
di tempat lain...
seseorang yang sudah babak belur tidak karuan yang saat ini sedang berusaha berjalan dengan normalnya yang amat berat dan sakit dibagian kedua ************ nya ,yang bergetar hebat disekujur tubuhnya yang sudah meninggal bekas noda berwarna biru kemerahan disetiap lekuk tubuhnya yang mulus termasuk wajahnya yang selalu dia banggakan
tak... tak.. tak...
"sialan! dolken memperlakukan aku seperti ini, pasti si jila itu berkata hal buruk tentangku dibelakangku, sebab itu membuat dolken salah paham padaku, dan menjadikan kan hadiah dan memberikannya pada orang lain! semua ini adalah kesalahan si jila bodoh itu! jika bukan karena si jila bodoh itu, bagaimana aku bisa berakhir dengan situasi seperti ini ! .. (batin dina) yang amat marah dan jengkelnya dengan segera dirinya pun menutupi tubuh dan wajahnya dengan jaketnya dan berjalan menuju lobby yang sudah banyak orang lalu lalang yang sudah memperhatikan dirinya
tak.. tak.. tak...
"omg, tampan sekali! dolken batara benar-benar sangat tampanπ!..
"apalah wanita yang ada di sampingnya itu adalah istrinya? π¦..
"omg, sejak kapan dolken batara menikah?
" istrinya sangat beruntung! ahh! benar-benar membuatku iri sekali! π
"dewaku menikah! hatiku sungguh hancur mendengar kabar itu! π
__ADS_1
yang membuat dina pun yang mendengar beberapa orang sedang membicarakan kekasihnya dan sahabatnya itu sangat terkejut langsung berjalan menghampiri mereka yang sedang melihat berita dijaring sosialnya
"apa yang kau katakan? apa yang kau barusan katakan? apa yang dolken lakukan? . . " tanya dina yang tanpa permisi langsung merampas ponsel milik orang lain dengan wajah terkejutnya tidak percaya apa yang dilihatnya dengan mata melotot
"ahh!!! hei, siapa kau? apakah kau sendiri tidak bisa membaca berita lokal ? sekarang berita ini sudah tersebar seluruh kota , istri tercinta ceo group keluarga batara yang dinikahi Diam-diam sudah terungkap, demi mendukung istri tercintanya, dolken batara menghancurkan mobil mewah mantan istri tercintanya! π" ujar salah satu temannya dengan juteknya yang membuat dina pun semakin hancur mendengar penjelasan mereka padanya yang begitu sinis
" tidak mungkin! tidak mungkin! bagaimana dia bisa!.. jila putri, dia tidak berhak atas kelembutan ini! kelembutan ini hanya boleh milikku, dina salsabila seorang model terkenal di Milan . . (batin dina) yang amat geregetan dan emosi dirinya pun dengan reflek membanting ponsel milik orang lain sampai hancur berkeping-keping
krakkk.... (suara ponsel di lempar)
"ehh! apa yang kau lakukan dengan ponselku!! π‘kurang ajar kau!!" protes wanita itu dengan emosinya menampar Dina begitu kerasnya
" ahhh!!
yang membuat dina pun sedikit kaget dan langsung terjatuh kebawah yang sudah menampakkan wajahnya yang sudah terlihat oleh beberapa orang di sekitarnya dengan kagetnya..
"hei, semuanya cepat lihat sini ! ada apa dengan wajah dan tubuhnya wanita ini? π
"kenapa dia seperti itu? π¦
__ADS_1
"mungkinkah dia adalah korban kekerasan seksual? π
yang membuat dina pun yang merasa malu dengan cepat bergegas pergi dari lokasi sembari menutupi wajahnya lagi
tak... tak... tak...
tak... tak... tak...
" uhu... uhu... uhu... jila putri. .. jila putri... aku belom selesai denganmu! . . " triak dina dengan kesalnya sembari menendang tihang listrik yang ada di sampingnya beberapa kali
"sial! sial! sial!... uhu... uhu.... sialan! " bentak dina yang semakin menjadi-jadi berdiri di tempat lorong apartement milik orang lain, untungnya tidak ada satu orang pun di sekitarnya yang saat ini
"ah.. aku tahu zidan ramaja.. (batin dina) yang mengingat pria yang dulu pernah menjadi temanya sekaligus pacar sahabatnya , tanpa pikir panjang lagi dina pun langsung menghubungi laki-laki itu dari ponselnya
Tak berselang lama..
"halo, zidan , apa kau di permalukan oleh jila putri? apakah kau akan menerimanya begitu saja? .. " tanya dina di sebrang sana
"dina, kenapa kau malah meneleponku? bukankah kau adalah sahabatnya jila putri? apa magsudmu meneleponku?.. " saut zidan di sebrang sana dengan wajah penasaran
__ADS_1
"hehe, aku hanya ingin bertanya, apakah kau ingin berkerjasama denganku untuk menghadapi jila putri? dia tidak hanya menghianatimu, tapi juga menghianatiku! aku tidak akan pernah melepaskannya! " ujar dina yang amat kesalnya menghasut zidan di sebrang sana dengan suara tegasnya