
..."Berpisah bukan kata yang tepat, hanya menjauh sesaat untuk singgah sesaat, untuk kembali bertemu berjuang bersama diwaktu yang tepat" Rendra ~ Candy....
Selepas sholat subuh Rendra tidak ingin beraktivitas seperti biasanya, dia ingin Candy turut serta bersamanya dengan bersepeda berdua.
Entah apa yang ada didalam benaknya, Candy yang berniat beraktivitas di dapur melarangnya dan mau tidak mau Candy mengikuti apa maunya Rendra.
Jalan raya yang dilalui keduanya masih sepi belum banyak orang yang lalu lalang mengunakan jalan, maklum saja masih terlalu pagi hanya saja Rendra yang ingin menikmati momen berdua dengan Candy.
Tanpa terasa keduanya sudah berada di dalam gedung yang dulunya keduanya mengenyam pendidikan yang sama hanya saja berbeda angkatan.
"Mas..ko kesini.." tanya Candy yang bingung sebab Rendra menghentikan sepadanya tepat dimana dirinya untuk pertama kalinya di pertemukan dengan Candy dengan rencana tuhan tentunya.
Rendra berdiri dengan tegap dan tersenyum pada Candy " kenalkan saya Rendra Himawan Wijaya.." Rendra meminta Candy membalas salam perkenalannya.
"Apaan sih mas..malu ih.." Candy tertunduk tapi dengan tersenyum yang menurutnya suaminya bersikap aneh saat ini.
Rendra masih dengan sikap yang sama karena Candy belum membalas salam perkenalan darinya.
"Mas..ayo..ih malu..tahu.." protes Candu tapi tetap Rendra tidak bergeming yang membuat Candy mengikuti permainannya.
Candy hanya memberikan tangannya tanpa berucap seperti yang Rendra lakukan, Rendra pun tidak mau melepaskan tangan Candy sebelum menuruti apa yang seperti Rendra lakukan.
"Iya..mas iya..Candy Nur Aini.." ujar Candy dengan tertunduk malu.
"Sudihkan menjadi teman hidupku..baik suka dan duka.." ucap Rendra yang membuat Candy makin mati gaya karena malu.
"Apa..lagi ini mas..iya..iya..mas bersedia.." balas Candy berharap Rendra menyudahi tingkah konyolnya.
"Terimakasih sudah menerima ku yang penuh kekurangan dan tidak sempurna seperti lelaki yang lainnya.." seru Rendra lagi membuat Candy tertunduk haru.
Beruntung suasana masih sepi belum banyak lalu lalang orang padahal pagi ini biasanya ramai pejalan kaki atau bersepeda untuk berolahraga pagi.
"Mas..Can..tahu mas begitu mencintai dan menyayangi Can..tapi ga begini juga kali mas.." Candy memeluk satu tangan Rendra dengan muka memerah karena malu.
"Maaf.." Rendra mengusap kepala Candy lembut.
Bila mengingat masa lalu, ada yang berbeda untuk yang kali ini keduanya lakukan saat ini, dulu Candy yang mengayuh sepeda milik Candy dengan Rendra yang membonceng di belakang dan kini Rendra yang mengayuh sepeda sedangkan Candy yang berada di belakang membonceng.
__ADS_1
Rendra yang banyak bertanya pada Candy tentang masa paling arah Candy hanya bisa tertawa kecil membalas pertanyaan Rendra.
"Bukannya dijawab malah tertawa ada yang lucu honey.." seru Rendra dengan mengayuh sepedanya.
"Ga..mas..sebab ga seperti itu kejadiannya mas.." balas Candy pada Rendra dengan tawa kecilnya yang tidak dapat ditahannya.
Akhirnya Candy menceritakan apa yang masih diingatnya dulu saat pertama kali berjumpa dengan Rendra yang penuh luka lebam dengan baju yang sedikit kotor dan ada bercak darah dari bibir yang terluka.
Bagaimana Candy berusaha mencari bantuan dan dengan sangat terpaksa mengantarkan Rendra hingga kerumah besar miliknya.
Dan saat ini keduanya sudah berada didepan gerbang besar itu, dan sapaan yang sama dari orang yang sama pula.
"Assalamualaikum pak.." ucap Rendra bersamaan dengan Candy pada penjaga pintu gerbang milik keluarganya.
"Waalaikum salam den..non.." dengan senyum ramah khas miliknya.
"Terimakasih pak.." ujar Rendra yang telah di bukakan pintu gerbang untuk keduanya masuk kedalam rumah besar milik keluarganya.
Candy kembali menatap gerbang besar itu dan senyum kembali menghiasi bibirnya membuat Rendra menatapnya.
"Ada yang aneh.." tanya Rendra pada Candy dengan rasa ingin tahunya.
Keduanya duduk di taman berteman suara khas pagi hari apalagi kalau bukan burung yang berkicau di dahan yang masih menyisakan embun di pucuk dedaunan terlihat segar.
Keduanya duduk di atas rumput yang masih basa karena embun pagi,dan sinar mentari yang masih malu menampakkan sinarnya.
Nampak jelas wajah ayu Candy yang memerah karena malu di goda Rendra yang tidak berubah selalu ingin membuat Candy nyaman berada disampingnya.
