
"Pernikahan itu seperti mozaik yang harus dilengkapi oleh kita dengan pasangan kita, yang diisi oleh momen kecil yang terus menghiasi dalam perjalanan cinta kita" Rendra.
Rendra sebagai Komandan prosesi pedang pora yang sudah berpakaian lengkap menambah gagah penampilannya.
"Kapt...sudah lengkap semua nih" ucap Alfa yang di perintahkan Rendra untuk menyiapkan semua anggota perwira yang akan menjadi pelengkap prosesi pedang pora.
"Benar...sudah lengkap.." tanya Rendra ke Alfa lagi yang sedang merapikan pakaiannya untuk memastikan.
"Formasi sudah lengkap Kapt" Alfa dengan serius berucap menghadap Ke Rendra.
Rombongan pengantin pun datang dengan siap Rendra mengambil komando memerintahkan timnya menempati posisi masing-masing sesuai latihan awal.
Tahap-tahapan prosesi pedang pora di lalui dengan baik dan lancar hingga berakhir dengan ucapan selamat dari semua tamu yang hadir dari kedinasannya juga dari dari angkatan lain yang di undang oleh kedinasan.
Rendra tidak luput memberikan selamat dan dapat bernapas lega sebab dapat menyelesaikan prosesi pedang pora untuk Panji dan Rena dengan baik dan sukses.
Mata Rendra menyapu semua ruangan untuk mencari orang-orang tersayangnya yang akan memberikan selamat ke Panji dan Rena.
"Sayang siapa itu..." Mama Rendra menunjuk ke arah di mana Rendra berdiri ke cucu cantiknya.
"Hai...cantik" sapa Alfa yang kebetulan berdiri di dekat Candy dan Mama juga Ainun.
"Gimana kabarnya nak" tanya Mama ke Alfa yang menyapa Ainun yang masih bingung melihat banyak orang.
"Alhamdulillah...baik Ma..." jawab Alfa dengan sopan dan menyalami tangan Mama Rendra.
"Ainun...sayangnya Papa" ucap Rendra menyapa anak semata wayangnya dengan tangan akan menggedongnya.
"Kapt...maaf gue tinggal dulu" ucap Alfa berpamitan ke Rendra yang sudah menggendong putri cantiknya.
"Ma..Mba..maaf aku tinggal dulu" Alfa berpamitan ke Mama dan Candy dengan sopan dan melangkah pergi meninggalkan kelurga Rendra.
"Mam...Honey kita kasih selamat dulu ke Panji dan Rena dulu ayo" ucap Rendra ke Mama dan Candy yang menggandeng tangan Mamanya yang digandeng oleh Candy.
"Selamat ya..nak..."ucap Mama Rendra dengan tangan di cium oleh Panji tanda hormat ke Mamanya Rendra.
"Terimakasih...Ma..atas do'a dan kehadirannya" balas Rendra dengan memberikan senyum sopan ke Mama Rendra.
Begitu juga dengan Rena membalas ucap selamat dari Mamanya Rendra.
"Selamat...Mas" ucap Candy dengan menangkupkan tangannya tanda memberikan selamat dan Panji membalas, Panji mengerti Candy tidak pernah bersentuhan dengan selain muhrimnya.
"Selamat ya...sudah jadi nyonya" ucap Candy ke Rena dengan memeluknya dan membisikkan do'a untuknya.
__ADS_1
"Terimakasih kasih...banyak untuk banyak hal" balas Rena ke Candy dengan melepaskan pelukannya.
"Apaan sih...aku ga bantu apa-apa ko" balas Candy dengan menepuk tangan Rena dan memberikan senyum tulusnya ke Rena.
"Hai...cantik tambah lucu aja sih" ucap Panji dengan mengusap pipi Ainun yang memandang Panji bingung.
"Lupa ya...cantik" Rena ikut menambahkan yang juga memegang tangan mungil Ainun.
"Masih bingung ya...cantik" ujar Rendra yang melangkah untuk pergi meninggalkan keduanya yang harus menerima ucapan selamat dari tamu.
Saat menikmati hidangan Mama Rendra di kejutkan dengan sapaan yang menurutnya dari anak rekan bisnis suaminya.
Berhubung keluarga Rena juga pebisnis jadi banyak tamu yang hadir dari kalangan bisnis juga, salah satunya anak dari rekan bisnis Papanya Rendra.
"Hai...tante" ucapnya menyapa Mamanya Rendra yang sudah dikenalnya.
Hanya Rendra dan Candy dibuat bingung sebab tidak mengenalnya lebih terkejutnya lagi mata gadis itu sama seperti milik Candy juga Ainun.
"Hai...sayang dengan siapa datang"ujar Mama yang terlihat sangat akrab ke gadis itu.
"Sendiri tante mewakili Ayah sama bunda juga Mas"balasnya masih dalam posisi berdiri disamping Mama.
"Oh..ya...sayang kenalkan ini...anak tante, dan ini istrinya juga anaknya" Mama menunjuk ke Rendra, Candy juga Ainun yang duduk satu meja dengan Mama.
"Rendra...yang cantik ini Candy istri saya dan ini kesayangan kami Ainun" ucap Rendra tanpa bersalaman hanya Candy yang menyalaminya dan memberikan senyumnya.
Candy hanya menundukkan wajahnya menyembunyikan senyum simpulnya menandakan ada yang aneh atau cenderung lucu gitu.
