
"Dunia itu seluas langkah kaki, jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah, hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya" Rendra.
Beradaptasi di negara orang bukan hal yang mudah bagi Candy tapi tidak bagi Rendra yang sudah terbiasa dengan dunia militer yang selalu di butuhkan kerjasama dengan kesatuan lainnya didalam waktu-waktu tertentu bila dalam penyelesaian kasus yang harus melibatkan angkatan lain, jadi Rendra harus bisa cepat beradaptasi agar mudah dalam menentukan strategi penyergapan dan penyerangan.
Saat ini keluarga kecil Rendra sudah berada di kota boston yang cukup asing bagi Candy yang baru pertama kalinya pergi dari negaranya, kerinduan akan negara dan orang tercintanya terkadang muncul tiba-tiba hingga sering membuatnya bersedih.
Di kota ini Rendra akan menyelesaikan studinya, ada bersama keluarga kecilnya sebagai penyemangat dalam waktu yang tidak sebentar di negara orang, disisi lain Rendra merasa kasihan ke Candy yang masih asing tinggal di kota ini, walaupun kota ini memiliki pesonanya sendiri seperti disalah satu sudut kotanya.
"Sabar ya...Honey...Mas usahakan secepatnya menyelesaikan studi ini" ucap Rendra menenangkan Candy dalam sandarannya.
Candy hanya diam membisu masih bersandar di bahu Rendra yang masih duduk di ruang tamu di apartemennya sementara mereka tinggal di boston.
"Biar ga bosan kita jalan...yuk..Honey" pinta Rendra yang ingin membuat Candy senang, sebab Candy hanya di rumah saja bila Rendra pergi ke kampus.
Candy hanya memberikan senyumannya ke Rendra sebagai jawabannya, ini menandakan Candy menyetujui permintaan Rendra.
Di boston banyak tempat-tempat yang indah untuk di kunjungi tapi Rendra tidak egois ada gadis kecilnya yang membutuhkan kenyamanan disini, menurut Rendra bukan hanya tempat yang indah tapi juga harus nyaman salah satunya tempat ini.
Candy merasa nyaman menikmati suasana ditempat ini begitu juga Ainun banyak berceloteh mengeluarkan suara khas anak kecilnya yang mulai tumbuh menjadi anak-anak walaupun dia belumlah mengerti banget bahwa dirinya berada di negara orang.
Sebenarnya ada beberapa tempat yang indah sebagai destinasi pilihan Rendra dan keluarga kecilnya sebagai tempat favoritnya.
Ainun sangat senang menikmati tempat-tempat yang di dikunjunginya membuat Candy juga ikut senang untuk sesaat melupakan orang-orang tercintanya nun jauh disana.
"Ainun suka..." tanya Candy dengan mata memandang ke Ainun yang di gendong Rendra.
"Oh...lihat itu..." ucap Rendra menunjukkan ke arah sesuatu yang menurut menarik.
"Oh....iyah....cakep ya...Mas..." ujar Candy senang menurutnya aneh dan takjub.
Rendra tersenyum melihat Ainun dan Candy bahagia ada bersamanya, menikmati suasana di lingkungan yang baru buat mereka.
__ADS_1
"Oh...she is so cute and fuuny " ucap salah seorang yang melihat Ainun melompat senang.
"yes...sweet again" ucap salah orang lagi yang masih melihat Ainun.
Rendra dan Candy mendengar hanya tersenyum tapi sedikit tidak nyaman menurut Rendra tidak begitu suka orang tercintanya di perhatikan orang lain.
"Honey...kita jalan yuk..."pinta Rendra yang Candy tahu Rendra tidak menyukai hal ini.
Candy hanya menunduk menyembunyikan senyumnya malu takut Rendra tahu dia menertawakan sikap Rendra yang tidak menyukai orang lain memperhatikan Ainun.
"Apa...Honey" ucap Rendra seakan tahu dirinya jadi obyek kelucuan Candy.
"Ga...Mas" Candy memalingkan wajahnya kearah lain agar Rendra tidak curiga.
"Ga...apaan.." ujar Rendra yang memandang wajah imut istrinya dengan curiga.
"Ga...Mas..." Candy menutup mulutnya yang sudah tidak kuat menahan tawanya.
"Ga...mau...hayo...apa yang lucu" pinta Rendra ke Candy yang ikut di lihat Ainun.
"Mas...ga ada" Candy masih dengan senyumnya yang membuat Rendra memerah karena malu.
Akhirnya pecah tawa Candy dengan menutup mulut dengan tanganya serta bersembunyi di punggung Rendra, yang semakin membuat Rendra penasaran.
"Iya...Mas...maaf" ucap Candy dengan tangannya memohon ke hadapan Rendra dan menundukkan mukanya bersalah.
