
"Orang yang kuat itu bukan dilihat dari dari fisiknya tapi seberapa kuat dia bersabar dalam melewati semua ujian dari tuhann-Nya" Rendra.
Saat ini keluarga besar Rendra dan Candy diliputi kebahagian yang tidak terhingga, dengan kehadiran buah cinta Rendra dan Candy yang sangat lucu dan imut, menurut pandangan orang terdekat yang melihat buah hati keduanya adalah perpaduan dari keduanya, mata dan wajah baby lebih mewakili Candy tapi dari bentuk tubuh terlihat mendominasi Rendra yang tinggi.
"Aduh...cantiknya...pengen di bawa pulang deh...boleh ya...de" ucap Mba Ayu yang memandang baby dalam gendongannya.
"Iya...Ma...bawa pulang saja" pinta Mas Rudi yang sudah hadir ingin memberikan selamat ke Rendra dan Candy.
"Iya...Ma...biar Mas ada temannya" ujar Indra anak semata wayang Mas Rudi dan Mba Ayu mendukung keinginan Mamanya.
"Tidak...boleh...baby anak om" Rendra dengan jari telunjuknya menandakan melarang.
"Boleh...ya...om" pinta Indra keponakan Rendra memohon ke Rendra dengan wajah memelas.
"Tidak boleh jagoannya...om" ucap Rendra dengan mengacak rambut Indra yang cemberut keinginannya tidak terpenuhi.
"Gimana kalau Mas..yang nginep di tempat baby" Candy ingin Indra kecewa.
"Boleh...juga tante" jawab Indra senang dengan memeluk Candy.
"Woi...woi...tantenya om"protes Rendra dengan menangkup wajah tampan Indra.
"Apaan...sih...Mas" ucap Candy yang tidak suka melihat Rendra terlalu posesif.
"Iya...sih..de...sama bocil aja, dia ponakanmu loh" Mba Ayu ikut menambahkan, Rendra hanya tersenyum datar.
"Parah anakmu...Can..punya Papa super bucin bakal di takutin sama cowo" ujar Mba Ayu dengan mengusap lembut pipi baby.
"Yang pasti cowo yang berjiwa satria yang bakal datang untuk memintanya bukan kaleng-kaleng" ucap Rendra seperti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.
"Bener...Om, Mas juga akan bantu jaga baby" Indra ikut mendukung keinginan Rendra.
"Waduh...bodyguardnya nyeremin...belum maju udah mundur dulu...kali" Mas Rudi berucap dengan gaya bercanda.
"Can...boleh dong pulangnya jangan ke rumah dinas dulu, ketempat Papa ya..." ucap Papa tiba-tiba dan seketika semuanya memandang ke arah Papa yang duduk di kursi yang ada di dalam ruangan.
"Mama juga setuju...mau ya...Can" Mama merajuk agar keinginannya di kabulkan.
"Can...setuju saja, bagaimana kata Mas Rendra" ujar Candy yang memandang Rendra meminta persetujuannya.
"Ok...aku ikut maunya Papa tapi sampai habis masa cuti Honey saja ya...Ma"Rendra memperjelas dari awal sebab Rendra ingin keluarga kecilnya tanpa ada ikut campur tangan orang lain dalam mendidik anaknya.
__ADS_1
"Ok...yang penting Papa akan jadi kakek yang seutuhnya" ucap Papa Rendra senang.
"Kapan boleh pulang Can..." tanya Mba Ayu ke Candy dengan rasa ingin tahunya.
"Besok sore...sudah boleh pulang Mba" Candy menjelaskan dengan tersenyum.
Keluarga besar Rendra tahu Candy harus istirahat karena masih dalam masa pemulihan, akhirnya mereka berpamitan pulang agar Candy dapat beristirahat, dan hanya di temani Rendra untuk membantunya menjaga babynya yang belum di berikan nama.
Kawan satu tim Rendra tidak mau ketinggalan untuk memberikan selamat ke Rendra dan Candy, mereka datang ke rumah sakit yang jelas akan membuat kegaduhan dengan kekonyolan mereka.
"Selamat...bro sudah jadi ayah"ucap Ifan yang datang di temani anak dan istrinya.
"Selamat...Mba"ucap Vera istri Ifan ke Candy yang memberikan ciuman dan memeluknya.
"Terimakasih sudah datang, sudah besar ya...jagoan" ucap Rendra mengusap pipi anak Ifan yang dalam gendongan Ifan.
"Woi...udah duluan aja...nih si...bapa satu ini" ujar Panji yang memberikan ucapan selamat ke Rendra dan Candy.
"Nunggu kalian lama...anakku keburu rewel" ujar Ifan yang masih menggendong anaknya.
"Ih...cantiknya...sini nak...liat adenya" ucap Vera ke anaknya yang sudah turun dari gendongan Ifan melihat baby yang tertidur di gendongan Vera.
"Bangun...cantik...ada yang mau ketemu" ucap Rendra ke anaknya yang mulai membuka matanya karena berisik.
