
"Kamu makhluk paling unik tuhan ciptakan, dalam sedihnya masih bisa tersenyum, dalam sakitnya masih tetap tegar, senjata andalannya air mata yang menandakan sudah melewati batas kemampuannya dialah wanita, tuhan hadirkan sebagai penyempurnaan iman" Rendra.
Sore ini Rendra masih merapikan berkas di kedinasannya dia berencana untuk menginap dirumah mama papanya untuk menebus waktu kebersamaan dengan kedua orang tuanya, dia tidak lupa membawa istri dan kedua buah hatinya.
Itu salah satu cara Rendra membahagiakan orang tuanya yang sangat di banggakannya, Rendra hanya memberikan contoh kepada dua buah hatinya, Rendra yang disiplin dalam waktu hingga tiap kesempatan digunakan sebaik-baiknya untuk orang tersayangnya.
Jam sudah menunjukkan waktunya pulang dari kedinasannya, dengan rapi Rendra menyimpan semua barang-barang yang menurutnya penting hingga hafal semua letaknya secara detailnya.
"Sore..Kapt.." salam ajudan Rendra yang masuk ruangan Rendra dengan memberikan hormat terlebih dahulu.
"Sore...biasa bantu saya.." ucap Rendra dengan sopan ke ajudannya yang kebetulan berdiri didepannya.
"Siap..Kapt..apa yang saya bisa bantu.." tanya ajudan Rendra dengan sopan dan tegas.
"Tolong..besok lampu di rumah dinas yang tidak perlu dimatikan sebab saya akan bermalam di rumah orang tua saya.." permintaan Rendra ke ajudannya yang menyimak dengan seksama.
"Siap..laksanakan.." ucap ajudan Rendra tegas.
Tanpa menunggu lama Rendra sudah berada di rumah dinas, Rendra ingin bertemu kedua buah hatinya yang sedang asyik menonton acara TV yang lucu hingga terdengar tawa dari dalam kedinasannya.
Hingga ucapan salam dari sang papa tidak di dengarnya, Rendra hanya menggelengkan kepalanya dan menegur keduanya dengan lembut.
"Duh..asyiknya hingga salam dari papa tidak dibalas" tegur Rendra yang membuat kedua buah hatinya merasa tersindir halus.
"Waalaikum salam..papa..maaf.." ucap keduanya dan berebut mencium tangan serta pipi papanya.
Balasan Rendra memeluknya dengan hangat, dan memberikan senyum agar keduanya merasa tenang bersamanya.
"Kita..bermalam di rumah..kakek yuk.." pinta Rendra merangkul dua buah hatinya dengan kedua tangannya yang masih asyik nonton tv.
"Beneran..pa.." Azlan ingin memastikan ucapan papanya.
"Ya..tapi kalian bersiap dulu..sudah sholatkan?" tanya Rendra dengan serius untuk soal ibadah.
"Siap..Kapt ..sudah dilaksanakan.." jawab keduanya serius untuk meyakinkan papanya.
"Ok..bersiaplah apa yang akan mba sama ade bawa papa tunggu.." pinta Rendra kepada keduanya yang sudah berlari ke kamarnya masing-masing.
Kedua buah hati Rendra sudah berada di dalam mobil mewah milik papanya seperti senang akan bertemu kakek neneknya yang sangat memanjakannya.
"Kita..jemput..mama dulu..ya.." Rendra mengutarakan keinginannya kepada kedua buah hatinya.
Saat akan keluar gerbang kedinasan Rendra melihat ajudannya begitu pun ajudannya yang memberikan hormat ke Rendra.
"Tolong..nanti ke rumah..ada makanan yang sudah..Honey..siapkan tolong dihabiskan ya..bagi ke yang lain..bila terlalu banyak buat kamu.. saya pamit dulu.." ucap Rendra santai sebab bukan waktu dinas menurutnya.
__ADS_1
"Siap..Kapt..lasanakan.." dengan memberikan hormat ajudan ke Rendra.
"Dah...om.." sapa kedua buah hati Rendra sopan ke ajudan Rendra yang berada didalam mobil yang melambaikan tangannya akan meninggalkan ajudan Rendra.
