
..."Tuhan menyayangi ku dengan cara-Nya agar aku tak ingin jauh dari-Nya, diberikan aku kesedihan dan sedikit ujian, begitu sayang-Nya padaku" Rendra....
Sudah lebih dari setengah tahun Ainun menjalankan tugas PTT nya semua berjalan sesuai harapan Ainun tapi hampir seminggu ini Ainun menaruh curiga pada beberapa pasien di tempat dinasnya, tapi Ainun selalu menyakinkan dirinya ini akan baik-baik saja hanya saja hati tidak dapat di bohongi.
Begitu juga dengan Rendra kepergian PTT Ainun sepertinya berat melepaskannya seperti ada sesuatu yang akan mencelakakan putri tercintanya, Rendra tidak bisa berbagi soal ini pada keluarga dan kawan satu timnya.
Rendra ingat cerita Ifan soal Rafiq bagaimana dia banyak disukai para gadis sedangkan dia menyukai anak gadisnya hal ini sedikit menjadi acuan buat Rendra untuk warning.
Rendra hanya bisa berbagi dengan ajudannya dan dia memberikan saran agar Rendra memberikan chip untuk melindungi Ainun yang di pasang pada kalung Ainun yang Ainun sendiri tidak mengetahuinya yang dia tahu kalung itu hadiah dari Rendra karena prestasinya.
Firasat itu dirasakan Rendra semakin dirasakan seminggu ini, hingga membuat Candy banyak bertanya hanya saja Rendra selalu pandai menutupinya dengan alasan yang masuk akal.
Seperti malam ini Rendra meminta paspor Ainun dengan alasan untuk di cek waktu berlakunya ke kantor imigrasi agar tidak terburu-buru bila diperlukan itu penjelas Rendra pada Candy, yang menurut istri tercintanya masuk akal.
Selepas subuh ini Rendra bersiap untuk ke kantor dinasnya dan mobil yang biasa dia gunakan dia ganti dengan mobil sport yang biasa dia gunakan untuk hal yang penting entah kenapa dia ingin menggunakan mobil itu sebab dalam mobil itu isinya sangat lengkap seperti mobil dinas untuk melaksanakan misi.
Dalam kantor dinasnya ponselnya tidak biasanya diletakkan meja kali ini seakan tidak ingin jauh dari benda pipi itu.
Dan benar saja apa yang menjadi kekhawatiran Rendra terbukti isi chat dari putri tercintanya yang menandakan dirinya tidak baik-baik saja.
~♡ Pa..bisa tolong Ai !!!!!!! ♡~ singkat isi chatnya tapi Rendra segera mengecek chip yang melekat pada kalung Ainun.
Rendra tanpa menunggu lama meminta ajudannya untuk menemaninya, soal urusan dinas dia meninggalkan surat yang menyatakan dia keluar ada urusan dinas.
Chip yang melekat pada kalung Ainun menunjukkan dia bergerak dari tempat awal Ainun berdinas, chip itu mengarahkan ke dalam hutan yang jelas ini tidak benar pikir Rendra dan ajudannya.
Rendra tidak ingin ketempat dinas Ainun dia memilih mengikuti sinyal dari chip yang Ainun kenakan, ponsel Ainun sendiri tidak dapat di hubungi seperti di non aktifkan yang menurut Rendra tidak mungkin Ainun yang non aktifkan ponselnya dalam situasi darurat, ini membuat Rendra semakin yakin anaknya dalam bahaya.
__ADS_1
Sinyal chip semakin kuat letak lokasinya pas di bibir jurang, Rendra ingin berteriak memanggil dengan mengkhawatirkan keadaan putrinya tapi dia ingat akan menimbulkan bahaya bukan untuk dirinya saja tapi juga Ainun yang saat ini harus cepat ditemukan.
Kepandaiannya memecahkan masalah dalam misi masih dapat dia gunakan dengan akal sehatnya walaupun dengan tangan sedikit gemetar dia menuruni jurang dengan perlengkapan yang ada dalam mobil sport miliknya dengan di bantu oleh ajudannya.
Dan betapa terkejutnya Rendra putri tercintanya tergolek lemah dengan wajah yang rusak parah bekas sayatan pisau yang sangat tajam tidak sedikit dengan wajah hampir tidak dikenali.
Rendra yang mengangkat tubuh mungil putrinya dengan air mata yang tidak berhenti mengalir, ajudan Rendra juga tidak kalah ikut prihatin jas dokter (snelli) yang Ainun kenakan banjir darah hingga tidak lagi terlihat putih tapi sudah seperti berganti warna menjadi merah marron.
Dengan paksa Rendra melepaskan jas (snelli ) untuk ditinggalkan sebagai barang bukti dan meminta ajudannya tancap gas untuk ke rumah sakit terdekat hanya untuk memastikan Ainun masih hidup terlebih dahulu.
Semua berjalan serba cepat, Ainun yang di nyatakan masih hidup dan Rendra langsung menghubungi salah satu rekan bisnisnya yang memiliki jet pribadi untuk memintanya membawa putrinya ke jerman yang didamping dokter.
Ajudan Rendra di minta tutup mulut untuk soal ini, Rendra sendiri hanya sebentar langsung ikut kembali pulang bersama jet milik rekan bisnisnya hanya ajudan Rendra yang menemani Ainun di jerman, agar tidak ada yang curiga hilangnya Ainun yang ternyata korban cinta buta.
