Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
150


__ADS_3

"Bersyukurlah dengan apa yang ada sekarang, kenapa bersedih?, bersabarlah bahagia akan datang seiring dengan rasa sabarmu " Candy.


Senja telah menampakkan jati dirinya akan berganti begitu juga dengan kegiatan OSPEK Ainun yang akan berakhir hari ini, ditutup dengan ucapan permintaan maaf dari kakak senat yang juga merangkap menjadi panitia OSPEK.


Kata permintaan maaf yang langsung di sampaikan oleh Fatur sebagai kakak senat mendapatkan sambutan yang meriah oleh mahasiswa baru dengan teriakan yang riuh hingga bergema terkecuali Ainun yang hanya berpikir kenapa harus sehisteria itu pikirnya dia hanya sosok kakak senat itu saja tidak lebih hingga bertanya ke temannya yang masih berteriak-teriak memanggil nama Fatur yang jelas-jelas tidak kenal siapa juga kita anak baru pikirnya lagi.


"Memang kamu..kenal..Din.." tanya Ainun pada Dinda Aulia salah satu teman yang baru dikenalnya.


"Ga..ih..handsome.." teriak Dinda lagi dengan lebih keras.


"Aneh.." pikir Ainun dengan tersenyum datar.


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat hingga tiba saling bermaaf-maafan baik dari panitia juga mahasiswa baru, saat ini momen yang paling ditunggu oleh mahasiswa baru cewek untuk bisa bertatap muka langsung dengan Fatur.


"Ai..boleh fotoin gue..dong bareng kakak Fatur.." pinta Dinda dengan memberikan benda pipinya pada Ainun.


"Boleh.." Ainun menerima benda pipi milik Dinda yang terlihat sangat senang.


Dengan sabar Ainun menunggu Dinda untuk berfoto dengan Fatur, walaupun terlihat sangat bete Ainun menunggu momen itu hingga tiba giliran.


"Kak..boleh minta foto bareng.." pinta Dinda manja ke Fatur yang tersenyum datar.


"Boleh..loh..kok ga foto bareng.." balasnya pada Ainun yang bingung.


"Ainun..ga sekalian foto bareng.." yang membuat Dinda sedikit bingung.


"makasih..kakak Dinda aja.." jawab Ainun yang memang tidak ingin berfoto.


"Ayo..saya foto ya...satu..dua..tiga senyum dong..gayanya mana.." ujar Ainun yang ingin Dinda senang.


Beberapa kali Ainun mengambil gambar Dinda dan Fatur dengan beberapa gaya yang membuat Dinda senang.


"Makasih..kak.." ucap Dinda memeriksa hasil fotonya dengan Fatur.


"Bener..nih kamu ga mau foto bareng saya.." tanya Fatur ke Ainun yang melihat ke arah yang lain.


"Makasih..kak.." ujar Ainun yang seperti mencari seseorang teman pulang ke asrama putrinya.


"Kalau gitu boleh dong saya yang minta foto bareng kamu.." pinta Fatur sedikit pelan.


"Ga..ga..menanti buat nakutin tikus..lagi.." balas Ainun bercanda ke Fatur dengan mata yang masih sibuk mencari seseorang.


"Kak...Fatur..Dinda..saya duluan yang itu teman bareng jalan saya nungguin.." seru Ainun yang sudah berlari kecil menghampiri seseorang teman jalan pulangnya.


"Ainun...bareng..makasih..kak.." Dinda mengejar Ainun yang sudah makin menjauh dari keduanya.


"Oculus..." ucap Fatur dengan tersenyum melihat Ainun yang terus menjauh.

__ADS_1


"Oi..senyum-senyum sepertinya ada yang menarik..nih" sapa salah satu teman Fatur.


"Gue..juga bilang apa..kalian berdua cocok.." ujar cewek yang beberapa hari lalu mengerjain Ainun.


"Oh...oculus..cantik ya..dia..tapi awas diamnya menghanyutkan loh.." ujar teman Fatur lagi yang tahu Ainun pemberani.


"Oh..ya..jangan mancing-mancing nanti bikin gue suka siapa yang tanggung jawab.." balas Fatur lagi.


"Lah..loe yang suka ngapa gue yang tanggung jawab..aneh..udah mulai kena virus..merindu kacih cayang ..nih orang" balas teman Fatur tertawa lepas.


"Rasanya baru denger nama virus baru...ya" balas Fatur yang tidak mau kalah.


"Pura-pura baru dengar tapi cari tahu.." balas yang lain dengan ikut duduk bersantai.


"Gue..lihat dia satu tipe dengan loe.." balas cewek yang mempertemukan keduanya dengan menjelaskan.


"Ah..masa.." goda Fatur menggoda balik.


"Jangan kelamaan menjomblo..loe sibuk sama kertas mulu lama-lama pacaran sama kertas apa salah satu teman-temannya" ujar yang lain makin menggoda.


" Jangan kelamaan nanti di ambil..orang dia punya banyak keistimewaan loh.." goda yang lain menambahkan yang membuat pacarnya memandang penuh arti.


"Hanya menjelaskan sayang.." ujarnya menyakinkan pacarnya.


"Cie..cie..yang mulai cemburu.." goda yang lain dengan merangkul kedua pasangan itu.


"Tur..dia sama loe sama tanggal lahirnya.." jelas cewek yang mengerjain Ainun.


"Kenapa ga bila..dari tadi.." protes Fatur dengan menepuk pundak teman yang didekatnya.


"Lah...kenapa gue..yang diprotes.." jawabnya dengan tidak terima tapi senang melihat Fatur merespon.


