Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
59


__ADS_3

"Aku bersyukur masih bisa menikmati sinar mentari pagi menandakan dunia cerah, begitu juga dengan senyummu membuat hidupku ceria bersemangat mencari ridho Nya" Rendra.


Beberapa hari ini Candy sangat sibuk dengan tugas kuliahnya yang sangat menyita waktunya untuk sedikit bersantai membuat Rendra menaruh rasa iba, tubuh mungilnya yang cekatan terlihat penuh peluh keringat bercucuran dari wajah imutnya, yang saat ini sibuk merapikan dapur setelah selesai memasak.


"Honey..cantik" goda Rendra yang masuk ke dapur setelah dari olah raga paginya.


"Stop...jangan mendekat...kotor" ucap Candy melarang Rendra mendekati dirinya.


"Honey...biar Mas..bantu" ujar Rendra dengan rasa iba ke Candy, Rendra mendekati Candy walaupun telah melarangnya.


"Mas...ini tugas Can..."ujar Candy ke Rendra yang sudah memegang kain pel dan ember berisi air untuk membersihkan lantai dapur.


Rendra dengan cekatan membersihkan lantai dapur hingga tidak licin lagi, mata Rendra melirik Candy yang membersihkan wajahnya dengan tangan tersenyum dalam benaknya seakan belum percaya Candy sudah jadi istrinya.


Rendra yang saat bersama kawan timnya lebih terlihat sangat serius dan tegas sangat berbeda jika dirinya bersama Candy dia suka menggoda dan bikin Candy malu dibuatnya seperti saat ini.


Candy didekapnya dari belakang dan dicium belakang lehernya dengan sedikit kecupan yang membuat Candy terkejut tapi tidak bisa menolak sebab tangan kekarnya menahan tubuh mungilnya.


"Mas..Can,bau" ujarnya Candy menahan geli yang dirasakan olehnya.


"Honey...Mas juga bau" ucapnya Rendra dengan mencium bau badannya sendiri.


Candy memukul manja Rendra, tangan Rendra menahannya dan mendekapnya hingga tidak berjarak, mata keduanya bertemu senyum keduanya mengakhiri pelukan keduanya.


"Cape ya...sini mas pijit" Rendra akan memijit badan Candy tapi penolakan yang Candy tunjukan.


"Mas...biar Can,mandi dulu bau" ucap Candy sedikit menggoda Rendra, yang digoda tahu membalas dengan godaannya.


"Ngajak bareng mas...ya" goda Rendra ke Candy yang berlari menghindar dari Rendra yang mengikutinya.


"Mas...biarkan Can mandi dulu" rengek Candy di depan pintu kamar mandi yang di halangi tangan Rendra.


"Bener...nih ga mau bareng" goda Rendra lagi yang membuat Candy makin merengek.


"Mas...Can malu" ujarnya Candy dengan menutup mukanya dengan handuk yang di pengangnya.


Ketukan pintu menyudahi candaan Candy dan Rendra, sebenarnya Rendra sedikit kesal sebab kebersamaan dengan istri tercintanya terganggu, tapi keadaan ini menguntungkan Candy, dia membalas Rendra dengan meledeknya yang membuat Rendra senang diledek Candy untuk pertama kalinya.


"Duluan...mas" ujar Candy meledek dengan menjulurkan lidahnya membuat Rendra bukan marah tapi jadi gemes di buatnya.


"Sayang ada tamu kalau ga..." gerutu Rendra dengan langkah kakinya menuju ke arah pintu.


Rendra membukakan pintu bertapa terkejutnya Rendra, ternyata yang datang Rahma dan Mas Dimas beserta si cantik Nisrina yang semakin mengemaskan.


"Masuk Mas,Mba...cantik sini sama om" ucap Rendra dengan tangan menyalami keduanya.

__ADS_1


"Honey...ada tamu nih" Rendra memanggil Candy yang masih membersihkan diri.


Rendra membawakan makanan dan minuman, Candy sendiri sudah ikutan bergabung diantara mereka.


"Pengantin baru..mah beda" goda Mas Dimas pada Candy dan Rendra.


"Apa yang beda Mas..."jawab Rendra yang sudah membersihkan diri dan menggendong Nisrina.


"Lah...jam segini baru mandi" goda Mas Dimas lagi dengan menikmati makanan yang disediakan.


"Masalah...buat Mas" ujar Candy bercanda ke Mas Dimas manja di bahunya, karena hubungan Candy dengan Mas Dimas sangat dekat.


"Dra...udah gaya apa aja yang udah di coba" tanya Mas Dimas ke Rendra yang mendekati Candy, Nisrina turun dari gendongan Rendra.


"Lupa Mas...sebab di cobain semua" ujar Rendra dengan mata melirik Candy yang membalas ke Rendra.


"Apaan sih...Mas" ujar Rahma ikut malu mendengar ucapan Mas Dimas dan Rendra, menurutnya laki-laki tidak malu untuk membicarakan hal privasi.


