
"kenapa tanganmu begitu dingin? ayo, cepat sebaiknya kau naik kasur untuk menghangatkan tubuhmu apa kau tidak kasihan kepada janin didalam perutmu itu, pasti dia juga sama merasakan apa yang kau rasakan jila, ayo cepat! " bujuk rena dengan wajah paniknya langsung memegang tangan jila dan memapahnya menuju ranjang dengan hati-hati dan mereka berdua pun bersiap untuk tidur yang sudah mematikan lampu kamarnya tapi mata mereka tidak bisa terpenjam atau pun tertidur pulas termasuk jila yang sudah membelakangi rena dengan diamnya menahan perasaanya sendiri
"aku teringat terakhir kali seperti ini adalah diwaktu hari pernikahan , saat zidan menjualku , tangan dan kakiku terasa dingin , aku tidak sangka.. hal ini terjadi lagi begitu cepat, tapi baru 2 bulan aku sudah kehilangan lagi , tidak, aku tidak pernah memilikinya , dan bagaimana bisa itu disebut kehilangan ? ini semua hanya ilusiku, untuk menipu diriku saja ihks... ihks... (batin jila) dengan diamnya menahan rasa sakit dan kecewanya saat ini yang sudah mengeluarkan air matanya yang tertahankan oleh tangannya agar tidak bersuara ataupun terdengar oleh sahabatnya itu, namun dalam bersamaan itu rena tak bisa tidur hanya bisa melihat dan memperhatikan punggung jila yang amat sedih dimalam hari yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi
pagi pun tiba..
tok... tok... tok...
krekk...(suara pintu)
"nyonya muda, tuan muda selamat pagi! " sapa wawan dengan senyum hangatnya menyambut majikannya
__ADS_1
"hai! selamat pagi wawan.. "saut jila dengan lemasnya menyapa asistennya itu yang membuat wawan pun sangat terkejut bukan main melihat penampilan wajah majikannya
"ahh.. kenapa begitu lesu setelah pergi bermain dan ditinggal sebentar semalaman? dan kenapa ada CEO rena dimana tuan muda?.. (batin wawan) yang sudah menampakan wajah kaget bercampur paniknya
"nyonya muda, lingkaran hitammu.. begitu mencolok? " ujar wawan dengan suara paniknya memperhatikan mata majikannya dengan rasa cemasnya
"wawan .. cepat bantu aku mencari caranya , aku tidak ingin orang lain melihatku seperti ini . . huhuhu... terlebih lagi dolken . . " pinta jila dengan wajah berharapanya meminta kepada asistennya itu yang sudah berdiri dihadapanya
"baiklah, nyonya muda jangan khawatir , semuanya serahkan saja kepadaku ! bagiku make-up hanya sebuah makanan pendamping saja... " saut wawan dengan rasa bangganya memamerkan kebolehannya didepan majikanya yang membuat jila yang mendengar iTu sangat senang
1 jam kemudian...
__ADS_1
jila pun yang sudah rapih dan cantik menggunakan gaun pink merah muda dengan tata rias asistennya iTu yang dadakan membuat dirinya seperti orang bangsawan pada umunya yang sudah disanggul ala limone
"tunggu! nyonya muda, bukankah baju iTu terlalu biasa? kenapa tidak memakai baju yang didesain oleh keluaraga batara ? " tanya wawan yang sudah berdiri memperhatikan baju majikanya yang dikenakan diacara pesta hari ini
"ah! terlalu biasa? aku merasa ini cukup bagus, lagi pula aku disini hanya ingin menghadiri pernikahan, bukan menjadi pendamping pengantin wanita ! sebaiknya aku pakai ini saja ! " saut jila dengan suara khasnya memberitahukan kepada asistennya iTu dengan wajah sedikit murungnya sembari melihat dirinya didepan cermin, namun dengan tiba-tiba rena pun datang masuk kedalam kamarnya yang sudah siap , yang sudah menggunakan gaun merah muda yang begitu seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seperti gitar sepayol
tak... tak... tak...
jila dan wawan pun hanya bisa terdiam menatap dengan mata bengongnya melihat rena yang begitu mempesona dengan gayanya iTu
"hai!.. " sapa rena dengan senyum kecilnya sembari mengibaskan rambutnya kebelakang berjalan menghampiri sahabatnya iTu, yang membuat wawan pun dengan tatapan mata laki-laki yang normalnya tanpa disengaja mengeluarkan darah segar dihidungnya yang begitu banyak
__ADS_1
"wah! siluman seksi telah mucul! pantes Saja setiap laki-laki ingin mendambangkan dirimu, sampai asistenku juga ikut mimisan gara-gara melihat penampilanmu? "ujar jila dengan suara khasnya menyidir asistennya iTu , yang membuat jila dan rena pun tertawa terbahak-bahak
" hahah....hahaha...