
"Kita telah meniti ratusan hari bersama, melewati suka dan duka, tetaplah disisiku, agar aku senantiasa bisa dan terus kuat melangkah bersama di bumi mewujudkan semua mimpi-mimpi kita" Rendra.
Hari ini merupakan hari bahagia bagi Alfa yang akan mengakhiri masa lajangnya mendahului Farel yang terkenal play boy, tapi soal jodoh tuhan yang berperan yang berarti tidak menjamin seseorang yang labih tebar pesona bakal mendapatkan jodoh lebih dulu.
Soal persiapan nikah Rendra membantunya tanpa sepengetahuan yang lain dengan meminta pihak WO miliknya untuk menyiapkannya, menurut Rendra hanya ingin memberikannya sebagai hadiah buat Alfa dan Rendra tanpa bermaksud mengucilkan keuangan Alfa yang selalu dikirimkan ke orangtuanya di kampung halamannya sepengetahuan Rendra.
Keluarga Tazkia pun tidak menuntut lebih hanya menyerahkan sesuai kemampuan Alfa saja dan Alfa berusaha memenuhi sesuai kemampuannya.
Saat ini rombongan pengantin sudah memenuhi ruangan yang sudah dihias sesuai permintaan Tazkia.
Penampilan Tazkia hari berbeda dia sangat cantik dan membuat pangling orang yang mengenalnya, tahapan-tahapan prosesi satu persatu telah di lewati.
Rendra dibuat takjub dengan sikap dan penampilan Alfa yang biasa di lihatnya polos dan lebih anak muda sekali tapi tidak dengan hari ini, dia lebih terlihat sangat berwibawa dan ada kesan dewasa dalam dirinya.
Setelah mengucapkan janji suci yang tidak hanya disaksikan oleh manusia tapi juga malaikat dan Allah, sebagai tanda halal untuk pasangan ini, suara bergema terdengar Sah dan ucapan selamat terucap dari orang terdekat sebab acara ini sangat private.
Alfa sudah dipertemukan dengan Tazkia yang sekarang sudah menjadi patner hidupnya baik suka dan duka, Alfa dibuat kagum dengan kecantikan Tazkia yang biasanya apa adanya dan hanya memandang tanpa bisa berkata.
"Mas...silakan saling bersalaman" ucap salah satu petugas KUA ke Alfa.
Tangan Alfa menyentuh tangan Tazkia tampak jelas mata Alfa berkaca-kaca entah apa yang membuatnya terharu, Tazkia mencium tangan kanan Alfa dan tangan kirinya di letakkan di atas kepala Tazkia dan Alfa memanjatkan do'a,Tazkia mendengar isak tangis dari Alfa, yang membuat Tazkia ikut terharu hingga Alfa menyelesaikan do'anya tanpa disadari oleh Alfa, Tazkia memeluk Alfa yang makin membuat Alfa menangis dan membuat seisi ruangan haru biru.
Dalam pelukan Alfa yang pertama kalinya Tazkia merasa ketenangan dan kenyamanan, dan Alfa berbisik yang terdengar lembut menenangkan hati.
"Sayang...jadilah..pendamping hidupku baik suka maupun duka dan untuk selama-lamanya" ucap Alfa yang masih memeluk Tazkia.
"Mas...Ki...juga mohon selalu di bimbing untuk jadi lebih baik" ucap Tazkia yang sudah mulai tenang.
Keduanya sudah di posisi normal dan waktunya meminta do'a restu kepada orang tua kedua mempelai, yang membuatnya kembali dalam haru birunya.
Kini waktunya ucapan selamat dari kawan satu timnya yang ikut merasakan kebahagia Alfa sudah melewati prosesi dengan hikmat dan tanpa keraguan.
"Selamat...bro, semoga secepatnya hadir junior yang lucu" ucap Ifan yang datang bersama bersama kawan satu timnya.
"Terimakasih...bang...untuk banyak hal" ucap Alfa yang memeluk Ifan.
"Selamat...jangan sia-siakan apa yang telah kau perjuangkan" ucap Rendra ke Alfa dengan memegang erat tangan Alfa.
"Terimakasih banyak Kapt...gue sudah banyak merepotkan"ucap Alfa yang memeluk Rendra dan Rendra membisikkan do'a ke Alfa.
"Ga...usah terimakasih aku tidak melakukan apa-apa ko.."ujar Rendra yang akan melangkah untuk bergantian memberikan selamat yang lain.
"Gimana ni...persiapan pedang pora" tanya Rendra ke kawan satu timnya sebab dia yang akan jadi Komandan dalam acara perang pora.
__ADS_1
"Siap...formasi lengkap" ucap Panji yang santai duduk diantara mereka.
"Cie...cie yang merasa di salib..." ujar Ifan ke Farel yang terlihat murung.
"Iya...ni, bocil serangannya ngedadak tapi tepat sasaran"ucap Panji dengan dua jempol dia tunjukan.
"Jujur aja..gue malu sama diri gue sendiri" ucap Farel dengan menunduk.
"Kenapa harus malu...semua ada waktunya ga usah..di masukin hati" ucap Rendra menepuk paha Farel yang duduk disebelahnya.
"Gue...bingung sama tuh anak bilang ga ada persiapan tapi apa ini.." ucap Ifan menunjukkan semua dekorasi ruangan yang terlihat wah...keren.
"Emang harus bilang...ke loe" ujar Panji yang hanya ingin menambahkan.
