
"Tidak ada yang sia-sia dalam hidup,
belajarlah dari setiap kesalahan tapi untuk jadi lebih baik" Candy.
Waktu tidak akan pernah berhenti berputar begitu juga dengan kehidupan Rendra dan kawan satu timnya, setelah melepaskan masa lajang Alfa tidak beberapa lama Farel menyusul hingga formasi tim Rendra sudah saling memiliki pasangan dari pasangan-pasangan itu yang paling kalem adalah istri Rendra dan Ifan, yang paling unik adalah Alfa dan Tazkia sebab Alfa dengan kepolosannya sedangkan Tazkia yang sangat tidak bisa basa basi selalu menyampaikan apa adanya tampa peduli yang dia sampai membuat orang tersebut terlukai, yang paling berani dalam banyak hal adalah Rena dan Nafandra, ya..itulah mereka yang saling melengkapi pasangannya.
Libur akhir pekan ini Rendra bendara mengunjungi orang tuanya, tapi kawan satu timnya mengharapkan untuk mengadakan perjalanan bersama keluarga mereka, setelah menanyakan ke Candy untuk ikut serta atau tidak dan didapatkan keputusan Candy mengiyakan ajakan kawan satu tim Rendra.
Mereka bersepakat ke puncak untuk mendapatkan udara segar setelah penat dalam pekerjaan beberapa bulan ini yang sangat sibuk cukup menyita waktu.
Mungkin liburan ini sebagai penebusan waktunya yang berkurang dengan keluarga kecilnya.
"Papa...kita mau kemana" tanya Ainun yang sudah berganti pakaian yang cukup nyaman Candy kenakan.
"Kita jalan-jalan sayang" balas Rendra ke putri kecilnya yang sudah banyak bertanya banyak hal.
"Asyik...sama Kakek" ucapnya bertanya lagi ke Rendra penasaran.
"Ga...sayang sama om dan tante" ujar Rendra menjelaskan keadaan sebenarnya.
"Katanya mau ketemu Kakek" tanya Ainun lagi yang melihat Rendra merapikan barang bawaan yang sudah disiapkan Candy.
"Kita jalan-jalan dulu ya.. sayang, nanti kita kerumah Kakeknya ya..." Rendra menjelaskan ke Ainun.
Ainun hanya diam mengikuti setiap langkah Rendra hingga membuat Rendra ngemas di buatnya.
"Sayangnya..Papa duduk manis yang..sebentar Papa rapikan keperluan sayang ya..." ucap Rendra yang tidak pernah marah ke bidadarinya.
Candy hanya tersenyum melihat anaknya yang tidak suka di perintah untuk diam saat bersama Papanya.
Kendaraan yang mereka bawah hanya dua milik Rendra dan milik Tazkia yang cukup besar kapasitasnya.
Di dalam mobil Rendra bersama keluarga kecilnya dan ada tambahan keluarga Ifan dan Farel dengan istrinya, sedangkan di mobil Tazkia dan Alfa ditambah Panji dan Rena yang sudah hamil beberapa bulan.
Kunjungan wisata yang mereka kunjungi sangat mengedukasi Putra-putri mereka dengan mengenalkannya pada satwa yang hidup di alam liar.
"Pa...apa itu.."tanya Ainun ke Rendra yang mengendarai mobilnya.
"Itu..gajah sayang..." jawab Candy yang berusaha menjelaskan.
"Besar...sekali ya...yah " ucap Ifat Humam ( lelaki yang berani (singa)lagi bijaksana) anak dari Ifan yang sangat terlihat berani.
__ADS_1
Mereka sangat senang tiba-tiba seekor singa menghadang mobil Rendra dan semua merasa terkejut mendengar Ainun berteriak.
"Pa...itu...ada singa" ucap Ainun yang membuat Rendra terkejut sebab singa muncul tiba-tiba di depan mobil mereka.
"Woi..bikin kaget aja sih..." ujar Ifan yang duduk di sebelah Rendra.
"Lucu...deh Ayah " ucap Ifat ke Ayahnya yang mengusap dada karena terkejut.
"Ih...seram...Papa" ujar Ainun dengan memeluk tangan satu Candy yang keduanya duduk tepat di belakang Rendra.
"Tidak...apa-apa sayang" ujar Rendra agar Ainun tenang.
"Singanya ga bisa masuk...dek...kitakan di dalam mobil..." ucap Ifat menjelaskan ke Ainun dengan gaya sok anak gede.
"Widih....sekarang sudah pintar ya...jagoan Ayah" ujar Ifan yang duduk disamping Rendra.
"Aku...kan...anak laki-laki Ayah harus bisa melindungi.." ucap Ifat dengan lebih memperlihatkan gaya anak cowonya.
"Bro...anakmu sudah mulai bisa di andalakan nih" ujar Farel ke Ifan ikut bangga anaknya hebat.
"Apaan...anak masih bau kencur ko.." ujar Ifan yang bergaya jadi gede.
