Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
36


__ADS_3

" Caraku mencintaimu adalah dengan menjaga diriku , memperbaiki agamaku dan mengindahkan akhlaq - ku " Candy.


Di Kediaman Mba Ayudias


Mobil Rendra memasuki gerbang rumah besar yang terlebih dahulu dibukakan seorang Satpam yang sudah mengenalnya, setelah turut dari mobil Rendra membukakan pintu mobil untuk Candy tanpa sengaja tangan keduanya bersentuhan, dengan refleks Rendra pun meminta maaf dan menetralkan rasa tidak nyaman yang Candy rasakan.


"Maafkan...Mas Honey " Rendra dengan suara lembut dan lirih.


Hanya anggukan kepala Candy, dan dia tahu Rendra tidak sengaja melakukan itu.


Rendra mempersilahkan Candy masuk, tidak lupa mengucapkan salam setelah membuka pintu terlebih dahulu, seorang perempuan berdiri di depan pintu dengan sopan dan mempersilahkan kami masuk,dilihat dari sikapnya kepada Rendra seperti nya dia yang membantu merapikan rumah mega ini.


Rendra mempersilahkan Candy duduk di ruang tamu yang di tata sangat elegan dengan kursi tamu yang besar - besar dan di sudut lain nampak hiasan yang terbuat dari Crystal juga lampu gantung yang cukup besar menambah kesan si pemilik berstatus orang berada.


Candy duduk seorang diri, Rendra sendiri mencari keberadaan keluarganya.


Postur tubuh Candy yang imut duduk di kursi yang besar terkesan anak abg yang duduk di kursi itu,tanpa sepengetahuan Candy beberapa pasang mata memperhatikan dari sudut yang tidak cukup jauh.


"Dek...ga salah kamu pilih tuh..anak,masih bocah udah mau dijadiin ibunya bocah " Mba Ayu memberikan penilaian sambil menepuk pundak Rendra.


"Ih...Mba..pedes amat itu mulut kaya baru makan cabe aja"ucap Rendra yang tidak terima calonnya disebut bocah.


Papa,Mama,Mas Rudi tertawa yang tidak terdengar oleh Candy melihat Rendra dan Ayu berselisih, mereka melangkah menghampiri Candy yang menunduk dan menaikan jari - jari menandakan kegugupannya.


"Honey...."suara Rendra membuat Candy mencari sumber suara itu, dengan terkejut.


"Can..." sapa Dokter Rudi (adalah rekan kerja Candy dia Dokter spesialis bedah ) ke Candy yang membuat yang lain saling melihat.


"Iya...dok" ucap Candy sopan dengan bangun dari duduknya.


Rendra memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya ke Candy, Candy pun sama memperkenalkan diri.


"Can...ternyata dunia ini sempit ya" ucap Dokter Rudi tersenyum.


Candy hanya senyum malu, tidak menjawab.

__ADS_1


"Can...mau sama ade Mba...yang jutek ini, nanti sering di tinggal loh..." Mba Ayu ingin mengoda Candy yang masih malu.


"Mungkin ini konsekuensinya yang harus Can...terima kalau nanti jadi Istrinya Mas Rendra " ucap Candy sopan.


"Kok...kalau... pasti jadi istri Mas Rendra " Rendra dengan muka menunjukkan harus jadi Istrinya.


Semuanya tertawa melihat tingkah laku Rendra yang seorang Kapten merajuk dengan menanggalkan wibawanya untuk seorang Candy yang sangat di cintainya.


Rendra tidak mempedulikan itu dia hanya ingin Candy menerima jadi istrinya tanpa ada kata yang lainya.


"Iya...Mas...iya...Can akan jadi istri Mas " ucap Candy malu semua memperhatikannya.


Semua kembali tertawa melihat Candy yang terbujuk rayu Rendra yang terus merajuk kepada Candy, keduanya hanya tersenyum melihat yang lain tertawa.


"Can...siap jadi Istrinya Mas Rendra " ucap Mama Rendra yang terlihat lembut penuh kasih sayang kepada anaknya.


"Insyaallah, Can siap...tapi Can...belum selesaikan kuliah Can...apa akan jadi halangan" Candy menjelaskan dengan suara yang sopan.


"Itu..kami serahkan kepada Rendra yang akan menjalankan " Papa Rendra ikut bicara.


