Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
112


__ADS_3

"Kita telah melewati ratusan hari bersama, melewati setiap suka dan duka, tetaplah berada disisiku, agar aku senantiasa bisa dan terus kuat melangkah bersama dirimu mewujudkan semua mimpi-mimpi kita" Rendra.


Sesuai rencana Rendra mengajukan cuti panjang dengan menginap di villa milik keluarganya tidak lupa mengajak Ainun dan Nisrina.


Rendra saat ini bersama tiga bidadari yang mengelilinginya, bayangkan saja hanya dirinya yang seorang laki-laki duduk di hamparan rumput yang tebal hampir seperti karpet alam dengan bidadari yang berbincang seputar keindahan taman yang terawat oleh orang kepercayaan keluarga Rendra.


"Mba...Nis...disini cantik banget bunganya..."seru Ainun menunjukkan bunga yang mekar milik Mama Rendra.


"Sayang...hati-hati..." ucap Candy yang melihat kedua bidadari yang sibuk foto-foto dengan bunga-bunga yang bermekaran indah.


"Honey...tak apa...biarkan, mereka aman ko..." ucap Rendra dengan meraih tangan Candy untuk tetap berada di sisinya.


Tawa lucu yang terdengar dari kedua bidadari yang membuat Rendra dan Candy ikut senyum-senyum melihat tingkah keduanya.


"Tidak terasa ya...Mas...begitu cepat mereka tumbuh besar" ucap Candy dengan mata tetap menatap kedua bidadari yang makin tumbuh besar.


"Ya...itulah hidup...Honey..." ujar Rendra dengan mengusap lembut tangan Candy yang duduk disampingnya.


"Kita...akan kembali berdua lagi...suatu saat nanti...Honey" ujar Rendra yang tersenyum ke Candy dengan sayang.


"Honey...apa ga sebaiknya...Ainun kita kasih adik...biar ga kesepian seperti saat ini..." ucap Rendra sangat hati-hati tidak ingin memaksakan keinginannya.


"Mas...mau...kita kasih adik buat Ainun...bener...nih" ucap Candy dengan terlihat bersemangat.


"Honey....Mas...ga memaksa ko..."Rendra yang seakan takut menyinggung perasaan Candy.


"Ih...ko gitu sih...Mas.." Candy seakan tahu Rendra tidak ingin memaksakan.


"Oh...Mas salah...ya...jadi Honey...mau nih..." ucap Rendra dengan memeluknya.


"Mas...maaf...Can...baru menyampaikan ini..."ucap Candy yang sangat hati-hati terdengar di teliga Rendra.


"Can...sudah telat...tiga minggu..." ucap Candy dengan menundukkan wajah imutnya.


"Honey...terima kasih ya...Rabb..." ucap Rendra dengan tangan seperti berdo'a dan di usapkan ke mukanya.


"Maafkan...Can...ya...Mas...Can...hanya ingin menunggu waktu yang tepat..untuk disampaikan ke Mas..." ucap Candy yang takut Rendra marah.


Rendra hanya tersenyum dan mencium Candy dengan sangat senang dan tanpa memperhatikan sekitarnya dengan apa yang dilakukannya.


"Papa...kenapa Mama..." tanya Ainun yang sudah berdiri bersama Nisrina di dekat keduanya yang malu melihat tingkah keduanya yang tidak seperti biasanya.


"Kasih...Mama selamat sayang...Ainun akan punya ade bayi..." ucap Rendra ke Ainun yang terlihat terkejut tapi senang.


"Mama...benerkan...Ainun..mau...punya ade..." ucap Ainun yang sangat terlihat senang.


"Selamat ya...Ma..." ucap Ainun dan Nisrina dengan memeluk Candy senang.


Candy yang melihat respon dari orang terdekatnya senang, membuat dirinya meneteskan kristal bening yang tidak diinginkan tapi tetap saja kristal itu tidak dapat di tahannya hingga meluncur dengan bebasnya.


"Te...jangan nangis...kita senang ko..." ucap Nisrina yang sudah bukan anak abg lagi.


"Cantik...te...hanya terharu..kalian semua sayang sama te..." ucap Candy yang di peluk Nisrina yang sudah terlihat kecantikannya.