"Ayah...aku ga bau kencur...ko"protes Ifat oke Ayahnya yang tidak mau di bilang bau kencur.
Setelah ketempat wisata yang tidak begitu jauh dari puncak mereka ingin bermalam disekitaran puncak karena sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan.
"Kita...bermalam disini...nih"ujar Farel yang ga ingin kejelasan dari kawan satu timnya yang sudah jadi Ayah muda.
"Loe...ga kasihan apa...sama anak gue...yang sudah kecapean" ujar Ifan ke Farel serius saat akan memasuki sebuah rumah tempat mereka menginap.
"Sorry...bro gue cuma nanya" ucap Farel yang santai ke Ifan.
"Loe...kebangetan...bro, apalagi istri gue...no liat sudah gelisah di mobil pengen rebahan " ujar Panji yang melihat ke Rena yang baru turun dari mobil.
"Masing-masing pilih sendiri ya...kamarnya" ucap Rendra yang baru saja keluar dari rumah yang akan di gunakan untuk bermalam.
"Siap...Kapt.."jawab Alfa yang masih berdiri di depan pintu mobil Tazkia.
Rendra menggendong Ainun yang tertidur di pangkuan Candy untuk di pindahkan ke dalam rumah, Candy hanya mengekor dari belakang mengikuti Rendra menuju kamar.
"Honey...sebaiknya membersihkan diri saja barang-barang biar Mas" ucap Rendra ke Candy yang hanya bisa menurut tanpa memberikan jawabannya.
__ADS_1
Masing-masing dari mereka telah menempati kamar masing-masing, yang kebetulan kamar rumah yang mereka tempati memiliki lima kamar yang cukup nyaman.
Setelah makan malam istri-istri mereka memilih masuk kamar karena cukup lelah, hanya Farel dan istrinya yang masih berbincang di teras rumah, sedangkan yang lain berbincang di dalam ruangan tengah dan menikmati cemilan juga menonton TV.
Tiba-tiba di kejutkan dengan suara yang cukup keras seperti benda yang roboh dan diiringi suara rintihan kesakitan.
Guprak...."Aduh....Mas...sakit...tolong aku" ucap Nafandra kesakitan.
"Woi...kira-kira apa kalau mau bermesraan" ucap Panji yang bersama dengan kawan yang lainnya menghampiri Farel.
"Bukannya nolongin malah sibuk mengejek..."ucap Farel ke kawannya satu timnya yang masih menertawakan Farel.
Semuanya tertawa melihat sekitar Farel yang sudah porak poranda dengan ulah kedua pasangan suami istri tersebut.
"Pakai gaya apa sih sampai seperti ini" ujar Ifan yang melihat kursi teras hancur terbelah menjadi beberapa bagian.
"Gue...salut deh...sampai bisa hancur seperti ini"ucap Alfa yang juga masih pengantin baru.
"Udah...apa jangan bikin gue malu apa" ucap Farel yang sudah di tinggalkan oleh Nafandra yang malu juga merasakan sakit di tubuhnya.
"Loe...kira gue...ngapain sampai-sampai mikir kelewat jauh" ucap Farel menjelaskan kondisi sebenarnya.
"Gue...ga butuh penjelasan yng jelas kita lihat faktanya...bro" ucap Panji yang masih ingin mengoda Farel.
Saat mereka masih mengoda Farel, mereka tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari deretan rumah yang tidak jauh dari tempat mereka menginap.
"Stop...kalian dengar sesuatu"tanya Rendra ke yang lain yang langsung terdiam, ikut mendengarkan dengan sesama.
Setelah cukup yakin tim Rendra mencari sumber suara dan benar saja ada dua orang laki-laki meminta tolong.
"Akang punten...pang tulungan istri abdi (Abang maaf...bisa meminta tolong istri saya)" ucapnya dengan tangan seperti memohon.
"Apa...yang bisa saya bantu" ucap Ifan yang sedikit mengerti apa yang di ucapkan lelaki itu.
"Istri..abdi bade ngababar keun, nuju nyeri beteung (istri saya akan melahirkan, sekarang sedang kesakitan perutnya) " ucapnya menjelaskan kondisi istrinya.
"Dimana sekarang istrimu" tanya Ifan lagi ke lelaki itu yang masih terlihat khawatir.
Kawan satu tim Rendra mengikuti langkah kaki kedua lelaki yang meminta tolong itu.
Betapa terkejutnya tim Rendra melihat kondisi wanita itu yang kesakitan karena akan melahirkan dengan keringat yang sudah membasahi sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Rendra memerintahkan timnya untuk saling berbagi tugas, Rendra sendiri menjemput istrinya untuk membantu persalinan perempuan itu.
Disaat liburan tim Rendra selalu saja di butuhkan oleh orang sekitar, tapi Rendra merasa bangga dirinya selalu saja bermanfaat buat orang lain.