Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
187


__ADS_3

..."Aku bersyukur dipertemukan dengan mu yang menerima segala kekurangan ku, semoga kita akan selalu bersama hingga janah " Candy....


Hari-hari berjalan seperti hari yang lalu hanya saja sekarang setiap weekend Nasyauqi Cake sangat ramai dengan bukan hanya pesanan saja tapi juga orang-orang yang ingin ngopi santai dengan beberapa orang terdekatnya hal ini membuat Nasyauqi harus turun tangan melayani.


Seperti sore ini Nasyauqi merasa kakinya sangat lelah sudah hampir seharian dia melayani juga menyiapkan kue-kue di dapur di tambah lagi sekarang seseorang yang ingin dilayani oleh dirinya aneh pikir pegawai Nasyauqi.


"Ada yang bisa saya..bantu..mas.." pinta pegawai yang biasa melayaninya.


"Bisa sama mba Nasya..saja " pintanya sopan dengan tersenyum, dia masih mengunakan seragam dinasnya.


"Tapi mba..kayaknya kecapean sebab hari ini ramai mas.." ujar pegawai menjelaskan.


"Boleh saya..masuk..menemuinya.." pintanya dengan ramah.


"Ga..bisa mas mba selalu melarang siapa pun masuk tanpa seijinnya.." pegawainya menjelaskan sesuai perintah Nasyauqi


"Saya..tanggungjawab deh..kalau mba..marah.." ujarnya dengan memberikan tanda janji dia yang akan bertanggungjawab bila Nasyauqi marah padanya.


Andika semakin ingin mencari tahu kebenaran dengan apa yang menimpah Ainun walaupun sekarang dia harus memanggilnya dengan Nasyauqi.


Sudah beberapa kali Andika mengetuk pintu dan mengucapkan salam tidak ada jawaban yang membuat Andika khawatir dan dengan sangat terpaksa Andika masuk tanpa seijin pemilik ruangan, terlihat Nasyauqi tergeletak tidak sadarkan diri di lantai dengan tubuh yang demam.


"Nasya..Nasya.." panggil Andika dengan menepuk pipinya pelan.


Dengan terpaksa Andika mengangkat tubuh Nasyauqi dan direbahkan di sofa yang cukup untuk Nasyauqi merebahkan diri, Andika keluar ruangan meminta air hangat untuk mengompres Nasyauqi dan meminta segelas teh manis hangat untuk Nasyauqi.


Pegawai Nasyauqi terlihat bingung dan khawatir melihat pemilik Nasyauqi Cake tergolek tidak sadarkan diri, tapi Andika terlihat begitu tenang padahal dia bukan orang medis.


Pegawai tetap melayani pembeli dan mengantarkan pesanan sesuai permintaan Andika agar tidak mengecewakan pelanggan soal Nasyauqi dia yang akan menjaganya hingga tersadar.


Andika di buat sedikit curiga dalam keadaan tidak sadarkan diri Nasyauqi menyebutkan satu nama dan sepertinya dia memohon kepada seseorang yang menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan seseorang itu.


Andika sepertinya berpikir ada sedikit titik terang yang mengarah pada apa yang terjadi pada Ainun yang sudah ditutup kasusnya oleh pihak polisi.

__ADS_1


"You..ok.." tanya Andika melihat Nasyauqi yang sudah sedikit membuka matanya, hendak bangun dari tempatnya berbaring.


"Nasya..sebaiknya istirahat dulu.." pinta Andika memberikan segelas teh hangat yang sudah hampir dingin.


"Terimakasih.." Nasyauqi meminum sedikit teh manis itu, sesaat dia masih terbaring tapi tidak beberapa lama dia terbangun dan meminta penjelasan dari Andika.


"Atas..seijin siapa kakak..masuk.." ucapnya penuh penekanan dari tiap kata yang dia ucapkan.


Andika tidak membalas sebaliknya ini bukti bagi Andika bahwa Nasyauqi memprotek dirinya dari kejadian yang telah menimpanya di masa yang telah dilewatinya.


"Maaf..bila saya lancang..saya hanya ingin..mengenal lebih.." belum selesai Andika menjelaskan maksud kedatangannya, Nasyauqi tertunduk menangis yang membuat Andika bingung seperti ada beban berat yang dia pendam seorang diri.


Andika bangkit dari sisi Nasyauqi dan bersimpuh dibawah kaki Nasyauqi yang sudah dalam posisi duduk.


"Menangislah..jika itu dapat mengurangi beban beratmu..Nasya.." panggilnya yang membuat pemilik nama mengangkat wajahnya melihat seseorang memanggil namanya pendek.


Nasyauqi merasa suara seseorang yang memanggil namanya sedikit menenangkan dirinya dari beban yang tidak seorang pun tahu.


"Maaf..kak..belum mengenal siapa Nasyauqi.." ucap Nasyauqi dengan masih terlihat sedih.


"Mungkin menurutmu aku orang yang baru mengenalmu tapi sebenarnya aku lebih mengenalmu lebih dari kamu sendiri..maafkan aku..tidak ada saat kamu membutuhkan aku..maafkan aku.." pinta Andika dengan mata yang berkaca-kaca.


"Andai waktu bisa ku putar kembali aku akan melamar mu lebih awal agar aku akan selalu ada disisimu saat dibutuhkan.." ujarnya dalam isak yang sudah tidak tertahan.


"Maafkan..kesalahanku..Nasya...maafkan..aku yang tidak bisa menjagamu.." Andika menunduk seperti menyesali kesalahannya.


