
..."Siapakah orang yang mengerti dirimu, dialah yang ada dikalah yang lain menjauh dia mendekat dan dikalah kau tak ada kabar dirinya yang lebih dulu menghubungi dirimu, semoga kamu secepatnya menyadari kehadirannya" Candy....
Siang ini Nasyauqi harus berbelanja memenuhi ke butuhan toko yang kebetulan stoknya mulai berkurang, biasanya dia meminta tolong Andika untuk menemaninya kali ini harus pergi sendiri karena Andika dalam rutinitas kedinasan serta ada pertemuan dengan beberapa devisi lain sepertinya ada pembahasan penting.
Nasyauqi mengunjungi beberapa toko yang menjual bahan-bahan untuk keperluan toko kuenya, terik matahari membuatnya sedikit berkeringat dengan tissu ditanganinya dia menyeka keringat yang membasahi dahinya.
"Alhamdulillah..akhirnya selesai juga.." gumam Nasyauqi dengan tangan menyeka keringat yang sedikit membasahi dahinya.
Langkah kakinya keluar dari toko yang terakhir dia kunjungi dan berniat memesan taxi on line berharap cepat sampai di tokonya.
Taxi on line pun datang dan dengan sopan bertanya padanya apakah dia orang memesan taxi yang dibawanya.
"Dengan mba Nasyauqi..?" tanyanya dengan sopan, dia lelaki paru baya.
"Benar..pak.." jawab Nasyauqi sopan dengan tersenyum.
"Sesuai alamat..ya..mba.." ujarnya memastikan pada Nasyauqi.
"Iya..pak " balas Nasyauqi yang sudah didalam taxi duduk dan merapikan hijabnya.
Mobil sudah mulai berjalan dan Nasyauqi sedikit lega, menurutnya masih ada waktu untuk beristirahat dulu di tokonya sebelum di kembar kembali dari sekolahnya dan di lingkungan dinas Andika keduanya bersekolah.
"Kenapa..pak..?" Nasyauqi bertanya pada sopir taxi yang bertahan menghentikan mobilnya.
"Ga..tahu mba..sepertinya di depan ada kecelakaan sebab banyak orang sepertinya membantu menyelamatkannya.." pak sopir hanya menebak-nebak berusaha menjelaskan pada Nasyauqi.
Dan tidak lama mobil berjalan tapi beberapa orang berusaha menghentikan mobil yang Nasyauqi naiki.
"Gimana mba..?" tanya sopir meminta persetujuan Nasyauqi.
"Coba kita bantu pak..ga masalah buat saya.." Nasyauqi menjelaskan dia pun turun bertanya dan ada kepentingan apa.
"Mba..bisa bawa ibu ini ke rumah sakit sepertinya dia pingsan..dan ini sepertinya anaknya.." salah satu dari mereka menjelaskan.
Nasyauqi melihat langsung korban yang mereka tolong, betapa terkejutnya Nasyauqi yang di lihatnya sahabat baiknya Intan yang tidak sadarkan diri.
"Intan..tan..tan.." jiwa seorang dokternya tiba-tiba muncul kembali, Nasyauqi membuka tasnya dia mengambil minyak kayu putih dan Nasyauqi melakukan prosedur penanganan pasien pingsan.
Dan tidak lama Intan tersadar dan spontan mencari buah hatinya yang dia ingat bersamanya tadi.
"Putra saya.." Intan tidak menyadari seseorang ada di depannya yang menongnya.
"Bunda.." suara kecilnya membuat dia tenang.
Putra Intan di bangku sopir yang bersama Nasyauqi tadi dan berangsur-angsur Intan membaik setelah di berikan minum oleh Nasyauqi dan kerumunan orang mulai meninggal Intan dan Nasyauqi juga sopir serta anaknya.
"Terima kasih ya..mba.." ucap Intan yang masih belum menyadari siapa orang yang di dekatnya.
"Apaan..sih tan..biasa aja apa.." ujar Nasyauqi yang langsung mendapatkan pelukan dari Intan yang menangis karena rindu pada sosok kawan baiknya.
