
..."Kebahagian takkan pernah kita miliki jika kita melihat kebahagian milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan orang lain, bersyukurlah dengan apa yang sudah kita miliki" Rendra....
Dalam kehidupan ada kalanya kita harus memilih seperti saat ini Andika harus merelakan berpisah untuk sementara waktu dengan istri tercinta dan kedua buah hatinya, ini bukan hal yang mudah Rendra sebagai papanya tahu itu tapi ini demi kebaikan Nasyauqi dan kedua buah hatinya yang membutuhkan perhatian khusus.
Rumah mega milik kakek Nasyauqi ramai denga tangis bayi pagi ini, yang membuat kakek buyutnya senang merasakan rumah mega miliknya berpenghuni.
"Sayang...ayo..nangis yang kencang biar..cepat gede.." goda kakek buyutnya yang menghampiri keduanya di ruang tengah.
"Ih..kakek..bukannya di suruh diam..malah suruh nangis.." rengek Nasyauqi pada kakeknya yang menggendong putranya.
Kakek buyut tertawa senang melihat cucu buyutnya tersenyum membalas candaan darinya, dengan tangan kecilnya menggapai janggut kakek buyutnya.
"Sudah pandai..ya.." ujar kakek buyutnya senang dengan tingkah lucunya.
Mama Rendra ikut senang dengan kehadiran si kembar membuat papa Rendra jadi lebih sehat walaupun dia sudah jarang ke kantornya hanya sesekali saja bila ada yang penting.
Begitu pun dengan Candy sudah jauh lebih baik bukan berarti melupakan ayahnya, Candy membantu Nasyauqi dalam mengurus si kembar yang sangat aktif terutama yang putra semakin hari semakin menggemaskan.
Kehadiran si kembar membuat rumah kakek buntutnya kembali hidup bukan karena tangis si kembar saja tapi semua penghuni di buat ceria karena ada saja perkembangan dari si kembar bikin penghuni rumah jadi tertawa dengan ulahnya.
Apalagi Rendra yang sekarang lebih buru-buru pulang dari pada harus berbincang santai di tempat dinasnya yang membuat kawan dinasnya menggodanya.
"Takut..banget..mba kabur.." goda kawan dinasnya yang tidak Rendra dengarkan dia langsung tancap gas pulang.
Mereka tidak tahu di rumahnya ada penghuni baru yang lebih asyik dari Candy dan bisa jadi obat lelah selepas berdinas, dua bocah kembar yang aktif dan lucu yang sekarang mengalihkan perhatiannya dari istri tercintanya karena dari keduanya tidak ada rasa cape dan bosan bersamanya.
Rendra dan Candy sangat senang direpotkan dengan kehadiran si kembar di rumah papanya, Nasyauqi sendiri terkadang hanya di berikan tugas memberikan asi saja selebihnya papa mama, kakek nenek yang mengasuh si kembar.
Andika tidak mengambil pusing dengan tugas sebagai ayahnya saat ini diambil alih oleh kakek neneknya sebab Andika tahu bagaimana keluarga ini memberikan didikan pada keluarga jadi tidak masalah, Andika dan Nasyauqi seakan banyak waktu untuk berdua serasa keduanya tidak memiliki si kembar.
Belum lagi Azlan bila datang dia sampai lupa kalau dirinya harus kembali berdinas keesokan harinya sebab dia juga ikut sibuk menjaga bahkan jadi asisten mamanya yang siap selalu diperlukan untuk memenuhi keperluan si kembar.
"Ayo..om..ambilkan baju..yang warna..merah ya itu..ya..yang itu.." pinta mama pada Azlan yang membantu mamanya mengantikan baju di kembar.
__ADS_1
"Yang..ini..ma..bener..ya..ini.." tanya Azlan pada mamanya.
Seperti itu keseruan di rumah bila mengurus si kembar tapi asyik bagi Azlan ini salah satu hiburan buat dirinya yang masih sendiri.
Si kembar bukan lagi jadi penghuni yang baru tapi sudah jadi penghuni favorit di rumah besar kakek buyutnya, apa lagi bila keluarga besar dari kakek buyutnya datang si kembar jadi rebutan.
Memang si kembar jadi idola bukan saja lucu tapi keduanya bikin kagen siapapun hingga Akhtar menolak untuk diajak pulang dengan alasan masih ingin main bersama si kembar.
"Gimana..nih..dek anakku ga mau di ajak pulang.." tanya Nisrina pada Nasyauqi dengan memegang kepalanya pusing memikirkan caranya agar mau di ajak pulang.
Nasyauqi hanya tertawa sebab apa yang bisa di lakukan untuk membujuknya sebab Akhtar masih asyik ikut bercanda dengan si kembar yang di goda Rendra di rumah keluarga.
"Sudah..mba..nginep aja.." ujar Rendra yang masih asyik bermain dengan cucu dan Akhtar.
"Tapi om..mba belum ijin sama mas Indra.." jawab Nisrina pada Rendra.
"Kan bisa telpon..mba..mas Indra juga pasti mengerti.." Candy menambahkan.
Si kembar pencuri perhatian itu yang Nasyauqi rasakan sebab ada saja yang enggan pulang bila sudah bersama dengan keduanya yang semakin mencuri perhatian semua yang ditemuinya.