"Dah..hati-hati..cantik..ade.." balas ajudan Rendra yang sangat sayang kepada keduanya.
Didalam mobil Azlan banyak cerita sebab dia duduk disamping papanya hingga tidak terasa sudah sampai diparkiran rumah sakit, Azlan yang sudah tidak sabar ingin bertemu nenek kakeknya memaksa Candy untuk cepat meninggalkan ruangan dinasnya.
"Iya..iya..sabar..mama ga bisa jalan cepat kalau ade didepan mama.." ujar Candy ke Azlan.
"Cepat..ma..papa sama mba sudah nunggu di mobil.." ajak Azlan yang terus menarik tangan Candy.
Setelah di dalam mobil Candy mendapatkan senyuman manis dari suami tercintanya.
"Cape..ya.." tanya Rendra yang baru saja tangannya di cium oleh Candy dan ciuman dipipi Candy berikan Rendra sebagai balasan untuk Candy.
Hanya senyum yang Candy yang diperlihatkan ke Rendra yang menandakan dia baik-baik saja.
Perjalanan kerumah mama papa Rendra tidak butuh waktu lama sebab lalu lintas lancar tidak seperti biasanya macet.
Setelah memasuki pintu gerbang yang tinggi dan besar terlihat pintu utama rumah mama papa yang besar dan kokoh, begitu mobil berhenti Azlan langsung membawa barang miliknya dan bergegas keluar dari mobil papanya.
"Ade..hati-hati..." tegur Candy yang mengkhawatirkan Azlan yang takut terjatuh.
Setelah memberikan salam keluarga kecil Rendra mencari mama papanya, dan hanya assisten rumah tangga mamanya yang menghampiri keluarga kecil Rendra, hanya Azlan yang sudah langsung ke kamar mama papa Rendra.
"Pa..kakek..ada dikamar..sakit..katanya.." Azlan dengan murung keluar dari kamar mama papa Rendra.
Langkah panjang Rendra seperti tergesa setelah mendengar ucapan Azlan yang langsung menuju kamar mama papanya.
"Assalamualaikum..papa..mama..kenapa papa..ma.." ucap Rendra seperti mengkhawatirkan keadaan papanya.
"Biasa..dra..tensinya naik..kata dokter terlalu cape.." mama Rendra menjelaskan.
Candy dan kedua buah hatinya juga berada di dekat papa yang berbaring di tempat tidurnya, yang memberikan senyum kepada keluarga kecil Rendra sepertinya senang mendapatkan kunjungan dari mereka.
"Dra..tolong wakilkan papa ada pertemuan bisnis di jl.kencana nanti sehabis sholat isya..ajak istrimu akan banyak rekan bisnis disana biar kamu nyaman bila istrimu ikut.." pinta papa, sebenarnya Rendra ingin menolaknya tapi apa daya Rendra ingin papanya sehat mungkin dengan mengabulkan keinginan sedikit menyembuhkannya
"Ok..dra..siap..memenuhi undangan relasi kerja papa.." Rendra dengan memeluk papanya.
Kedua buah hati Rendra sudah asyik bercanda dengan papa yang sudah mulai membaik, begitulah papa Rendra bila bertemu dengan cucu-cucunya seakan terhibur dimasa tuanya yang butuh perhatian dan kehangatan anak cucunya.
Rendra dan Candy yang melihat papa sedikit membaik sangat senang, apalagi Candy yang sudah merasakan ditinggal salah satu orangtua sangat mengkhawatirkan keadaan mertuanya.
"Mas..ga apa-apa..kita tinggalkan papa..sedang sakit.." Candy ingin menjelaskan ke Rendra.
__ADS_1
"Mas..juga sebenarnya khawatir tapi papa meminta mas hadir di acara relasinya..menurut Honey..gimana.." Rendra meminta pendapat istrinya.
"Coba..mas..minta mba Ayu juga mas Rudi bermalam disini.." Candy menyampaikan pendapatnya ke suaminya.
