sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kepulangan rangga


__ADS_3

"meskipun dia sekarat , memangnya kenapa? mungkinkah semua mantan didunia yang sekarat , semuanya dapat kembali lagi dan merebut suami orang ? sudahlah tak usah pikirkan dia! dia akan baik mungkin untuk saat ini, siapa tahu saja Tuhan berkehendak lain padanya suatu saat nanti!.. " jawab rena dengan suara cetusnya sembari berjalan menuju villa bersama jila, dan disudut sana rangga pun ikut pergi meninggalkan tempat itu dengan hati leganya


"ternyata tak kusangka ceo rena bisa baik juga dan galak!.. (batin rangga)


beberapa menit kemudian..


" eh!.. sepertinya sudah banyak orang.. " ujar rena yang sudah melihat banyak orang yang sudah berkumpul dengan beberapa mobil yang sudah terpakir di depan halaman villa


"itu ceo rangga apa dia akan segera pulang?.. " ucap jila dengan wajah bengong sembari melangkah berjalan begitu cepat menghampiri mereka dan tentunya ada dolken juga yang sudah berdiri dengan gayanya


"halo ceo rangga , apakah sudah waktunya untuk kembali?.. " tanya jila pada rangga dengan senyuman ramahnya


"ah, iya urusanku sudah selesai. . " jawab rangga yang sudah menyambutnya dengan senyuman hangatnya yang membuat jila pun langsung berbisik kearah dolken dengan suara pelannya..


"apa kontrak itu...


"bukan urusanmu, tidak usah diperdulikan.. " jawab dolken dengan cetusnya

__ADS_1


"ihks.. judes amat jadi orang.. (batin jila)


tapi dengan sengajanya dolken pun langsung berjongkok sedikit dan membisikkan kearah telinga jila dengan suara sedikit kerasnya


"jila putri, lebih baik kau singkirkan pikirkan yang seharusnya yang bukan jadi milikmu! aku tidak keberatan membiarkanmu memahami tanggung jawabmu sebagai istri sekali lagi ! .. " ujar dolken dengan rasa puasnya yang membuat jila pun sangat terkejut bercampur malu yang sudah semu merah di wajahnya ..


sama halnya dengan rena dan rangga yang sudah menampakan wajah terkejutnya mendengar perkataan dolken barusan, dan rangga pun dalam sekejap langsung meluruskan wajah biasanya seperti sebelumnya..


"ehemm... aku dengar nona jila sangat suka menanam bunga, kebetulan aku baru membeli sebuah villa yang penuh dengan bunga, jika nona tidak keberatan kamu boleh datang untuk menikmatinya, saat itu aku akan memberi undangan untuk kalian berdua . . " tanya rangga pada jila dengan wajah berharapnya yang membuat dolken pun tak mau kalah


"undangan dari ceo rangga , mana mungkin ada alasan untuk tidak pergi! . . " jawab dolken yang sudah menatap rangga dengan sengitnya yang membuat rangga pun tak mau kalah di saat dolken menatap dirinya yang penuh tekanan


yang membuat rena dan jila pun hanya terdiam berdiri πŸ˜“πŸ˜“ melihat mereka yang seakan sedang perang saling tatap-tatapan


" apa kedua laki-laki itu akan seperti itu terus.. " tanya rena pada jila yang sudah ada di sampingnya dengan suara pelannya


" entahlah aku juga tidak tahu.. " jawab jila dengan wajah kebingungan nya

__ADS_1


beberapa detik kemudian..


mereka pun yang sudah puas akhirnya selesai juga


" sudahlah sebaiknya aku cepat pergi.."ujar rangga yang sudah membalikan tubuhnya berjalan menuju mobilnya


tak... tak... tak...


" sebaiknya begitu lebih baik ceo rangga.. " ucap dolken yang sudah berdiri dengan anguhnya sembari melihat saingannya itu pergi dengan beberapa bodyguardnya..


brummm.... brumm....(suara mobil)


dan pada akhirnya rangga pun pergi dari pandangan mereka bertiga yang masih berdiri di depan villa , dan tanpa sadar dolken pun melirik jila yang sudah ada di sampingnya dan menatapnya yang penuh tidak percaya mengingat kejadian tadi di kolam renang dan perkataan dina tadi kepadanya..


"adegan yang tadi di kolam renang , sebenarnya apa yang terjadi sehingga aku melihat ekpresi wajahnya yang tak rela? apa yang dikatakan dina , itu apakah benar-benar perkataan jila padanya? jila kau sungguh membuatku bingung.. (batin dolken) yang sudah amat geregetan yang tiba-tiba dirinya pun langsung menundukan tubuhnya sedikit sehingga jila pun kaget


" ahhh!! . .. apa yang ingin kau lakukan?.. " tanya jila pada dolken dengan wajah kagetnya yang sudah digendong begitu saja dari arah depan yang sesekali berontak namun sia-sia baginya yang tenaganya lebih kuat darinya..

__ADS_1


"diamlah!.. " jawab dolken dengan wajah dinginnya berjalan masuk kedalam villa dan mengabaikan rena yang masih berdiri melihat meraka pergi begitu saja


"ehπŸ˜“.. maaf jila, kali ini aku tidak dapat menolongmu , kau jagalah dirimu sendiri dengan baik-baik..


__ADS_2