
"Kemuliaan sesorang itu terletak pada hati dan ketakwaan kita kepada tuhanmu, bersemangatlah dalam ibadah kepada tuhanmu karena semua akan bermuara kepada-Nya " Rendra.
Siang menjelang sore Rendra baru masuk ke ruangan dinasnya sebab dari pagi hingga sore ini Rendra disibukkan dengan agenda rapat dari kesatuan yang melibatkan beberapa divisi banyak hal pembahasan yang di bahas untuk kinerja kedinasannya agar lebih baik lagi didepannya.
Dengan bersandar di singgasana yang jadi kebanggaannya Rendra terlihat sedikit santai, hingga sapaan seseorang yang sangat dikenalnya yang membuat senyumnya mengembang.
Setelah memberikan salam, dan candaan khasnya saat ini dibutuhkannya untuk menghilangkan penat diotaknya yang butuh penyegaran.
"Kemana..aja..bro..gue..ke rumah kosong" Panji yang langsung duduk di tampat biasanya Rendra menerima tamu.
"Di rumah..papa..biasa kangen.." Rendra tersenyum memberikan jawabannya.
"Oh..gimana..papa mama sehatkan ?" tanya Panji dengan mencari koran.
"Alhamdulillah sehat..yang lain kemana.." belum juga Panji menjawab yang ditanya langsung muncul bersamaan.
"Hadir..Kapt.." jawab Alfa dengan mengacungkan jari telunjuknya.
"Kangen..ya.." ucap Ifan datang dengan konyol ke Rendra yang tersenyum senang.
"E..lah..butuh kita..kita juga.." balas Farel dengan tos salam gaya cowok ke Rendra.
"Iya..lah..ga boleh aku kangen.." ucap Rendra ga kalah konyolnya ke kawan satu timnya.
Mereka tertawa bersama, ini yang dirindukan Rendra di kalah rasa lelah otaknya butuh candaan yang bikin tenang otaknya walaupun sesaat, selebihnya hanya pemilik mata indah obat penenang segala lelahnya.
"Kemana..sih..asyik bener..lupa sama kita-kita ya.." tanya Ifan yang sedikit sewot ke Rendra.
"Ga..kemana-mana..hanya ke rumah papa..saja.." Rendra menjelaskan yang sebenarnya kesemuanya.
"Kirain jalan kemana..gitu.." protes Alfa yang biasanya tahu kemanapun Rendra pergi.
"Papa..sakit..jadi harus bermalam..dan sedikit mengantikan papa ke pertemuan bisnisnya.." Rendra menunjukkan muka tidak sukanya.
"Kenapa..itu muka..biasa aja kali.." seru Panji yang melihat perubahan dari Rendra.
"Kalau bisa memilih..ga mau lagi deh kesitu.." ujar Rendra seakan ada yang tidak nyaman dirasakan oleh Rendra.
"Bukannya..di pertemuan itu bisa cuit...cuit.." ucap Farel dengan gaya menggoda.
__ADS_1
"Ampun..dah..serem menurut aku.." Rendra seperti orang ketakutan.
"Emang..apa sih..Kapt.." tanya Alfa yang bingung melihat Rendra.
"Kamu bilang bisa..cuit..cuit..ga deh..serem buatku.." ucap Rendra terdengar seperti ketakutan.
"Bukannya..sedap dipandang..mata..bro.." ucap Farel dengan matanya seperti menerawang jauh.
"Mata..mu itu..mah.." dengan menepuk pundak Farel ifan berujar.
"He..he..memang bener..begini..nih bentuknya.." Farel memperagakan bentuk wanita yang semok menggoda dan tidak lupa memberikan kedipan mata genitnya.
Spontan membuat Rendra berteriak yang membuat yang lain kaget bukan kepalang.
"Ya...ya..kayak gitu...ih..serem...liatnya.." teriak Rendra dengan jari telunjuknya menunjuk Farel.
"E..lah..bro..itu bukan serem..tapi menggoda lagi.." ujar Farel yang tidak setuju buat yang lain.
"Loe...bilang menggoda..menurut gue..ga tuh, belum lagi pakai baju minim bahan..ih..masuk angin..tuh.." Panji yang satu faham dengan Rendra ikut protes.
"Bukannya yang indah-indah itu harus dinikmati.." ujar Farel lagi dengan konyol.
Semua diam setelah mendengarkan ucapan Ifan seperti memikirkan anggota keluarga mereka masing-masing yang jelas semua wanita bukan benda yang hanya jadi obyek nafsu belaka, secara hati ingin diperlakukan lembut dan hanya dengan orang yang mencintai dan dicintainya bukan dengan semua orang tapi hanya seorang.
