Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
42


__ADS_3

"Semoga...aku bisa jadi penyempurna separuh agamamu dan kamu menjadi penyempurnaan separuh agamaku" Rendra


Hari ini weekend Rendra sudah bersiap diri dari pagi untuk ke rumah Mba Ayu akan membicarakan lamaran Rendra dengan candy, Papa dan Mama juga sudah datang berkumpul di tempat Mba Ayu.


"Cie....cie....yang siap jadi manten " goda Mba Ayu ke Rendra yang baru sampai dirumahnya.


Rendra mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya, tidak lupa juga kepada Mba Ayu dan Mas Rudi, tidak mau ketinggalan jagoan Mba Ayu yang asyik main robot dengan suara berisiknya.


"Bener....nih...siap jadi manten" Papa ikut ngomong menepuk pundak Rendra yang duduk disamping Papa dan Mamanya.


"Siap..lah...nunggu apa lagi..pa" jawab Rendra dengan tegas dan yakin.


"Bener...dra...mau nunggu apa, karir sudah, calon ada, tinggal keturunan yang diuber " ucap Mas Rudi santai.


"Betul...itu Mas"Rendra setuju dengan pendapat Mas Rudi.


"Tapi...Bener itu calonmu " Mama hanya mengoda Rendra.


"Ma...kalau ga sama Candy, Rendra tidak usah kawin...deh" Rendra sedikit marah terdengar dari suaranya.


"Mama...punya calon loh...buat kamu dek...cantik dan dewasa ga seperti bocah,bohai lagi" goda Mba Ayu dengan senyum jailnya.


"Ma..Pa..Mba dan Mas...maaf kalau Rendra kesini cuma mau mendengarkan orang yang Rendra mau bukan yang lain, kalau ngomongin yang lain mending Rendra main sama Indra" omongan Rendra tidak main-main, Rendra melangkah meninggalkan mereka semua dan duduk dekat Indra yang asyik dengan mainan plastik asal jepang itu.


Semua terdiam, memang Rendra tidak pernah menuntut apapun dari orang tuanya selama ini baru kali ini dia meminta keluarganya mengabulkan keinginannya menemani melamar gadis yang menjadi pilihannya untuk jadi teman hidupnya.


"Katanya mau jadi imam buat anak orang, digoda begitu aja udah sewot "Mba Ayu menghampiri Rendra yang masih ikut main dengan jagoannya.


Rendra masih diam tidak menanggapi apa yang Mba Ayu omongin, Mama datang menghampiri Rendra dengan tangannya mengusap kepada Rendra yang ditumbuhi rambut hampir seperti kaktus.


"Candy...yang akan jadi mantu mama, eh...anak mama aja ya..biar jadi adenya Rendra " Mama masih mau mengoda Rendra.

__ADS_1


"Iya...dek..pantesnya jadi adenya bukan istrinya...diakan imut, lucu lagi kaya boneka matanya itu..loh iyakan Ma" Mba Ayu mengoda biar Rendra mau ngomong.


"Ga...Can...bukan untuk jadi ade...Can...untuk jadi isrti dan bukan boneka dan bukan bocah" suara Rendra setengah berteriak mengejutkan semuanya termasuk asisten yang ada di rumah Mba Ayu.


"Bucin amat sih dek..."ucap Mba Ayu meninggalkan Rendra dengan tawa jailnya.


"Hilang...tuh...wibawa sang Kapten" Papa ikut mengoda Rendra.


"Kapan...nih rencananya ke rumah Candy " Mas Rudi menyudahi keisengan istrinya ke Rendra.


"Besok...gimana "ucap Papa mengusulkan, sebab menurutnya besok masih waktu libur keluarga.


"Ya...."Rendra bersemangat untuk prosesnya kerana ingin secepatnya halal.


"Enak aja...ya..ya..dek kita belum mempersiapkan apa yang akan dibawa untuk keluarga Candy "jawab Mba Ayu menjelaskan.


"Coba...sebutkan apa yang mau Mba bawa Rendra siapin, Mba ga usah repot" Rendra sudah tahu apa yang harus di bawah ke keluarga Candy.


"Sekarang Mba tulis dan sebutkan apa yang mau di bawakan untuk ke keluarga Honey, Rendra ingin Papa, Mama, Mba dan Mas hadir saja untuk restunya...urusan yang lain Rendra yang urus" Rendra menjelaskan dan membuat keluarga bingung tapi mereka mengikuti apa yang telah Rendra ucapkan.