"Kemana aja..sih loe..Ai.." dalam tangisnya Intan bertanya pada Ainun atau Nasyauqi, Intan sudah banyak tahu dari Ifat kalau Ainun baru saja bertemu dengannya, setelah bertemu di bazar kedinasan.
"Panjang ceritanya..kamu ga ada kepentingan lain kan.." Intan hanya menggelengkan kepalanya.
"Ok..kita ke tempatku biar kamu bisa istirahat dulu soal pulang nanti mas Andika antar atau mas Ifat menjemputnya pokoknya ke tempatku dulu.." Pak sopir di minta Nasyauqi membantu membawa putra Intan kedalam mobil, Nasyauqi sendiri membantu Intan.
Tidak lama mereka sampai di tempat dimana Nasyauqi memiliki toko kue, Intan di persilakan untuk istirahat, Nasyauqi sendiri membayar taxi dengan lebih karena sudah membantu dan memberikan kue-kue dari toko miliknya yang membuat sopir tidak enak hati.
"Mba..ini sudah lebih..dari cukup.." sopir menjelaskan tapi Nasyauqi tetap memberikan uang lebih.
"Sudah pak..itu rezeki bapak dan terimakasih sudah membantu..dan ini untuk keluarga bapak salam dari saya..sekali lagi terimakasih.." ucap Nasyauqi dengan senyum tulus yang dia berikan.
"Terima kasih..mba akan saya sampaikan salam mba waalaikum salam..mari mba.." balas sopir sebelum meninggalkan Nasyauqi.
"Sama-sama..pak hati-hati.." balas Nasyauqi yang masih berdiri melihat sopir masuk kedalam mobilnya.
Nasyauqi menemui Intan dan membiarkan seperti biasanya pegawai mengerjakan urusannya sesuai tugasnya masing-masing.
"Tan..kamu ga sadar..ya..kalau kamu lagi hamil..makanya kamu pingsan.." seru Nasyauqi yang membuat Intan terkejut.
"Serius loe Ai.." Intan spontan memegang perutnya.
"Iya..lah masa aku bohong.." Nasyauqi membawakan makanan dan minuman untuk Intan dan putranya.
__ADS_1
"Gimana dong Ai.." Intan terlihat sedikit panik.
"Gimana apanya..kamu ada suaminya ini..mas Ifat pasti seneng.." Nasyauqi tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Ifat sebab dia terlahir sebagai anak tunggal.
"Iya..dia pasti seneng tapi Ai..putra kami masih terlalu kecil harus mempunyai seorang adik..gimana Ai.." Intan masih terlihat cemas dengan keadaannya.
"Tenang Intan..kamu ga kb kan..ya..sudah itu resiko yang harus kalian berdua ambil kenapa harus jadi panik..kasihan loh bayi dalam kandunganmu tan..kalau kamunya stress.." Nasyauqi menjelaskan dan membuat Intan sedikit tenang.
"Memang gue ga kb sebab mas Ifat melarangnya.." Intan menjelaskan keadaannya.
"Ya..sudah sekarang istirahat dulu disini kabari dulu mas Ifat tentang keberadaan kamu dimana biar dia ga khawatir..ok.." pinta Nasyauqi pada Intan dan tidak lama si kembar datang diantar ajudan Andika.
"Assalamualaikum..bunda.." ucapan keduanya yang bengong melihat ada tamu di toko milik bundanya.
"Waalaikum salam..ayo salam juga sama tante Intan dan adenya.." balas Nasyauqi pada si kembar.
"Mas..ade..ajak main adenya pinjamkan mainan biar ade betah disini.." pinta Nasyauqi pada si kembar.
"Ai..ko bisa lucu-lucu lagi..." canda Intan pada Nasyauqi yang tersenyum.
"Tanya mas dika aku hanya di titipin.." balas Nasyauqi yang hanya senyum-senyum.
