Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
74


__ADS_3

"Waktu tidak dapat kembali maka jangan sia-siakan selama masih bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat " Candy.


Siang menjelang sore ini menjadi waktu yang sangat penuh makna buat keluarga besar Rendra sebab ada acara akiqoh sebagai tanda rasa syukur kepada tuhan atas diberikannya kepercayaan untuk menjadi orang tua yang akan menjaga, mendidik, melindungi, membesarkan putri cantik yang sekarang akan mengisi hari-hari penuh keceriaan untuk melihat tumbuh membuangnya.


Di kediaman rumah mega orang tua Rendra acaranya di selenggarakan tidak banyak tamu yang di undang Rendra hanya ingin berbagi dengan anak-anak panti asuhan yang dimiliki oleh yayasan keluarga Rendra.


Keluarga besar Candypun turut hadir di acara akiqoh ini, begitu juga dengan kawan dinas Rendra yang tidak terlupakan oleh Rendra yang diharapkan kehadirannya untuk turut serta memberikan do'anya terbaiknya untuk putri cantiknya.


"Terima kasih sudah hadir di acara akiqoh cucu saya" ucap Papa Rendra kesalah satu tamu yang di persilakan menikmati hidangan yang telah di sajikan.


"Sama-sama...selamat sekali lagi sudah mendapatkan cucu baru lagi" ucap tamu Papa sebelum menuju tempat hidangan yang tersaji.


"Selamat...bro sudah jadi Papa baru" ucap Mas Iqbal menepuk pundak Rendra dan memeluknya.


"Terima kasih...Mas sudah menyempatkan hadir" ujar Rendra dengan senyumnya.


"Tambah ganteng aja nih...ponakan Om" ucap Rendra ke Habibi anak Mas Iqbal dengan Mba Salma.


Begitu juga Mba Salma memberikan selamat ke Candy dan menyalami semua keluarga besar Rendra dan Candy, tidak terlupakan juga kehadiran Mas Dimas dan Rahma beserta putrinya.


Rekan dinas Candy turut hadir untuk memenuhi undangan dan ingin memberikan ucap selamat juga ke Candy yang sudah jadi Mama baru sekaligus sebagai ucapan perpisahannya karena sudah menyatakan dirinya risegn dari kedinasannya untuk saat ini ingin fokus menjaga dan membesarkan Ainun yang lebih membutuhkannya.


Ayah Candy sendiri sedang bercengkrama dengan salah satu Om Rendra yang turut hadir memenuhi undangan Rendra dan Candy, kehadiran Ainun memberikan berkah dan menjadi penyambung silaturahmi kedua keluarga yang masing-masing mempunyai kesibukan yang sangatlah padat.


Kawan dinas Rendra di persilakan menikmati hidangan yang telah disajikan dengan menu cukup memenuhi selera semua tamu undangan, begitu juga anak-anak yayasan panti asuhan tanpa pengecualian di persilakan menikmati sepuasnya sebab tersedia juga menu hidangan favorit anak-anak dari ice cream, sosis bakar, ice kekinian juga banyak lainnya.


"Sudah di nikmati belum hidangannya" tanya Rendra ke kawan dinasnya yang asyik ngobrol dengan Mas Dimas dan Mas Iqbal, juga Mas Rudi yang cepat akrab dengan kawan dinas Rendra.


"Dra...ini yang belum makan" ujar Mas Dimas ke Alfa yang hanya jadi pendengar.


"Sudah ko...Mas" jawab Alfa seadanya tanpa basa basi ke Mas Dimas.

__ADS_1


"Tapi belum coba yang itukan" ucap Mas Iqbal menunjukan menu yang tersaji untuk anak-anak tapi enak juga buat orang dewasa.


"Belum sih...Mas" ucap Alfa polos tanpa mikir dulu.


"Coba aja...sana ambil" ujar Rendra ke Alfa dengan tangan mempersilahkan Alfa menuju ke tempat hidangan.


"Tapi...itu makanan boca Kapt" ujar Alfa yang takut salah mengambil menu hidangan.


"Tapi enak loh...Cobain aja"ucap Rendra menyakinkan Alfa agar menikmati hidangan itu.


Alfa menuruti apa yang Rendra ucapkan, langkah kakinya menuju tempat hidangan itu berada dengan ekspresi muka bingung Alfa memandang tiap menu hidangan itu, Rendra yang memandang dari kejauhan di bikin khawatir karena Alfa hanya memandang tampa mengambil tiap menu yang tersaji.


"Kenapa hanya di pandang aja" tanya Rendra ke Alfa yang bingung.


