupakan dari keduanya selalu mengucapkan terima kasih telah menyelesaikan kewajiban dari keduanya.
Beruntungnya Candy memperoleh suami yang tidak hanya taat pada negara tapi lebih taat lagi dalam menjalankan syariat agamanya hingga dalam kehidupan sehari-hari di terapkan.
Rendra telah membersihkan diri bergantian dengan Candy, terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya ternyata Mama yang menggendong Ainun dan merengek mencari Mamanya.
"Kenapa sayang.." Rendra mengantikan menggendong Ainun yang masih mengantuk tapi menangis.
"Biasa mencari Mamanya..." Mama berucap dengan tersenyum memandang Rendra yang terlihat segar sehabis mandi.
"Seger...bener ya..mandi malam" goda Mama dengan langkahnya meninggalkan kamar Rendra.
"Ma...terimakasih..." ucap Rendra dengan senyumnya di tunjukan walaupun Mama sudah meninggalkannya.
Rendra mengusap tubuh kecil anaknya untuk melanjutkan tidurnya lagi, Candy yang baru saja keluar dari kamar mandi sedikit terkejut.
"Kenapa Mas..." dengan suara pelan Candy bertanya ke Rendra.
"Biasa mencari Mamanya..." ujar Rendra tersenyum ke Candy yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Ainun yang telah tidur kembali, tapi tidak dengan Rendra yang masih duduk membuka buku yang ingin di bacanya, tapi tangan Candy menutup buku itu.
"Tidur...lah...Mas...nanti terlambat sholat malamnya" ujar Candy dan Rendra menurut apa maunya Candy.
"Terimakasih...Honey" ucap Rendra dengan mencium kening Candy sebelum merebahkan tubuhnya.
Malam yang dingin tapi tidak buat keluarga kecil Rendra yang selalu saja di isi dengan hal-hal yang membuat nyaman bila berada didekatnya.
__ADS_1
β β Noteβ β
Mohon sarannya untuk gambar covernya. ucapan terimakasih juga buat yang sudah baca dan mohon maaf belum bisa mampir ke novel kalian tulis.ππ.