
"Pujian untuk orang tersayang membuat dirinya senang itu tidak menghinakan kita malah sebaliknya semakin membuat yang tersayang ingin jadi yang terbaik di mata orang yang memberikan pujian itu" Candy.
Pagi ini rumah mama Rendra cukup ramai sebab anak menantu juga cucu-cucunya berkumpul bersama kecuali Indra yang saat ini tidak bersama sebab disibukkan dengan kuliahnya.
Kondisi papa yang mulai membaik, membuat Mama sangat bahagia ditambah suara gelak tawa dari cucu-cucunya yang saling mengoda juga bermain permainan anak-anak dari kejar-kejaran, petak umpet, main tebak-tebakan sampai yang sekarang lagi ramai dilakukan anak jaman sekarang yaitu tik tok, yang mama Rendra tidak paham.
"Dek..apa ga sebaiknya bisnis papa kamu yang pegang.." pinta mba Ayu ke Rendra yang kebetulan sedang duduk ruang keluarga bersantai.
"Ampun..deh mba..mending aku disuruh melawan musuh bersenjata dari pada menghadapi musuh yang ga nyata.." ujar Rendra yang membuat mba Ayu tidak mengerti.
"Mana..ada musuh ga nyata sih..deh.." ujar mba Ayu dengan tawanya.
"Semalam aja..mba..gimana aku bisa mikir logika..sudah tahu itu cewek datang bareng cowoknya dengan tangan menggandeng tangannya..tapi mata sama..itu bibir juga lidah ga jelas menggoda semua lelaki yang lagi ngomong sama cowoknya...serem aku liatnya..hi.." Rendra seperti orang ketakutan berucap hingga membuat mas Rudi tertawa terpingkal-pingkal.
"Aku mending..lawan musuh langsung hajar abis perkara..aku yang luka atau dia yang mati..ini belum perang aku sudah dibuat halu pengen cepet ketemu istri apa nungguin dia selesai persentase...bisa...bisa..banjir disitu, tapi lama-lama diliat jadi enek bikin pengen muntah...geli liatnya..., biasa liat yang dipandang malu, ini ga dilihat juga jaksa minta diliat.." Rendra menjelaskan dengan gaya menirukan cewek semalam yang matanya berkedip-kedip mengoda.
Papa yang ada disitu ikut ketawa dengan mendengarkan penjelasan dari Rendra, memang ada sebagian seperti itu tapi masih banyak yang baik juga cuma kebetulan semalam Rendra bertemu relasi papa yang membawa pasangan yang cukup dibilang lebay hingga membuat Rendra mundur teratur lebih dulu sebelum perang.
"Bilang..aja..kalau...kamu memang bucin.." ucap mas Rudi yang masih tertawa geli.
"Untuk..sesekali ok..lah..sudahlah cari aja orang yang terpercaya..selebihnya kita audit di rumah..pa.." Rendra memberikan solusi.
"Ya..aku ga habis..pikir..itu cewek ko bisa ya..mas tahu dari mana ya..mana yang bisnisnya lagi naik..mana yang lagi sekarat " ucap Rendra dibikin tidak mengerti.
"Cewek...apa sih yang ga tahu.." ucap mba Ayu dengan menyenggol tangan suaminya.
"Dek..kamu berubah sedikit..aja, istrimu langsung tahu ada yang lagi kamu sembunyiin...apa lagi perusahaan yang gede gampang..kali..itu..mah..." mba Ayu menjelaskan dan membuat Rendra mengerti.
"Pantas..papa ga mau lama-lama kalau ditinggalkan mama..ga kuat nahan ya..pa.." ujar Rendra dengan menggoda papanya.
Semua tertawa mendengar apa yang Rendra sampaikan ke papa yang hanya ikut tertawa, Candy sendiri tidak ikut bergabung saat ini dia lebih memilih membuatkan menu untuk papa mertuanya agar lebih sehat dari pola makannya.