"Biar...sama - sama enak gimana tunggu Candy Selesaikan Semester empatnya dulu biar dia juga mudah menyusun skripsi lebih awal, biar aku bantu deh...Can.." Mba Ayu (seorang Dokter spesialis anak) memberikan jalan keluar.


"Ok...mungkin ini yang terbaik jalannya" Rendra dengan suara terdengar sedikit kecewa.


"Dek...ga..sabar amat sih" goda Mba Ayu ke Rendra.


" Mba ga ngerasain yang Rendra rasain" Rendra menutup mukanya dengan tangannya mengingat perjuangannya mencari keberadaan Candy sampai menyatakan keinginannya hingga melamar secara pribadi dan sekarang keluarga hanya memberikan dukungan untuk menunda lamarannya sampai Candy semester empat.


"Mas...Can...akan minta persetujuan Ayah Can...saja, bagaimana pun Ayah wali Can...mudah - mudahan ada jalan tengah yang terbaik" Candy dengan suara lembutnya, penjelas Candy membuat Rendra sedikit senang.


"Can...apa sih...istimewa seorang Rendra hingga kamu mau " Mba Ayu yang ga suka Rendra memaksakan kehendaknya ke Candy.


"Untuk saat ini Can...ga tahu Mba" dengan malu Candy menjawabnya.


"Ih...Mba..jahat deh...kepo lagi " ucap Rendra dengan suara kesalnya .

__ADS_1


"Sudah...sudah jangan saling mengoda kasihan Candy jadi malu sama tingkah kalian" ucapan Papa Rendra yang terasa hangat terhadap anaknya.


Candy yang mendengar jadi tambah malu, tapi tidak dengan kakak beradik itu makin saling ledek tidak perduli sama yang lain.


"Can...nyaman menjalani hubungan selama ini sama Rendra " tanya Dokter Rudi santai hanya ingin mencairkan suasana saja.


"Alhamdulillah...selama ini nyaman sebab kami tidak memaksakan satu sama yang lain, waktu ketemu pun kami hanya membicarakan hal - hal cukup penting, komunitas kami tidak sesering yang orang lain lakukan hingga menggangu aktifitas masing - masing hanya sebatas memberikan kabar sudah ga ada yang lain.


"Pacaran gaya apa...dek" Mba Ayu mulai mengoda Rendra lagi.


"Mba...aku nyaman ko...seperti ini, biar Honey terbiasa dengan duniaku yang tidak bisa ada di dekatnya di tiap waktunya " Rendra menjelaskan dengan melihat Candy yang malu diperhatikan seperti itu.


"Can...cari aja yang lain yang tiap waktu ada didekatmu " Mba Ayu makin mengoda Rendra yang mulai sewot.


" Honey...please jangan dengerin Mba ayu" Rendra mendekati Candy dan menutup telinga Candy dengan kedua tangannya.


Semua tertawa melihat tingkah Rendra yang bener - bener sewot banget sama Mba Ayu.


" Gimana sih...Ma..aku bawa Candy kesini bukan buat di racunin sama Mba..buat ninggalin aku lagi " Renda dibuat kesel sama Mba Ayu.


Candy hanya tertawa kecil yang tidak terdengar menutup mulutnya dengan ujung hijabnya mendengar ucapan Rendra.


Sebaliknya Rendra ingin mengacak - acak rambut Mba Ayu yang terbungkus hijabnya karena keusilannya.


"Can...kamu akan terbiasa nanti melihat pemandangan seperti ini nanti " ucap Dokter Rudi dengan tawa kecilnya yang sudah terbiasa melihat kakak adik ini saling goda.


Candy menganggukan kepalanya tapi tetap dengan tawa kecilnya yang susah untuk di hentikan karena ulah kakak beradik itu.


"Honey...pulang aja yuk...nanti Honey kelamaan di sini tambah keracunan deh.." Rendra mendekat ke Candy bertujuan mengajaknya pulang.


"Ko...pulang sih...Dek...gimana lamarannya " ucap Mama kepada keduanya yang akan berpamitan pulang.


"Nanti...Rendra omongin lagi deh...pokoknya semuanya harus siap kalau Rendra kabari....ok" Rendra berjalan beriringan dengan Candy keluar dari rumah Mba Ayu yang terlebih dahulu pamit.


Rendra sudah meninggalkan rasa kesalnya sepeningganya dari rumah Mba Ayu hanya rasa senang bersama orang yang sangat di harapakannya secepatnya berstatus halal.

__ADS_1


__ADS_2