Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
13


__ADS_3

Acara Wisuda


Gedung tempat acara wisuda telah ramai dengan kehadiran para tamu undangan,wisudawan,wisudawati dan di depan podium juga sudah di isi Dekan dan Rektor beserta para pembantun Dekan juga pembantu Rektor yang telah siap duduk di tempatnya.


Setelah satu persatu susunan acara telah dilalui kini masuki acara inti pemberian ijazah dan pemindahan kuncir di toga mahasiswa dari Dekan dan Reaktor.


Selesai sudah acara yang penuh haru dan ketegangan dilewati,sekarang memasuki sesi photo-photo,Candy tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya terutama kepada ayah dan mas Dimas, sebagai anak dan seorang adik yang bangga memiliki mereka sebagai inspirasi hidupnya selama ini,telah memenuhi kewajibannya dengan menyelesaikan kuliah tepat waktu.


Tampa diduga Candy, mas Iqbal yang datang bersama mba Salma dan Habibi Al Rahman (anak mas Iqbal dan mba Salma) menghadiri wisuda Candy namun tidak masuk ke dalam gedung hanya di luar.


"Ante....Can" teriak Habib dengan suara cadel anak kecilnya, suaranya setengah berteriak.


Candy mencari orang yang memanggil namanya yang suaranya sangat ia kenal, sangat khas terdengar diteliga Candy .


"Hai...kesayangan ante " ucap Candy memeluk, mencium kedua pipinya yang mirip bakpao sangat lucu dan sangat menggemaskan.


Mas Iqbal,mba Salma pun menyalami Candy dan memberikan ucapan selamat dan tidak lupa,Habibi memberikan buket bunga yang sangat indah sebagai ucapan selamat untuk Candy sangat menyukainya dan berterimakasih.


"Terimakasih.. mas, mba udah datang...Can...seneng" ucap Candy dengan muka bahagia dan senyum yang tidak mau hilang dari bibir mungilnya menandakan si pemilik sangat bahagia.


"ko...aku...nda..acih,acih dari ante " ucap Habibi protes dengan logat anak kecil yang masih cedal.


"Oh...iya...acih...kesayangan ante,udah datang" Candy menggendongnya dengan sayang dan terus menciumnya hingga memerah kedua pipinya.


Suasana yang tadi penuh sesak dengan tamu undangan juga peserta wisuda sekarang mulai kembali ke tempatnya masing-masing, berbeda dengan kelurga Candy tidak langsung pulang mereka melanjutkan ke bersamaan mereka dengan acara makan-makan di tempat yang telah mereka pesan sebagai ucapan selamat untuk Candy yang telah menyelesaikan studinya dengan baik dan sesuai harapannya.


Kebersamaan keluarga Candy sangat hangat, canda tawa, dari obrolan santai sampe serius terlontar mereka sangat welcome dalam hal ataupun, Salma yang termasuk orang yang baru masuk dalam keluarga Candy pun sangat senang ada di dalamnya karena mereka sangat baik.


"Gimana de...soal lamaran" mas Iqbal memulai pembicaraan serius menanyakan ke Dimas.


Sedangkan Candy sendiri dengan telaten asyik menyuapi Habibi makan dengan lahapnya dan mendengarkan pembicaraan masnya.


"Rahma...sendiri sudah menerima lamaran secara pribadi dari aku, tinggal pembicaraan lamaran keluarga yang belum aku atur waktunya " jawab mas Dimas.


"Cantik...coba..tanyakan sama temanmu kapan siapnya kita melamar resminya" ucap mas Iqbal kepada Candy.

__ADS_1


"Siap...secepatnya aku kabarin mas,sebab kalau bisa nikahnya jangan sampai aku penempatan dinas" Candy dengan nada memohon.


"Emang...kapan itu" mas Dimas juga ikut panik sebab ingin Candy ada saat pernikahannya nanti.


"Kalau sudah ada penempatan mau ga mau harus siap,secepatnya ya...mas" ucap Candy menjelaskan.


"Biar aku tenang selama dinas nanti mas, ayah ada yang memperhatikan selain mas, aku percaya Rahma sayang sama ayah" Candy memeluk ayah dengan sayang.


Semua terharu akan ucapan Candy tapi di sisi lain merasa adik kecilnya sudah bukan lagi anak kecil yang dulu lagi,sudah mulai dewasa dan menunjukan sikap mandirinya di mata keluarganya.


"Mas...langsung siap kalau sudah ada lampu hijau dari Rahma" mas Dimas dengan semangat dan senang akan lamarannya.