"Pa...kita bikin pesta kecil aja...disini...menyambut ade kecilku" ucap Ainun yang terlihat antusiasnya menyambut kehadiran aku kecilnya.

__ADS_1


"Ok...kalian jangan kemana-mana...temani Mama...Papa siapkan pestanya" ucap Rendra yang tidak kalah antusiasnya dengan Ainun.


Rendra melibatkan sopir yang ikut serta saat keluarga kecilnya pergi ke Villa, untuk membantu menyiapkan pesta kecil untuk Candy tidak lupa juga orang kepercayaan Mama dan Papa yanga ada di Villa membantunya menyiapkan barang-barang yang di perlukan oleh Rendra.


Rendra yang banyak akal menggunakan fasilitas yang ada di sekitarnya tanpa harus jauh-jauh ke luar dari Villa, dan tanpa menunggu lama pesta kecil pun terwujud.



Persiapan pesta sangat sederhana tapi membuat tiga bidadari tidak dapat banyak berkata-kata tepatnya satu kata "keren".



Apa karena Rendra seorang pemilik "Wedding Organizer " yang harus banyak ide hingga dari benda-benda di sekitar jadi berkesan berkelas hingga berkesan sangat mewah.



Candy sendiri sampai dibikin terkesimak dengan apa yang telah Rendra Siapkan untuk dirinya tepatnya baby yang saat ini ada dalam perutnya.



"Bagaimana...cukup sederhana sih...kalau mau yang wah...nanti Papa siapkan deh..." ucap Rendra yang bercucuran keringat karena sibuk menyiapkan pesta kecil ini.


"Terimakasih...Pa...ini sudah lebih...buat..Can..." ucap Candy mencium pipi Rendra yang basa karena keringat.


"Honey...Mas...kotor..." ujar Rendra tapi senang Candy berani memulai mencium terlebih dulu dan merespon sikap Rendra.


Pesta sederhana berlangsung dengan melibatkan orang yang ada di Villa, baik sopir maupun orang kepercayaan Mama dan Papa Rendra merasa senang sebab anak tuannya yang sangat ramah malah lebih berkesan seperti keluarga buat mereka.


"Selamat...non...semoga sehat hingga saatnya tiba" ucap salah satu wanita orang kepercayaan Mama Rendra.


"Iya...non...sering kemari non...biar ramai rumah ini" ujarnya tersenyum bahagia.


Rendra sibuk dengan menuruti kemauan Ainun untuk barbeque dari bahan-bahan yang sudah di siapkan oleh sopir dan orang kepercayaan Mama.


"Ma...ayo...cobain...masakan Papa...enak...loh" ucap Ainun dengan mulut penuh makanan.


"Iya...te...om...pintar deh..." ujar Nisrina dengan memperlihatkan senyum ke Rendra.


"Ah....masa...sih...Papa pintar...bikin sesuatu yang enak.."ujar Candy yang duduk santai.


"Ih...ga percaya...cobain...deh" seru Ainun yang Papanya ga mau di remehkan.


"Mama...sudah tahu...ko...apa yang bikin Mama enak dari Papa..." goda Rendra ke Candy yang membuat Candy menatap intens ke Rendra.


"Oh...ya...om..." ucap Nisrina yang masih polos penasaran ke Rendra.


"Iya...lah...Mba...ga percaya..." ujar Rendra dengan mata melirik ke Candy.


"Bukan ga percaya...cuma...apa gitu" ucap Nisrina dengan gaya orang mikir.


"Cantik...udah habisin dulu...itu sayang om sudah bikin banyak" ucap Candy mengalihkan pembahasan.


Candy menggelengkan kepalanya ada saja yang bikin orang jadi penasaran karena ulah suaminya yang terlihat tegas saat berdinas tapi sangat hangat bila bersama orang tersayangnya.


Pesta berlangsung hingga menjelang sore yang membuat orang kepercayaan Mama tidak menyangkah Rendra orang yang sangat hangat dan penuh kasih sayang serta perhatian baik kepada pasangan maupun anak dan keponakannya.