Rendra sudah kembali berdinas mendapatkan kabar bahwa Ainun di culik dan ada beberapa barang Ainun di temukan di bibir jurang, beberapa petugas kepolisian memprediksi jasad Ainun di makan binatang buas sebab dari jas dokter (snelli) yang Ainun miliki penuh gigitan hewan buas juga ada sisa-sisa kulit terkelupas di baju itu sedikit melekat.
Kawan Rendra yang melihatnya tidak terima mereka yang sibuk mencari tahu yang mereka pikir mungkin Rendra sedang berduka makanya dia lebih memilih menenangkan diri dari pada sibuk mencari tahu yang semakin melukai hatinya itu pemikiran kawan satu timnya.
Ternyata Ainun tidak hanya mengirimkan pesan pada Rendra saja sebagai papanya tapi juga pada Andika hanya saja Andika sedang rapat dinas hingga tidak aktif ponselnya dan begitu di buka dia mencari tahu hingga ketempat kejadian dan mendengar langsung kronologi yang sebenarnya dari orang terdekat Ainun dalam kedinasan.
Berawal dari dua orang wanita yang meminta tolong bahwa saudaranya akan melahirkan dan tidak dapat di bawa ke tempat dimana Ainun berdinas.
Ainun yang sebenarnya sedang memeriksa beberapa pasien dengan terpaksa memenuhi permintaan dua wanita itu, Ainun sendiri tidak sendiri dia meminta satu bidan menemaninya namun di tengah jalan dia di turunkan, Ainun curiga sebab sudah masuk kedalam daerah pinggir hutan dan dua wanita itu sudah mulai mengancam Ainun.
Bidan sendiri sudah di turunkan sebelum masuk pinggir hutan, sedangkan bagaimana Ainun bisa mengirim pesan dimana salah wanita turun untuk membeli keperluan sedangkan yang satunya berbincang dengan sopir dan disitu kesempatan Ainun mengirimkan pesan pada Andika dan papanya.
Andika menunjukkan gambar diri Ainun adakah yang mengenalinya dan bidan yang diturunkan menjelaskan bahwa itu gambar diri atasannya yang berdinas di puskesmas dalam tugas PTT nya.
__ADS_1
Andika langsung meminta polisi turun ke tempat kejadian dan betapa terkejutnya Andika, yang ditemukan hanya sisa-sisa barang Ainun juga ponsel yang tidak aktif.
Andika bersimpuh lemas dengan air mata yang sudah tidak tertahankan yang ditemani ajudannya menenangkannya dengan menepuk pundaknya.
"Kudu..kuat..mas.." ucapnya menguatkan Andika yang masih berpikir salah apa dengan Ainun yang baik selalu menyenangkan orang lain, ini kah balasan kebaikannya itu pertanyaan yang konyol dalam benak Andika yang masih melihat barang bukti yang ditinggalkan Ainun.
Gadis manis yang baru saja mengisi relung hatinya harus menghilang yang jelas polisi hanya bisa menjelaskan kemungkinan jasadnya di makan binatang buas itu penjelasan polisi yang membuat Andika tidak bisa lagi bertemu untuk selama-lamanya.
Tragedi yang menimpa Ainun terdengar hingga telinga Rafiq yang tidak percaya ada orang yang begitu sadis menculik dan hingga menghilangkan nyawa Ainun yang hingga kini tidak di temukan jasadnya.
Rafiq ikut prihatin dia sempat mengucapkan bela sungkawa pada Rendra yang terlihat begitu shock tapi dia masih bisa tersenyum sedikit marah pada Rafiq memang bukan dia yang melakukan itu tapi seseorang yang cinta buta padanya.
Begitu juga dengan Fatur dan Intan yang tidak menyangkah Ainun yang dikenalnya selalu baik dan tidak memberikan kesan dendam pada siapapun, yang jelas semua orang yang mengenal sangat berduka dan mengutuk pelakunya.
Rendra dan ajudan masih menutup rapat rahasia ini untuk keamanan, Ainun dia sendiri masih berada di jerman masih melalukan penobatan terutama mengembalikan wajahnya yang harus kembali normal bagaimana pun caranya itu keharusan buat Rendra untuk anak tercintanya..
Ainun sendiri belum tahu kalau wajahnya sudah tidak secantik dulu lagi, pihak rumah sakit menghindarkan Ainun dari cermin untuk sementara waktu.
Rendra masih memantaunya dari jauh untuk sementara waktu dia sendiri masih terlihat aktif di kedinasan menghindari kecurigaan pihak-pihak yang tidak Rendra inginkan.
Rendra tidak mungkin selamanya menyembunyikan ini dari keluarga besarnya hingga Rendra sengaja mengudang seluruh keluarga besar intinya baik dari pihak dirinya maupun dari pihak Candy dan memberikan penjelasan apa yang terjadi pada Ainun sebenarnya dan betapa terkejutnya keluarga besarnya ada sedikit kebahagian tapi juga shock melihat kondisi Ainun melalui video call.
Candy dan mama Rendra hampir pingsan melihat betapa kejam orang yang menganiaya Ainun yang membuat Candy mengundurkan diri dari kedinasan untuk mendampingi Ainun di jerman.
Mereka di minta Rendra untuk merahasiakan semua ini dan mengharapkan bila Ainun harus kembali bersama lagi untuk berganti identitas Ainun agar tidak ada yang mengenalinya biar Ainun jadi orang baru itu permintaan Rendra.
__ADS_1
Yang paling dipikirkan saat ini bagaimana menyakinkan Ainun untuk melakukan operasi wajahnya dia pasti butuh pendamping untuk membuat kembali menerima bahwa Ainun tetap Ainun yang dulu hanya dengan wajah yang berbeda ini akan jadi pergolakan batin untuk seorang Ainun.