Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
47


__ADS_3

"Kita berdua dari jiwa yang berbeda, tapi untuk di satukan dalam satu asa yang menghilangkan ego kita untuk jadi kita yang satu rasa cinta" Rendra.


Minggu-minggu ini kawan satu tim Rendra di sibukan dengan persiapan acara pedang pora pernikahan Ifan dan Vera wulandari (istri Ifan ), tapi tidak masalah buat mereka ingin membuat sahabatnya bahagia di hari bahagianya.


"Akhirnya....usai sudah sendirimu" ucap Rendra ke Ifan dengan menepuk pundaknya.


"Terimakasih..untuk do'a dan dukungannya selalu ada untuk ku" ucap Ifan memeluk Rendra.


"Sama-sama...semoga bahagia selalu" ucap Rendra membalas pelukan Ifan.


"Selamat...bro..." ucap yang lain menyusul dari belakang.


"Terimakasih..atas semua hal" ucap Ifan bersalaman gaya laki-laki.


Pernikahan secara KUA sudah Ifan langsung kan tinggal prosesi pedang pora yang akan dilakukannya esok hari.


"Kapan aku bisa menyusul secepatnya " ucap Panji yang tidak mau ke tinggalan untuk menikah.


"Masih belum ada lampu hijau dari itu bocah" ucap Rendra yang duduk santai.


"Gue...bingung ...mau tembak langsung takut malah jadi tambah menjauh" ucap Panji yang sedikit pasrah.


"Makanya harus ada serepnya "ucap Farel yang suka mendua alias play boy.


"Ban...kali pake serep..." ujar Alfa yang bangun mendekat ke Panji.


"Udah di coba ngomong ke bokapnya belum" ucap Rendra mencarikan jalan keluar.


"Belum...pengennya anaknya dulu kasih lampu ijo baru aku tembak gitu" ucap Panji menjelaskan.


"Terus kalau anaknya kasih lampu merah terus gimana ...mau diam di tempat" ucap Ifan menepuk pundak Panji.


"Panggilan PLN lah...kali aja ada yang konsleting listriknya" ucap Alfa polos.


Jitakan jatuh di kepala Alfa bertubi-tubi dari keempatnya yang hanya nyegir kuda yang diberikan Alfa.


"PLN emang mati lampu...ada aja" ucap Panji yang ngomel kaya emak-emak.


"Ya....maaf...jangan ngedumel dong " ucap Alfa merasa bersalah.


"Kalau ngunyah namanya makan " ucap Panji masih dengan sewotnya.


"Iya..ya.."ucapnya polos Alfa.


"Kapt...sudah sampai mana pengajuan"tanya Ifan ke Rendra.


"Wawancara sudah tinggal....tunggu penentuan tanggal" ucap Rendra memegang kepala yang tidak pusing.


"Ribet...bin cape " ucap Ifan dengan menggelengkan kepalanya.


"Kawinnya..mah enak kali ya..pengurusannya yang ribet " ucap Panji dengan gaya sok tahunya.


"Kaya udah ngerasain aja loe" ucap Farel yang ikut senyum-senyum.

__ADS_1


" Katanya...bener ga tahu deh" ucap Panji dengan malunya.


"Tanya noh...sama pengantin baru" ucap Rendra yang biasanya diam.


"Apaan...sih...Kapt " ucap Ifan malu diledekin.


"Hus...berisik ada yang masih di bawa umur" ucap Alfa yang menunjukkan jari telunjuknya di mulutnya.


"Bawa umur tapi kepengen tahu aja" ucap Panji menepuk pundak Alfa.


Alfa nyengir kuda malu tapi bikin yang lain jadi ngemes melihatnya.


"Bocil...sok tahu" ucap Farel dengan suara tertawa kecil.


"Maaf...aku ga bisa ceritain hal yang pribadi bukan untuk di publikasikan hanya dokumen pribadi" ujar Ifan dengan senyumnya malu.


"Tapi udah...belah durenkan " ucap Farel yang penasaran.


"Maaf...ternyata wanita punya lampu merah bukan polisi aja" ucap Ifan menjelaskan.


"Di pasangnya dimana" Alfa dengan gaya polos nya.


"Maksud loe...bini loh lagi kedatangan tamu gitu " ucap Panji bertanya ke Ifan.


"Ya...usir aja tamunya" ucap Alpa dengan tegas.