"Ga...sih cuma gue di bikin kagum aja sama tuh bocah..." ujar Ifan dengan tawa kecilnya.
Rendra hanya tersenyum tidak mengomentari apa yang mereka bahas sebab menurutnya cukup dirinya dan Alfa yang tahu.
Kawan satu tim Rendra minta undur diri untuk persiapan acara pedang pora di lain tempat, untuk bergabung dengan personil lain sebagai pelengkap.
Tempat acara pedang pora telah siap begitu juga dengan tim Rendra yang sudah berganti pakaian yang membuat pesona Rendra terpancar.
Pihak WO yang Rendra miliki ingin memberikan yang terbaik sesuai permintaan Rendra yang terlebih dahulu menanyakan ke Alfa dan Tazkia apa yang mereka impikan untuk dekorasi pesta pernikahan yang akan di kenang seumur hidupnya nanti.
Acara pedang pora akan segera berlangsung terlihat sepasang pengantin sudah bersiap begitu juga tim Rendra, Rendra memberikan komandan sepasang pengantin masuk mengikuti prosesi pedang pora.
"Papa...." teriak Ainun yang melihat Papanya yang fokus dengan tugasnya.
"Sayang...tunggu Papa menyelesaikan tugas dulu ya..." ucap Candy yang menenangkan Ainun, tanpa disadari Candy Papa dan Mama Rendra menghampiri keduanya.
"Sayang...." ucap Papa ke Ainun yang langsung di gendongnya, Ainun memberikan ciuman ke Papa.
Candy menyalami Papa dan Mama serta memeluk dan mencium pipinya.
"Papa...kek..." ucap Ainun menunjuk ke arah Rendra yang masih belum menyelesaikan tugasnya.
"Sabar ya...sayang"ucap Papa ke Ainun yang masih menunjuk ke arah Rendra berada.
Waktunya memberikan ucapan selamat pun tiba yang membuat Ainun senang sebab akan bersama Papanya.
Beberapa pasang mata mencuri pandang ke keluarga kecil Rendra yang menurutnya sangat hangat.
"Papa...." teriak Ainun menuju arah Rendra dan keduanya saling berlari untuk saling menghampiri.
__ADS_1
"Sayangnya...Papa"teriak Rendra yang tidak memperdulikan yang lain.
Keduanya saling berpelukan dan Rendra menggendong Ainun yang memprotes Papanya yang menurutnya tidak mendengar saat dirinya memanggilnya.
"Papa..ga denger aku..panggil" protesnya dengan membuat mukanya pura-pura cemberut.
"Maaf...maafin Papa sayang" ucap Rendra dengan menciumi pipinya yang sudah memerah, dan mulai tertawa kecil menahan geli karena ciuman Papanya.
"Mas...sudah malu..kita jadi pusat perhatian...nih "ujar Candy mendekat ke Rendra dan berbisik.
"Maaf...lupa..kalau sudah sama yang tersayang" ujar Rendra sedikit menjauh dan menggandeng tangan Candy dengan sesekali mencium tangan Candy, yang membuat orang sekitar salah fokus.
Rendra tidak memperdulikan menurutnya tidak melakukan hal yang merugikan orang lain dan masih tahap normal, sesekali terdengar gumaman sesorang yang melihat keluarga kecilnya "ih...cauple banget ya...manis lagi..bikin gemes" dengan meninggalkan keluarga kecil Rendra.
Setelah memberikan ucapan selamat keluarga kecil Rendra memilih menjauh dari kerumunan orang menurut Rendra memberikan kesempatan yang lain untuk mengucapkan selamat ke Alfa dan Tazkia.
"Ma..cantik ya..tante..Ki.." ucap Ainun ke Mamanya dan Candy hanya memberikan senyumannya.
"Cantikan mana sama Ainun" ujar Rendra yang yang cium Ainun gemas.
"Ih...geli..Papa"ucap Ainun mengusap pipinya yang masih saja di cium Papanya.
"Ih...dicariin malah disini" ucap Rena ke Candy yang membawa makanan di tangannya.
"Cantik...mau.."tanya Rena ke Ainun yang masih bercanda dengan Rendra.
"Terimakasih...tante" ucap Ainun ramah ke Rena yang masih menikmati makanan yang dibawanya.
"Tumben..kamu makan banyak" tanya Candy ke Rena yang masih saja menikmati makanannya.
"Iya..aku juga bingung akhir-akhir ini bawaannya lapar terus " ucap Rena yang santai menjawab.
"Ga...telatkan " tanya Candy yang melihat ke Rena yang tidak berhenti makan.
"Kayaknya udah..deh ada tiga minggu kalau ga salah" ucap Rena yang di dengar oleh Panji yang langsung menciumnya.
"Benarkan...ini sayang" dengan memeluk Rena, Panji yang terlihat sangat senang.
"Na...belum pastiin...Mas" ujar Rena yang masih di peluk suaminya.
"Selamat..bro"ucap Rendra menepuk pundak Panji yang masih terkejut mendapatkan kabar bahagianya saat ini.
"Hati-hati harus...di jaga" ucap Candy mengusap perut Rena yang belum terlihat.
Kegembiraan bukan milik Alfa dan Tazkia saja tapi juga menyelimuti Panji dan Rena yang akan mendapatkan momongan yang sudah dinantikannya.
__ADS_1
Rendra berharap kegembiraan ini akan selalu ada walaupun akan ada ujian sebagai pelengkap dalam hidup, yang jelas berserah diri adalah kata yang terbaik sebagai kepasrahan diri.