"Oh..jadi yang punya turunan kembar mas dika.." Intan menjawab dengan menganggukan kepala.
"Iya..dia yang punya keturunan kembar kata abinya.." Nasyauqi berusaha menjelaskan.
Si kembar yang baik dan mau berbagi memberikan mainannya dan menjaga putra dari teman ibundanya hingga dia tenang dan tidak rewel.
"Ai..kemana..aja si loe..tahu ga waktu mendengar kabar loe yang itu gue sampai ga bisa tidur dan nangis terus tega ya..loe..air mata gue sia-sia dong.." Intan menjelaskan dan sedikit sewot pada Nasyauqi.
"Tenang aku punya penjelasan yang ga akan bikin air matamu sia-sia..dengarkan baik-baik ok.." Nasyauqi menariknya napasnya berlahan dan dikeluarkan dengan pelahan lagi ada kesedihan sebelum dia bercerita tapi itu tidak berlangsung lama dan dia mulai bercerita.
Nasyauqi menceritakan dari awal sebelum kejadian yang berarti sebelum keberangkatan dia mengemban tugas untuk menjadi dokter dalam ikatan dinasnya.
Kejadian demi kejadian Nasyauqi ceritakan bukan Nasyauqi yang menangis tapi Intan, hingga dia harus di bawa papanya ke jerman untuk menjalankan pengobatan dan Nasyauqi menujukkan foto dimana dirinya tidak mengenal dirinya sendiri.
Intan makin menangis haru dipeluknya Nasyauqi dalam tangisnya, dalam benaknya betapa tega orang yang telah membuat sahabat baiknya yang tidak pernah menyakiti siapapun mendapatkan perlakuan yang tidak layak oleh orang yang tidak di kenalnya dan tidak memiliki kesalahan apapun kepada dirinya, kenal pun tidak bagaimana mau menyakiti itu pikir Intan.
Nasyauqi juga menceritakan pertemuan kembali dirinya dengan Andika yang menurutnya pertemuan yang tuhan rencanakan dengan indah di waktu yang tepat dan tempat yang tepat.
Intan ikut bahagia di bagian ini Nasyauqi menceritakan bagaiman dirinya kembali dipertemukan dengan Andika yang terlihat apa adanya ternyata bucin level dewa.
Intan sedikit geram dengan Rafiq setelah mendengarkan cerita dari Nasyauqi tapi Nasyauqi meminta Intan merahasiakan cerita ini dari Rafiq sebab ini bukan kesalahan dia juga biarlah semua sesuai alurnya sebab yang berhubungan dengan kasus ini pun telah meninggal dan dia sudah menyadari kekeliruan dari tindakannya.
Intan dan Nasyauqi senang bisa di pertemukan kembali, dan yang lebih senang Nasyauqi sebab Intan menikah dengan seseorang yang sudah dianggapnya seperti kakak baginya.
Tidak lama Andika dan datang seperti biasa dia bertemu istri tercintanya terlebih dahulu sebelum bergulat dengan urusan toko, sebab dia tidak ingin istrinya terlalu cape.
"Ruhii..." panggilnya yang membuat Intan tersenyum ikut senang, begitu indah terdengar panggilan Andika berikan untuk Nasyauqi pikir Intan.
"Oh..ada tamu..kapan datang..?" tanya Andika ramah seperti biasanya pada Intan.
"Sudah lama..mas dari tadi siang cuma ga boleh pulang nih sama komandan.." seru Intan menunjuk Nasyauqi.
"Ya..sudah lanjutkan ngobrolnya aku tinggal dulu ya.." Andika mencium kepala Nasyauqi sebelum meninggalkan keduanya.
Si kembar sendiri masih asyik bermain bersama putra Intan yang tidak biasanya tidak meminta pulang pikir Intan, yang membuatnya jadi betah berlama-lama di tempat Nasyauqi.
Sebelum magrib Ifat sudah berada di toko Nasyauqi sesuai alamat yang Intan kirimkan lewat chat wa nya.
