Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
199


__ADS_3

..."Semua kesedihan yang membuatmu kembali kepada Allah itu semata-mata untuk memperbaiki mu sekalipun itu merasa menyakitkan bagi dirimu " Rendra....


Andika dan Nasyauqi sepertinya memanfaatkan tiap momen berdua di sela-sela kesibukannya tidak harus ke tempat yang jauh walaupun hanya sekedar jalan, nongkrong atau nonton film itu sudah cukup untuk keduanya.


Seperti malam ini setelah menikmati makan malam seperti biasa di kedai langganan keduanya, trotoar jadi saksi keduanya yang saat ini berjalan bergandengan tangan begitu erat menuju salah satu mall untuk menonton film komedi yang jadi kegemaran Nasyauqi.


"Maaf.." ucap Nasyauqi saat dirinya menabrak seorang laki-laki yang kebetulan bersama pasangannya.


"Ya..ok.." balasnya dengan memandang intens, Nasyauqi masih belum menyadari dirinya menabrak seseorang yag merasa mengenal dirinya, dia masih sibuk mencari Andika yang memesan minuman untuk keduanya.


"Istrinya..Andika ya.." tanyanya yang sebenarnya dia tahu setelah seseorang itu menyebutkan dirinya istrinya Andika, belum sempat Nasyauqi menjawab Andika terlebih dahulu memanggil nama Nasyauqi.


"Ruuhi.." panggil Andika yang langsung menggandeng tangannya dan siap melangkah ke tempat yang akan keduanya tujuh tapi teriakan lelaki itu menghentikan langkah keduanya.


"Dika.." panggilannya dari suara yang cukup di kenal oleh Andika.


"Hai..gimana kabarnya.." balas Andika dengan santai tapi tidak dengan Nasyauqi yang semakin erat menggenggam tangan Andika.


"Baik..mau kemana sih..buru-buru.." tanya Rafiq bersama seseorang.


"Oh..kita berdua biasa..mau nonton.." jawab Andika menjelaskan.


"Oh..ya..kenalkan..ini istri ku.." seru Rafiq memperkenalkan istrinya yang berdiri sejajar dengan dirinya dengan sopan.


"Putri.." ucapnya singkat dengan sopan memperkenalkan dirinya.


Andika dan Nasyauqi membalas memperkenalkan dirinya pada putri, Andika selalu saja tahun istrinya tidak nyaman dalam situasi ini dan berpamitan pada keduanya tapi Rafiq meminta dirinya ingin ikut bergabung bersama dalam artian ingin ikut nonton bersama, bagi Andika tidak masalah lagian dia juga duduk sendiri tidak minta dipangku.


"Kenapa..aku ga di undang.." Andika bertanya pada Rafiq.


"Gue..undang ko.." balas Rafiq menjelaskan dengan berusaha mengingat.


"Lewat..apa kamu undang.." tanya Andika lagi seperti memikirkan.


"Gue kirim undang ke tempat dinas..ko.." balas Rafiq dengan serius merasa mengundang Andika.


"Oh..maaf..aku ada perjalanan dinas.." ujar Andika beralasan.


"Kenapa harus minta maaf..santai..bro" ujar Rafiq tertawa kecil.


"Maaf..ya bro selamat ya..semoga samawa.." ucap Andika dengan tersenyum.

__ADS_1


Rafiq memberikan senyum pada Andika dan Nasyauqi yang memperhatikan lalu lalang orang malam ini di mall.


Di dalam bioskop Andika seperti biasanya yang tidak di buat-buat semuanya apa adanya, seperti sekarang ini Nasyauqi meminta tangannya diusap karena dingin, dan memeluknya dengan tangan yang satunya lagi yang membuat Rafiq berpikir begitu bahagianya Andika dan istrinya berbeda dengan dirinya yang duduk masing-masing tanpa ada bincang apalagi canda hanya dalam diam menikmati film yang jelas-jelas tidak menikmati film tersebut.


Berbeda dengan Andika dan Nasyauqi yang tertawa lepas sesuai alur cerita film, dan sesekali Nasyauqi menyandarkan kepalanya di dada Andika dengan manja.


Rafiq bukan menikmati pertunjukan film tapi menikmati momen kemesraan Andika dan Nasyauqi tapi yang jadi tontonan malah tidak merasa, diperhatikan seseorang yang duduk tidak jauh dari keduanya.


Hingga film berakhir Andika masih menggandeng erat tangan Nasyauqi untuk keluar dari gedung bioskop, tidak dengan Rafiq dia membiarkan pasangannya berjalan sendiri begitu pun dirinya.


"Bro..aku pamit ya.." ucap Andika pada Rafiq yang masih memandang keduanya.


"Ya..kapan-kapan main..ke tempat dinas.." balas Rafiq.


"Insyaallah kalau ada kesempatan.." balas Andika dengan mengusap kepala Nasyauqi dan mesra.


Acungan jempol yang Rafiq berikan, Nasyauqi hanya memberikan senyum pada istri Rafiq, Andika dan Nasyauqi lebih dulu meninggalkan keduanya dengan merangkul pundak Nasyauqi, keduanya makin menjauh dari Rafiq dam istrinya.


Betapa bahagianya pikir Rafiq pada Andika dan secepat itu dirinya bisa move on dalam batin Rafiq bergumam, sedangkan dirinya susah untuk membuka hati pada seseorang yang sudah berada di sisinya.