Andika sendiri hanya bisa berkunjung bila hari libur kerja tidak bisa lebih sebab kesibukan di tempat dinas, kampus di tambah tanggung jawab toko kue juga dipegang Andika sementara Nasyauqi masih sibuk mengurus si kembar.
Ada kerinduan yang tidak dapat Nasyauqi ungkapkan pada Andika saat keduanya berjauhan, Andika tahu itu dan hanya bisa memberikan pengertian pada Nasyauqi bahwa semua ini dilakukan untuk kebaikan si kembar dan Nasyauqi.
Bila Andika ada di kediaman papanya Nasyauqi sangat manja pada Andika yang sepertinya tidak ingin berjauhan dengannya, Andika sendiri terkadang malu pada papa mertuanya, tapi beliau sangat maklum bagaimana rasanya berjauhan dengan orang tersayang.
"Ruhi...kenapa.." tanya Andika dengan menatap Nasyauqi yang menatap Andika.
"Ga..mas.." ujar Nasyauqi pelan dan tertunduk malu.
"Masih belum hilang kangennya.." tanya Andika dengan menggoda.
"Ih..mas.." Nasyauqi menyembunyikan wajahnya di balik punggung Andika yang saat ini keduanya duduk berdua di taman.
__ADS_1
"Sini mas peluk kalau belum hilang kangennya.." seru Andika memeluk Nasyauqi yang malu.
"Sama..mas juga kangen..sabar ya..demi buah hati kita.." ucap Andika masih memeluk Nasyauqi.
"Mas..ga bisa tiap hari pulang.." pinta Nasyauqi yang sebenarnya hanya ingin mengujinya.
"Bisa..tapi mas akan terlalu malam sampai sini dan harus pagi buta mas harus kembali..sama ruhi..boleh.." Andika mencoba menjelaskan dan bertanya balik pada Nasyauqi.
"Ga..aku takut mas sakit.." ucap Nasyauqi dengan suara mengkhawatirkan Andika.
"Kan ada..ruhi.." goda Andika mengusap pipi Nasyauqi lembut.
"Nanti semua jadi repot..mas.." ujar Nasyauqi dengan menatap Andika.
"Benar semua akan repot.." jawab Andika dengan memandang bunga-bunga di taman.
"Mas..sayang ruuhi..sabar ya.." ucap Andika mencium pipi Nasyauqi lembut.
"Mas.." ucap Nasyauqi makin memeluk Andika seperti menumpahkan kerinduan yang dalam pada Andika yang selama beberapa hari berjauhan.
Ada isak yang dalam terdengar sebagai ungkapan rindu terpendam yang Nasyauqi rasakan dan Andika mengerti tapi apalah daya semua harus tetap keduanya jalani, keduanya tidak ingin egois dalam hal ini ada yang harus jadi prioritas yang harus lebih di utamakan oleh rasa rindu yang keduanya rasakan.
"Ruhi..kita jadi semakin tahu..Rindu itu seperti apa..ada..ini yang kita berdua rasakan..dan sabar itu yang jadi kita tenang..mas tahu apa yang ruhi rasakan..sabar..ya.." Andika seakan tidak ingin melepaskan pelukannya sebab yang dipeluk dalam tangis yang dalam.
Andika tahu mengurus si kembar tidak mungkin Nasyauqi seorang diri, perlu ada yang membantu bila melibatkan seorang suster Nasyauqi yang tidak ingin ada orang lain dalam mengurus si kembar jadi mau tidak mau keluarga besar dari papanya dilibatkan dan itu tidak jadi masalah buat Candy yang sangat penyabar.
Candy sendiri tidak mungkin ikut Nasyauqi sebab papa mama Rendra sudah terlalu tua untuk di tinggalkan apa lagi papa Rendra yang kondisinya terkadang tidak dapat di duga.
Rendra sendiri tidak masalah tapi Candy yang berpikir kapan lagi beribadah pada orang tua sebab dirinya sudah tidak memiliki siapapun selain kedua masnya, mungkin ini waktunya dia beribadah kepada orang tua dari suaminya yang menyayanginya seperti anak kandung tanpa berpikir kalau dirinya menantu dikeluarga besar Rendra.
Beberapa hari setelah kelahiran si kembar abi dan uma berkunjung dan memberikan do'a pada keduanya agar jadi anak-anak yang sholeh dan sholeha yang takut akan tuhan dan selalu menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.
Abi dan uma tidak bisa lama sebab pondok pesantren tidak mungkin di tinggalkan terlalu lama kasihan anak-anak santri dan pengurus bila abi dan uma terlalu lama di luar pondok.
__ADS_1
Keduanya hanya bisa mendo'akan agar keluarga kecil Andika selalu sehat dan dalam lindungan tuhan, Andika sendiri tidak bisa menemani abi dan uma selama di kediaman kakek Nasyauqi sebab kesibukan dia yang sangat padat dan abi uma mengerti hal itu.
Yang jelas kehadiran si kembar menjadi obat kerinduan untuk Candy, sedang bagi Rendra keduanya menyemangati hidupnya bahwa ada orang-orang tercintanya selalu menantinya, berbeda dengan papanya Rendra yang bangga bahwa dirinya memiliki penerus di keluarga besarnya.