Ifat yang sudah mengenal Andika, membuat keduanya asyik berbincang seputar urusan lelaki dan disela keduanya berbincang Intan bersama Nasyauqi ikut bergabung.
"Mas..mulai sekarang jangan ijinkan istrimu pergi sendiri.." Nasyauqi meminta Ifat yang sudah mendapatkan penjelasan kalau Intan pingsan di jalan.
"Siap..aku juga bingung dek..biasanya sayang selalu minta ijin dulu ini aku ga tahu..bener dek.." Ifat mengusap kepala Intan yang tertutup hijab.
"Selamat ya..mas..akan kehadiran buah hati kedua.." seru Nasyauqi yang membuat Intan tertunduk takut disalahkan.
"Serius..sayang.." Ifat memeluk dan mencium Intan dengan sayang.
"Iya..mas karena itu Intan pingsan.." Nasyauqi menjelaskan pada Ifat yang sudah seperti kakaknya.
"Terima kasih ya..sayang.." Ifat terlihat senang sehingga Intan tidak merasa takut dan bersalah.
__ADS_1
"Mas..sebenarnya Intan tidak tahu kalau dia hamil mas..jadi dia tetap melakukan aktivitas seperti biasanya...jadi mas tolong jangan bikin Intan stress dan jangan cape-cape ya..nanti aku yang akan marah sama mas.." sekali lagi Nasyauqi menjelaskan pada Ifat yang senang bukan marah apalagi kecewa.
Nasyauqi sangat mengenal siapa Ifat dia lelaki baik tidak pernah marah walaupun sering Nasyauqi membuatnya marah dia lebih banyak mengalah padahal dia anak tunggal laki-laki lagi tapi dia tidak banyak tingkah itu yang Nasyauqi kagumi dari dirinya apalagi sekarang dia menikah dengan sahabatnya makin dekat hubungan keduanya.
"Selamat ya..semoga sehat dan selamat sampai persalinan.." ucap Andika pada keduanya yang terlihat bahagia.
"Terimakasih mas.." balas Ifat yang masih tidak percaya akan di beri kepercayaan mendapatkan mongmongan lagi.
"Sering main kesini..tan..aku butuh teman.." pinta Nasyauqi dengan mengusap tangan Intan.
"Ya..sekarang gue bakal serong kesini..ya mas.." Intan meminta persetujuan dari Ifat.
"Iya..dek..aku seneng dek bisa ketemu lagi dengan mu dek.." ucap Ifat yang sepertinya dia merasa kehilangan seorang adik beberapa tahu lalu.
"Ibu..juga sampai kaget..pas aku cerita ketemu kamu dek.." Ifat menceritakan kembali pada Nasyauqi kalau dirinya pernah bertemu Nasyauqi setelah sekian lama berpisah.
Intan pu banyak tahu kalau Ifat sangat dekat dengan Ainun kecil sebab banyak gambar diri Ifat bersama Aini kecil yang memang ayah mertuanya suka pada Ainun yang sangat mengemaskan saat kecil dulu, belum lagi Ainun sangat cerdas dan senang saat bermain bersama Ifat yang terlahir tanpa saudara jadi Ainun kecil sudah seperti adik buatnya hingga hari ini.
Wajar Ifat dan keluarganya sangat kehilangan dirinya memang hubungan Ifan dan Rendra sangat dekat dibandingkan dengan yang lain maklum keduanya satu angkatan di AKMIL dulu jadi saling tahu latar belakang keduanya.
Waktu rasanya cepat bergulir padahal masih ada kerinduan pada keduanya tapi apa daya mereka harus berpisah dengan meninggalkan kisah sedih juga senang seperti itulah kehidupan tidak bisa kita prediksi sebab kita bisa berencana tuhan maha sebaik-baiknya penentu.
Sebelum perpisahan Nasyauqi membawakan kue-kue sebagai buah tangan untuk Intan dan ayah dan ibu Ifat yang membuat Ifat sedikit tidak enak sebab, Intan sudah di tolongnya dan diijinkan untuk beristirahat di tempatnya itu saja sudah membuatnya senang.
