
"siapa yang meneleponya?.. (batin Maria) dengan rasa was-wasnya menatap dolken dengan wajah diamnya yang masih berjalan yang penuh rasa gelisahnya
"apa mungkin jila yang meneleponku? jila, kumohon tunggulah Aku sebentar saja , Aku akan segera menjemputmu ! .. (batin dolken) dengan wajah rasa terahankannya terus berjalan menuju mobilnya dan menghiraukan ponselnya itu yang dari tadi berbunyi terus didalam saku celananya yang terburu-buru
dan disebrang Sana jila pun sedang duduk dipinggir jalan sembari menghubungi suaminya itu yang tak kunjung mengangkatnya ataupun mengabarinya sama sekali
" eh? kenapa dia tidak mengangkat teleponnya? bukankah dia bilang akan segera datang tapi kenapa sangat begitu lama tak kunjung datang juga? .. (batin jila) dengan diam nya sembari menatap ponselnya yang sedikit rasa kecewanya kepada suaminya itu, namun dalam bersamaan rena dan rangga pun keluar dari parkiran mobil yang sedang duduk didalam mobilnya menuju pulang
"hei, bocah, jika kau masih berani berniat buruk kepada jila dan menyakitinya, maka Aku tak akan pernah melepaskan mu sampai keujung duniapun kau pergi dan bersembunyi! "cetus rena yang sudah melipat kedua tangannya didadanya dengan gaya juteknya
__ADS_1
"hahah..ceo rena apakah kau serious? " tanya rangga yang sudah tersenyum kikuknya mendengar ancaman dari rekan bisnisnya itu
"apakah kau pikir Aku seperti orang yang sedang bercanda? " cibir rena dengan juteknya melirik rangga yang sudah duduk disampingnya yang membuat rangga pun sedikit rasa canggungnya
"aih.. bagaimana caranya agar dia bisa melepaskanku?.. (batin rangga) yang sudah menampakan wajah rasa risihnya , yang membuat rena pun tak sengaja melirik dan menoleh kearah luar melihat sahabatnya itu yang sudah duduk seorang diri dengan wajah diamnya
"ehh? tunggu! bukannya itu jila ? supir cepat berhenti! "triak rena sembari menoleh melihat supir didepannya untuk memberhentikan mobilnya, yang membuat supir itu berlahan memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan rena pun dengan cepat keluar dan turun dari mobilnya sembari melihat sahabatnya itu yang sudah menampakan wajah rasa khawtirnya
" jila... "triak rena memangil sahabatnya itu yang berjalan cepat menghampirinya, yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menoleh dan melihat suara itu berasal dengan wajah sedikit terkejutnya
__ADS_1
" rena...
tak... tak... tak..
"uhu~~capek juga ternyata berjalan begitu cepat, dan kau jila kenapa kau masih ada disini? dimana dolken? "tanya rena yang sudah berdiri didepan sahabatnya itu dengan wajah penasaranya, yang membuat jila pun terdiam yang sudah menundukan wajahnya dengan sedihnya
"ini sudah hampir 2 jam , si dolken cucu kura-kura itu kenapa belom datang menjemputmu? "tanya rena lagi yang sudah menampakan wajah marahnya
"dia pikir siapa dia, membiarkan seorang itu hamil menunggu begitu lama ? bagaimana kalau kau tak usah menunggunya lagi? biarkan saja rangga yang mengantar kita pulang dan beristrirahat? "saran rena dengan rasa kesal dan khawtirnya kepada sahabatnya itu
__ADS_1
"tidak perlu ,Aku akan menunggunya, jika dia datang dan tidak menemukanku, justru dia akan lebih panik lagi.. "saut jila yang menolak saran dari sahabatnya itu dengan senyum ramahnya , yang membuat rena yang mendengar itu pun sangat emosi kepada sahabatnya itu yang sudah berkacak pinggang dengan marahnya
"kau masih membantunya bicara dan membelanya, apa yang sebenarnya si dolken itu lakukan dijalanan Sana apa dia kepincut ular betina sehingga begitu lamanya ! ? karena dia , sahabatku yang keras kepala ini rela menunggunya disini! tapi kenapa dia malah begitu lama datang menjemputnya? kalaupun tiba-tiba ada urusan, mendadak setidaknya dia bisa ngabarinnya bukan ? "dumel rena yang bicara begitu cerewetnya yang membuat jila pun tersenyum kikuknya mendengar perkataan sahabatnya itu yang tak berhenti seperti kereta api