"Kita bisa kerjain..dia harusnya tadi.." balas yang lain. menambahkan.


"Telat.." balas Fatur dengan membuang napas seperti pasrah.


"Samperin aja..ke tempat kosnya.." balas yang lain memberikan ide.


"Emang ada yang tahu.." tanya Fatur makin penasaran.


"Cie..cie..ada yang dayung bersambut nih.." tambah yang lain menggoda Fatur ikut senang sebab hanya Fatur yang masih jomblo.


"Udah..lah kita beres-beres terus pulang..gue cape banget beberapa hari kurang tidur.." ujar yang lain menjelaskan dengan bangun dari duduknya.


"Soal oculus..kita pikirin nanti..dan kita siap bantu..kok.." tambah yang lain dengan menepuk pundak Fatur sambil berjalan.


Itu sebagaian goresan cerita yang tertulis di hati Fatur untuk Ainun yang memberikan kesan berbeda dengan cewek lain yang dia kenal dan begitu lihatnya dia lebih cenderung cuek padahal teman cewek yang satu angkatan saja mengidolakan dirinya.

__ADS_1


Ainun cewek yang asyik yang menurut Fatur yang baru mengenalnya, ada rasa penasaran kenapa Ainun berbeda dengan cewek yang lain itu yang saat ini Fatur rasakan.


Di tempat lain Ainun yang sudah membersihkan diri dan merebahkan badannya di kasur yang sangat berbeda dengan kasur kamar miliknya dirumah besar milik kakeknya tapi tidak jadi masalah buatnya sudah bisa tiduran dengan nyaman saja sudah cukup buatnya.


Benda pipi miliknya berdering tandanya ada panggilan masuk terlihat sebaris nama dari orang tersayangnya, melalui VC mereka tersambung.


★★ "Assalamualaikum..sayang.." ucap mamanya dengan senyum manisnya.


★★ "Waalaikum salam..mama..Ai..kangen.." jawabnya dengna berkaca-kaca.


★★ "Sabar..sayang mama juga kangen mba.." balas mamanya dengan ikut berkaca-kaca.


★★ "Anak..papa pasti..bisa..melalui ini semua..mba bisa.papa yakin" tambah papanya yang ikut nongol menyemangati.


★★ "Terima kasih ucapan selamat dan do'anya juga kadonya sudah Ai..terima, terimakasih juga buat nenek juga kakek maaf Ai..belum bisa telepon langsung masih cape.." ucapnya tersenyum senang.


★★ "Ya..sayang sama-sama nanti mama sampaikan ke nenek juga kakek" balas mamanya.


Mereka saling bertukar cerita tapi Ainun tanpa sadar tertidur dalam kondisi masih ber VC dengan kedua orang yang tersayangnya yang membuat papanya tersenyum "Selamat istirahat anak manis.." ucap papanya seperti memberikan ciuman dari jauh begitu pun mamanya yang berucap "Sabar ya..sayang ini untuk masa depanmu.." sebaris do'a untuk gadis kecilnya yang sudah mulai tumbuh jadi dewasa.


"Jadi ingat masa-masa di kampus dulu " ucap Candy seperti mengingat masa itu yang telah lewat.


"Coba..mas..kenal lebih dulu..kita bisa lebih lama mengenal ya..honey.." seru Rendra dengan bersandar di kursinya.


"Terus apa masalahnya..gitu.." tanya Candy tidak paham dengan ucapan Rendra.


"Ya..kita lebih awal menikahnya gitu.." Rendra menjelaskan dengan pandangan serius.


"Ga..mau..Can kepengin kuliah tanpa ikatan yang membuat Can ga konsentrasi.." Candy menjelaskan apa yang telah dia lewatkan dulu.


"Bukannya menikah akan lebih enak.." goda Rendra yang mendekati Candy.


"Ga..ga..mas Can..ga mau..nanti Can ga bisa konsentrasi.." balas Candy lagi seperti memprotes.


"Terus konsentrasi dimana.." tanya Rendra dengan polosnya.


"Ya..jelas pasti keluarga lah.." jawabnya tidak kalah polosnya.


"Oh..gitu..berhubung masa itu sudah lewat..sekarang konsentrasi mengurus mas..dong.." goda Rendra memberikan ciuman ke pipi Candy.


"Bilang aja..minta..di urusin..ya..kan.." balas Candy memeluk Rendra dengan mesra.


Keduanya semakin hari semakin melengkapi kekurangan pasangannya hingga memberikan kesan kompak dan seperti ada bahasa telepati pada keduanya walaupun keduanya tidak memberikan pesan kepada pasangannya tapi seakan tahu salah satu dari keduanya memerlukan apa atau butuh apa hingga tanpa disadari keduanya seperti ada kejutan yang tidak diduga untuk memenuhi keinginan salah satunya.


Salah satu kejadian yang tanpa dipinta Candy menginginkan sesuatu makanan dan berharap Rendra pulang membawakan makanan itu, dan keinginan itu terwujud tanpa Candy mengirimkan pesan terlebih dulu, sebaliknya Rendra ingin sekali dimasakin makanan kesukaannya pas pulang kerja nanti dan benar saja begitu sampai rumah Candy sudah menyiapkan makanan itu dan Rendra sangat senang sekali dan sedikit bertanya kok bisa apa yang ada dipikirannya terealisasi walaupun baru belum terucap.


Seperti banyak orang yang menilai keduanya tidak ada kurangnya, mungkin itu kurangnya karena tidak ada kurangnya sebab bisa dilihat dengan saling mendukung saling menghormati dan tambah saling menyayangi.

__ADS_1


__ADS_2