"Biar cepat ada bocil akan rame nanti"Mas Dimas mengikuti Nisrina yang mulai belajar berjalan.


"Biar rame...bener Mas" ujar Rendra mengusap lembut pipi Nisrina.


"Makanya yang rajin bikinnya" Mas Dimas masih menggoda Rendra yang masih asyik mengikuti langkah kecil Nisrina.


"Ih...Mas apaan...sih..sok tahu" ujar Candy sebel sama Mas Dimas yang jail, yang tampa malu terus membahas soal urusan tempat tidur.


"Lucu...loh..ada bocil" ujar Mas Dimas duduk bersantai dengan tanpa ada beban.


"Anak adalah anugerah buat kita" ujar Mas Dimas lagi ke Candy.


"Can...juga mau mas tapi semua perlu proses dan waktu" ujar Candy menjelaskan ke Mas Dimas.


"Ya...itu prosesnya yang jangan berhenti" ucap mas Dimas ke Candy dengan mengacak hijabnya dengan rasa sayang ke Candy.


"Mas...kapan mau kasih Nisrina adik" balas Candy ke Mas Dimas.


"Prosesnya setiap ada kesempatan di coba tapi belum di percaya sama yang memberikan " mata Mas Dimas melirik ke Rahma meminta persetujuan.


"Apaan...sih Mas" Rahma malu membalas ucapan Mas Dimas.


"Gitu...Mba..kalau ada maunya" ujar Candy ke Rahma menggoda Mas Dimas.


"Wong...sama-sama enak ko..ya ga dra" Mas Dimas meminta persetujuan Rendra.


"Bener...Mas sama-sama enak ko" Rendra ikutan menggoda Candy.

__ADS_1


"Mas..." Candy sedikit cemberut ke Rendra.


"Wah...dra...ini mah alamat nanti malam tidur bareng bantal guling" ujar Mas Dimas menghampiri Candy mendekap bahunya.


"Emang ga enak...tidur bareng guling, paling enak gulingnya yang ada napasnya" goda Mas Dimas ke Candy lagi.


"Ih...Mas.."ujar Candy sewot ke Mas Dimas yang makin jadi saja pembahasannya.


Waktu tidak terasa hingga keluarga kecil Mas Rendra berpamitan pulang karena hari sudah menjelang sore.


Setelah makan malam keduanya bersantai menikmati malam dengan menonton acara TV dan obrolan santai.


"Kenapa...sakit...Honey"ucap Rendra melihat Candy memijit kakinya dengan tangannya.


Anggukkan kepala yang di berikan ke Rendra sebagai jawaban, Rendra membuka sedikit pakaian yang menutupi kaki Candy berniat memijitnya.


"Mas...pelan ya..." ucapnya sedikit memohon Candy ke Rendra.


"Ya...Honey...cukup apa sedikit pelan" ucapnya Rendra ke Candy.


Candy mengangguk ke Rendra dan menikmati pijatan tangan Rendra yang menurutnya dapat meringankan rasa lelahnya, mata Candy tidak terasa terpejam membuat Rendra tersenyum.


"Ih...Mas" Candy seakan tahu dirinya diperhatikan Rendra.


"Apa..." Rendra masih dengan senyumnya sedikit mengoda Candy.


"Ih...Can malu sudah...ah" Candy menarik kakinya untuk menyudahi pijatan dari Rendra.


"Ga dilanjut pijatan yang lain" goda Rendra ke Candy yang malu mendekap ke Rendra.


Rendra yang didekap Candy makin menggoda Candy yang malu, seperti tidak ada bosan Rendra ingin menggoda Candy.


"Mas..tahu ok siap 86"ujar Rendra menggoda Candy sendiri tidak mau lepas dari dekapan Rendra karena malu.


"Mau...dimana nih..." Rendra yang masih menggoda dan mencium tengkuk Candy dengan lembut membuat Candy geli.


"Mas...geli.."ucap Candy masih dengan malunya.


"Dikit...Honey..." Rendra semakin intens mencium Candy membuat dirinya makin senang melihat Candy meronta kegelian.


Tapi Rendra tahu hari ini Candy sudah terlalu cape dengan aktivitas yang dilakukannya, Rendra tidak ingin memaksakan haknya untuk Candy melaksanakan kewajibannya sebagai istrinya, dia membiarkan Candy untuk beristirahat yang dilakukannya tadi hanya ingin menggoda saja tidak ada maksud lain, sebab Rendra ingin Candy merasakan kenyamanan dalam berkeluarga dengan dirinya bukan pemaksaan membuat Candy akan tertekan saat bersamanya.


Candy sendiri sudah tertidur di pelukan Rendra setelah membersihkan diri dan berwudhu terlebih dahulu, terlihat nyaman dalam tidurnya Rendra senang melihatnya.


Candy semakin nyaman dengan dirinya dan Rendra ingin hal itu lebih dulu dengan harapan Candy akan belajar menerima kehadirannya dengan rasa cinta yang mulai tumbuh seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


__ADS_2