"Mas..Can ga sesempurna itu..loh.." balas Candy pada Rendra yang selalu saja memujinya.
"Tapi benarkah yang mas..ucapan kan.." Rendra meminta Candy menyetujui apa yang Rendra ucapkan.
"Iya..mas..tapi tidak semaunya mas.." protes Candy pada Rendra agar tidak terlalu sering memuji dirinya, Candy takut ada orang yang tidak menyukainya dan menilai Rendra terlalu berlebihan terhadap dirinya.
"Honey..biarlah orang berkata apa yang jelas mas yang tahu honey.." Rendra masih dengan keyakinannya.
Rendra tidak butuh orang lain untuk menyakinkan dirinya untuk urusan Candy sebab sudah dari awal dirinya mengenal siapa Candy, Rendra yakin dia wanita yang baik tulus, tampa pamrih dan sabar.
__ADS_1
Hanya sifat malunya yang susah untuk dapat dihilangkan hingga kini, tapi bukan kekurangan dimata Rendra mungkin ini salah satu kelebihan yang Candy miliki yang membuat Rendra makin sayang.
Ketaatan pada tuhan dan suami juga Candy pegang teguh sesuai permintaan ayahnya suami ada prioritasnya.
Sikap tidak banyak menuntut pada pasangan juga Candy tunjukan yang membuat Rendra merasa ingin selalu memberikan yang terbaik pada Candy yang selalu merasa cukup tidak ingin berlebihan dalam banyak hal.
Papa mama Rendra juga prioritasnya setelah dia tinggal dirumah besar milik papa Rendra, dia memperhatikan tiap kebutuhan kedua orang tua Rendra yang membuat keduanya sangat sayang pada Candy yang sudah seperti anak buat keduanya.
Begitupun mba Ayu yang merasa jauh dari papa mamanya sangat berterimakasih kasih sebab ada yang mengantikan dirinya dalam merawat kedua orang tuanya yang sudah memasuki usia senja.
Menurut Rendra istrinya merupakan paket lengkap bukan hanya cantik, pandai, sabar dan penyanyang saja tapi juga ibu yang baik untuk anak-anaknya baik dalam hal mendidik maupun memberikan contoh yang baik untuk kedua buah hatinya yang sekarang sudah jadi orang tua buat buah hatinya.
Ucapan terimakasih rasanya tidak cukup Rendra ungkapankan pada Pemilik mata indah yang sangat istimewa dalam hidupnya, hingga penuh warna bagaikan pelangi yang indah sesudah gerimis turun.
Begitu sempurna tuhan menciptakan pemilik mata indah dimata Rendra, kekurangan yang ada didirinya hanya satu ras malu tapi itu yang menjadi penyempurna menurut Rendra.
Bersamanya semua ujian tidak terasa berat dan duka seakan lenyap, genggaman erat tangannya menguatkan langkah kaki yang terkadang meminta untuk tetap diam ditempat tapi senyum hangatnya menguatkan dirinya agar tetap melangkah walaupun tertatih.
Perlukan yang memberikan semangat seperti menyakinkan dirinya bahwa dirinya akan baik-baik saja dan semua akan berlalu setelah badai menerjang.
Genggaman erat tangannya menguatkan dirinya bahwa dirinya tidak sendiri ada seseorang yang tetap bersamanya berdiri disampingnya memberikan kekuatan untuk kembali tegar menjalani hidup.
Susah senang seakan keduanya telah siap dijalani dengan penuh keyakinan bahwa hidup adalah ujian dan tetap yakin semua akan bisa dilewati seperti ada awal pasti ada akhir.
Kesabaran yang luar bisa keduanya miliki dengan sagala ujian yang keduanya lewat tidak hanya air mata yang jadi taruhannya tapi juga rasa cinta yang dalam pada keduanya yang tidak bisa dipisahkan hingga bisa menyakinkan tuhan untuk bisa dipertemukan kembali setelah diuji untuk berpisah beberapa saat.
Terimakasih cinta yang tuhan berikan pada keduanya dengan keyakinan akan dipertemukan dengan orang yang tepat dan waktu yang tepat, yakinkan itu pada diri sebab kekuatan cinta karena Allah lebih menggetarkan istana langit.
Dalam cinta karena Allan akan banyak nilai ibadah didalamnya, dan pahala yang berlimpah dalam menjalankannya.
Tumbuhkan rasa cinta untuk menjadi berkah dalam hidup sebab ada kehidupan abadi yang menanti disana dengan bekal cinta dari Allah kita kembali dengan penuh keiklasan.
β β© Noteβ©β
Sekali lagi terimakasih saya ucapkan untuk yang selalu setia membaca karya saya, karena tidak bisa membalas satu persatu.
Maaf bila tidak sesuai harapan pembaca dan tidak bisa memenuhi harapan pembaca.
__ADS_1
Saya berharap setelah membaca karya saya ada pelajaran yang bisa diambil baik dari sisi baik dan untuk yang tidak baik mohon di buang sebab hanya imajinasi saya saja sebagai penulis.
Mohon maaf yang seluas-luasnya, semoga masih berkenan membaca karya saya "Catatan perjalan Fanny" salam hangat untuk keluarga dari saya ππ