"Apaan sih dek..ga usah merepotkan.." ucap Ifat pada Nasyauqi.
"Ga..mas..yang ini buat om sama tante salam sayang dari kami..bilang kangen sama tante juga om.." ucap Nasyauqi pada Intan dan Ifat yang sudah berada didalam mobil.
"Waalaikum salam ya nanti disampaikan terimakasih..ya dek..mas.." ucap Ifat, Intan sendiri hanya tersenyum.
"Main lagi..ya dek.." pinta Arshaka pada putra Ifat yang masih belum ingin pulang tapi malam mulai menjelang.
"Jangan bosan main lagi aku tunggu pokoknya.." Nasyauqi dan Andika melambaikan tangan perpisahan pada keluarga kecil Ifat yang meninggalkannya.
Nasyauqi mendapatkan rangkulan dari Andika yang mengajaknya masuk kedalam toko yang sudah tutup beberapa jam yang lalu.
Si kembar ikut serta dengan berlari lebih dulu masuk kedalam toko, untuk bersiap pulang ke rumah dinas seperti ada penolakan dari si kembar sebab terlihat dari sikapnya yang enggan berpindah dari tempatnya berbaring dikasur lantai.
"Kita bermalam disini saja ya..bunda.." ucap manja dari Aisyah pada ibundanya.
"Tapi sayang buku-buku sekolah besok belum di siapkan.." Nasyauqi menjelaskan.
"Libur..bunda kata bu guru ada pertemuan guru-guru jadi bu guru kasih tugas.." Arshaka membuka tasnya.
"Oh..begitu ok deh.. mau makan malam ga.." tanya Nasyauqi pada si kembar.
"Ga..bunda tadi sudah banyak makan yang ayah bawakan dari rumah dinas.." Arshaka menjelaskan memang Andika membawakan makanan yang sudah Nasyauqi masak sebelum pergi ke toko.
Setelah membersihkan diri si kembar terlelap di kasur empuk yang ada di kamar atas toko.
Andika yang baru naik keatas hanya bisa tersenyum melihat buah hatinya sudah terlelap mungkin terlalu lelah bermain siang tadi pikir Andika.
"Sudah istirahatlah..kenapa malah kesini.." goda Andika yang dihampiri Nasyauqi yang Andika tahu dia minta dipijat kakinya.
"Mas.." pinta Nasyauqi manja dengan membaringkan tubuhnya di dekat Andika yang duduk di kasur lantai.
"Sini.." Andika memijat lembut kaki Nasyauqi yang sedikit merasakan lelah pada kakinya.
"Gimana..enakan.." tanya Andika pada Nasyauqi.
"Iya..dikit.." balas Nasyauqi dengan tersenyum yang Andika tahu dia ingin digoda.
"Mau banyak..harus pijat plus-plus mau.." goda Andika yang membuat Nasyauqi langsung bangun dari tempatnya berbaring.
"Apa..mas.." pinta Nasyauqi yang membuat Andika gemas, dan mencium bibir Nasyauqi lembut dan tanpa penolakan dari Nasyauqi.
"Sudah..banyak hilang capenya.." goda Andika dengan mengusap lembut bibir Nasyauqi yang basah akibat ciuman darinya.
"Kurang banyak.." balas Nasyauqi yang membuat Andika ingin membalasnya tapi dia ingat ada anak-anak saat ini dan hanya pelukan mesra yang Andika berikan dan bisikan lembut yang membuat Nasyauqi merinding.
"Di lanjut kalau dirumah dinas.." bisiknya dengan melepaskan pelukannya.
Nasyauqi hanya tersenyum paling bisa pikir Nasyauqi, memang Andika paling bisa membuat pasangannya senang walapun hanya lewat pelukan dan ciuman mesra sebab semua sikap Andika sudah menunjukkan rasa sayang dan peduli pada pasangan dan keluarganya tanpa harus diminta.
__ADS_1