Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
95


__ADS_3

"Hidup adalah perjuangan jadi harus di perjuangkan, jangan pernah menyerah walaupun harus tertatih untuk sampai di titik yang kita mau dan berharap kita yang jadi juaranya"Candy.


Kabar duka sudah di terima oleh keluarga besar Rendra dan Candy dengan adanya surat pernyataan dari pihak Maskapai dan sesuai dengan data penumpang yang tertera di saat cek-in di bandara.


Rendra dan keluarga kecilnya saat ini sudah berada di dalam pesawat yang akan menuju negara kelahirannya.


"Kakek...ko ga jemput Pa.."tanya Ainun ke Rendra dengan mata masih mencari ke tiap sudut bandara saat ini mereka berada.


"Papa ga...minta di jemput sayang hanya mengabarkan kalau kita akan pulang" ujar Rendra menjelaskan ke Ainun yang sekarang sudah mengerti.


"Can...kangen Ayah...Mas" bisik Candy ke Rendra dengan memegang tangan Rendra yang mendorong troli yang berisi beberapa koper dan tas mereka.


Rendra memberikan senyumannya mengerti apa yang Candy rasakan saat ini.


"Sabar ya...kita ke rumah Mama dulu...nanti Mas antar ke rumah Ayah" ucap Rendra berharap Candy senang.


"Asyik...ketemu Mba Nis..."ucap Ainun yang hanya bisa VC selama di boston dengan Nisrina.


"Mau...ngapain sama Mba" tanya Rendra menyelidik penasaran dengan putrinya.


"Papa..." Ainun malu di tanya Papanya seakan mau tahu urusan anak perempuannya.


"Papa mau tahu aja...ya.." ujar Candy membelah Ainun yang tertawa melihat Papa Mamanya yang saling mengoda.


"Boleh...Papa tahu..sayang" ucap Rendra ke Ainun hanya ingin menggodanya.


Rendra terkejut melihat banyak sekali rangkaian bunga di depan gerbang rumah besar Papa Mamanya.


"Mas...ada apa ini"tanya Candy yang serasa sesak di dadanya.


"Entahlah...." mata Rendra tidak fokus membaca tulisan dalam rangkaian bunga tersebut hanya turut berduka cita yang terpangpang jelas.


Setelah menurunkan barang bawaannya dan membayar ongkos taxi yang mengantarkan mereka, langkah kaki Rendra tergesa dan bertemu salah satu asisten rumah tangga Mama yang kebetulan sedang merapikan kursi tamu.


"Pa...ada apa ini..." tanya Rendra dengan menepuk pundaknya, spontan membuat asisten rumah tangga itu terkejut.


"Den...bener ini den...Rendra" ucap asisten Mamanya antara takut juga bersyukur anak tuannya dalam keadaan baik-baik saja.


"Iya...Pa...ini saya...Rendra ada apa ini" ucap Rendra lagi masih bingung dengan semua ini.

__ADS_1


"Ma...Pa..." teriak Rendra yang sangat lantang tidak seperti biasanya karena rasa penasarannya, suara Rendra mengejutkan seluruh orang yang kebetulan belum pulang dari keluarga besar Candy juga kawan satu timnya.


"Dra...anakku..." teriak Mama setengah berlari menuju bersuara Rendra yang masih berada di ruang tamu.


"Pa...Ma..." teriak Rendra lagi dengan langkah akan memasuki ruang keluarga.


"Dra...."Mama memeluk tubuh gagah Rendra dengan suara tangisnya pecah.


"Bener...ini kamu dra..." dalam tangisnya Mama bertanya masih memeluk Rendra.


"Iya...Ma...ini Rendra ada apa ini Ma.."tanya Rendra masih bingung denga suasana rumahnya.


Satu persatu orang-orang yang berada di dalam ruangan keluarganya keluar dan bingung juga senang melihat Rendra dan keluarga kecilnya baik tak kurang satu apapun.


"Bang...ini bukan gue sedang halu...kan" ujar Alfa yang hanya diam mematung melihat Rendra yang berdiri di hadapannya.


"Iya...gue juga berharap ini...bukan halu...gue" ucap Panji yang masih memandang pemandangan Mama dan anak saling memeluk.


"Mba...Nis..."teriak Ainun ke Nisrina yang masih bingung dengan keadaan saat ini.


"Ayah...."Candy menghampiri Ayahnya dan memeluknya dengan rasa rindu yang selama ini di tahannya.


"Alhamdulillah...Cantiknya Ayah masih bisa selamat" ucap Ayah di telinga Candy yang bingung tidak mengerti, Mas Dimas dan Mas Iqbal bersamaan memeluk Candy dan Ayah hingga membuat haru seluruh ruangan tidak terkecuali kawan tim Rendra yang saat ini hanya bisa memandang.


"Bang...jangan tinggalin gue...apa" rengek Alfa seperti anak kecil dalam pelukan Rendra.


"Siapa yang mau ninggalin kamu...aku kangen tahu" ucap Rendra yang masih banyak pertanyaan dalam benaknya.