"Hus..songgong kamu..dek..sama papa.." mba Ayu menegur Rendra.
"Lah..ga gitu..mba coba deh sesekali mba hadir di acara relasi papa..bakal aneh..yang mba rasain.." seru Rendra yang saat ini serius terdengar.
"Bener..ko..mba..yang ade bilang.." ucap papa menenangkan keduanya.
"Ko..gitu..sih pa.." ucap mba Ayu terdengar masih tidak percaya.
"Ya..tidak semua..mba hanya oknum yang memanfaatkan keadaan saja.." ucap papa menjelaskan.
"Selama keluarga dalam keadaan baik-baik saja terus, suami setia ya..semua akan baik-baik saja..ko" ucap mas Rudi yang bicara dalam konten sebagai laki-laki normal yang berkomitmen.
"Papa hebat ya...bisa bertahan di dunia seperti itu selama ini.." Rendra berkata dengan tangan memegang tangan papanya.
__ADS_1
"Bukan papa yang hebat..tapi mama yang hebat...dengan sabar dan terus menyakinkan papa ada orang yang dengan setia menunggu di rumah" papa memuji istri tercintanya.
"So sweet..deh papa mama..selalu saling menjaga ya.." ucap Rendra memeluk keduanya.
"Hanya itu yang bisa mama lakukan dan ditambah do'a sebagai bentuk berserah diri penuh ke ikhlasan kepada pencipta.." ucap Mama yang penuh keyakinan kepada suaminya.
"Ih...papa..aku jadi tahu papa biang bucinnya.." ucap mba Ayu dengan memeluk satu tangan papanya hangat.
"Kalau papa ga bucin..kalian ga lahir.." ujar papa yang tidak malu berkata didepan anak mantunya.
Semua tertawa hingga suara Candy menghentikan candaan mereka yang selalu saja hangat bila kumpul bersama.
"Ma..pa..mas..mba makanan sudah siap..mas..mba ade..ayo..sini..kita makan bareng.." pinta Candy dengan suara lembutnya terdengar.
Itulah Candy yang selalu saja lebih memilih bergulat dengan bau dapur bila ada dirumah mama mertuanya bukan dia tidak mau bergabung tapi dia selalu ingin masakan rumah yang dia persiapkan sendiri, assisten mama hanya membantu selebihnya hanya menemani Candy mengolah bahan makan hingga jadi hidangan yang mengiurkan seperti saat ini, untuk papa Candy memberikan menu yang berbeda dengan yang lain agar kondisi papa lebih cepat pulih.
Menu untuk yang lain disesuaikan dengan kegemaran mereka hingga Candy masak cukup banyak untuk ini, seluruh assisten mama pun di perlakukan yang sama menikmati hidangan dari menu masakan Candy yang cukup mengundang selera.
Mba Ayu di bikin takjub hingga memberikan acungan jempol ke Candy dengan candaannya yang seperti biasanya dia lakukan.
"Pantas..adikku beta dirumah..di masakinnya enak-enak..gini.." ujarnya masih menikmati makanannya.
"Can...kamu apa aja..bisa..apa sih yang kamu ga bisa ?" tanya mba Ayu dengan penasaran.
"Ada..lah..Honey..ga bisa marah..sama ga bisa ga malu.." Rendra menjawab pertanyaan mba Ayu dan benar saja Candy langsung menunduk tidak berani melihat lawan bicaranya.
Serempak yang ada di meja makan tertawa hingga hingga putra Rendra, Azlan tersedak dengan cekatan Candy memberikan minuman dan mengusap punggungnya hingga kembali tenang.
"Itu...mba..Honey...ya..seperti itu.." ucap Rendra yang langsung mencium ujung kepala istrinya.
"Kalian berdua memang saling melengkapi.." ujar mas Rudi dengan tersenyum.
