Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
213


__ADS_3

..."Dear..seseorang yang sudah menerima ku yang tidak sempurna, bersama berjuang dari nol terima kasih sudah mengerti dan memahami ku " Candy....


Hari ini Andika berencana mengajak keluarga kecilnya untuk jalan, hanya ke tempat yang murah meriah saja seperti pantai yang Andika yang berharap si kembar bisa bermain dan menikmati pemandangan laut lepas.


Nasyauqi sudah berpesan pada pegawainya perihal toko, agar dirinya lebih tenang dalam menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.


Setelah sampai di tempat tujuan si kembar terlihat senang, dan berlompat kegirangan serta bersorak yang membuat Andika tersenyum.


"Yah...itu ada perahu...yah..itu..itu.." suara khasnya tidak berhenti mengulang apa yang ingin di lihat ayahnya.


"Iya..sayang..iya.." balas Andika yang seperti ke repotan menjawab permintaan anaknya.


"Ayo...ayah..ayo.." pinta Arshaka berharap ayahnya mengajaknya bermain di pantai.


"Iya...sebentar sayang.." Andika merapikan terlebih dahulu baju Aisyah yang tertiup angin.


Andika sudah menggandeng keduanya bermain air dengan ombak kecil yang menyentuh kaki-kaki kecil buah hatinya yang terlihat senang, sesekali berteriak gembira di terhempas ombak kecil.


Kaki-kaki kecil si kembar berpijak pada pasir basah yang membuat keduanya merasa heran pijakan itu hilang terkena ombak yang membuat keduanya kesal kehilangan bekas jejak kaki-kakinya.


"Ayah..ombaknya nakal..bekas kaki Ais..jadi hilang.." dengan muka kesal Aisyah marah pada ombak yang membuat Andika tertawa.


"Bukan nakal sayang..itu tandanya biar Ais..terus melangkah.." Andika hanya menjelaskan yang bisa di pahami putrinya.


Aisyah kembali gembira setelah mendapatkan penjelasan dari Andika dan benar Aisyah kembali melangkah dengan tanpa henti begitu pun dengan Arshaka yang tidak mau kalah dengan saudara perempuannya.


Nasyauqi yang memandang dari jauh dibuat senang melihat buah hatinya bermain ombak yang terlihat begitu menikmati suasana pantai.


Bersyukurnya Nasyauqi yang memiliki suami seperti Andika yang selalu punya cara untuk membuat keluarga kecilnya bahagia walaupun dengan caranya yang sederhana tapi cukup membuat keluarga kecilnya makin erat dalam hubungan seperti saat ini terlihat keakraban si kembar dengan ayahnya yang bermain ombak.


Entah apa isi kepala Andika yang membuat Nasyauqi selalu bersyukur di setiap harinya mungkin hanya dirinya wanita yang paling bahagia di dunia ini, sebab Andika sepertinya selalu tahu tanpa dirinya harus terlebih dahulu memintanya itu yang membuat Nasyauqi selalu terbantukan dalam merawat si kembar yang butuh perhatian ekstra.


Keduanya terlahir dari orang tua yang cerdas jadi jangan di tanya bagaimana keduanya yang saat ini seperti kertas kosong yang berharap ada catatan yang terus di tulis, seperti saat ini keduanya banyak bertanya tentang banyak hal yang di lihatnya dan butuh penjelasan dari orang terdekatnya yang saat ini bersama ayah ibundanya.


"Untuk apa..orang itu naik perahu yah.." tanya Arshaka pada ayahnya.


"Orang yang naik perahu itu namanya nelayan..dia mencari ikan dan ikannya mas dan ade yang makan.." Andika menjelaskan dengan pemahaman yang dimengerti keduanya.


Dan si kembar tertawa sebab keduanya memang suka ikan dan udang seperti keduanya mengerti bahwa ikan dan udang dari laut keduanya berasal.

__ADS_1


"Yah..kenapa air lau asin.." tanya Aisyah dengan serius.


Bukan Andika tidak mau menjelaskan yang sebenarnya sebab ada hal ilmiah untuk menjelaskan itu Andika ingin menjelaskan yang menurut keduanya masih bisa di pahami sesuai usianya saat ini.


"Kalau manis..nanti laut isinya semut sayang.." dengan tersenyum Andika berkata yang membuat Nasyauqi mencubit pinggangnya.


"Oh..iya..ya..yah..semutkan suka..gula dan gunakan manis..benar yah.." balas Arshaka dengan manggut-manggut.


Si kembar terlihat lelah bermain di panti terlihat kedua pipinya kemerahan karena sinar matahari, Andika menyudahi bermain di pantai dan membersihkan diri keduanya begitu pun dengan dirinya.


Aisyah dan Arshaka yang sudah berganti baju sekarang menikmati makanannya yang dibawa oleh Nasyauqi dari rumah, entah terlalu cape dan merasa kenyang Aisyah terlebih dulu terlelap di pangkuan Nasyauqi.


Arshaka sendiri masih asyik memainkan mainan mobil dan robot dengan suara ramai orang di sekitarnya yang sama-sama menikmati suasana pantai.


Andika menghampiri keluarga kecilnya di dapati Aisyah yang tertidur pulas di pangkuan Nasyauqi.


"Kita..pulang.." tanya Andika pada Ardhika yang masih bermain.


