
1 jam kemudian..
rena pun yang sudah paham dan mengerti apa yang dijelaskan oleh sahabatnya itu yang membuat jila pun merasa benar-benar tenang dan lega yang selama ini dia pendam dari lubuk Hatinya paling dalam yang membuat rangga pun yang masih bersembunyi di balik tempok sangat terkejut dengan penjelasan dari mulut jila dari awal hingga akhir..
tak berselang lama...
tak... tak... tak...
"jila putri...."dina yang berteriak memanggil nama sahabatnya itu dengan wajah kesalnya sembari melangkah berjalan menghampirinya yang sudah menggunakan baju penyamarannya..
" siapa dia? apa dia tukang kebun?.. "tanya rena pada jila
" bukan dia dina, yang tadi ada di kolam renang.. " jawab jila dengan wajah diamnya
__ADS_1
"owhh...
"jila putri! apa maksudmu !? tadi, karena kau sudah berjanji padaku akan mengembalikan dolken batara padaku, tapi kenapa kau masih mengikatnya ?.. " ujar dina yang sudah berhenti di depan jila dan rena dengan tangannya yang sudah menujuk pada sahabatnya itu dengan wajah emosinya, yang membuat rena pun membuka mulutnya dengan tatapan dinginnya
"jila putri, adalah nyonya muda di keluarga batara group yang sah! menjadi orang ketiga masih begitu percaya diri sekali! dan menanyakan pada istri yang sesungguhnya apakan dia masih mengingat prianya siapa! kau benar-benar cukup membuat orang kagum! .. " ujar rena yang sudah menatap wanita itu dengan dinginya
"siapa kau? sejak kapan orang luar memiliki kesempatan mengurus masalah kami? " tanya dina pada wanita itu yang sudah ada di samping jila dengan wajah kesalnya sembari menujuk dengan tangannya
"aku sarankan kau untuk menjadi orang yang benar-benar baik kalau emang hidupmu tak lama lagi, jika kau masih punya kemampuan, pergilah dan datangilah dolken batara sekarang dan biarkan dia menceraikan jila putri saat ini juga, lalu menikahimu! kau hanya bisa menggunakan perasaan kalian di masa lalu untuk membicarakan masalah, kau sudah menjual jila putri sekali, apakah kau ingin menjualnya untuk kedua kalinya ? "ujar rena pada dina dengan tatapan tajamnya sembari melipat kedua tangan didadanya dengan angkuhnya, yang membuat dina pun terkejut melihat wanita itu dengan beraninya..
"ahh, kepalaku sakit ! jila, kepalaku sakit sekali ! jila , apakah kau marah padaku ? aku tidak bermaksud begitu! aku hanya... " ujar dina dengan kemunafikan hanya bisa berakting seperti orang sakit sesungguhnya di depan jila , yang membuat jila pun merasa sedikit iba melihat sahabatnya itu yang sudah merasakan kesakitan di kepalanya, dan dina pun berlahan berjalan melangkah ingin mengapai sahabatnya itu yang masih terdiam
"huuhuhuhu... aku hanya berpikir, aku hanya punya 1 bulan , tapi keinginanku tidak dapat tercapai... jila, melihat hubungan kita di masa lalu, kau jangan marah padaku'yah, aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu ! . . " ujar dina dengan muslihatnya merayu jila yang ingin mengapai bundaknya sedikit lagi namun dengan tiba-tiba rena pun langsung mendoronhnya hingga terjatuh..
__ADS_1
" ahh!..
"kau mau mati adalah urusanmu , tidak ada hubungannya dengan jila! . . " ujar rena dengan wajah kesalnya, yang membuat dina pun sangat marah melihat wanita itu yang dari tadi ikut campur
"kau! beraninya💢...
"minggir, aku sarankan kau menjadi baik, di saat terakhirmu didunia ini, itu juga kalau kau benar-benar mati! dan menjauhlah dari jila .. " pinta rena pada wanita itu dengan wajah dinginnya sembari melangkahi tubuh wanita itu yang sudah terjatuh tersukur dibawah kakinya..
"oopsss.. (◞‸◟ㆀ)ˢᵒʳʳʸ.. jila, ayo kita pergi.. " ucap rena yang sudah menggandeng tangan sahabatnya itu sembari berjalan pergi meninggalkan wanita itu dengan wajah kesalnya
tak.. tak... tak...
"sialan ᕕ(ཀʖ̯ཀ)ᕗ!! awas.. aja kalian aku tidak akan segan kasih perhitungan.... " ujar dina dengan kesalnya melihat mereka pergi begitu saja ..
__ADS_1
"apakah begini benar-benar akan baik ? .. " tanya jila pada rena dengan wajah polosnya