"Yah...sebaiknya berapa bulan jarak dari lamaran dan akad nikah" tanya mas Iqbal meminta pendapat dari ayahnya yang bijak dalam segala hal.


"Tergantung kesiapannya...tapi sebaiknya tiga bulan kurang lebihnya" ucap ayah menjelaskan sebagai orang tua.


"Secepatnya lebih baik" ucap Candy berharap lebih cepat lebih baik.


"Ko...Cantik sih..yang ngebet banget" jawab mas Iqbal mengoda Candy yang menurutnya paling semangat.


"Yah...makasih,untuk semuanya"ucap mas Dimas dengan lembut mengusap punggung tangan ayah dengan tersenyum.


Ayah tidak menjawab hanya anggukkan kepala yang ayah perlihatkan,dan ketiga anak ayah memeluk ayah mereka bersamaan, terlihat hangat juga penuh haru dirasakan.


Salma yang hanya bisa melihat ikut larut dalam suasana haru walaupun tidak ikut memeluk ayah mertuanya, terlihat ayah dan anak saling menyayangi dan harmonis.


"Akek...dangan angis..." teriak Habibi mendekati ayah dengan suara anak kecil yang cadel.


"Kakek ga...nangis ko...jagoan" ucap mas Iqbal menenangkan Habibi yang di peluk ayah juga Candy.


"Benel...akek..."Habibi masih tidak percaya dan melihat mata ayah.


"Sudah pinter...ponakan ante" Candy gemes dengan tingkah keponakan kecilnya.


"Memang di mata kakek ada apanya" ucap Mas Dimas penasaran sama tingkah Habibi yang masih melihat mata ayah, dengan muka ayah ditangkup kedua tangan Habibi.

__ADS_1


"Ada...Bibi..agi iyat..akek " ucapnya dengan bahasa Habibi yang terdengar lucu.


Semua tertawa mendengar jawaban Habibi yang bener memang ada Habibi di mata ayah, Habibi yang di ketawain malah bingung semuanya tertawa,sebab tadi pada nangis sekarang ketawa dengan muka polosnya hanya nyengir nunjukin gigi susunya yang kaya jagung masih jarang-jarang.


"Ante...Bibi au..entu " Habibi meminta Candy mengambilkan makanan di meja.


"Jangan yang ini ya...pedes" larang Candy untuk Habibi yang mau makan pedas yang terlihat merah menurutnya manis.


Habibi hanya mengangguk tanda mengerti, dan menunjuk makanan yang lain sebagai gantinya.


"Mba...aku bawa pulang ke rumah ya...lucu...ih gemes " Candy meminta Habibi dibawa pulang ke rumah ayah.


"Boleh...tapi masih suka nangis kalau kelamaan jauh dari mba" ucap Salma menjelaskan ke Candy.


"Sayangnya mas...aja yang nginep di rumah " mas Iqbal meminta Candy sebab kangen kebersamaan.


"Inep...lumah...Bibi..jaja " suara Habibi merajuk dengan menggoyang-goyang tangan ayah meminta.


"Iya...iya sayang..kakek ke rumah" jawab ayah yang besok ayah masih libur, mas Dimas juga.


"Oye...oye...akek inep lumah Bibi" Habibi senang ayah mengabulkan keinginannya.


"Di rumah Bibi punya apa surah kakek nginep" mas Dimas mengoda Habibi yang masih duduk dipangkuan ayah terlihat lucu.


"Dada...pa...ja..nda " Habibi melihat ke bundanya (mba Salma).


✩✩terjemahan bahasa Habibi,ada apa saja bunda✩✩


"Ice..cream, ayam goreng, sosis, roti, susu" mba Salma menyebutkan semua makanan Habibi sukai.


"Itu..semua makanan Bibi bukan untuk kakek" goda Candy dengan mengusap lembut pipi Habibi yang terus mengunyah makanannya.


Mas Dimas dan Candy gemes melihat keponakannya yang lucu dan pinter banget, tingkahnya yang polos bikin kangen, setiap ketemu ada saja ulah bocah kecil (bocil ) yang akan kami ingat saat tidak bersama bocil itu, kebersamaan ini yang kami semua rindukan setiap saat tapi kami punya kehidupan hanya bisa sesekali selebihnya lewat telpon.


Kesibukan kami tidak bisa ditinggalkan masing-masing menjalankan aktivitasnya yang harus di jalankan sebagai bentuk tanggungjawab kepada pekerjaannya.

__ADS_1


Bersama-sama biasanya ada waktu untuk melepaskan kerinduan terutama kepada ayah sebagai orang tua tapi ayah orang tua yang bijak tidak pernah memaksakan karena rutinitas itu dan ayah memaklumi itu.


__ADS_2