
"ayo kita pergi jalan-jalan ini pertama kalinya aku jalan-jalan di kota ini, jadi mohon pertunjuknya bila tidak ada yang aku mengerti.. " ucap jila yang sudah senang bergandeng tangan rena dengan riangnya
"iya, iya baiklah demi menjaga ibu hamil.. " ucap rena yang sudah merasa seperti pengasuhnya saat ini
"meskipun si dolken itu meneleponeku dari jam 5 pagi dan menyuruhku untuk menjaga istri kecilnya.. (batin rena)yang mengingat berkatan dolken tadi pagi di telephone nya
....
"hari ini pergilah temani jila jalan-jalan, dan jaga keselamatanya , jika terjadi sesuatu , aku akan menanyakan padamu.. " ucap dolken dengan suara yang sedikit mengacam kepada rena yang bicara di sebrang Sana, yang membuat rena pun langsung terdiam seketika..
....
"telephone itu hampir membuat mataku keluar.. (batin rena) yang sudah berwajah suramnya yang mengingat perkataan dolken padanya ..
__ADS_1
" tapi tampaknya tuan dolken benar-benar bukan hanya sekedar perduli yang biasa pada istri kecilnya ini .. (batin rena) melirik jila yang amat sangat bahagia dan senang saat ini..
dan rena pun mengajaknya ke tempat pusat pembelanjaan yang cukup tekenal di negaranya yang membuat jila pun semakin bahagia yang pertama kalinya dia masuk dan berbelanja disini bersama rena, meskipun sebelomnya jila tak pernah jalan-jalan semenjak menginjakan kakinya di kota ini yang berkerja sebagi OB di perusahaan yang dolken pimpin, dan mereka pun tak banyak pikir panjang lagi segera berjalan masuk ke pintu utama dan menjelajahi setiap toko yang rena injak bersama jila dengan penuh kebahagian ,karena jila tak banyak pikir lagi di saat mau beli sesuatu barang karena dolken sudah memberikanya kartu anti limit pada jila sebelomnya yang membuat jila pun tak ragu-ragu lagi ..
tak berselang lama...
mereka pun masuk ke dalam toko perhiasan yang membuat matanya semakin terbinar-binar melihat perhiasan yang jila inginkan yaitu sepasang anting yang sudah dia unjuk dan langsung di pakai ke dua telingannya dan rena pun tak kalah juga sedang memilih dan mencoba cincin yang berkilau kesukaannya Di jarinya..
"lihatlah, apa ini bagus untuku.. "tanya jila pada rena yang sedang sibuk memilih sebuah cincin
ckrek...ckrek..
"wah.. cantik juga ternyata .. " ucap rena yang sudah memotretnya dan tak lupa di kirimkan kepada dolken diam -diam tanpa sepengetahuan jila..
__ADS_1
4jam kemudian..
mereka pun yang sudah sangat lelah dan tak ingat waktu yang membuatnya merekapun melupakan perutnya yang sudah keroncongan , yang saat ini sedang berjalan keluar pintu mall
"jila, ayo kita pergi kesana untuk istirahat sebentar kaki ku sudah sangat pegal dan lapar .. " ucap rena pada jila yang sudah menujuk sebuah resto yang tak jauh dari mereka
" baiklah, ayo aku juga sama ingin makan yang sangat pedas,pasti enak rasanya.." ucap jila yang sudah berjalan mengikuti arah dari rena yang sudah menujuknya pake tangannya , dan tak sengaja jila pun melihat seseorang di sebrang Sana yang sedang kebingungan
"orang itu??... bukannya.. nyonya president, bagaimana dia bisa ada disini ! ah!! gawat!! nyonya president dalam bahaya . . ( batin jila) yang sudah terdiam dan memperhatikan ada mobil kencang menuju ke arah nyonya president dari belakang dan jila pun tanpa pikir panjang langsung..
"bantu aku pegang ini.. " ucap jila yang sudah berbalik badan melihat rena untuk memegang tas belanjaanya dan berjalan lari dengan CEpat kearah nyonya president itu yang membuat rena pun kaget
"apa yang kau lakukan!!?.. " ucap rena dengan terkejutnya melihat jila berlari kencang menghampiri wanita baruh baya itu
__ADS_1
dan jila pun dengan CEpat mendorong Nyonya president itu kepinggir dan mobil itu pun yang tak melihat langsung menabarak jila hingga terpental yang membuat rena dan nyonya president pun terkejut dan shok sejenak melihat jila yang sudah terkapar lemas di pinggir jalan
"ahh!!...