__ADS_1



"Bu...bisa saya minta tolong.." ucap Rendra ke orang kepercayaan Mamanya.


"Iya...bisa...den..." ucap ibu yang jadi kepercayaan Mamanya.


Rendra menyuruh merapikan semua barang-barang perlengkapan pesta sederhananya, Rendra sendiri ingin membuat kejutan buat Candy di kamarnya, tanpa sepengetahuannya.


Tiga bidadari sedang menikmati makanan kecil yang ditemani susu hangat, saat ini mereka sedang menonton film lucu yang di putar di ruang keluarga yang telah di beri penghangat sebab kabut sudah turun dan membuat hawa dingin menusuk tubuh mereka.


"Ma...Papa mana..ya...ko Ai...ga lihat" tanya Ainun yang matanya mencari sosok Rendra.


"Papa...pasti berbincang dengan pa...supir...sayang..didepan" ucap Candy yang masih menikmati film yang di putarnya.


"Masih...seru...filmnya..." tanya Rendra yang menghampiri ke tiganya yang masih duduk manis.


"Dari mana sih...Pa..filmnya...sudah mau habis baru...datang" ujar Ainun merangkul tangan Rendra yang duduk diantara mereka.


"Ga...kemana-mana...duduk di depan sama pa supir" ucap Rendra membalas pertanyaan Ainun.


"De...Mba...udah ngantuk nih...yuk" ucap Nisrina yang sudah tidak bisa menahan kantuknya.


"Mba...jangan lupa sikat gigi sama wudhu dulu..." ucap Candy ke Nisrina yang melangkah meninggalkan ruang keluarga.


"Siap...te..." jawab Nisrina yang di ikuti oleh Ainun di belakangnya.


"Jangan lupa...berdo'a..." ucap Rendra mengingatkan dua bidadari mudanya.


"Siap...Kapten..." balas Ainun yang mulai pandai mengikuti rekan dinas Rendra.


"Masih belum ngantuk...Mamil..." ucap Rendra yang membuat Candy bingung dengan ucapan dari Rendra.


Rendra menuju pintu dan menguncinya, langkah kakinya mendekat ke Candy yang masih memikirkan ucapan Rendra.


"Kenapa...jadi bengong...Honey..." ujar Rendra yang merangkul pundak Candy dan berjalan bersama menuju kamar tidurnya.


"Ko...gelap Mas...lampunya mati...ya" tanya Candy ke Rendra yang hanya senyum-senyum.


"Sebentar...Mas...lihat..." ujar Rendra yang santai memasuki kamarnya.



"Masuk...Honey..." ucap Rendra dengan membuka pintu dan membuat Candy diam tidak bisa berkata-kata dengan melihat situasi kamar yang sudah disulap jadi romantis.



"Mas...apalagi ini..., terimakasih Mas" ucap Candy menerima buket bunga kesukaannya.


"Mas...Can...belum bisa membuat Mas...bahagia...tapi Mas...selalu memberikan...yang Can mau tanpa Can..meminta" ucap Candy dengan tangan masih memegang buket bunga dan menggenggam satu tangan Rendra.


"Honey...ada disisi Mas...sudah lebih dari cukup buat Mas...Honey tidak perlu memberikan sesuatu apapun...karena Honey sudah mewakili segalanya buat Mas..." ucap Rendra dengan memandang mata indah milik Candy.


"Cuma satu yang ingin Mas pinta..bersediakah...Honey...ada disisi Mas...selamanya"ucap Rendra dengan tatapan mata yang tajam ke Candy.


"Dengan sepenuh hati...Can..akan selalu ada disisi Mas...hingga maut memisahkan" ucap Candy yang langsung saja Rendra menutup mulut Candy dengan bibirnya dan dengan satu jari telunjuk di goyangkan tanda tidak memperbolehkan.

__ADS_1


Candy hanya diam dan membalas ciuman Rendra dengan tanpa penolakan, sinar dari lilin seakan menambah kesan romantis keduanya walaupun bukan lagi pengantin baru tapi Rendra selalu memberikan kesan yang sama dimomen-momen yang istimewa untuk keharmonisan hubungan keduanya.


__ADS_2