"Ini...baru hebat kolaborasi yang sesuai harapan"ucap Farel yang juga ikut terkesan dengan kelucuan anak Rendra.
"Ajarin apa...Kapt.." ucap Panji dengan malu berucap ke Rendra.
"Apaan...si...kalian jangan bikin aku jadi malu apa"ujar Rendra menunduk karena malu.
"Kita...serius kali Kapt"ucap Alfa yang ingin penjelasan lebih dari Rendra.
"Bukan disini kali penjelasannya...ada nyonya-nyonya" ujar Ifan menepuk pundak Alfa dengan memandang anak dan istrinya.
"Oh...gitu ya...siap aku tunggu"ucap Panji yang tertawa mendengar penjelasan Ifan.
"Kapt...kenapa baru sekarang baby hadirnya" ucap Alfa polos tanpa beban.
"Kenapa...memangnya" tanya Panji ke Alfa penasaran dengan memintanya menjelaskan.
"Biar jadi pendamping hidupku lah..." ujar Alfa tanpa beban berucap.
__ADS_1
"Umur...ku berapa kalau harus jadi mertuamu" Rendra dengan mengacak kepala Alfa yang polos kalau ngomong.
"Habisnya...masih kecil aja udah bikin kita terpesona apalagi nanti" Alfa berucap tanpa basa basi dengan apa yang di ucapannya.
"Bakal repot...loh Kapt menjaganya akan banyak yang suka"ujar Farel yang play boy ikutan ngomong.
"Di pakai in cadar aja Kapt" ujar Alfa yang suka asal ngomong tampa mikir dulu.
"Apaan sih...kalian bikin aku jadi mikir aneh-aneh aja, sedangkan yang di omongin masih nempel sama Mamanya" Rendra memijat jidatnya sendiri yang tidak pusing.
Gurauan mereka tidak akan pernah habis tapi anak dan istri Ifan meminta untuk berpamitan karena waktunya sudah menjelang malam, begitu juga dengan Alfa dan Farel yang kebetulan ada tugas jaga di tempat lain tapi tidak dengan Panji yang ada janji bertemu Rena di rumah sakit untuk membicarakan soal pernikahan mereka.
"Selamat ya...cantik dan Rendra sudah jadi Mama dan Papa" ucap Ayah Candy yang sudah duduk dengan menggendong dan memberikannya do'a untuk cucunya yang baru lahir.
"Terimakasih...Yah...untuk semua do'anya"ucap Rendra ke Ayah Candy yang masih memanjatkan do'a untuk cucunya.
Saat akan di gendong Rahma baby menangis, membuat anak Rahma Nisrina juga ikut menangis karena iba, ternyata baby lapar minta disusui oleh Mamanya, Ayah Candy membawa Nisrina keluar untuk menenangkan Nisrina agar tidak menangis lagi.
"Biasa aja kali...dra ngeliatnya " ucap Mas Dimas mengoda Rendra yang memperhatikan Candy menyusui babynya.
"Sekarang giliran anakmu...jatahmu nanti di stop dulu" ujar Mas Dimas yang ingin mengoda Rendra.
"Ga...gitu Mas"Rendra berusaha membela diri di hadapan Mas Dimas.
"Ga...usah malu...ngaku aja kali" Mas Dimas masih ingin menjailin Rendra yang makin malu.
"Apaan...sih...Mas...Mba bawa pulang aja deh"ucap Candy yang ikut malu mendengar tiap godaan Mas Dimas.
"Ya...gitu...itu Masmu...loh Can.."Rahma tertawa mendengar ucapan protes Candy.
"Untungnya Mba...ya...istrinya kalau orang lain di bikin konyol tiap hari udah sewot kali" ucap Candy yang masih menyusui babynya yang sudah tertidur.
"Hebat...ya...Can...ASInya sudah banyak" ucap Rahma ke Candy dengan melihat banyaknya air susu yang tidak dapat dihisab baby karena kebanyakan.
"Iya...Mba sampai basa-basa nih" ujar Candy menjelaskan keadaannya.
"Biar cepat gede babynya "ucap Rahma ke Candy yang masih menyusui.
"Kalau banyak yang tumpahkan sayang...kenapa ga Papanya aja yang habisin" goda Mas Dimas lagi tanpa bersalah.
"Kalau boleh mah...Mas sudah dari tadi kali aku habisin sayang..." ujar Rendra membalas godaan Mas Dimas tanpa malu.
__ADS_1
"Ih...Mas..Rendra jadi ikutan sih ga lucu" ujar Candy sedikit sewot ke Rendra dengan muka sedikit cemberut.
Rendra hanya mengusap lembut kepala Candy yang tertutup hijabnya dan memandang putri kecilnya yang sudah tertidur pulas di pangkuan Candy, rasa cinta keduanya semakin hari semakin tumbuh apalagi sekarang sudah ada buah cinta keduanya yang harus dijaga sebagai amanah dari sang pencipta dengan baik dan penuh kasih sayang dalam mendidiknya.