"Terimakasih..Can..makanannya enak..walaupun sudah dikurangi garamnya.." ucap papa dengan memberikan senyumnya ke Candy.
"Sama-sama pa...masih belajar..pa.." balas Candy dengan sopan.
Saat semuanya selesai menikmati menu makanannya dan akan meninggalkan meja makan, Candy terlebih dahulu melarangnya.
"Tunggu..ada yang lain.." Candy yang dibantu assisten mamanya merapikan meja untuk berganti dengan menu penutup yang membuat air liur menetes, untuk papa Candy memberikan menu yang rendah gula, ini puding mangga dengan pemanis dari mangga itu sendiri.
__ADS_1
Untuk yang lain Candy memberikan beberapa pilihan yang cukup menggoda mata tapi menyehatkan karena lebih banyak mengunakan buah sebagai pemanis alami, tapi soal rasa sudah teruji enak dan tidak kalah dari restoran ini juga membuat keluarga Rendra semakin memberikan acungan jempol buat Candy yang sibuk tapi masih bisa bikin menu enak, menyehatkan pula dan ini beberapa menu pilihan itu.
kalau yang ini cocok untuk siapapun, termasuk anak-anak tapi masih banyak pilihan yang Candy tawarkan diantaranya.
Azlan yang sangat menyukai menu ini langsung berteriak kegirangan dengan berharap dia lebih dulu menikmatinya.
"Ma...ade..mau..mau..dong.." pinta Azlan dengan terus meminta.
"Sabar..ade..nanti..mama ambilkan.." ucap Candy dengan memberikan menu pilihan Azlan.
Yang membuat Candy bingung anak kedua mba Ayu yang diam seperti mikir menu apa pilihannya entah apa sebabnya, sebab menu yang Candy tawarkan masih ada lagi diantaranya yang manis dipandang mata seperti ini.
"Kenapa mas Her..ga suka" tanya Candy dengan memperhatikannya.
Nama lengkapnya Herdian Pramudya Bagaskara (Lelaki mulia yang bijaksana bersinar seperti matahari), dia anak kedua dari mba Ayu dan mas Rudi adik dari Indra Pramudya Bagaskara.
"Kalau mas ga..suka..tante ada yang lain.." ujar Candy yang membawa menu yang lain
"Bukan ga suka tante...tapi semua kelihatan enak..mas jadi bingung.." ujarnya malu.
Semua tertawa mendengar ucapan Herdian sebab aneh saja, kenapa tidak di coba saja satu persatu tidak ada yang melarang ini, menurut yang lain.
"Cobain aja..semuanya..mas.." ujar Candy dengan menawarkan salah satu menu buatannya.
"Gimana mas.." tanya Ainun yang menunggu Herdian memberikan penilaian.
"Ini..mah..enak banget..tante.." ujarnya dengan memberikan jari jempolnya.
"Kenapa ga buka cafe aja..sih te.." ucap Herdian dengan mulut penuh.
"Ga..ada waktu..mas untuk mengurus semua itu.." ujar Candy yang tumben banyak bicara.
"Orang lain..lah yang ngurus..Can.." jawab mas Rudi yang masih menikmati menu penutup buatan Candy.
"Ga..ga..Honey ga boleh cape.." protes Rendra ke mas Rudi.
"Keluar deh..kebucinannya.." seru mba Ayu yang tahu Rendra tidak mau Candy cape.
__ADS_1
Semua tertawa melihat Rendra yang memeluk Candy dengan sayang, begitulah Rendra yang sangat menyayanginya Candy begitu pun Candy sebagai rasa terimakasih ke Rendra dengan memberikan sesuatu yang membuat Rendra senang salah satunya seperti ini dengan menyenangkan keluarga besar Rendra sesuai kemampuan Candy dan proses tidak mengecewakan hasil dalam arti Candy yang tulus bisa diterima dengan tangan terbuka oleh keluarga besar Rendra.