Istrinya Rafiq hanya diam memperhatikan tingkah Rafiq yang sepertinya merasa cemburu melihat kemesraan sepasang suami istri yang baru dikenalnya, memang dirinya juga merasakan betapa romantisnya keduanya terutama Andika yang sangat memperhatikan pasangannya hingga berkesan keduanya romantis.


Andika hanya diam memikirkan apa yang baru saja di bacanya dan seperti tidak percaya baru saja dirinya bertemu dengannya beberapa saat yang lalu, sapaan dari Nasyauqi mengejutkan Andika.


"Ada..apa..mas.." tanya Nasyauqi yang melihat suaminya seperti bingung.


"Istrinya Rafiq meninggal.." ucapnya dengan memegang tangan Nasyauqi yang sudah terlihat segar setelah membersihkan diri.


"Terus yang tadi kita..lihat..itu.." Nasyauqi makin mendekat pada Andika seperti ketakutan.


"Entahlah..yang jelas rahasia tuhan.." ujar Andika yang sudah duduk bersama Nasyauqi.


"Tapi..mas ko bisa.." tanya Nasyauqi masih dengan rasa tidak percaya.


"Apa..yang tidak bisa buat Allah.." Andika menjelaskan pada Nasyauqi.


"Aku jadi kasihan sama..Rafiq baru saja..menikmati masa-masa indah berumahtangga harus secepat ini..di tinggalkan.." ujar Andika terdengar seperti ikut prihatin.


"Bukannya bisa cari yang baru.." seru Nasyauqi asal ngomong.


"Hus..tidak semudah itu ruhi..membuka hati.." ucap Andika menjelaskan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Bukannya laki-laki lebih mudah membuka hati..mas.." tanya Nasyauqi.


"Mungkin ada sebagian seperti itu tapi ada juga susah membuka hati.." Andika memandang Nasyauqi.


"Adakah faktor yang bisa membuka hati.." tanya Nasyauqi ingin tahu.


"Ada..bagi laki-laki salah satunya ingin ada yang mengurus dan memenuhi kebutuhan biologisnya.." Andika hanya menjelaskan tapi reaksi Nasyauqi jadi lain.


"Ih..jadi perempuan cuma jadi pelampiasan nafsu dan kebutuhan seperti pembantu gitu..kasihan.." protes Nasyauqi dengan sedikit kesal.


"Itu dari kaca mata..ruhi tapi dari sudut pandang perempuan lain bisa jadi ibadah.." Andika masih terlihat lembut menjelaskan dengan mengusap kepala Nasyauqi.


"Tapi..kesannya.." masih sedikit cemberut Nasyauqi membalas penjelasan Andika.


"Memang selama ini ruhi merasa mas perlakukan seperti itu.." tanya Andika lembut.


"Ga.." jawabnya singkat dengan muka terlihat lucu.


"Terus kalau melayani mas..dengan terpaksa atau sama-sama mau..." goda Andika dengan menangkup wajah ayu yang sedang cemberut.


"Ih..mas..." dengan malu Nasyauqi menutup matanya.


"Kenapa di tutup matanya.. kode..nih.." goda Andika lagi dengan mencium bibir Nasyauqi yang hanya diam karena malu.


"Istirahatlah..ruhi.." Andika membaringkan Nasyauqi di sampingnya, tapi Nasyauqi seakan enggan melepaskan tangan Andika seakan tahu apa maunya Nasyauqi Andika memeluknya dan mengusap kepala Nasyauqi hingga tertidur dengan bantal satu tangan dari Andika.


Andika sangat senang bila Nasyauqi manja pada dirinya, Andika merasa dirinya tidak bertepuk sebelah tangan dalam mencintai Nasyauqi, hanya saja Nasyauqi terkadang malu bila ingin manja pada Andika bila ada keluarga dan teman-teman Andika.


Andika memaklumi kalau Nasyauqi minta di perlakukan manja sebab papanya sangat menyayanginya tidak pernah Andika melihat Rendra memarahinya dengan bahasa yang lembut untuk menegur kesalahan yang dilakukan Nasyauqi itupun tidak didepan orang lain.


Apalagi Candy dia wanita yang taat suami dan tidak pernah mengucapkan kata-kata yang keras dia lebih banyak diam dan menundukkan pandangan bila berbicara.


Rendra sendiri lebih banyak humoris bila bersama keluarga dan jarang membahas soal dinas dan kerjaannya sepertinya dia sudah terbiasa menempatkan diri dimana dirinya berada.


Andika bersyukur dirinya dipertemukan dengan keluarga yang memberikan kenyamanan dan kasih sayang pada dirinya yang tidak memiliki keluarga yang sebenarnya dan yang dia dapatkan keluarga yang utuh dan taat akan tuhan serta berlimpah kasih sayang serta cinta.


Andika merapikan posisi tidur Nasyauqi tapi tangan Nasyauqi menariknya agar Andika tetap memeluknya, Andika hanya tersenyum pikir Andika Nasyauqi akan cape bila posisi seperti ini tapi bila menurutnya ini membuatnya nyaman tidak masalah buat Andika.


"Ya..mas ga kemana-mana...kok.." ucap Andika mengusap kepala Nasyauqi.


Andika akhirnya tertidur dalam posisi memeluk Nasyauqi, dalam do'a sebelum tidurnya Andika berharap esok hari adalah hari yang lebih baik untuk keduanya.

__ADS_1


__ADS_2