"Gue...takut ga doyan Kapt...maklum gue orang udik"ucap Alfa polos menjelaskan apa yang ingin disampaikannya apa adanya.


"Apa...salahnya kamu coba" Rendra dengan tawa kecilnya memperhatikan kepolosan Alfa.


"Sayang Kapt kalau nanti sampai ga di makan"ucap polos Alfa lagi yang membuat Rendra makin terkesima kepolosanya.


"Mereka sudah biasa kali Kapt...menikmati makanan itu" balas Alfa lagi dengan jujur berkata.


"Ini yang aku suka dari kamu apa adanya tidak basa basi, kalau boleh jadilah diri sendiri selamanya akan lebih nyaman hidupmu"ucap Rendra menepuk bahu Alfa yang masih di dekat Rendra memperhatikan tiap menu yang menurutnya makanan aneh buatnya.


"Aku lebih suka makanan kampung Kapt" ucap Alfa yang ingin melangkah duduk kembali ketempat awal.


"Loh...ko..ga diambil makanannya" ujar Mas Rudi yang penasaran ke Alfa yang mendekat tapi tidak membawa apapun.


"Bingung Mas...makanannya aneh menurutku" ucap Alfa dengan muka polosnya menjawab ucapan Mas Rudi.


Tanpa ada yang memberikan komando semua tertawa mendengar ucapan polos Alfa yang menurutnya makanan kekinian itu makanan aneh.

__ADS_1


"Gue...suka sama ini anak...masih polos" ucap Mas Rudi ke Mas Iqbal yang duduk di dekatnya.


"Iya..bener ga ada basa basinya tapi...apa adanya" ujar Mas Iqbal dengan tawanya.


"Dra...ini anak masih belum terkontaminasi ya..." Mas Dimas dengan cueknya ngomong apa adanya meminta penjelasan dari Rendra.


"Ada-ada...aja Mas" ujar Rendra dengan tawanya yang menurutnya lucu ucapan Mas Dimas.


"Jagain...baik-baik dia sebab Mas liat yang lain sudah mulai terinfeksi "ujar Mas Dimas dengan konyolnya membuat yang mendengar tertawa.


"Wadauh...kita semua harus di karantina berarti ya...Mas" Panji berkata dengan candanya ke Mas-Mas yang masih dengan tawa konyolnya.


"Makanya...cepet pada nikah biar ada yang jadi pengingat ke jalan yang bener" ujar Mas Iqbal dengan sedikit serius berucap.


"Dra...kamu Kaptennya harus selalu mengingatkan yang baik loh" ucap Mas Rudi yang menasehati Rendra.


"Siap Mas...aku akan laksanakan dan selalu ingat pesan Mas" jawab Rendra dengan serius menjawab ucapan Mas Rudi.


"Kalau saja...aku punya adik cewek aku jodohkan dengan kamu" ucap Mas Rudi ke Alfa yang hanya menjadi pendengar.


" Apa setipis ini kalau lagi berdinas" tanya Mas Iqbal masih penasaran dengan kepribadian Alfa.


"Tidak...lah Mas...kami ti yang solid tidak bisa di remehkan oleh lawan" ujar Ifan menjelaskan kinerja timnya.


"Kirain...bikin gagal fokus nantinya "Mas Dimas berkata dengan tawa konyolnya.


"Tapi hebat ya...satu tim masing-masing punya keunikannya masing-masing" Mas Rudi berkata seperti menjelaskan kepribadian kawan Rendra.


"Ya...itulah kami yang saling melengkapi" ucap Rendra yang akan melangkah meninggalkan kakak-kakak ipar juga kawannya.


Rendra menghampiri Papanya yang memberikan kode supaya mendekat ke arahnya untuk menemaninya menemui tamu yang datang dari tetangga dekat rumah juga teman dekat bisnisnya.

__ADS_1


Berbeda dengan kakak-kakak ipar Rendra yang masih meneruskan keakraban yang terus berlangsung dengan canda tawa yang spontan saja tanpa ada yang dibikin-bikin apalagi direncanakan, masih dengan pembahasan ke polosan Alfa yang apa adanya tapi bikin mereka terhibur dengan celoteh lucunya seperti anak remaja yang konyol tapi polos dan lucu.


Halaman yang luas dikediaman Papa Rendra seakan sempit bila ada acara seperti ini malah berkesan halamannya tidak luas sebab yang terlihat banyaknya undangan untuk memenuhi undangan keluarga Papanya Rendra yang cukup dikenal dikiranya sebagai pebisnis sukses, tapi berbeda dengan Rendra yang hanya ingin di kenal oleh orang terdekatnya saja, ya...itulah Rendra yang selalu bersahaja.


__ADS_2