Mungkin ada sebagian yang keluar dari jalurnya tapi secara garis besar wanita itu makhluk paling sensitif dan fleksibel sesuai keadaannya, dia dibikin jadi kuat lebih kuat dari laki-laki seperti wanita-wanita yang single parent yang harus jadi ibu juga jadi ayah untuk anak-anaknya, bisa jadi paling manja bila di perlakukan sangat lembut oleh pasangannya.
Tinggal bagaimana kita harus bersikap untuk menghargai keberadaan dia disisi kita, hargai dan sentuh hatinya dia akan menyerahkan seluruh ketulusan yang dia miliki.
"Soal yang aneh-aneh tadi..gue maklum buat loe..bro.." ujar Panji yang tahu siapa Rendra.
"Biasa yang di liat..putri malu..ini..yang sudah hilang urat malunya.." ujar Ifan dengan candanya.
"Oh..gimana..masih..jadi putri malu bro.." tanya Panji yang ingin bully Rendra.
"Masih..lah..papa mama sampai..bingung katanya anak..udah dua tapi masih aja..merah tuh muka..kalau di goda mba Ayu.." ujar Rendra menjelaskan.
"Gimana..sih Kapt bisa dapat yang antik gitu.." tanya Alfa polos seperti biasanya.
"Istriku bukan barang antik cil.." protes Rendra ke Alfa yang cengar-cengir polos merasa bersalah
__ADS_1
"Ya..maaf..Kapt.." itu ucapan andalan Alfa ke Rendra bila merasa salah.
"Aku juga ga tahu yang jelas aku orang paling beruntung bisa memiliki dirinya.." ucap Rendra mengusap benda pipinya terpanpang gambar foto Candy yang menunjukkan mata indah miliknya.
"Dia..yang pertama atau yang terakhir..Kapt.." tanya Alfa dengan penasaran.
"Honey..pertama dan terakhir..di hidupku.." Rendra masih memandang foto diri Candy.
"Cie..cie..bucin..amat sih.." ujar Fadel dengan menggoda.
"Serius..Kapt " seru Panji yang siapa sih yang tidak tergoda pesona Rendra tajir melintir, smart, handsome karir ok.
"Seribu rius.." balas Rendra dengan menunjukkan muka seriusnya
"Kemana..aja..selama ini..babang.." ujar Ifan yang tahu Rendra memang tidak pernah pacaran.
"Gue..lupa..bang.." jawab Alfa polos dengan menggaruk kepalanya.
"Loe..belum tua udah banyak lupa..bini loe ga kasih loe vitamin..ya" seru Panji dengan menggoda.
"Apaan..sih bawa-bawa bini.." ujar Alfa malu, baru kali ini kawan satu tim liat Alfa malu yang biasanya polos dan masa bodoh.
"Suit...suit..ada yang malu.." goda Panji lagi ke Alfa yang menunduk.
"Jangan..jangan.." goda Rendra menambahkan.
"Apaan..sih..Kapt.." Alfa makin malu di goda oleh kawan satu timnya.
"Udah..tenang..kita-kita tahu ko..bini..loe..jago" ucap Ifan asal saja sebenarnya hanya ingin menggoda.
Sebenarnya semua kawan tim hanya menggoda tanpa tahu sejago apa istrinya Alfa hanya ingin menghangatkan suasana saja tanpa ingin tahu urusan dalam negeri tiap kawan satu timnya terkecuali mereka terlebih dahulu bercerita tentang masalah yang dihadapinya.
Sebatas urusan tim kedinasan memang sangat dekat malah terbilang propesional kerja itu benar, soal hubungan kekeluargaan itu juga bagus hanya soal dalam negeri soal hubungan dengan pasangan itu mereka tidak ikut campur.
Itulah hebatnya pertemanan Rendra dan timnya yang banyak diacungi jempol oleh semua divisi kedinasan, mereka bisa menempatkan diri mana urusan pribadi, keluarga, pertemanan, kedinasan sampai urusan negara.
Semua bermuara kepada Rendra yang jadi Kaptennya, tapi Rendra selalu saja merendah bahkan Komandannya sendiri memuji kepemimpinan Rendra tapi selalu saja Rendra berkilah menurutnya kita kerja tim ga ada yang lebih mendominasi semua sama kerja sama dalam tim.
Begitupun istri-istri mereka sangat dekat saling membantu dalam segala hal dan saling mendukung, apalagi bila berkumpul bersama tidak ada yang menunjukkan siapa yang paling mendominasi semua sama.
__ADS_1
Hanya saja Candy dan Vera yang cenderung malu bila berkumpul bersama pasangan masing-masing, yang lebih lucu siapa lagi kalau bukan Tazkia si konyol tidak beda dengan Alfa, dan yang paling terdepan dalam menghadapi gosip Rena dan Nafandra benar-benar mereka saling melengkapi bukan hanya didunia kedinasan sampai urusan dapur mereka saling melengkapi bersyukurlah pasangan-pasangan mereka dengan kehadirannya disisi mereka.