Rendra tahu dan memberikan tanda yang sama pura-pura tersenyum ke Ainun yang memainkan tanda atribut kedinasan yang masih melekat di baju Papanya.
"Sayang...awas tajam loh" ujar Rendra ke Ainun dan hanya balasan senyum manis yang Ainun berikan.
Gadis itu masih asyik bercengkrama dengan Mama yang menanyakan kabar keluarganya yang sekarang masih di luar kota untuk urusan bisnis.
Kawan tim Rendra menghampiri dan betapa terkejutnya Alfa ternyata yang asyik ngobrol dengan Mama Rendra ternyata orang yang baru kemarin di kenalnya dan harus di pertemukan lagi di acara pernikahan Panji, yang membuat Alfa mati gaya alis grogi.
"Ko...bisa ada disini sih" ucap Alfa dengan malu tapi tidak ingin terlihat oleh kawan satu timnya.
"Aku di undang...masalah" ujar gadis itu cuek tampa basa basi dan terlihat santai.
"Ok...gitu"ucap Alfa yang merasa asal ngomong saja ke gadis itu.
"Kalian saling kenal" tanya Mamanya Rendra ke Alfa dan Tazkia yang masih duduk di dekat Mama Rendra.
"Iya...tante kemarin baru kenalnya"Tazkia menjelaskan Ke Mama Rendra.
__ADS_1
Rendra akhirnya mengerti ternyata benar apa yang di ucapkan Alfa bawa cewe ini memiliki mata yang sama seperti mata Candy dan Ainun.
"Ga...mau di kenalkan ke kita nih" Ifan pura-pura sewot ke Alfa yang masih malu-malu meong bertemu lagi dengan Tazkia.
"Oh...ya..kia kenalkan ini teman-temanku" dengan gugup Alfa memperkenalkan Ifan dan Farel ke Tazkia.
"Tazkia...salam kenal"ucap Tazkia dengan tangannya menyambut salam dari kawan Alfa dan Rendra.
"Tante...maaf aku pamit duluan ya...kasihan pa sopir kalau kelamaan"Tazkia bangun dari tempat duduknya untuk berpamitan pulang dan mencium tangan juga memeluk Mama Rendra.
"Oh..ya...sayang hati-hati di jalan salam juga buat bunda juga ayah"balas Mama Rendra dengan melepaskan pelukan dari Tazkia.
Tazkia juga tidak lupa berpamitan ke semua orang yang menurutnya baru di kenalnya beberapa menit yang lalu kecuali Alfa.
Alfa yang masih berdiri mematung selepas kepergian Tazkia yang akanj adi bulan-bulanan kekonyolan kawan satu timnya.
"Cie...cie...jadi itu yang bikin kemarin ga cepet balik" goda Ifan menyenggol badan tegap Alfa yang masih mematung pura-pura memandang ke sembarang arah.
"Biasa aja kali..ga bakalan gue rebut ko" ucap Farel menambahkan ke jailan yang membuat Alfa mati kutu pura-pura ga denger.
"Ga...bang ga ada apa-apa ko baru kenal juga" Alfa membela diri dan menjelaskan kondisi sebenarnya ke semuanya.
"Ada juga ga apa, sudah waktunya kamu punya pasangan biar ga jadi anak bawang terus" Rendra ikut menambahkan dengan masih fokus ke Ainun memainkan jari Papanya.
"Hanya kebetulan saja...Kapt kita bertemu" balas Alfa membela dirinya yang malu jadi bahan pembahasan di waktu yang tidak tepat.
"Awalnya semuanya juga ketemu ga sengaja" Rendra dengan mata melirik istri tercintanya yang di lirik seperti tahu menundukkan muka manisnya karena malu.
"Lama-lama jadi rindu serindu-rindunya " Ifan bergaya seperti orang beryanyi yang sontak saja membuat Mama tertawa mungkin menurut Mama lucu.
"Tazkia anak baik..loh" ucap Mama Rendra di sela tawanya menjelaskan siapa Tazkia.
"Ayo...waktunya di perjuangkan" ucap Rendra dengan tangan mengepal tanda menyemangati Alfa.
"Iya...ya...Kapt tapi gimana caranya jalan kita beda"Alfa mempertegas apa yang di mau kawan satu timnya yang sudah seperti abang buatnya.
"Ga ada yang mustahil buat Allah Alfa...usaha aja dulu" Rendra berucap dengan sedikit penekanan ke Alfa yang sudah seperti adiknya.
"Kita beda Kapt..." ucap Alfa lagi yang sekarang jadi bawal seperti emak-emak menurut Ifan.
"Hai...bocil tumben loe bawel...kaya kaleng" ucap Ifan yang cuek walaupun ada Mama dan Candy.
Tapi hal ini membuat Mama dan Candy tertawa karena menurutnya ucapan Ifan lucu, Candy menutupi mulutnya dengan tangannya dan bersembunyi di balik tubuh gagah suaminya menyembunyikan wajahnya karena malu.
Rendra hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya yang selalu malu bila ada hal yang lucu tapi tidak ingin sikapnya di lihat oleh orang selain muhrimnya.
__ADS_1
Akhirnya Alfa diam tidak lagi membela diri dengan memberikan protesnya ke Rendra dan kawan lainnya hanya saja dia masih berpikir terlihat nyata dia menggaruk kepalanya yang sontak membuat yang melihatnya tertawa dan tangan Ifan mengacak kepala Alfa yang masih penuh dengan pertanyaan yang belum ada jawabannya.