"Bagi..dong tawanya" pinta Rendra yang tidak menyukai Candy meminta maaf karena tidak ada yang perlu di maafkan dan tidak melakukan kesalahan dengan merangkul tubuh mungilnya.
"Ok...Mas...ga harus seperti itu bila ada yang memandang Ainun" ujar Candy yang mulai terlihat santai.
"Oh...itu..Mas ga nyaman aja...Honey" ucap Rendra dengan senyumnya tapi menyembunyikan ke tidak kesukaannya.
"Ainun akan tumbuh tidak selamanya dalam genggaman kita Mas" ucap Candy mengusap punggung suaminya yang masih memperhatikan tingkah gadis kecilnya yang lucu.
Rendra hanya tersenyum tapi ada benarnya juga ucapan Candy dalam hati Rendra mengiyakan ucap Candy.
Hari semakin sore Candy mengajak Rendra untuk pulang ke apartemennya, dengan rasa senang sudah menikmati suasana kota boston yang masih menurutnya tidak senyaman kotanya.
Menjelang malam Rendra merasakan kegelisahan dalam tidurnya hingga membuat Candy membangunkannya.
__ADS_1
"Mas...Mas...kenapa" tanya Candy menggoyangkan tubuh gagah Rendra yang tidur disebelahnya.
Rendra bangun dari posisi tidurnya dan hanya diam menundukkan wajahnya, sesekali mulutnya beristigfar menghilangkan kegelisahan yang ada dalam dadanya seperti mencemaskan sesuatu.
"Ada apa Mas" Candy memeluk salah satu tangan Rendra dengan satu tangannya.
"Entah lah...mudah-mudahan hanya perasaanku saja" ucap Rendra dengan pandangan mata menerawang jauh.
"Lindungi orang tercintaku ya Allah..." pinta Rendra dengan tangan seperti orang berdo'a.
"Mas...ada apa.."ucap Candy lagi lebih penasaran ada apa dengan suaminya.
"Entah lah...Honey...apa Mas terlalu memikirkan atau hanya kangen" ucap Rendra dengan memandang Candy.
"Kita do'akan saja yang terbaik mudah-mudahan Allah menjaganya" ucap Candy menenangkan Rendra.
"Ya...Honey itu juga harapan Mas" ucap Rendra dengan senyumnya terlihat masih belum tenang.
"Tidur...lah Mas ga apa" ucap Rendra meminta Candy kembali tidur.
Rendra sendiri pergi meninggalkan Candy ke kamar mandi, terdengar suara gemericik air orang sedang berwudhu.
Candy yang pura-pura tertidur tapi masih menyimpan rasa penasaran dan khawatir dengan suasana hati suaminya.
Rendra mengerjakan sholat sunah dengan berharap menenangkan perasaannya yang gelisah dan menyerahkan semuanya kepada pengatur hidup yang terbaik.
Entah mengapa rasa khawatir itu bukan dari orang tersayangnya tapi kawan satu timnya yang sudah seperti kelurga kedua buat Rendra yang paling mencemaskan saat ini bayangan wajah Alfa yang sangat nyata di lihatnya.
"Mudah-mudahan dia baik-baik saja" Rendra bergumam dalam hatinya mencemaskan Alfa yang sudah seperti adik kecilnya.
Dalam khusyuk Rendra melantunkan ayat-ayat al-qur'an menyerah semua urusannya kepada pemilik kehidupan sebagai kepasrahan akan kemana Allah tentukan arahnya yang terbaiknya.
Sepintas lagi bayangan wajah Alfa hadir menambah kecemasan Rendra hingga menyesakkan dadanya ada ke khawatiran yang dalam dia rasakan.
"Ya...Allah jaga dan lindungi sahabat-sahabatku" pinta Rendra dengan tangan seperti orang berdo'a.
"Ada apa dengan bocil" gumam Rendra dalam khusyuk melanjutkan membaca al-qur'an.
"Apa...rencana-Mu untuk kami ya...Allah" gumam Rendra dalam hati menenangkan hatinya.
__ADS_1
Rendra yang berada jauh dari kawan satu timnya tapi tidak dengan hatinya masih mengkhawatirkan keadaan mereka dan hanya do'anya yang bisa mewakili kehadirannya untuk saat ini sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada kawan satu timnya.
Candy yang masih belum bisa memejamkan matanya masih menyelidik penasaran ada apa dengan suami tercintanya yang terlihat cemas, dia orang yang paling tenang menurut Candy dalam situasi apapun tapi untuk saat ini nampak jelas dari dirinya yang gelisa tapi di sembunyikannya tidak ingin Candy mengetahuinya.