"Iya..yah sudah cape.." ujarnya dengan menyudahi permainannya.


Andika merapikan barang-barang bawaannya dan membawanya ke mobilnya, Nasyauqi menggendong Aisyah dengan menggandeng Arshaka menuju mobil.


"Mas duduk di depan ya..sama ayah.." pinta Nasyauqi pada Arshaka.


Tidak beberapa lama Arshaka sudah terlelap dalam tidurnya.


"Mas..kapan kita ke rumah uma.." tanya Nasyauqi pada Andika.


"Insyaallah kalau mas..libur..sedikit panjang..." Andika menjawab dengan mata tetap fokus ke depan jalan.


Dalam perjalanan keduanya berbincang santai seputar kerinduan pada abi dan uma yang jauh, serta rindu akan suasana di sana yang banyak meninggalkan kesan mendalam buat keduanya.


Dan tanpa terasa keduanya sudah berada di lingkungan dinas, dan seperti biasa Andika membantu Nasyauqi menggendong si kembar bergiliran dan langsung ke kamar tidurnya.


Andika yang sudah pulang dari masjid masih didapati si kembar masih tertidur, Andika yang selalu ingin membahagiakan istrinya yang kebetulan sedang duduk santai menikmati acara tv.


"Manis..banget sih.." goda Andika yang melihat Nasyauqi mengunakan baju santai warna pink.


"Mas..jangan ngegombal malu..sudah ada si kembar.." balas Nasyauqi.

__ADS_1


"Memang masalah..nambah lagi.." Andika makin menggodanya.


"Ih..mas..dua aja sudah kerepotan.." protes Nasyauqi dengan mencubit pipi Andika pelan.


Andika tiduran di pangkuan Nasyauqi dan kepala Andika di usap oleh Nasyauqi dengan lembut yang membuat Andika tertidur tanpa tersadar.


"Mas..pindah ke kamar..yuk.." pinta Nasyauqi yang menurutnya kasihan melihat Andika sepertinya sudah lelah.


Bagaimana Andika tidak lelah sedari pagi buta dia sudah beraktivitas di toko, lalu pulang ke rumah menyiapkan bekal untuk keperluan si kembar sebelum pergi ke pantai, dan di pantai dia di sibukan dengan mengajak si kembar bermain.


Nasyauqi sebenarnya selalu melarangnya tapi Andika yang sepertinya mengerti bagaimana capenya mengurus si kembar yang makin lincah.


Banyak orang yang merasa gemas pada si kembar yang tambah pintar dan aktif serta tumbuh sehat.



Setelah membersihkan diri Andika langsung masuk kamar di dapati Nasyauqi yang masih belum tidur walaupun sudah terlihat lelah dimatanya.


"Kenapa..ruhi..." tanya Andika pada Nasyauqi.


"Mas..aku malu..mas selalu membantu semua pekerjaan ku.." Nasyauqi menjelaskan pada Andika.


"Ga..dosakan..ruhi.." tanya Andika pada Nasyauqi dengan mengusap punggungnya.


"Ga..mas...tapi mas juga cape dengan tugas mas.." Nasyauqi juga menjelaskan apa yang ingin dia jelaskan.


"Selama mas..bisa bantu mas akan lakukan..mas tahu..ruhi bagaimana repotnya mengawasi si kembar..biar lah mas sedikit meringankan tugas ruhi...ya.." ucap Andika dan mencium kepala Nasyauqi mesra.


Nasyauqi memeluk Andika dan sedikit haru yang dia tahan, yang membuat Andika menangkup wajah ayunya.


"Ko..ini balasan untuk mas.." seru Andika lembut yang membuat Nasyauqi kembali memeluk Andika.


"Aku..sayang mas.." Nasyauqi masih dengan memeluk Andika.


"Mas sangat sayang ruhi.." Andika kembali menangkup wajah ayu Nasyauqi di ciumlah dari kepala dilanjutkan kedua mata Nasyauqi juga hidung hingga berakhir bibir Nasyauqi dengan lembur dan semakin dalam yang membuat keduanya hanyut didalamnya.


"I love you.." ujar Andika selepas menyelesaikan ciumannya yang membuat Nasyauqi malu dan sembunyikan wajah merah meronta di didada Andika.


Bagi Nasyauqi Andika adalah sosok yang sangat istimewa sebab dia tidak pernah menunjukkan rasa yang berlebihan, dia sangat sederhana sesederhana memperlakukan Nasyauqi yang sudah tidak butuh yang mewah, tidak juga dengan gombalan yang hanya membuatnya terbang sesaat, sosok Andika yang sepertinya tahu apa yang di mau dari Nasyauqi yang anak sultan.

__ADS_1


Hingga ucapan sayang dan i love you dari Andika sudah lebih dari cukup untuk dirinya, Nasyauqi butuh cinta yang nyata dan tulus seperti yang papanya berikan pada dirinya.


Buat Andika sendiri memang dia tidak punya sesuatu yang di banggakan dari dirinya, wajah biasa saja soal kekayaan dia tidak punya kalau pun karier yang bagus tapi berapa jumlah rupiah yang dia dapat tidak sebanding dengan toko kue Nasyauqi yang berkembang pesat, yang dia punya hanya ketulusan cinta dan tanggungjawab itu yang Andika tunjukkan pada Nasyauqi dsb orang tuanya tidak lebih dan tidak kurang.


__ADS_2