"Ok...jadi besok..ya" ucap Papa meminta kepastian Rendra.


"Ok..siap..nanti Rendra kabarin lagi, yang jelas besok "Rendra menyakinkan keluarganya.


Keluarga Rendra masih bingung dengan apa yang semua Rendra omongin, hanya gelengan kepala dari Papa melihat tingkah Rendra seakan belum yakin tapi apa mau dikata anak sudah punya mau orang tua tinggal kasih dukungan.


Rendra langsung tancap gas memenuhi apa yang di mau Mba Ayu tapi sebelumnya berpamitan terlebih dahulu kepada semuanya.


Rendra sebenarnya mempunyai usaha yang bergerak di bidang wedding organizer (WO).


Rendra memasuki kantor kecilnya, disambut asistennya yang sebelumya sudah di telponnya tentang apa yang Rendra mau, tampa basa-basi Rendra menyerahkan apa yang dipesan Mba Ayu untuk menyiapkannya, dan menyuruhnya menyiapkan tempat untuk acara lamarannya dengan Candy dengan segala detailnya.

__ADS_1


Saat ini Rendra sudah berada di depan halaman rumah Ayah Candy dengan santai dia mengetuk pintu tidak lupa mengucapkan salam kepada pemilik rumah dan pemilik rumah membukakan pintu dan menjawab salam dari tamu yang datang.


"Masuk...dra...tunggu aku panggil Can" jawab Mas Dimas yang membukakan pintu untuk Rendra.


"Terimakasih...Mas tapi aku mau ketemu Ayah" jawab Rendra dengan suara serius.


Anggukan kepala yang Mas Dimas berikan ke Rendra dan meninggalkan Rendra yang sudah duduk di ruang tamu.


Tidak beberapa lama Ayah menghampiri Rendra yang duduk seorang diri, setelah Ayah duduk Candy datang dengan membawa minuman juga temannya (kue) dan duduk di sisi Ayah.


Rendra terlebih dahulu mengutarakan maksud kedatangannya dan menerangkan semua dengan detail, yang intinya keluarga Rendra dan keluarga Candy akan mengadakan lamaran di sebuah resto yang sudah di siapkan Rendra untuk melamar Candy.


Dan Rendra meminta maaf sebab semuanya telah dia persiapkan tanpa memberi tahukan terlebih dahulu kepada Ayah Candy, karena ada alasan yang menjadi pertimbangannya melihat Rahma yang baru saja persalinan, sedangkan waktu lamaran besok yang di mau Papanya Rendra, semua itu tidak jadi masalah buat Ayah Candy dan mengerti maksud dan tujuan Rendra.


Ayah menerima keinginan Rendra hanya saja menurut Ayah kenapa semuanya harus Rendra yang menyiapkannya bukan Ayah sebagai orang tua dari Candy dan Rendra tidak mau itu jadi masalah buat Ayah Candy sebab menurutnya dia akan jadi anak Ayah nantinya.


Sebelum berpamitan Rendra memberitahukan Candy bahwa nanti ada yang akan datang dari pihak butik untuk membawakan baju buat besok di kenakan Candy di acara lamaran.


"Maafin...Honey...hanya ini yang bisa Mas lakukan " ucap Rendra yang memandang Candy.


"Mas...Can...ga..tahu harus bilang apa" Candy menunduk tidak ingin melihat Rendra dengan rasa haru diperlakukan sangat baik oleh Rendra.


Ayah meninggalkan mereka agar bisa bicara berdua untuk persiapan besok di acara lamaran.


"Honey...senang Mas lamar secepat ini" Rendra hanya ingin tahu apa jawaban dari pertanyaannya.


"Hmmm " hanya suara (Nisa Sabyan ) itu yang keluar dari mulut Candy.


"Apa...Mas ga denger tuh" Rendra masih ingin mengoda Candy.


"Iya...Mas....Can..senang"Candy makin menundukkan mukanya malu.

__ADS_1


"Honey...Mas pamit ya...sampai ketemu besok" Rendra berdiri dari tempat duduknya dan betapa terkejutnya Candy, Rendra mengusap lembut ujung kepalanya sebelum pergi dengan senyumnya yang termanis yang dia tinggalkan untuk Candy.


__ADS_2