
"tadi kepala desa bilang kalau dimalam hari suasananya akan lebih sunyi dengan udara semakin dingin dan benar saja aku sudah mulai merasakan dan sedikit takut, ehh! Tapi kenapa langkah kaki ku tak mau berhenti dan malah ingin melanjutkan menuju Aula leluhur? Dan benar saja hanya dibukakan pintu gerbang nya saja ,tapi seorang pun tidak ada yang menjaganya didepan gerbang? Tenang jila putri , selama itu benar ,maka tidak akan ada yang sangat menakutkan didalam sana ,jila ,kau jangan takut kalau kau ingin melihatnya langsung dengan kedua matamu ,lagian kenapa suara pintu ini sungguh sangat menakutkan!.." gumam jila yang bicara sediri dengan rasa keberanian mendorong pintu tua kearah dalam secara perlahan
Krekkkk!!...
Dan jila pun yang sudah berjalan masuk dengan suasana yang sedikit mencekam dengan aroma yang begitu menyekat melihat disekitar ruangan yang penuh dupa dimana-mana , dan menoleh melihat setiap beberapa lukisan kuno membuat dirinya pun sedikit terkejut dengan mata bulatnya
"ehh?!aneh sekali, perasaan ini begitu familiar dan aku seperti sudah datang lagi kesini , semuanya kenapa tak asing bagiku ?..(batin jila) dengan tatapan rasa penasaran melangkah dan melihat setiap sudut ruang dengan barang-barang yang cukup tua dan kuno yang sudah tertata begitu rapih ,namun tanpa disengaja dirinya pun menoleh kearah belakang dengan amat terkejut melihat lukisan yang begitu mirip dengan nya yang tergantung didepan ruang khusus dan dirinya pun yang tak pikir panjang lagi berjalan menghampirinya dengan tatapan lurus tak berkedip menatap kedua bola mata wanita yang ada dilukiskan itu yang begitu cantik membuat dirinya pun tertegun yang ingin masuk kedalam halusinasi
"dia sedang melihatku..(batin jila) yang mulai masuk dalam hipnotis banyangan wanita didalam lukisan itu namun dengan tiba-tiba
__ADS_1
"jangan melihat matanya! " ujar Dolken yang sudah tahu hal itu dengan cepat menyadarkan istrinya sembari memegang kedua bahunya yang sedikit cemas dan jila pun yang sadar itu menoleh melihat suaminya yang sudah berdiri dibelakang ya yang tiba-tiba membuat dirinya pun sedikit terkejut
" ahhH! Dolken kau?.. kenapa kau ada disini?!apa kau ingin menakutiku terlihat bodoh?" protes jila dengan reflek menggeser kan tubuhnya sedikit
"Hei,hei,hei ,tenanglah aku tadi sedang menolongmu !" saut Dolken dengan suara pelannya
"uhu..
"apa kau tahu, barusan kau hampir dihipnotis , Orang yang melukis gambar ini adalah seorang ahli,dan kau akan tenggelam kedalamnya disaat menatap kedua matanya !" ujar Dolken dengan tegasnya memberitahukan bahaya yang menimpa istrinya barusan sembari menoleh melihat lukisan disampingnya dan jila pun yang mendengar itu terdiam sejenak
__ADS_1
"apa ! hipnotis ?..
dan mereka berdua pun dengan sesaat melihat dan menatap lukisan dihadapannya yang sedikit terkejut dengan kekaguman
"perasaan barusan , semuanya menghilang begitu saja ..(batin jila) yang mulai sedikit ada rasa kecewa didalam dirinya yang masih berdiri dengan diamnya ,dan Dolken pun dengan sengaja memegang dagu istrinya dan menatap begitu lekatnya
"pantas saja orang -orang didesa bunga memperlakukan keluarga Mahesa dan dirimu begitu sangat hormat, tampaknya karena lukisan ini,jila ,aku juga kenapa tiba-tiba penasaran dengan asal usulmu!" ujar Dolken dengan suara lembutnya menatap kedua bola mata istrinya yang begitu dalam dengan nafasnya yang terasa didepan hidungnya , membuat jila pun semakin nerpes semu merah dikedua pipinya disaat Dolken ingin mencium bibir manisnya namun dengan cepat jila pun dengan rasa malunya menepisnya membuang muka kearah lain
"ehem! kau jangan mengacau , lagipula bagaimana kau tahu aku ada disini ?" saut jila yang menyembunyikan wajah malunya dengan tangannya
__ADS_1