"Diam apa bocil..reseh..loe" ucap Farel yang mendengar Alfa ngomong ga jelas.


"Ya..bini gue lagi kedatangan tamu lampu merah" ucap Ifan dengan nada bete.


" Bilang aja belum nyicipin " ucap Farel ngemes ke Ifan.


"Sayur...kali nyicip " ucap Rendra mengoda Ifan.


"Gimana...juniornya Kapt ..."ucap Alfa dengan gaya polos nya.


"memang gimana gitu" ucap Rendra yang bingung dengan pertanyaan Alfa.


"Mba Candy yang imut lucu-lucu gimana gitu" ucap Alfa dengan imajinasinya.


"Yang jelas kombinasi keduanya" ucap Rendra dengan polos nya.


" Itu...mah jelas tapi yang luar biasa gimana caranya itu yang perlu kita tahu " usil Panji ke Rendra.


"Apaan sih...loe" ucap Rendra yang malu di goda Panji.


" Betul...betul...betul" ucap Farel ikut jail.


"Bayangin aja yang satu malu dan yang satu lagi..." Panji ga melanjutkan omongannya.


"Apa...kenapa dengan ku" ucap Rendra yang membalas dengan jail.


"Yang jelas definisiin sendiri deh..." ucap Alfa bocil yang sok tahu dengan gaya konyolnya.

__ADS_1


" Betul...ini baru bocil yang pinter" ucap Rendra yang menepuk-nepuk Alfa.


"Cil...jangan konyol kamu pasti ada modus" ujar Farel mencari tahu.


"Modus...apaan...wedus...kali" ucap Alfa membela diri.


"Oh...jadi kamu belum adus (mandi)" ucap Panji dengan hidung mengendus.


"Pantas bau-bau apa gitu" ucap Farel ikutan mengendus.


"Sebegitunya kah diriku " ujar Alfa memelas.


"Ga...lah..hanya asem-asem gimana gitu" ucap Ifan mengoda Alfa.


Alfa menciumi bajunya apa benar yang mereka bilang dengan hidung mengendus-endus, dan dia protes tidak terima.


"Apaan...segini wanginya di bilang asem tega deh" Bocil dengan muka polos protes.


"Iya...wangi tapi wangi bunga tujuh rupa" ucap Panji.mengoda Alfa.


" Loe...bang...tega amat samai gue sama kaya kembang kuburan" ucap Alfa polos tapi manyun.


"Bukan kembang kuburan tapi kembang setaman" ucap Rendra ikut usil.


"Iya..tapi taman mana dulu" ucap Panji bikin Alfa penasaran.


"Iya...taman mana "ucap Rendra yang ingin tahu.


" Taman makam pahlawan " ucap Panji konyol dengan tawanya.


"Sama aja alis podo wae...bang" ucap Alfa yang ikut tertawa.


"Kirain taman lawang" ucap Farel santai.


"Kalau itu jadi rempong dan cucok " ucap Alfa dengan gaya yang menyerupai bencong.


"Amit-amit....jabang bayi " protes Ifan yang menutup mukanya.


"Ih...yang itu...mah gue juga serem "ucap panji yang merasa takut.


"Emang ngapa sih...ada setan gitu takut sama serem" tanya Alfa yang belum paham.


"Pokoknya cari yang asli aja jangan yang aneh-aneh" Panji ingin melupakan pembahasan itu.


"Dari dulu juga gue normal kalau ga, ga bakal di terima AKMIL" suara Alfa protes.


Mereka tertawa bersamaan mengingat memang bener tidak mungkin bisa di terima kalau mereka setengah mateng alias makhluk jadi-jadian harus balik lagi sebab setengah manteng harus di masak lagi biar mateng bener.


Itulah sebagain kecil kekonyolan yang kerap hadir dalam kebersamaan yang tidak bisa ditentukan waktunya hanya spontanitas saja tanpa diatur mengalir saja, tanpa ada keharusan untuk seperti apa, mereka ya tetap mereka yang jadi diri mereka sendiri yang apa adanya.


Hanya sekedar obrolan santai yang merekalakukan kalau diluar kedinasan, tapi jangan tanya kalau lagi mempersiapkan penyelesaian misi tidak ada santai dan tidak canda semua dalam keadaan serius untuk keberhasilan dalam misi.


★NOTE★

__ADS_1


Mohon dukungan dan saran untuk karya lebih baik lagi, terima kasih buat yang sudah membaca karya saya.


__ADS_2