Sepertinya Rendra mengerti satu pendapat dengan istrinya tanpa menunggu lama Rendra menghubungi mba Ayu, dan mba Ayu seperti menyetujui permintaan Rendra sebab mba Ayu juga mengkhawatirkan kondisi papanya.
"Gimana..mas.." tanya Candy sepertinya sudah tidak sabar.
"Iya..mba sama mas Rudi akan bermalam disini juga.." Rendra menjelaskan ke Candy yang tersenyum seperti dia merasa tenang ada orang yang menjaga dan mengerti dunia medis untuk mertuanya.
"Terimakasih..Honey...sudah mengkhawatirkan papa.." ucap Rendra mengusap lembut pipi Candy.
"Mas..ko gitu..Can..sayang..papa.." rengek Candy manja yang membuat Rendra gemas.
"Mas..tahu..maaf.." ujar Rendra dengan merasa bersalah.
Candy hanya cemberut tapi Rendra senang berhasil membuat Candy sewot, dengan sedikit cubitan kecil Candy berikan ke Rendra yang membuat Rendra mati gaya.
"Maaf..Honey..maaf..iya..iya..mas percaya Honey sayang papa.." Rendra sedikit tertawa agar Candy tidak cemberut lagi.
Kebersamaan di rumah mama papa Rendra begitu terasa hangat hingga papa Rendra terlihat jauh lebih baik, terlihat tawanya melihat tingkah kedua cucunya yang selalu ada saja yang membuat orang di dekatnya dibikin sakit perut dengan kekonyolannya ditambah papanya alias Rendra yang selalu menambah ke lucuan hingga rumah mama terasa ramai berpenghuni.
"Pa..kapan kita tinggal dirumah yang seperti rumah kakek..biar ade bisa main petak umpet sama mba..ya..mba jadi bisa sembunyi dimana aja.." dengan polosnya Azlan menyampaikan keinginnnya.
"Ok..ade..mau rumah besar..secepatnya papa..bikin untuk ade.." jawab Rendra serius yang pasti apa sih yang tidak buat orang tercintanya bagi Rendra selalu di berikan.
"Ade..tidak usah..rumah baru..disini saja..buat apa..rumah baru, kakek senang kalian disini..kalau ade..bikin rumah baru terus rumah kakek buat siapa.." terdengar sedih dari ucapan papanya.
Seperti mengerti Azlan langsung memeluk kakeknya dengan sayang dan dengan manja serta ucapan polosnya.
"Kakek..ade..ga jadi minta rumah baru ke papa..deh..ade..akan selalu temani kakek..tapi kakek janji..kakek jangan sedih ade..ingin kakek ada bareng ade.." ucapnya polos yang membuat semuanya terharu.
"Ya..kakek..janji.." ucap papa Rendra membalas memeluk Azlan.
"Ok..gini..nih kalau janji..kek.." pinta Azlan menunjukkan jari tangannya seperti orang berjanji yang membuat semua tertawa dengan tingkah Azlan.
Rendra senang anak lelakinya sepertinya sudah menunjukkan sikap tanggungjawab dan sangat menyayangi orang yang lebih tua, ada rasa haru tapi Rendra merasa ada sedikit berbesar hati didikan yang diberikan oleh dirinya juga Candy telah sedikit banyak sudah mulai terlihat.
Rendra juga berharap anak-anaknya akan selalu sholeh dan sholeha serta selalu takut akan tuhan dan berjalan di jalan yang baik.
~♡♡ Note ♡♡~
Terimakasih banyak untuk semua dukungannya teruntuk yang setia menunggu dan membaca, dan ditunggu masukkannya agar sesuai harapan juga tidak kehabisan ide, tidak lupa kata maaf bila belum memberikan hasil sesuai harapan serta keinginan pembaca, sebab karya ini hanya ingin memberikan inspirasi buat orang banyak terutama kaum muda yang lebih ingin mengejar pahala, tidak ada maksud lain.
mohon maaf sebesar-besarnya dengan segala kekurangannya..sebab saya hanya manusia biasa..hanya ingin berbagi sedikit kebaikan.
__ADS_1