"Boleh..kamu ganti namamu Nasyauqi atau siapapun tapi tetap kamu Ainunku..yang selamanya tetap dihati dan tidak tergantikan hingga nanti.." Andika ingin menyakinkan Nasyauqi dirinya tetap yang dulu dikenalnya.


"Ijinkan aku..menjagamu saat ini hingga tembusan napas terakhir.." pinta Andika yang sudah menangis.


Nasyauqi masih dalam diamnya tapi Andika masih terus memohon agar Nasyauqi atau Ainun yang dikenalnya mau menerimanya.


"Kak..aku bukan orang yang sempurna rasanya tidak pantas untuk bersama kakak.." ujar Nasyauqi yang sedikit memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Aku tidak menuntut kamu yang sempurna tapi..kamu sudah ada bersama ku itu sudah sempurna untuk ku.." Andika makin yakin Nasyauqi adalah Ainun yang dulu sangat dikenalnya sebelum kejadian yang tragis menimpanya.


"Kak..kakak tidak tahu siapa itu Nasyauqi..aku ga mau kakak kecewa di kemudian hari.." ucap Nasyauqi menjelaskan dengan sedikit sudah tenang.


"Ok..kita mulai dari awal untuk mulai mengenalkan diri kita masing bila itu membuat Nasya..senang dan nyaman bersama kakak.." pinta Andika yang sudah duduk tidak jauh dari Nasyauqi.


"Nasya.." lucu juga pikir Nasyauqi tertunduk tersenyum mendengar panggilan yang belum terbiasa dari seseorang orang.


"Nasya..kakak..butuh jawaban bukan senyum manismu.." ucap Andika yang membuat Nasyauqi malu bukan kepalang yang pura-pura memandang keluar jendela.


"Kakak..tahu..senyum kamu menang manis..makanya gunakan seperlunya saja..nanti menimbulkan berbagai penyakit.." goda Andika ingin Nasya sedikit nyaman bersamanya.


"Maaf..ya..kakak..aku bukan penyebar virus.." balas Nasyauqi dengan menunduk malu berucap.


"Ga..bisa Nasya..buktinya kakak..sudah malarindu..baru juga beberapa hari yang lalu berpisah..dan perlu berobat..Nasya harus tanggungjawab.." pinta Andika dengan gaya orang sakit.


"Ih..ga..lah..kenapa harus tanggungjawab aku ga menukarkan virus kok.." Nasyauqi sedikit membuka diri dengan perdebatan yang membuat Andika senang dan makin yakin Ainun masih seperti dulu hanya ada sesuatu yang harus Andika cari tahu dari perubahan wajah Ainun itu yang harus dia cari tahu tanpa harus bertanya yang jelas akan menyakiti hati orang yang sangat dirindukannya yang kini ada di dekatnya.


"Nasya..virus ini sukar ditemukan obatnya..dari yang kakak..dengar.." goda Andika membuat Nasyauqi ingin tertawa tapi kepribadian seseorang tidak bisa diubah secepatnya mengubah wajahnya terbukti tiap senyum dan ketawa Nasyauqi selalu ditutup dan tertunduk itu sudah bukti dia Ainun yang dulu dikenalnya itu bukti nyata buat Andika.


"Ih..ini orang lupa..apa..siapa aku..akukan dokter mana..ada virus seaneh itu..bilang aja..bucin.." dalam batin Nasyauqi tertawa yang ditutupi dengan bantal kursi yang dia miliki.


"Kamu..seperti papa..yang selalu ingin aku senang.." dalam batin Nasyauqi masih menyembunyikan wajahnya dibalik bantal dengan suara yang tidak terdengar tawa darinya.


Candaan keduanya terdengar hingga keluar ruangan yang pintunya memang sengaja Andika buka, dia tidak ingin ada fitnah untuk orang yang dia cintai.


Bingung juga heran yang sebenarnya yang sekarang pegawai Nasyauqi rasakan sebab selama ini, pemilik Nasyauqi cake tidak pernah menerima siap pun masuk ruangannya terkecuali keluarga dan ada keperluan penting itu yang pertama, Nasyauqi sedikit bicara juga sedikit tersenyum dia lebih tertutup hanya mengambil pentingnya saja tidak lebih.


Kehadiran perdana Andika di ruangan Nasyauqi sedikit banyak membuat senang pegawainya yang menurut mereka atasannya pantas untuk bahagia sebab selama mereka bekerja Nasyauqi tidak pernah menganggapnya pegawai tapi keluarga buatnya karena itu dia tidak banyak mengatur lebih tepatnya lebih banyak memberikan contoh salah satunya dia belum pernah datang terlambat, soal makan dia memilih menu yang sama dan kemanapun dia akan meninggalkan toko meminta ijin terlebih dahulu terdengar lucu tapi itu yang pegawai rasakan.


Andika seperti membawa kebahagian itu yang mereka lihat, terdengar ada perbincangan antara Nasyauqi dan Andika walaupun bincang santai sebab selama ini dia lebih banyak jadi pendengar buat mereka walaupun dia atasan yang tepatnya pemilik Nasyauqi cake, dan Andika terlihat khawatir saat Nasyauqi pingsan tadi itu bukti buat mereka kedua saling menyayangi.


Dan mereka berharap keduanya bisa bersama, dan mereka yang lebih tahu lebih dulu bertemu dan mengenal bagaimana sopan, ramah dan baiknya Andika selama ini bila ngopi santai dari awal toko ini dibuka itu penilaian mereka untuk Andika.

__ADS_1


__ADS_2