
Beberapa jam kemudian..
Pesta api unggun pun usai semua penduduk pun berhamburan dan berjalan menuju rumah masing-masing dengan hati senangnya dan tak lupa sebagian orang lagi masih ditempat membereskan dan membersihkan lokasi yang cukup lumayan berantakan ,dan jila pun yang cukup amat senang dengan tubuh sedikit kelelahan dirinya pun berjalan menuju kamarnya yang sudah diantar oleh beberapa bodyguard sampai didepan pintu kamarnya dengan selamat
Tak..tak..tak..
"selamat malam nyonya muda !" pamit salah satu bodyguard yang sudah berdiri dihadapan majikannya
"iya selamat malam juga ,kalian juga sudah lelah seharian ini bukan , sebaiknya kalian juga cepat masuk dan istrirhat !" saut jila tersenyum sembari membalikan tubuhnya berjalan masuk kedalam kamarnya
__ADS_1
klikk!..
"uhu hari ini sungguh sangat melelahkan dan juga sangat menyenangkan "gumam jila menghelang nafas beratnya sembari melepaskan sepatunya satu persatu dan berjalan masuk keruang ganti namun dalam sekejap dirinya pun sedikit terkejut melihat suasana kamarnya yang tiba-tiba menyala tanpa menyentuh kontak listrik sedikitpun
"ah?!apa ada orang lain didalam ruangan?..(batin jila) dengan hati rasa penasaran dirinya pun melangkah dan mencari setiap sudut kamarnya namun tanpa disengaja dirinya pun menoleh kearah pojokan sana dengan sedikit kagetnya melihat sosok pria yang sudah berdiri dengan gaya khasnya yang tak lain adalah suaminya dibalik tirai kearah jendela yang sudah terbuka lebar,dan tentunya sudah disuguhkan pemandangan bulan dan bintang yang berkelap-kelip diatas sana
"ah, Dolken.. ?..(batin jila) heran berdiri dengan posisinya melihat suaminya yang sudah beraksi menyalakan musik disampingnya dan menari seperti beberapa pria diacara pesta api unggun tadi yang begitu sangat menghayati setiap gerakan kaki dan tangannya yang begitu lihai
"apa yang sedang dia lakukan ? Tunggu ! tarian ini, bukankah tarian ini begitu mirip dengan penduduk desa mainankan tadi ! Tapi ,Rena bilang tarian ini adalah tarian mengungkapkan cinta pada kekasihnya, apa jangan-jangan dia.. sengaja menungguku dikamar untuk menari denganku ?pantesan saja dia tak datang disaat pesta berlangsung !..(batin jila) dengan hati rasa senang dan penasaran dirinya pun melangkah menghampiri suaminya yang sudah dag ,Dig ,dug didalam sana
__ADS_1
"bagaimana menurutmu ,aku dan orang lain yang menari untukmu barusan ,siapa yang lebih bagus dan menarik ?" tanya Dolken yang masih menari mengikuti alunan musik
"apa !tadi dia juga ada disana ?..(batin jila) yang masih terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi disaat Dolken menyodorkan tangannya yang ingin menari bersamanya ,dan jila pun yang melihat itu langsung menyambut tangan suaminya yang begitu mesra yang sudah saling tatap begitu dekatnya
"silahkan nyonya Batara!..
"tentu saja kau yang terbaik,tidak ada yang bisa menandingi dirimu yang punya bakat ataupun kompeten .." saut jila tersenyum manis dengan wajah semu merah dikedua pipinya dan Dolken pun yang mendengar itu amatlah senang memutar tubuh istrinya dengan perlahan yang sesekali memegang perut istrinya yang begitu lembutnya didalam tarian mereka mainkan berdua didalam kamar
"dolken ,dia menari begitu anggun dan lembut seperti ini, seakan memberiku sebuah perasaan yang sangat hangat CEO sombong yang orang-orang lihat sekarang malah berdansa denganku begitu sangat romantis , apakah semua ini hanya mimpi semata?bahkan jika aku mati dalam kelembutannya sekarang, bagiku itu sudah cukup layak!..(batin jila) terdiam tersimpuh malu disaat Dolken memulai bersujud dibawah kakinya dan mencium tangannya yang begitu lembut dan tak lupa menjilati setiap jemari istrinya dengan tatapan nakalnya dan djila pun dengan hati bergejolak membungkukkan tubuhnya sedikit menghampiri bibir suaminya dan menciumnya yang begitu dalam membuat seketika Dolken pun sangat amat Terkejut dengan mata bulatnya disaat jila berinsiatif mencium dirimu lebih dulu ,dan jila pun yang merasa puas dengan tatapan penuh cinta dikedua Sorot matanya melepaskan ciumannya dan berdiri seperti sebelumnya ,namun Dolken yang belom puas dirinya pun beranjak bangun dan berdiri sejajar meraih lekuk leher istrinya dari genggamannya dan mencium bibir jila yang begitu sangat romantis dan dominan yang amat sangat dalam sembari menikmati sentuhan demi sentuhan yang dibuat Dolken pada istrinya , dan tak lupa dirinya pun menculuti pakaian jila satu persatu didalam dekapannya yang penuh bergairah dengan nafas yang memburu yang sudah saling bersahutan
__ADS_1
"mmmmuuuuacchh" ggrrrrhhh" ...ahh!..