"Iya...bro...kita-kita masih butuh loe..." ucap Panji ikut senang melihat Rendra selamat dan baik-baik saja.


"Tolong...bisa..kah diantara kalian menjelaskan ada apa dengan semua ini" ucap Rendra yang sudah tidak sabar dengan keadaan yang menurutnya membingungkan.


Akhirnya Mas Dimas berinisiatif menjelaskan apa yang sebenarnya yang terjadi dan betapa terkejutnya keluarga kecil Rendra mendengarnya, Rendra langsung bangun dari tempat duduk dan memeluk tubuh mungil putrinya yang sedang duduk di pangkuan Papanya dan menangis, sontak membuat bingung semua yang ada di ruangan keluarga Rendra.


"Papa jangan nangis...Ainun sayang Papa" ucap Ainun mengusap punggung Papanya.


Candy menghampiri Ainun dan Rendra yang tahu kenapa Rendra memeluk Ainun.


"Maafkan...Papa yang sayang..." ucap Rendra yang sebenarnya marah karena harus telat saat penerbangan pertamanya, ternyata Allah punya rencana lain, Rendra meredam rasa marahnya, digantikan Allah dengan kebahagian bukan untuk keluarga kecilnya saja tapi semua orang yang di sayangnya.

__ADS_1


"Terimakasih Allah..."pinta Rendra dengan air mata yang masih meluncur dari matanya.


Mama meminta Rendra mengatakan kenapa bisa selamat dari kejadian yang membuat semua orang tersayang haru biru karena berduka.


Rendra menceritakan kejadian sebenarnya dengan detail tanpa ada yang terlewatkan, dari apa yang ceritakan Rendra ada bagian yang bikin kesal Mba Ayu yang langsung sewot.


"Enak...ya...de..kamu jalan-jalan kita disini nangis bombay...jahat" ujar Mba Ayu yang spontan membuat yang lain tertawa.


"Maaf...aku lupa mengaktifkan hp lagi sebab aku pikir akan naik pesawat" Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa bersalah.


"Sebagai gantinya kita bongkar apa oleh-oleh buat kita" teriak Mba Ayu lagi yang ternyata orangnya asyik menurut kawan satu tim Rendra.


"Ok...sabar...semua dapat tidak terkecuali" ujar Rendra meminta asisten rumah tangga Mama membawakan salah satu koper yang besar yang ternyata isinya penuh oleh-oleh yang sudah terbungkus dengan nama-nama yang akan menerimanya.


"Asyik...terima kasih Om.." ucap Indra anak Mba Ayu senang menerima oleh-oleh dari Rendra.


"Sayang betah tinggal di sana" tanya Ayah ke Ainun yang asyik bermain dengan Nisrina.


"Ga..Kek ga..Ainun hanya keluar kalau ada Papa, kata Papa banyak orang jahat" ucap Ainun polos sontak membuat Mba Ayu jail ke Rendra.


"Sayang...Papa Rendra terlalu bucin sama Ainun juga Mama Can.." ujar Mba Ayu yang membuat Rendra malu di depan anaknya.


"Apa...Bude..."tanya Ainun polos yang membuat semua yang mendengar ketawa.


"Oh...iya...Ainun anak londo nyasar" ucap Mba Ayu lagi yang ga di mengerti Ainun, semakin membuat semua ketawa karena ucapan konyol Mba Ayu.


"Apaan...sih Ma..kasihan ponakanku bingung" ujar Mas Rudi yang sayang banget sama Ainun sebab dia memiliki dua jagoan.


"Kebiasaan Mba...mah bikin aku mati gaya aja"ucap Rendra yang tahu Mba Ayu suka jail.


"Can...kamu jangan nurut aja sekali-kali protes" ujar Mba Ayu spontan bikin yang mendengar kaget, sebab Candy memang sangat penurut dan Rendra pun tidak pernah melarangnya selama yang di lakukannya masih dalam koridor aman dan baik.


Ayah hanya tersenyum merasa berhasil mendidik Candy jadi istri yang taat dan memenuhi tanggungjawabnya.


"Apaan sih...Mba...sok tahu...banget" ujar Rendra yang sudah ngemes pengen ngacak-acak Mbanya.


"Ups...lupa ada kawan satu dinasnya ya..." tawa konyol Mba Ayu pecah yang bikin Alfa makin kagum sama Rendra yang bisa mendidik istrinya.


"Terus...Mba..biar Mba senang...udah keluarin aja semua biar kangennya terbayarkan"ucap Rendra balas konyol yang membuat Papa turun panggung.

__ADS_1


"Mba...biar adekmu istirahat dulu apa...malah di godain terus"ucap Papa yang ikut ngomong.


Akhirnya kawan tim Rendra dan keluarga Candy pamit karena malam sudah semakin larut, Rendra dan keluarga kecilnya membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat karena lelah dari perjalanan panjangnya dan kejutan yang berakhir bahagia.


__ADS_2