
"ehem!.. ayah, masalah ini tidak nyaman untuk Aku Campuri, kan? Aku hanya Anak angkat Dari keluarga mahesa , Aku juga tidak bisa membantu masalah keluarga mahesa dengan sepihak, kecuali bila jia ingin pindah ke rumah sakit lebih layak dengan pengobatan yang canggih , tentunya dengan senang hati Aku bisa membantunya, tapi, masalah lainnya Aku tidak bisa membantunya! " ujar jila dengan suara tegasnya menoleh menatap ayahnya dengan seriusnya , Yang membuat mahesa pun sedikit tidak enak hati mendengar berkataan putri angkatnya
"mawar ,kau benar-benar terlalu memaksakan orang!.. (batin mahesa) terdiam menoleh melihat mawar Yang masih bersujud dibawah kaki jila dengan sedikit kesalnya Yang tertahankan
__ADS_1
"cukup, sudah! kalian semua jangan menyusahkan jila , lagian jila Baru datang dan masuk menjadi Salah satu anggota keluarga mahesa, dengarkan Aku,selama beberapa hari jila tidak akan ikut campur masalah keluarga mahesa! " Pinta mahesa dengan tegasnya menatap semua anggota keluarganya termasuk mawar Yang sudah terdiam menoleh melihat mahesa dengan tatapan sedih tak terima
"tidak! kenapa bisa begini..ihkss...ihkss..."rintih mawar Yang menangis tidak karuan dengan wajah sedikit terkejut mendengar perkataan dan keputusan mahesa ,membuat semua anggota keluarganya pun ikut terdiam mendengar keputusan Dari kepala rumah tangga, namun didalam sana jia pun Yang masih merasakan sakit bagian perutnya memaksakan dirinya turun Dari ranjangnya dan berjalan menuju keluar dengan hati-hati
__ADS_1
klikkk!...(suara pintu)
"ihkss... Aku sudah kehilangan hak untuk menjadi seorang ibu, tapi sedangakan Kau.. Kau sungguh beruntung!.. ihkss... ihkss!.." ujar jia sekali lagi dengan tatapan sedihnya tertunduk dengan Rasa penyesalan dengan air Matanya yang sudah mengalir dipipinya
__ADS_1
"Aku iri sekali! kenapa Aku harus datang ketempat rumah sakit seperti ini, dan menggugurkan nyawa anakku sendiri , sedangkan wanita ini hanya bisa duduk saja dan mengambil keuntungan serta mendapatkan kasih sayang Dari keluarga mahesa dan suaminya Yang begitu Kaya secara cuma-cuma !? tapi, bagaimana pun juga Aku harus bisa menarik jila kedalam jebakanku! Aku sudah tidak punya Jalan untuk mundur lagi! Aku harus menikah bagaimana pun caranya!.. (batin jia) dengan liciknya memperjerat musuhnya dengan taktik Yang sudah direncanakan dalam benaknya Yang begitu ambisius, membuat jila pun sedikit bingung dan tidak terima dengan sikap jia yang begitu memaksakan dirinya
"aku SAMA sekali tidak menginginkan keluarga mahesa! menghancurkan keluarga orang lain , sungguh aku tidak ingin melakukannya ! Kalau bukan karena memandang Tuan mahesa dan nyonya alea , mungkin aku juga sudah meninggalkan tempat kotor seperti ini sejak awal. . (batin jila) terdiam termenung dengan wajah sedikit kesalnya melihat Adi, mawar dan dani yang sudah ikut berlari mengahampiri dirinya yang sudah duduk bersujud lagi dikaki jila dengan wajah memohon dan meminta belas kasihan dan kekuasaan bagi dani yang ada dibenaknya saat ini, dan dolken pun yang sudah tahu isi pikiran mereka dengan sengajanya dirinya pun merangkul budak istrinya lagi Dari dekapanya
__ADS_1